
"Kak.. bisa siapkan satu ranjang lagi gak?"
"Buat?"
"Ada deh."
"Pacar?"
"Hhhhmmm... Apa ya?" Jacky bingung menyebutnya.
"Mau di ruang apa Jack?"
"Aku pengen satu ruangan sama Michel bisa?"
"Bisa! Masih luas kok! Eh tapi ini buat siapa lho? Masa iya buat kamu Jack? Apa pengen Tom and Jerry tayang di rumah sakit kakak?" Suara Sarah terkekeh menertawakan dirinya sendiri.
"Atau mau Ular vs Komodo?" Sarah yang sudah tahu panggilan jelek kakak adik itu masing-masing, masih saja mau menggodanya.
"Sekalian aja, kebon binatang pindahin deh kesana! Rame kan?" Jacky menimpali.
"Ha ha.. bisa aja kamu Jack! Buat kapan nih?"
"Aku mau tunggu tiga hari dulu kak. Soalnya masih rawan."
"Eh ini yang mau masuk siapa? Dan kenapa?" Sarah penasaran.
"Entar kakak lihat aja deh hasil karya adik kakak yang paling psikopat itu! Tapi jangan bilang sama kak Adam ya!" Jacky meminta Sarah merahasiakan permintaannya.
"Beres. Asal tahu diri aja!" Sarah yang sudah akrab dengan keluarga Alberto tak sungkan bicara dengan Jacky.
"Oke! Ntar gue traktir konser kesukaan kakak deh!"
"Oke deh. ViP kan?"
"Hoohlah. Gini deh punya kakak ipar japrem. Baiknya gak ada ikhlasnya sama sekali!" Keluh Jacky tanpa sungkan.
"Lah.. ikhlas tuh di mesjid dek! Urusan bisnis gak ada ikhlasnya. Yang ada tuh duitnya. Keluarga lu kalau banyak ikhlas gak bakal sekaya gini kan?" Sarah tak mau kalah berdebat dengan Jacky.
"Iya deh.. kakakku yang cantik dan bawelnya kaya mpok Ati!" Sekarang giliran Jacky tertawa terkekeh senang membalas Sarah dengan puas.
"Ya ampun.. ini adik ipar gak ada sopannya ya nyamain gue sama mpok Ati. Disumpahin kawin sama nenek lampir baru nyaho loh!" Sarah kembali menyerang Jacky.
"Gak pa-pa asal nenek lampirnya secantik kakak aja, gue gak usah disumpahin! Adam aja lengket sama kakak." Bela Jacky yang kagum sama K/kesetiaan Adam pada Sarah.
"Udah deh. Gue lagi banyak pasien nih! Rese ngelayanin elu mah. Gak ada ujungnya." Sarah yang sudah dipanggil perawat untuk masuk ke ruangan praktek menyudahi pembicaranya dengan Jacky.
"Oke deh! Selamat bertugas. Kakakku yang cantik dan cerewet kaya mpok Ati!" Jacky langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
"Ih dasar ipar gak ada akhlak!" Sarah melihat layar handphonenya sudah mati. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebenarnya hatinya senang juga mendapatkan telepon dari Jacky, sudah lama dia tak mendengar celotehannya yang bikin ngakak abis.
"Eh mas Adam?" Sarah menghentikan langkahnya. Dia kaget suaminya keluar dari ruangan ruang inap Michel.
"Abis nengok Michel." Adam mencium istrinya.
"Lah.. kok gak ngasih tahu. Padahal tadi mampir dulu ke ruangan aku!"
"Kamu kan sibuk! Sekarang pulang jam berapa?" Adam menatap istrinya dengan lembut.
"Paling sekitar satu jam an lagi. Ada pasien yang mesti dikontrol. Mas Adam mau nunggu?"
"Hhmm. Aku lapar nih! Aku makan dulu yah! Ntar aku jemput setelah satu jam!"
"Oke!" Sarah mencium suaminya lalu pergi berlalu bersama perawat yang memanggilnya.
####
"Jack elu darimana aja sih! Gue nyari-nyari." Ratna akhirnya menemukan Jacky yang baru mau masuk ke ruangan Raisya.
"Nyari angin sambil nyedot angin!" Jacky bicara ringan.
"Hhhmm. Belum berhenti itu kereta api?" Ratna mendelik lalu kembali menemani Raisya yang masih tertidur.
"Raisya makan apa tadi?" Jacky penasaran melihat bekas mangkok yang ada di nampan.
"Bubur cair. Katanya lambung Raisya masih agak bengkak. Mesti makan yang lembut agar lambungnya tidak sakit."
"Heh.. marah ke siapa lu?" Ratna melirik ke arah Jacky.
"Enggak. Gue kesel sama yang sudah aniaya Raisya. Emang harus sebegitunya menyiksa perempuan?" Nampak wajah Jacky masih menaruh marah.
"Iya gue juga kesel. Eh Jack, gue telepon aja gitu mamahnya Raisya? Soalnya gue gak enak hati. Takut ada apa-apa sama Raisya, nanti kita juga yang disalahin." Ratna terlihat bimbang antara harus memberitahunya atau tidak.
"Ya udah. Kasih tahu aja! Nanti, gimana nanti ajalah. Lagian kita juga bukan walinya, takut Raisya juga nyalahin kita." Jacky setuju untuk menghubungi keluarga Raisya.
"Oke.Gue keluar dulu ya!" Ratna berdiri lalu ke luar dari ruangan.
Ratna menekan nomor ibunya Raisya dengan niat ingin memberitahu keluarganya.
"Assalamu'alaikum mah! Ini Ratna."
"Waalaikumsalam. Iya ada apa Ratna?"
"Mohon maaf mah. Ratna mau mengabari Raisya. Sekarang Raisya sedang di rumah sakit." Ratna agak sedikit gemetar.
"Rumah sakit? Kenapa dia? Kan kemarin gak apa-apa?"
__ADS_1
"Mmhh. Raisya kecelakaan." Bohong Ratna sambil. menggigit bibir bawahnya.
"Parah tidak?"
"Iya mah?"
"Iya parah tidak?" Kalau tidak parah mamah titip aja sama kamu Rat! Mamah lagi sibuk ada yang kerja disini."
"Gimana ya mah. Raisya habis dioperasi juga. Ratna ngasih kabar takutnya mamah penasaran mau nengok kesini." Ratna heran kok ada ibu yang tidak khawatir sama anaknya walau dia sedang sakit parah.
"Ya udah. Nanti mamah kesana lihat Raisya, kalau pekerjaan disini sudah beres. Mamah minta nama rumah sakitnya sama ruangannya."
"Iya mah. Ratna Sherlock aja ya! Nanti kalau mamah datang Ratna jemput di lobi."
"Iya."
"Ma kasih ya mah!"
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
"Duh Raisya emak lu.. kebangetan pisan. Masa elu di rumah sakit nanyanya parah apa tidak. Emang elu anak pungut apa? Sampe tega nyuekin elu! Heran gue. Mending gue adopsi aja elu jadi anak gue. Eh... gak bisa adopsi ya? Kan gue belum nikah. Apa nyuruh emak gue aja gitu adopsi si Raisya?" Ratna berbicara sendiri.
"Ra.. kamu bangun?"Jacky menatap iba Raisya.
"Mana Ratna?" Suara Raisya pelan sekali. Seperti dia menahan otot mulutnya agar tidak terasa sakit.
"Di luar. Mau aku panggilkan?"
"Gak usah!" Mata Raisya yang tak sempurna melihat Jacky dengan perasaan malu.
"Gue keliatan jelek ya Jack?" Masih sempet juga Raisya memikirkan penampilannya.
"Kenapa? Mau kencan emang?" Jacky heran mendengar Raisya masih memikirkan masalah kecantikan.
"Kamu pasti takut ya Jack, lihat muka aku?"
"Emang kamu hantu?"
Raisya ingin tertawa tapi tertahan bengkak yang ada disekitar mulutnya.
"Ra... kamu dipukulin Nathan kan?" Jacky bicara to the point.
Mata Raisya melihat tajam ke arah Jacky.
"Benerkan?" Sepasang netra beradu. Entah ada magnet apa tiba-tiba ada yang masuk ke dalam sepasang hati yang sedang beradu pandang.
__ADS_1
"Gak. Kayanya gue dirampok Jack." Bohong Raisya sambil melepas pandangannya dari Jacky.
"Elu gak jujur Ra! Gue tahu dia balas kamu karena Michel!"