Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Ospek calon adik ipar


__ADS_3

Setelah mengembalikan Arsel ke mansion tuan Robert, Raisya dan Jason langsung pergi ke Amerika untuk meminta izin pada ayahnya untuk menikah.


Ayahnya Raisya tidak banyak melarang ataupun petuah. Raisya yang sejak kecil hidup terpisah dari ayahnya, seringkali kaku jika keduanya bertemu.


Setelah mendapatkan izin dari ayahnya Raisya, keduanya menemui Sarah juga Adam dimana mereka tinggal.


"Ya ampun... kenapa tidak memberitahu kakak sih kamu mau kesini?" Sarah kaget melihat Raisya dan Jason yang sudah berada di halaman rumahnya.


"Suprise kak." Jawab Raisya sambil memeluk kakaknya dengan manja.


Sarah agak menyipitkan mata melihat laki-laki yang berada di belakang Raisya. Jason hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis.


Sarah memajukan dagunya pada Raisya, isyarat dia bertanya siapa laki-laki yang berada di belakang keduanya.


"Kakak.. gak mau menyuruh kita masuk dulu? Nanti aku kenalkan deh." Raisya masih menempelkan tubuh nya di badan Sarah.


"Ih.. dasar... lama ketemu malah datang bawa oleh-oleh makhluk hidup." Ucap Sarah mencubit gemas pinggang Raisya.


"Sakit kak.." Raisya memajukan bibir nya.


"Ayo masuk!" Sarah menyuruh keduanya masuk. Raisya pun melepaskan pelukan nya dari Sarah dan mengajak Jason masuk ke dalam rumah mewah yang didiami sepasang suami istri yang akan menjadi calon kakak ipar Jason.


"Kak Adam kerja?" Tanya Raisya sambil memindai seisi ruangan yang sepi.


"Mmm... kamu sih datang gak ngasih tahu. Kalau tahu kamu akan datang sih, mungkin aku akan menahannya untuk tidak pergi." Ucap Sarah yang menata meja untuk menyuguhkan secangkir teh hangat juga kue manis yang dibawakan seorang pelayan di rumahnya.


"Gak pa-pa. Kak Adam kan sibuk kak... nanti juga akan ketemu." Ucap Raisya sambil membawa secangkir teh dan mengedipkan matanya pada Jason untuk mencicipi teh yang telah disuguhkan.


Sarah menatap keduanya silih berganti. Menunggu Raisya menerangkan siapa. identitas laki-laki yang dibawanya jauh-jauh sampai ke rumahnya.


Raisya menaruh gelas teh di meja lalu menarik nafas agar jantungnya sedikit relaks.

__ADS_1


"Kak.. kenalin. Ini namanya Jason. Jason ini kakak aku namanya Sarah." Ucap Raisya mengenalkan keduanya.


Sarah tersenyum dan begitu pula dengan Jason menganggukkan kepala dengan sopan.


"Aku tadi sudah menemui ayah lebih dahulu kak.. Niatnya... untuk meminta izin juga restu. Aku mau menikah sama Jason kak.. " Ucap Raisya agak terbata-bata menerangkan tujuan kedatangannya. ke rumah Sarah.


"Alhamdulillah... kakak. merasa senang. Akhirnya adik kakak bisa menemukan lagi jodohnya." Wajah Sarah begitu sumringah mendengar kabar Raisya mau menikah lagi. Karena sebelumnya, dia sempat khawatir atas nasib yang menimpa adiknya yang satu ini. Selain selama ini banyak mendapatkan ujian, dia pun merasa kasihan dengan nasibnya yang telah diper**** kakaknya tirinya sendiri. Tapi nasib baik, ternyata Raisya bisa move on dari semua masalahnya.


"Iya kak. Aku sengaja membawa Jason kesini untuk mengenalkan pada kakak juga kak Adam." Terang Raisya merasa bahagiakan ternyata Sarah menyambut berita pernikahan nya dengan baik.


"Baiklah kalian istirahatlah! Kalian pasti capek kan? Nanti kita lanjut ngobrol-ngobrolnya." Sarah melihat wajah keduanya agak terlihat lesu. Mungkin sejak kedatangannya ke Amerika keduanya belum sempat beristirahat.


"Iya kak terimakasih." Raisya bisa bernafas dengan lega. Sarah begitu pengertian akan kondisi keduanya yang belum istirahat. Seorang pelayan menunjukkan kedua kamar tamu yang biasa ditempati jika ada keluarga yang datang.


Setelah keduanya beristirahat, Sarah menelpon Adam memberitahukan kedatangan keduanya. Adam pun menunda beberapa pertemuan agar bisa pulang lebih awal ke rumahnya.


Sore sekitar jam 3 Adam sudah sampai di rumah. Sarah menyambut kepulangan suaminya dan membawakan tas kerja seperti biasanya.


"Dimana mereka?" Adam melihat sekeliling rumah, tapi tak melihat Raisya ataupun tamu asing yang tadi disebutkan Sarah.


"Sebaiknya aku mandi dulu. Nanti kita makan bareng sambil ngobrol-ngobrol. Aku penasaran sekali sebenarnya, tapi.. malu kalau penampilan aku tidak segar." Bisik Adam di telinga Sarah.


"Ih... dasar." Sarah menepuk bahu Adam, lalu keduanya pun masuk ke kamar nya yang berada di lantai 2.


Sementara Adam mandi, Sarah menyiapkan baju ganti Adam. Adam keluar dari kamar mandi dengan handuk kimononya. Lalu tak lupa mengeringkan rambutnya di dekat meja rias yang sedang diduduki Sarah.


"Calonnya Raisya cakep gak Say?" Tanya Adam penasaran.


"Cakep lah.. kan dia laki-laki." Jawab Sarah asal.


"Cakepan mana dengan Jacky adikku?" Tanya Adam penasaran.

__ADS_1


"Lah.. apa urusannya harus membandingkan Jacky dengan calon suaminya Raisya yang sekarang?" Sarah menoleh pada Adam yang sedang mengenakan baju ganti.


"Ya ada lah.. Raisya harus mencari laki-laki yang tampan kalau bisa lebih tampan dari Jacky, agar nantinya Jacky tidak bisa macem-macem." Jawab Adam sudah lengkap dengan pakaian gantinya.


"Maksudnya?" Sarah belum mengerti tujuan ucapan Adam.


"Kamu gak bakal ngerti Sar dunia laki-laki." Ucap Adam sambil menyemprotkan parfum juga pelembab ke wajahnya.


"Eh.. makanya terangin dong! Biar perempuan juga ngerti." Sarah merangkul Adam dari belakang.


"Ya... bagi laki-laki, tampan adalah gengsi. Jika calon Raisya lebih jelek, khawatir nanti Raisya malah membandingkan lalu ingin balik lagi ke Jacky." Ucap Adam sambil membalikkan tubuhnya lalu membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Sarah.


"Mmm... begitu ya? Bagaimana kalau aku menemukan laki-laki yang lebih tampan darimu?" Sarah sedang menguji Adam.


"Takkan kuabiarkan kamu menemukannya dan melihat nya sedetikpun. Agar kamu tetap bisa melihatku terus." Adam lalu mencium bibir Sarah dengan gemas.


*****


Sementara di taman belakang rumah Raisya sedang bicara dengan Jason.


"Kakak kamu baik ya? Bagaimana dengan kakak ipar mu? Apa dia akan marah kalau adik iparnya sekarang harus menikah denganku setelah bercerai dengan adiknya?" Tanya Jason yang sudah tahu kedua adiknya Adam adalah mantan suami dari Raisya.


"Ya akan marahlah... kalau kamu gak baik... " Jawaban itu bukan datang dari Raisya. Adam yang sudah ada di belakang mereka tanpa sepengetahuan keduanya tentu saja bisa mendengar percakapan.


Keduanya sontak membalikkan tubuhnya ke belakang.


"Kalian ya... berani-berani mengghibah aku! Padahal belum resmi menikah." Adam pura-pura marah.


"Eh kak Adam. Apa kabar kak? Maaf... " Raisya langsung bersalaman.


"Ini calon kamu Raisya?" Tanya Adam tegas. Dia sengaja memasang wajah serius agar terlihat berwibawa.

__ADS_1


"Kenalkan kak ini Jason. Jason.. ini kak Adam." Raisya mengenalkan keduanya dengan malu-malu.


"Kamu bantuin kak Sarah sana! Biar aku ospek dulu calon kamu." Adam menyuruh Raisya menyusul Sarah agar membantunya menyiapkan makan bersama di ruang makan. Adam sengaja akan berbicara empat mana untuk mengenal Jason lebih dekat.


__ADS_2