Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Penguntit


__ADS_3


Raisya masih mematung melihat rumahnya seperti roboh. Heran sekali.


"Apa gue lihat dulu Rat? Takutnya keluargaku gak ada tempat tinggal." Raisya mengkhawatirkan keluarganya setelah melihat kondisi rumahnya roboh.


"Telepon Sya!" Saran Ratna.


"Oh iya. Kenapa gue mendadak bolot ya?" Raisya menyadari lambat berfikir.


Raisya menekan nomor ibunya.


"Assalamu'alaikum. Mah.. mamah nuju dimana?"


"Waalaikumsalam. Mamah lagi dikontrakan bu Yusuf. Kamu kapan balik? Lamun datang langsung ka petakna bu Yusuf."


"Naha mah ngontrak di bu Yusuf?"


"Mamah rek ngabangun. Raisya iraha uih? Mamah butuh duit."


"Enya enjing Raisya ka kontrakan bu Yusuf. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam." Handphone langsung ditutup.


"Gimana Sya?"


"Mamah ngontrak di petak bu Yusuf."


"Jadi gimana Sya?" Ratna agak lesu. Mungkin sudah ingin beristirahat. Karena tadi sehabis kerja langsung pergi ke Bandung. Dan sekarang sudah cukup malam pula.


"Ya sudah kita malam ini menginap di hotel. Besok kita kesini lagi." Ratna langsung mencari hotel terdekat dengan searching mbah google.


"Sorry ya Rat. Elu pasti cape ya!" Raisya melihat Ratna yang duduk berjongkok menunggu mobil online.


"Enggak kok. Aku mah asik-asik aja Sya! Apalagi ada kamu disisi aku. He he ntar jadi cerita buat anak cucu gue. He he nongkrong malam-malam di pinggir jalan sama elu yang niatnya mau balik kampung." Ratna nyengir sambil mendongak ke arah Raisya.


"Maafin gue ya belum bisa menyambut tamu dengan baik." Raisya nampak murung. Merasakan kekecewaan. Tahu rumahnya mau di renovasi mungkin tidak akan membawa Ratna ke Bandung. Kasian jadi terlunta-lunta.


"Gak pa-pa Raisya. Gue aslinya seneng-seneng aja kok! He he cuman gue gak kebayang kalau tadi diantar sama si Jacky. Untung aja feel elu bagus. Jadi kita gak ketahuan nongki disini! He he.." Ratna dengan polosnya bicara bebas mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya.


"He sama Rat. Gue juga kepikiran begitu!"

__ADS_1


"Ya udah tuh mobilnya sudah ada. Habis ini kita shalat lalu tidur. Jangan ngajak ngobrol lagi. Biar entar pagi-pagi kita bisa jalan-jalan." Raisya berusaha memberi semangat. Agar Ratna tidak terlalu kecewa.


"Oke lest go! Kapan lagi kita bakal begini Sya! Puas-puasin selagi belum merid." Ratna langsung berdiri merangkul Raisya dan membawa tas bawaannya naik mobil online.


Setelah sampai di hotel mereka menunaikan shalat jamak qoshor magrib sama isya berjamaah. Setelah selesai shalat mereka membaringkan tubuhnya.


"Wah... ketemu kasur rasanya kaya ketemu surga." Ratna dengan pakaian piyama corak bunga-bunga lansung terlentang di atas kasur.


"Ayo tidur ah! Biar subuh nya gak kesiangan!" Ajak Raisya pada Ratna. Dia pun mengatur bantalannya lalu tertidur di samping Ratna.


"Gue pengen meluk kamu rasa goreng ayam." Ratna menyamping lalu memeluk tubuh Raisya.


"Ih getek ah.. sana! Udah gede juga kaya bayi!" Raisya mengangkat tangan Ratna dari pinggangnya lalu menepiskan ke arah sampingnya.


"He he.. kangen udah lama ya kita gak tidur bareng. Dulu pas kuliah kita sering kaya gini. Sekarang semenjak kita kerja rasanya lama banget gak sekasur berdua." Celoteh Ratna.


"Sudah tidur ah. Gue sudah ngantuk!" Raisya mengangkat 1 tanganya menutupi matanya.


"Okeh bebeb.. Ratna mengalah lalu mengambil kacamata tidurnya. Belum sempat memakainya, terdengar notifikasi masuk.


Tling


Tling


Tling


"Handphonenya mode silent Rat! Gue gak bisa tidur!" Raisya protes mendengar suar Handphone Ratna yang masih menggunakan suara mode normal.


"Oke! Sorry beb!" Ratna segera mengubah stelan. Takut suara handphonenya berisik.


Ratna membuka layar Handphonenya.


"Lah si Jacky ngapain kirim WA jam segini?" Ratna bicara sendiri dalam hati.


Begitu dibuka Ratna langsung kaget. Dia menutup mulutnya. Melihat dengan jelas apa yang baru dikirimkan Jacky.


"Oh my God. Kacau!" Ratna menutup mulut sambil melirik Raisya di sampingnya. Memastikan Raisya tidak melihat ke arahnya.


Jacky mengirimkan dua foto. Di foto itu terlihat Raisya dan Ratna sedang makan nasi goreng. Dan satu foto lagi memperlihatkan Raisya berdiri dan Ratna sedang berjongkok. Jadi artinya apa coba?


Ya Jacky pasti mengikuti keduanya sampai Bandung.

__ADS_1


Satu pesan dikirim kembali pada handphonenya Ratna.


"Jangan kamu bilang, gue ikut ke Bandung. Kalau tidak Raisya pasti ngamuk. Pura-pura aja kamu tidak tahu."


"Iya. Udah jangan kirim lagi, ganggu lagi! Raisya baru saja tidur. Ntar dia curiga elu kirim pesan ke gue." Jawab Ratna membalas pesan Jacky.


Tling


Sebuah foto Jacky kirim kembali.


"Ih.. nyebelin. Ngapain dia kirim foto lagi di club. Narsis! Emang gue respek apa?" Ratna menggerutu.


"Jaga Image! Raisya gak suka clubing. Kalau elu suka sama Raisya ikuti cara dia!" Terpaksa Ratna mengirim pesan ke Jacky.


"Gue kesel dicuekin melulu!"


"Lah baru segitu aja sudah nyerah. Usaha dong!"


"Katanya mau tidur? Kalau gak ngantuk temenin gue kesini dong!"


"Ogah! Gue suci gini-gini juga gak pernah clubing. Sorry gak bakal tuh kena rayuan syetan yang terkutuk!"


"Ya udah hapus pesannya sebelum gue meracu kesana!"


"Tobat bro! Jangan ngasal tuh hidup!" Ratna jadi jengkel melihat kelakuan Jacky yang memperlihatkan sisi gelapnya.


"Oke! Gue mau tobat kalau gue udah dapetin Raisya!"


"Males gue ngelayanin elu!" Ratna langsung mematikan Handphonenya.


"Kamu belum tidur Rat? Malah asik main Handphone." Raisya yang sejak tadi memejamkan mata ternyata belum tidur juga.


"He he sekarang mau kok!"


"Matiin dong lampunya!" Gue agak pusing kalau lihat lampu!" Pantesan saja Raisya belum tidur. Menunggu Ratna mematikan lampunya agar dia bisa tidur dengan nyaman.


"Iya. Gue matiin. Ratna langsung mematikan lampu ruangan dan menggantikan dengan lampu temaram.


Keduanya lalu memejamkan mata berusaha untuk segera pergi ke alam mimpi.


Sementara itu Jacky baru memulai petualangannya di clubing di kota Bandung. Banyak orang-orang terkenal yang datang ke clubing ternama itu hanya sekedar ingin melepaskan penat atau bersenang-senang. Apalagi di hari Jumat hari terakhir kerja. Banyak pengunjung dari luar kota ingin menghabiskan weekand di kota Bandung yang asri dan sejuk.

__ADS_1


Malam semakin larut. Orang-orang sudah pergi ke alam mimpinya dengan dalam. Berbeda dengan Jacky.. dia sudah menghabiskan beberapa gelas wine yang dipesannya untuk melampiaskan kekesalannya pada Raisya.Kepalanya mulai berputar-putar melihat objek selalu kembar. Dia segera memesan layanan antar untuk pergi ke hotel sebelum mabuknya semakin parah. Dia memilih menghabiskan wine daripada menemui Raisya langsung. Dia tak ingin ditolak mentah-mentah seperti tadi. Jacky kembali ke hotel yang sama dengan Raisya diantar jasa pengantar karena mabuk.


__ADS_2