Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Modus


__ADS_3

"Dendam? Gue gak bisa diam Ra. Adakalanya kita harus melawan juga Ra." Jacky tak sependapat dengan Raisya.


"Nona cantik yang baik hati." Sarah tersenyum mendengar pembicaraan antara Raisya dan Jacky.


"Sayangi wajahmu, badanmu, wanita baik!" Sarah mendekati Raisya melihat wajah dan badannya yang masih terlihat memar.


"Jack.. kayanya setelah sembuh Raysa mesti ikutan beladiri deh! Biar gak jadi korban timpukan orang tak bertanggung jawab." Sarah melihat Jacky menyarankan Raisya untuk ikutan bela diri sebagai pertahanan diri.


"Ya gue setuju! Sekalian ikutan komunitas biar kalau ada apa-apa ada yang bisa ngeroyokin tuh ular."


"He he".. Sarah terkekeh tertawa.


"Hei nona manis.. Jangan terlalu polos ya! Baik sih boleh, tapi inget! Jadi wanita jangan lemah! Apalagi sama laki-laki! Bahaya! Laki-laki itu banyak modus!" Sarah berbicara akrab pada Raisya padahal dia baru saja bertemu dengan Raisya.


Raisya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Heh.. aku tidak. Adam juga tidak. Jangan samakan semua laki-laki."


"Ah sama saja.. modus ada maunya. He he.. " Sarah terkekeh menertawakan lawakannya sendiri.


"Lah Adam belum kesini Sar?" Jacky melihat jam tangan yang melingkar di tangannya sudah menunjukan jam 9 malam.


"Belum. Ditelepon juga susah. Apa masih kerja gitu?" Sarah heran. Biasanya Adam menjemput tepat waktu. Padahal sejak tadi pekerjaan Sarah sudah selesai. Dia hanya menunggu Adam menjemputnya.


"Kayanya sih ada klien, mungkin tidak bisa menjawab. Apa sudah menghubungi asistennya? Barangkali saja dia tahu.


"Aku gak tahu. Lupa tidak nanya-nanya." Sarah yang selama ini tidak terlalu posesif sama Adam, malah cenderung cuek tidak menyimpan nomor asistennya.


"Sebentar gue telepon. Kali aja dia masih kerja." Jacky menelpon asisten Adam.


"Halo."


"Pak Adam masih di kantor ga Ris?"


"Enggak, tadi jam 4 sudah pulang. Tadi aku lihat bareng sama bu Mia."


"Oh. iya thanks Ris!"


"Iya sama-sama."


Telepon pun ditutup.


"Katanya sih sudah pulang. Tadi jam 4 sama bu Mia. Apa mungkin lagi meeting ya?" Jacky mengerutkan dahi.


"Kenapa Jacky?" Sarah mengerutkan dahi.


"Iya bu Mia atasan gue. Apa dia lagi meeting sama bu Mia?" Jacky melihat ke arah Sarah.


"Kayanya gue naik mobil online aja Jack, soalnya gue gak bawa mobil." Sarah berinisiatif untuk pulang dengan memakai jasa mobil online.

__ADS_1


"Gue juga gak bawa mobil. Tadi dipakai buat nganterin Ratna. Kamu gak pa-pa pulang sendiri?"


"Gak pa-pa gue sering kok pulang pake mobil online." Sarah rupanya lebih senang memilih jasa mobil online daripada menyewa supir pribadi.


"Iya hati-hati aja! Mau aku anterin sampai depan?" Jacky menawarkan untuk mengantarkan Sarah sampai ke depan rumah sakit.


"Gak usah! Elu juga capek kan butuh istirahat." Tolak Sarah halus.


"Iya hati-hati ya! Kabarin kalau ada apa-apa!"


"Sip." Sarah mengacungkan dua jempolnya.


"Cepet sembuh ya! Ingat hati-hati sama Jacky! Jangan sampai lengah!" Sarah menggoda Raisya.


"Heh.. sudah pulang! Jangan mempengaruhi Raisya dengan negatif thinking kamu!" Jacky mendorong badan Sarah dari ruangan Raisya. Sarah terkekeh melihat sikap Jacky yang semu merah karena malu.


"Awas jaga Raisya! Jangan lemah iman!" Sarah kembali mengingatkan Jacky di luar pintu sambil membalikkan badannya.


"Udah pulang sana! Jangan bikin rusuh! Dokter gosip!" Jacky langsung menutup pintu ruangan. Sarah berjalan sambil tertawa senang telah menggoda adik iparnya.


"Lah Jack elu kok akrab banget sama dokter Sarah?" Raisya agak heran melihat interaksi antara Jacky dan dokter Sarah.


"Dia istrinya pak Adam." Jacky menyembunyikan identitas dirinya di depan Raisya.


"Kamu sudah kenal lama?" Raisya masih menyimpan curiga.


"Oh pantesan." Raisya tak lagi bertanya-tanya masalah kedekatan Sarah bersama Jacky.


"Elu istirahat aja Jacky! Gue mau sholat sambil tayamum. Tadi belum sempet sholat." Terang Raisya yang meminta izin mau melakukan shalat sambil duduk. Kemarin Raisya shalat dengan menggunakan isyarat karena belum bisa bergerak banyak.


"Oh iya. Gue keluar dulu aja sambil cari udara." Jacky mengambil inisiatif keluar dari ruangan sambil mencari makan dan merokok.


"Iya."


Jacky pun keluar dari ruangan dan berjalan mencari tempat makan.


Tid


Tid


Tid


Suara klakson mengagetkan Jacky yang sedang berjalan di luar rumah sakit. Dia menoleh ke belakang untuk melihat mobil siapa yang telah memberi isyarat klakson.


"Lah Adam!" Jacky mendekati mobil Adam.


"Kamu..? Istri kamu dari tadi menunggu. Dia udah pulang pake taxi." Jacky melongok mencondongkan badannya melihat Adam dari luar jendela mobil.


"Oh.. ya udah gue pulang dulu ya!" Adam yang kelihatan lesu akhirnya pamit pada Jacky.

__ADS_1


"Iya. Ati-ati di jalan!" Mobil yang ditumpangi Adam pun berlalu dari hadapan Jacky menyusuri jalan raya menuju tempat tinggalnya.


Sementara itu Sarah sudah sampai rumahnya. Dia segera membersihkan badannya lalu berganti pakaian dengan pakaian tidur.


Lima belas menit kemudian suara mobil masuk terdengar. Sarah melongokkan badannya dari atas balkon. Dilihatnya Adam keluar dari mobil. Sarah segera turun dari kamar menyambut suaminya Adam.


"Tumben kamu telat?" Sarah menegur Adam.


"Ada meeting. Aku mandi dulu lengket." Tak biasanya Adam cuek. Biasanya setiap pulang dia selalu mencium Sarah walaupun badannya tidak sesegar di pagi hari. Tapi malam ini dia memilih untuk menghindari Sarah.


Sarah masuk ke kamar lalu menyiapkan baju ganti untuk Adam. Seperti biasa sesibuk apapun Sarah selalu menyiapkan kebutuhan Adam setiap hari.


Adam keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono. Lalu dia membawa baju gantinya kembali ke kamar mandi.


"Tumben kamu ganti baju di kamar mandi mas Adam?" Sarah memperhatikan gerak-gerik Adam yang tak biasanya memakai baju ganti di dalam kamar mandi.


"Kebelet." Jawab Adam pendek.


"Lah barusan dari kamar mandi, gak sekalian apa?" Sarah mengomentari Adam.


Yang di kamar mandi tak menjawab lagi. Hening.


Tak lama kemudian Adam keluar dengan baju piyama panjangnya dan langsung menyisir rambutnya yang masih agak basah. Dengan rambut basahnya Adam terlihat tampan dan seksi di pandangan Sarah. Tiba-tiba Sarah punya keinginan untuk merayunya.


Sarah mendekati Adam dan memeluknya dari belakang. Adam yang sudah berumahtangga selama hampir 3 tahun tentu tahu kode istrinya jika sedang ingin disentuh.


"Malam ini aku capek banget Sar. Banyak kerjaan. Apalagi Nathan dan Jacky kerjanya tidak maksimal." Adam melepaskan kedua tangan Sarah yang sudah melingkar di pinggang Adam.


"Ya sudah kita tidur saja!" Sarah tak mempermasalahkan penolakan Adam.



untuk 3 readers pemenang kali ini dengan jumlah dukungan terbanyak akan saya kasih pulsa sebesar 20rb. Nanti saya chat ya.


Dan untuk 2komentar terbaik juga nanti saya akan hubungi. InsyaAllah. DM balik ya sambil kirim nomer WA.


1.Atik Samabi


2.Crown princess


3.Ade Za


komentar terbaik


1.Nurlaela


2.Shebina putri


chat atau DM ya!

__ADS_1


__ADS_2