Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Petunjuk parfum


__ADS_3

"Sya.. gue.. gak percaya kamu membohongi aku." Ratna tak bisa lagi menahan rasa kesalnya pada Raisya.


"Maksud kamu apa? Kamu marah-marah teu jelas kieu." Raisya yang sudah tertidur pun terbangun lagi karena mendengar Ratna marah-marah di kamarnya.


"Kamu tega banget sih Sya.. hik hik hik.. " Sekarang Ratna malah menangis di tepian kasur.


"Kenapa kamu teh Rat? Tadi di acara perusahaan kamu makan apa? Aku jadi heran liat kamu ujug-ujug marah, sekarang malah nangis. Ayoo bilang ada apa ini?" Raisya memegang tangan sahabatnya ini.


"Kamu.. tadi.. bilang.. tidak kenal bocah itu. Nyatanya dia anaknya Nathan kan? Kamu bohong sama aku, tujuannya apa?" Ratna terbata-bata menahan rasa sedih juga kecewa telah dibohongi Raisya. Padahal selama ini dia sangat khawatir kalau Raisya mengalami lagi hal-hal yang menyakitkan. Ratna masih ingat bagaimana kekejaman Nathan waktu menyiksanya di rumah sakit. Terus menceraikan Raisya dalam keadaan sakit parah lalu mengandung anaknya dalam keadaan depresi.


"Iya maaf Rat. Aku tadinya tidak ingin kamu terbebani. Aku sudah berusaha untuk tidak mengenal Michel dengan berpura-pura tidak kenal ketika dia terus saja memanggilku bunda. Tapi apalah dayaku Rat? Aku malah tak tega melihat dia menangis di toko." Raisya berusaha menenangkan Ratna dengan penjelasannya itu.


"Tapi Sya.. aku takut. Bagaimana kalau kamu ada apa-apa dengan Nathan. Buktinya dia mengetahui keberadaan kamu ada bersama aku dan Irwan." Ungkap Ratna mengungkapkan rasa khawatirnya jika terjadi sesuatu pada Raisya akibat Nathan meski mereka sudah bercerai.


"Apa??" Raisya terkejut mengetahui bahwa Nathan sudah tahu keberadaannya. Rasa cas dan takut mulai menyergap Raisya. Apalagi dia menyembunyikan kelahiran Arsel. Bagaimana kalau Nathan sampai mengetahui bahwa Arsel adalah anaknya. Apakah dia akan mengambil Arsel dari dirinya. Itu yang ditakutkan selama ini. Dia tak menyangka Nathan akan secepat ini mengetahui keberadaannya. Apakah Michel yang memberitahunya? Padahal baru tadi siang dia berjanji akan tutup mulut.


"Aku sudah katakan bahwa kamu sudah menikah." Ratna tahu Raisya pasti ketakutan. Makanya dia buru-buru menyampaikan hal itu pada Raisya.


Raisya langsung gelisah. Penyakit lamanya sepertinya akan kambuh.


"Sya.. Raisya.. " Ratna yang tadinya menangis malah sekarang berubah cemas. Melihat perubahan Raisya seperti panik sindrom Ratna buru-buru menyadarkannya dengan menggoyang-goyangkan bahunya.

__ADS_1


"Tidak... aku.. tidak mau bertemu dengan dia.. aku.. tak mau." Raisya meracau wajahnya terlihat cemas berlebih, matanya terlihat bergerak ke kiri dan ke kanan.


Dulu Ratna yang mempunyai gejala penyakit seperti itu. Tapi setelah menikah dengan Irwan penyakit itu perlahan-lahan sembuh. Kini Raisya malah lebih parah lagi. Dia bisa saja langsung pingsan jika sedang cemas. Ya siapapun bisa terserang gejala ini jika mempunyai trauma berat seperti itu.


"Sya tenang.. aku disini Sya!" Ratna memeluk tubuh Raisya berusaha menenangkan kepanikan Raisya.


Badan Raisya terkulai lemas, dia ternyata pinsan.


"Sya.. Raisya... " Ratna langsung berteriak melihat Raisya jatuh begitu saja ketika Ratna melonggarkan pelukannya.


"Ya Allah.. Raisya... bangun." Ratna malah menangis melihat keadaan sahabatnya seperti itu. Inilah kenapa Ratna begitu mencemaskan Raisya sekarang. Setelah Ratna mengetahui kebenaran bahwa Raisya masih hidup, semenjak itu dia berjanji akan terus menemaninya dan melindunginya. Dia tak ingin berpisah lagi dengan Raisya. Dia memutuskan untuk merawat dan menjaganya lebih dari keluarganya sendiri.


Ratna memanggil Irwan juga menelpon dokter keluarga untuk datang ke rumahnya.


"Dia lemah sekali. Tapi mudah-mudahan lekas sembuh setelah diinfus. Saya sarankan agar bu Raisya ikut terapis agar sindrom paniknya bisa sembuh. Atau.. mungkin bisa dengan menikah itu lebih baik. Kamu juga sekarang sembuh kan?" Ucap dokter Hendra pada Ratna.


"Mmm.. iya dok. Nanti saya sampaikan. Saya tidak bisa memaksanya untuk segera menikah, paling ikut terapi dulu." Saat ini Ratna hanya bisa memberikan saran terapi bagi Raisya. Karena untuk menikah, Raisya seperti sangat trauma.


"Baik kalau begitu saya pulang dulu." Pamit dokter Hendra.


"Iya dok! Terima kasih." Ratna mengantar sampai gerbang ruko. Untungnya ruko dan rumah Ratna memang menyatu. Jadi memudahkan aktivitas bisnis dan menjaga keluarga. Dan Raisya pun bisa tinggal di ruko karena masih ada ruangan yang kosong di lantai dua juga lantai tiga.

__ADS_1


Sementara di tempat lain. Nathan menggendong Michel yang sudah tertidur di bangku belakang karena kelelahan.


Begitu mendekatkan tubuhnya ke badan Michel, hidung Nathan seperti mencium parfum yang tidak asing. Sejenak Nathan terdiam tidak langsung mengangkat Michel dari kursi belakang. Hidungnya mengendus-endus badan Michel. Wanginya lembut tapi bukan parfum yang biasa dipakai Michel.


Nathan menggendong Michel menu kamarnya dan membaringkannya di kasur. Dia kembali mengendus parfum itu dari badan Michel.


Apa yang dipakai Michel? Apa dia memakai parfum itu?


Nathan langsung pergi menuju walking closed yang ada di kamarnya. Dia langsung mencari kotak yang dulu pernah dia simpan di sana. Dilihatnya kotak itu masih tersegel rapih.


Nathan terdiam, merenung kenapa bisa Michel menggunakan parfum itu. Padahal tadi pagi dia tidak mencium parfum itu dari Michel.


Nathan turun kembali ke kamar Michel. Dicarinya tas sekolah Michel dan mengeluarkan isi tasnya. Tapi dia tidak menemukan apapun yang dicarinya.


Nathan melihat ke arah Michel yang sudah tertidur pulas masih lengkap memakai pakaian yang tadi dipakainya ke pesta.


Mata Nathan sedang memindai anaknya. Dia tahu betul produk yang dipakai Michel. Itu produk baju keluaran perusahaannya sendiri yang dikeluarkan beberapa tahun yang lalu.


Tadi dia bilang mau kembali ke toko online. Toko online mana yang dia kunjungi yang menjual produk merk perusahaannya? Karena perusahaan tidak menjual online secara biasa seperti di market place. Dan model yang dipakai Michel sudah agak tertinggal karena itu dikeluarkan beberapa tahun yang lalu.


Nathan mengambil handphone dan memeriksa pembelian Michel. Dalam laporan itu Michel hanya berbelanja satu kali dan tidak ada laporan pembelian setelah itu. Nathan yang pada dasarnya cerdas, memeriksa laporan pembelian Michel dan memeriksa nama dan alamat toko online itu. Dia melihat laman yang ditampilkan toko itu beserta produk-produk yang dijualnya. Sampai laman itu dibolak-balik tak ditemukan model yang sedang dipakai Michel sekarang.

__ADS_1


Sebenarnya tadi Michel pergi ke mana? Dan siapa yang telah mendandaninya seperti itu. Tak mungkin dia pergi ke salah satu galeri penjualan produk perusahaan karena produk itu memang keluaran lama.


Sekarang Nathan sangat penasaran kemana perginya Michel tadi sore sebelum acara pesta dimulai. Hah.. hanya satu orang yang bisa menjawab, sopirnya.


__ADS_2