Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Lagu untukmu


__ADS_3

"Ah.. kamu.. dari kecil sama aja kaya beruang kutub." Cicit Ratna mengingat sifat Michel waktu pertama kali mengenalnya.


"Ih.. tante... masa aku disamain kaya beruang." Michel manyun tak menerima dirinya dikatain beruang sama Ratna.


"Abis... kamu sama daddy mu sama-sama jutek dan galak." Meski begitu keakraban mereka mulai dekat.


"He he... sekarang sudah enggak galak kok daddy nya tante.. " Manja Michel sambil mengedip-ngedipkan matanya menggoda Ratna.


"Cantik-cantik malah kaya yang cacingan gitu!" Ratna gemes melihat kelakuan anak abg di depannya itu. Dia mendadak jadi lebih akrab.


"He he he.. tan.. " Michel menyudahi makannya.


"Aku... boleh kan kalau sering main ke showroom tante?" Michel melihat Ratna berharap dia diizinkan sering mengunjungi Raisya.


"Gak boleh!" Ratna langsung to the point.


"Ih... tante pelit!" Michel langsung cemberut.


"Showroom gue bukan tempat bermain. Tapi tempat menjual produk. Kalau mau datang, mau beli produk tante, ya tante persilahkan. Apalagi kalau sampai ngeborong. Kalau hanya nemenin kamu bermain gak ada waktu. Semua karyawan akan dipotong gajinya kalau ketahuan ngobrol percuma sama kamu." Ratna tak main-main dengan kalimat barusan. Bisnis is bisnis.


Emang benar apa yang dikatakan Ratna. Michel mengakui kalau dia hanya datang buat main-main, pastinya akan menggangu. Dia sedang memikirkan sebuah cara. Tapi bagaimana caranya dia bisa sering datang ke showroom buat bertemu Raisya tapi bisa belanja. Ya secara keuangan dia bisa saja belanja dengan uangnya tapi hal itu akan membuat kecurigaan Nathan yang akhirnya nanti akan membuat Raisya bermasalah. Meski dia berjanji tidak akan menggangu Raisya tapi hal itu belum bisa dijamin.


"Baik tan.. aku akan promosikan produk tante. Nanti akan aku bawa temen-temen aku belanja ke sana" Ide bisnis Michel langsung mengalir lancar. Ada aliran darah bisnis yang kuat sehingga dia tidak takut ditantang Ratna seperti itu.


"Oke.. aku tunggu. Kalau kamu bisa, kamu bisa bertemu dengan dia sepuasnya." Ratna berbisik pelan di telinga Michel.


"Oke!" Michel seperti senang mendapatkan tantangan itu.

__ADS_1


"Untuk acara spesial ini, bagaimana kalau kita panggilkan bos kita pak Nathan buat bernyanyi di atas panggung?" Untuk meramaikan acara, sengaja sang MC membuat tantangan itu.


Tiba-tiba seorang MC di panggung memanggil Nathan untuk naik ke atas. Nathan yang sedang asik mengobrol pun menoleh.


"Pak Nathan.. pak Nathan.." Semua orang menyerukan namanya agar Nathan memenuhi panggilan mc.


"Ayo pak Nathan.. hibur kami!" Salah satu koleganya yang memberikan dorongan pada Nathan untuk naik ke panggung. Nathan yang tidak fokus mendengarkan permintaan mc agak terlihat agak bingung. "Apa yang akan dilakukannya di atas panggung?"


"Mmm.." Nathan agak ragu melangkah. Tapi semua tamu yang diundangnya memaksa untuk naik. Mereka sangat penasaran akan penampilan Nathan bernyanyi di atas panggung. Ini benar-benar sangat menarik perhatian semua orang.


"Wah... tepuk tangan semuanya buat pak Nathan." Akhirnya Nathan naik ke atas panggung dengan hati cukup berdebar. MC acara sepertinya sangat senang bisa mengerjai sang pemilik perusahaan untuk naik ke atas panggung begitu Nathan berhasil naik di panggung.


"Mmm... rasanya tidak lengkap kalau pak Nathan bernyanyi tidak ditemani ya?" MC kembali membuat kejutan.


"Ihh.. kamu." Pipi Nathan yang bule terlihat memerah. Karena tidak biasa bernyanyi, apalagi sekarang MC mencarikan pasangan untuk menemani dia bernyanyi.


"Aku boleh?" Amora yang sudah terbiasa bernyanyi di karaoke tidak canggung untuk menawarkan diri menemani Nathan. Ini kesempatan emas agar dia bisa dikenal banyak dan bisa mengakrabkan dirinya.


Amora pun naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri. Ya kebiasaan datang ke karoke dan suka mengisi panggung jika ada memintanya bernyanyi hal itu membuat dirinya bisa tampil percaya diri. Dia tersenyum merasa ada kesempatan.


Nathan yang ada di atas panggung merasa agak tidak nyaman. Apalagi dia tidak biasa bernyanyi, walau semasa Sma dia pernah bersama teman-temannya suka main band bersama. Tapi itu sudah lama sekali.


"Silahkan pak mau pilih lagu yang mana? Saya ngikutin bapak aja!" Amora menawarkan terlebih dahulu pada Nathan, lagu mana yang akan dinyanyikan kali ini.


"Apa ya?" Nathan merasa malu untuk memilih lagu. Karena tidak ada yang dihafalkannya. Asa nya kembali muda ketika dia berada di panggung seperti ini.


"Bagaimana kalau lagu lawas? Mungkin cocok untuk suasana acara sekarang.

__ADS_1


"Boleh.. tapi saya tidak pandai menyanyi." Nathan tersenyum malu melihat Amora.


Amora membalas senyumannya. Semua mata menatap ke arah panggung melihat sepasang insan sedang memilih lagu.


Michel dan Ratna tak ketinggalan. Mata mereka tidak terlepas dari gerak-gerik mereka.


"Wah... sepertinya sebentar lagi daddy kamu bakal punya momy lagi nih... " Sindir Ratna pada Michel sambil matanya masih tetap memperhatikan panggung.


Jreng.. jreng.. jreng


Suara gitar mulai dipetik. Nathan dan Amora siap membawakan lagu lawas. Mereka pun mulai menyanyi sesekali Nathan melihat ke arah Amora dan teks yang tertulis di layar komputer. Sejenak Nathan melupakan semua masalahnya dan menikmati alunan musik yang dinyanyikannya bersama Amora. Semuanya tamu undangan menikmati lagu itu. Mereka seolah terhipnotis dengan lagu yang dibawakannya. Begitupun keduanya terbuai dengan suasana. Mereka menciptakan suasana romantis yang lahir dengan alamiah. Ya seperti pepatah ' Sebuah lagu bisa membawa pendengarnya kemana pun dia mengenangnya'


Satu lagu selesai sukses dibawakan. Para tamu seperti ketagihan mendengarkan mereka bernyanyi.


"Lagi.. lagi.. lagi" Mereka kompak menyuarakan untuk kembali bernyanyi.


Baru kali ini Nathan bernyanyi dengan penuh penghayatan entah dia menghayati entah apa dia sedang mengingat seseorang. Tiba-tiba dia seperti semangat bernyanyi lagi.


Nathan melihat-lihat judul lagu yang mungkin cocok dengan keinginannya.


"Wah sekarang bapak semangat malah ya.. " Amora yang sedari awal memperhatikan Nathan tersenyum antusias.


"Hmmm..." Nathan tersenyum mendengar komentar dari Amora.


"Wah... sepertinya pak Nathan semangat mau bernyanyi lagi. Buat siapa pak lagunya?" Goda mc melihat Nathan yang akan membawakan lagu.


Di bawah sana ternyata diam-diam Michel merekam penampilan Nathan.

__ADS_1


"Lagu ini akan saya persembahkan untuk wanita saya yang ada di sana." Semua mata melihat ke arah yang ditunjuk Nathan. Ternyata Nathan tahu kalau Michel sedang merekamnya.


"Wanita yang selalu saya cintai seumur hidup saya. Dia yang selalu menemani saya dalam suka dan duka. Dia adalah jantung hati saya, yang telah membuat hidup saya tetap bersemangat selama ini. Saya harap berumur panjang agar bisa menyaksikan dia sampai dewasa." Ucap Nathan.


__ADS_2