Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Dilarang sakit


__ADS_3

Raisya hanya menatap mata Jacky tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.


"Gue pernah bilang jauhi mereka!" Intonasi bicara Jacky agak meninggi.


"Reza yang menelpon ku."


"Reza?"


"Hhh... Dasar psikopat. Beraninya pake nama orang!' Jacky mendengus kesal.


"Assalamu'alaikum." Ratna masuk ke dalam ruangan.


"Waalaikumsalam." Jacky menoleh ke arah pintu.


"Gue bawa camilan. Biar ada teman bibir." Ratna tertawa menertawakan lawaknya.


"Sejak kapan bibir butuh teman?" Jacky menimpali.


"Lah kan daripada menggibah jadi dosa. Mending nyemil bikin sehat." Ratna membuka kresek belanjaan yang tadi dibelinya, setelah tadi menelpon ibunya Raisya.


"Lah ini gak salah Rat? Elu kaya kesurupan bawa cemilan sampai sekantong besar gini?" Jacky heran melihat perempuan selalu saja membeli apa yang dia suka bukan membeli apa yang dibutuhkan.


"Lah biarin Jack. Suka-suka gue. Duit-duit gue! Yang makan juga mulut gue. Gue gak nyuruh elu bayarin kan?" Ratna sewot ada yang memprotes hobinya membeli cemilan.


"Ya ampun Rat! Emang bakal habis ini dimakan sendirian?"


"Ya habislah! Emang elu gak mau?" Ratna mendelik.


"Masalahnya disini ada Raisya kasian dia nonton! Apa elu tega liat dia ngeces hah?" Jacky agak sensitif.


"Lah.. dia mah jarang ngemil. Dia mah ngemilnya Bakso, Batagor, Nasi goreng, Siomay, Baso aci, chuangki, mie ayam, martabak, Bakmi... "


Jacky memotong pembicaraan Ratna. "Lah itu cemilan kelas bantam semua?" Jacky melongo. Baru tahu sekarang semua kesukaan Raisya. Dia menggeleng -gelengkan kepala.


"Lah.. emang. Dia mah jarang makan ciki-ciki gini. Jadi dia gak bakal ngiler lihat gue nyemil kaya gini." Bela Ratna.


"Lagian ini makanan kagak sehat semua Rat! Penuh MSG. Apalagi ini? Gak salah? Lu beli pop mie seudug-udug kaya yang mau jualan di rumah sakit!"


"Biarin ih.. sekalian belanjanya. Ntar kalau elu pulang kan gue gak susah nyari makanan. Ih protes mulu bukannya beliin gue camilan yang lain!" Ratna memajukan bibirnya, manyun.


"Ya ampun masih kurang Rat? Kaya pengungsian aja elu!"


"Cadangan Jack. Kalau gak habis kan bisa dibawa pulang. Lumayan lah sambil nonton drakor begadang ada temennya." Ratna menyimpan semua cemilan dan minuman ke dalam kulkas yang ada di ruangan ViP rumah sakit.


"Wah.. gue baru tahu ada cewek aneh kaya kalian!"


"Maksud lho?"

__ADS_1


"Ya gue baru tahu aja ada cewek belanja gila beli camilan segitu banyak. Yang gue pernah sih cewek beli baju dan barang-barang branded. Ini malah ciki-ciki unfaedah."


"Oh jadi elu mau bandingin kita nih ceritanya sama cewek elu gitu? Sudah sana pergi! Gue gak butuh omelan elu yang UNFAEDAH." Ratna menekan kata terakhir untuk memprotes Jacky.


"Heh sudah Jacky! Pusing gue!" Raisya memprotes keduanya yang berdebat terus- terusan.


"Eh iya Sorry Ra!" Jacky meminta maaf atas ketidak nyamanan Raisya.


"Hooh ih... elu bawel banget jadi cowok kaya terompet agustusan." Ratna seperti mendapatkan peluang untuk menyerang Jacky.


"Sembarangan!" Jacky mendengus kesal.


"Ra.. kamu mau makan apa?" Jacky menawari Raisya.


"Eh Raisya gak boleh makan sembarangan! Semuanya dijus dulu. Perawat tadi bilang gitu! Jangan dikasih sembarangan makanan ntar lambungnya sakit." Ratna mengingatkan Jacky.


"Oh. He he gue kasian aja liat Raisya gak nyemil."


"Lah basa-basi! Kalau mau ntar elu beliin pas udah sembuh. Lagian elu selama ini jarang traktiran Jack! Elu tipe cowok pelit ya?" Ratna dengan polosnya bicara apa yang ada dalam pikirannya.


"Sembarangan aja! Elu aja kagak tahu. Dulu gue bisa traktiran cewek gue ratusan juta tahu?" Jacky kembali kesal menerima tuduhan Ratna.


"Ya ampun. Masa sih? Kok gue kagak ya?" Ratna mengerutkan kening. Selama dia kenal Jacky memang dia jarang banget menerima traktiran Jacky. Apa Jacky lagi halu gituh?


"Emang elu cewek gue apa?"


"Ampun. Kalian kapan berhenti berdebat sih?" Raisya sudah kesal melihat Jacky dan Ratna adu mulut.


"Habis kesal gue. Meni agul ih!" Ratna mulai tertular bahasanya Raisya.


"Apaan tuh? Bahasa mana?"Jacky melihat Ratna dan tanpa sadar ikut makan camilan Ratna.


"Bahasa planet Mars."


"Oh pantesan!"


"Pantesan apa?"


"Kaya alien!" Jacky tertawa.


"Lah modus gak suka! Nyuri juga akhirnya." Ratna sudah sadar camilannya ikut dimakan oleh Jacky.


"Bukan modus. Ini kepekaan sesama teman. Kasian sebegitu banyak kagak dibantuin. Gue. sebagai sukarelawan aja sih!"


"Ih dasar gak bermodal. Modalnya tampang doang!"


"Lumayan lah Rat. Tampang gini juga laku sama artis." Jacky bergaya memperlihatkan mukanya di hadapan Ratna.

__ADS_1


"Teu kabita! Bukan level." Ratna membuka layar handphone nya lalu mencari drama yang disukai nya.


"Tah yang kaya gini gue baru selera!" Ratna senang ketika melihat idolanya ada di layar handphone.


"Coba gue lihat?" Jacky mengambil handphone Ratna.


"Ih.. elu main ambil aja!"


"Ih.. ini manusia plastik. Ini lu bilang selera? Banyak di gue stok plastik Rat. Lu mau?"


"Rese banget sih lu Jack! Komen aja! Kali-kali lu tutup mulut pake lakban. Biar gak komen mulu." Ratna kembali melihat layar handphone nya, melihat drakor kesukaannya.


"Geser dong!" Jacky pindah tempat duduk di samping Ratna.


"Mmhh, yang komen plastik akhirnya mepet juga." Ratna melirik Jacky yang kelihatannya sudah siap menonton.


"Kali-kali ikutan nonton napa sih! Biar gue tahu dunia kalian dunia para plastik."


"Eh Jacky, kapan lu balik ke Jakarta?"


"Ntar malem. Kasian elu sendirian disini." Jacky malah asik fokus menonton.


"Asalamualaikum." Terdengar suara mengucap salam sambil mengetuk pintu. Ratna dan Jacky langsung melihat ke arah pintu.


"Jacky.. liat dong siapa!" Ratna meminta Jacky membuka pintu.


"Pintunya gak dikunci. Kenapa gak masuk?" Jacky langsung berdiri dan mendekati pintu, lalu membukanya.


"Eh bener ini ruangan Raisya?" Seorang wanita berdiri di depan pintu menanyakan Raisya.


"Betul bu. Ibu siapa?" Jacky yang baru pertama kali bertemu menanyakan identitas wanita itu.


"Saya ibunya Raisya." Jawab wanita itu.


"Oh ibunya. Iy iya silahkan masuk!" Jacky tergagap begitu mendengar bahwa yang di depannya adalah ibunya Raisya.


"Masuk bu!" Jacky mengajak masuk ibunya Raisya.


"Raisya! Kamu kenapa?" Ibunya Raisya melihat keadaan Raisya aneh.


Raisya tersenyum tipis. Tak menjawab apapun


"Kalau kamu kaya gini. Kamu gak bisa bekerja atuh Raisya!" Keluh ibunya sambil menatap semua luka yang Raisya derita.


"Jangan sampai kamu bolos kerja Raisya!"


yuk mampir di novel aku yang lain...🥰😘y

__ADS_1



__ADS_2