Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Keributan dimulai


__ADS_3

Michel akhirnya digendong Nathan setelah tadi dia mengintip dari kejauhan. Apa yang telah terjadi antara Michel, Raisya juga Jacky tidak terlepas dari netranya.


Anak itu masih tersedu-sedu merasakan sedih juga rindu akan bertemu dengan Raisya. Dia berharap Raisya akan kembali seperti dulu karena Michel yakin bahwa perempuan yang ada di depannya adalah perempuan yang sama seperti tiga tahun yang lalu. Walau wajahnya berbeda, sorot mata dan suara tidak mengalami perubahan. Ditambah Jacky memanggilnya dengan sebutan 'Ra'.


Dia menjatuhkan kepalanya di bahu Nathan dan menatap sendu ke arah Raisya yang masih melihat Michel dengan raut wajah haru. Apa mau dikata Michel tidak seperti dulu lagi, menjerit dan keras kepala jika ada yang diinginkannya. Anak itu banyak mengalami perubahan setelah kejadian waktu itu. Dia lebih banyak diam dan mengalah.


Raisya menatap Michel dengan penuh kasihan. Dia tahu bahwa dirinya mengalami amnesia, tapi dia tak mau terbawa emosi sesaat yang bisa saja membuatnya terjebak masalah. Sarah telah memperingatinya untuk merahasiakan siapa sebenarnya Raisya, demi menjaga keselamatannya.


Bukan tidak mungkin bahwa orang-orang ini pernah mengenalinya. Tapi Raisya tetap harus menjaga jarak dengan mereka. Raisya akan bertindak sesuai arahan Sarah selaku orang yang tahu masa lalunya. Dengan siapa dan kapan dia harus bertemu dan dengan siapapun yang datang dari masa lalu nya.


Ya hubungan mereka pastinya pernah dekat. Bahkan mereka adalah adik-adik dari mantan suami Sarah. Tapi tetap Raisya tidak boleh percaya begitu saja dengan segala bujuk rayunya. Bahkan ketika Michel memanggilnya dengan bunda, Raisya sangat ingin tahu apa yang telah terjadi di masa itu sehingga Michel memanggilnya dengan panggilan itu.


Apakah anak sekecil itu bisa berbohong? Tentu saja bisa. Tapi kali ini dia melihat matanya berkata jujur.


Pun bukannya Raisya tak ingin mengiyakan, tapi Raisya tak ingin memberi harap pada anak itu, apalagi ibunya masih ada dan berhak menerima panggilan itu ketimbang dirinya.


Siapa gue gito lho!


Mungkin saja anak itu memang sedang kesepian sehingga memanggilnya dengan kata 'bunda'


"Jangan terus dilihat! Nanti dia balik kesini kamu nanti kewalahan. Mending kamu makan dulu! Sayang makanannya masih banyak jika tidak dihabiskan kamu biasanya marah-marah, mubadzir itu bahasa kamu Ra! " Jacky berusaha memperbaiki sikap agar niat awalnya ingin mendekati Raisya dan menyingkap rahasia Raisya yang sebenarnya bisa berhasil.


Raisya melirik dengan mata sinis ke arah Jacky, dia terlihat tidak senang. Wajah tampan tak menjamin pemiliknya baik. Karena tak sedikit laki-laki tampan tapi mereka brengsek.


"Iya.. maafin gue! Biasanya kamu lebih dari itu pun tidak marah." Jacky sedang memanipulasi pikiran Raisya agar dia percaya bahwa dirinya pernah dekat.

__ADS_1


"Heh.. aku peringatkan ya tukang mesum. Jangan pernah mendekati aku! Aku sama sekali tidak pernah mengenal kalian. Jadi jangan pernah menunjukkan wajah kalian di depanku lagi!" Ucap. Raisya yang sebal pada Jacky. Walaupun baru bertemu dia telah menunjukkan sikap tak sopan juga arogannya.


"Aku udah minta maaf Ra! Masa kamu marah lagi. Jika kamu tersinggung sama aku, baiklah aku sekarang juga berlutut dihadapan kamu agar kamu bisa memaafkan aku." Jacky langsung bangkit dari kursinya dia tak ingin Raisya marah dan pergi dari hadapannya. Biasanya Raisya akan luluh dengan sikap seperti itu.


Tapi lain dulu lain sekarang. Raisya yang dulu berbeda dengan Raisya sekarang. Dia pemberani dan juga tak mudah menyerah.


"Terserah!" Raisya membalikkan badan untuk kembali ke kamarnya. Tapi Jacky adalah Jacky yang masih keras kepala tak senang jika dirinya dibantah ataupun dilawan. Ciri khas keluarga Alberto.


Dengan secepat kilat Jacky menarik lengan Raisya dan merapatkan ke tubuhnya.


"Please.. aku.. datang jauh-jauh kesini hanya ingin bertemu kamu Ra!" Jacky yang tak tahan dengan Raisya langsung bicara jujur tepat di muka Raisya yang masih gugup karena mendapatkan perlakuan intim dari laki-laki yang belum dikenalnya.


"Lepasin!" Raisya sedang berusaha menepis genggaman Jacky, tapi bukannya berhasil Jacky malah langsung menarik Raisya lebih rapat lagi. Dan tangan yang satunya memegang tengkuk Raisya dengan paksa, sehingga wajah keduanya sekarang lebih dekat. Tak lebih hanya beberapa centi saja. Dengan begitu keduanya mudah menempel begitu saja.


Tanpa menunggu lama Jacky mendaratkan bibirnya dengan rakus pada bibir Raisya tanpa izin sang pemilik. Raisya kelabakan bahkan dia sulit bernafas karena bibirnya tertutupi. Dia meronta dengan sekuat tenaga, tapi tenaganya kalah kuat dengan tenaga Jacky yang notabene seorang laki-laki.


Bukk


Bukk


Bukk


Sebuah pukulan mengenai pipi Jacky.


"Lu jangan kurang ajar Jacky!" Nathan kembali lagi ke tempat itu karena rengekan Michel yang menghiba.

__ADS_1


Nathan yang melihat Jacky memaksa Raisya , membuat dirinya tergugah untuk membelanya. Terlepas siapa yang salah dan mana yang benar, Nathan langsung melayangkan tinju keras pada Jacky.


Begitu lepas terlihat Raisya terengah-engah. Asupan oksigennya seakan habis karena aksi Jacky yang tak bisa dilepas dari mulut Raisya, membuat paru-parunya seakan mengkerut.


Masih dalam mode mengatur nafas, kedua laki-laki itu malah saling melayangkan pukulan balasan untuk memperlihatkan siapa yang paling kuat.


"Hentikan!" Raisya berteriak kencang untuk melerai keduanya.


Jacky dan Nathan pun menghentikan perkelahian mereka, dan masing-masing menyeka ujung bibirnya karena ada noda darah bekas terkena pukulan.


"Kalian sama gila nya. Sekarang juga pergi dari sini!" Usir Raisya.


"Ra.. please.. ingat aku Ra! Aku kekasih kamu!" Jacky sudah kehabisan akal dan kata-kata.


"Apa? Kekasih? Ha... sungguh lucu kamu Jack! Lalu Sherly siapa kamu?" Nathan mengangkat ujung sebelah bibirnya seolah menertawakan sikap Jacky yang mengaku kekasih sedangkan beberapa hari lagi dia akan menikah dengan Sherly.


"Kamu diam brengsek!" Jacky yang kemarin sudah berdamai kembali menunjukkan sikap perangnya pada Nathan.


"Kamu yang brengsek Jack! Jangan sakiti Sherly hanya kamu terobsesi dengan yang namanya Raisya. Ingat Raisya telah mati!" Nathan bicara keras pada Jacky.


"Diam kalian!" Sarah yang baru saja datang langsung membentak keduanya.


"Sekarang kalian pergi dari Raisya adikku! Jangan ganggu kehidupan kami!" Beberapa bodyguard langsung menyeret kedua laki-laki bersaudara itu untuk menjauh setelah mendapat perintah.


"Lepaskan! Aku akan pergi!" Nathan menepis tangan bodyguard yang membawanya. Nathan pergi menjauh dan membetulkan penampilannya, khawatir Michel curiga.

__ADS_1


"Sar.. aku mau bicara... " Jacky berteriak. Tapi dia bodyguard itu tetap menyeretnya sesuai perintah Sarah.


"Kak Sarah.. Kemana aja sih?"


__ADS_2