Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Nikmat membawa ibadah


__ADS_3

Setelah mengenyangkan perutnya, keduanya tak lupa menggosok gigi bersama di wastafel.


"Sini sayang.. Hmmph." Jacky langsung men*** bibir istrinya dengan penuh rasa damba.


Raisya hanya membiarkan laki-laki yang di depannya yang nota bene suaminya menikmati malam pengantin dengan cicilan. Raisya yang belum pernah mendapatkan sentuhan lembut juga halal seperti ini merasa dirinya diinginkan dan didamba.


Ya pernikahan dengan Nathan yang nota bene terpaksa, banyak tragedi kekasaran yang dilakukan Nathan padanya. Ditambah tragedi perkosaan membuat Raisya trauma berat jika ingin disentuh. Jacky dengan sabar menunggu Raisya siap dan dia dengan sabar membimbing Raisya dengan lembut, agar sentuhan-sentuhan yang dilakukannya menjadi terapi bagi Raisya agar tidak ketakutan lagi jika disentuh.


Lembutnya sentuhan Jacky membuat Raisya nyaman dan tenang. Perlahan Raisya pun bisa mengurangi rasa traumanya.


"Sayang.. tidur yuk sudah ngantuk?" Ajak Jacky pada Raisya.


Raisya mengangguk patuh.


Jacky menuntun tangan Raisya ke dalam kamar pengantin.


"Sayang... boleh gak aku minta sesuatu?" Pinta Jacky pada Raisya.


Raisya tak buru-buru menjawab iya. Dia mengerungkan matanya agak sedikit parno mendengar permintaan suaminya. Apalagi kalau dia minta haknya malam ini. Meski tadi Jacky berulang-ulang berjanji, tapi Raisya tak percaya begitu saja janji Jacky karena dia tahu laki-laki jarang bisa menahan hasratnya. Apalagi ini malam pertama yang sudah lama ditungu-tunggu Jacky.


"Apa?" Jawab Raisya agak sedikit cemas.


Jacky membisikkan sesuatu di telinganya.


Raisya langsung terhenyak mendengar permintaan suaminya.


"Kenapa? Kan sudah halal sayang? Aku janji gak bakal lebih. Aku hanya pengen itu saja!" Wajah Jacky sudah penuh dengan kabut hasrat.


"Tapi aku malu.. Aku belum pernah melakukannya." Raisya ragu untuk melakukan permintaan suaminya.

__ADS_1


"Ayo kita coba perlahan sayang. Aku sudah menyiapkan baju khusus kamu. Aku pengen lihat kamu memakainya. Nanti aku akan buka dibawah selimut sayang.. Jadi kamu tidak akan malu." Rajuk Jacky selalu laki-laki pasti sangat mendamba tubuh istrinya. Apalagi Jacky belum pernah berpacaran selama ini dengan Raisya. Jangankan berpacaran menyentuhnya saja baru kali ini.


"Mmm.. iya deh." Dengan berat hati Raisya memenuhi permintaan suaminya. Raisya turun dari ranjang lalu mengambil baju spesial yang sudah disediakan Jacky untuk malam pengantin. Dengan malu-malu Raisya pergi ke kamar mandi lalu mengganti pakaian piyama tidur dengan baju permintaan Jacky.


"Ya ampun.. ini baju apa jaring sih?" Raisya menatap dirinya di depan cermin. Dia malu sekali melihat tubuhnya yang bukan hanya transparan tapi benar-benar terbuka. Kain seperti jaring itu melekat ditubuhnya membuat Raisya menggidik.


"Masa iya dia suka baju kaya ginian?" Raisya ragu, apa mesti dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian seperti itu? Atau harus menolak? Lama sudah Raisya mematung di depan cermin membuat Jacky tidak sabar menyusul Raisya ke kamar mandi.


"Ra.. kok lama banget gantinya?" Panggil Jacky dengan suara lirih dan seksi.


"Mmm.. aku malu mau keluarnya." Terang Raisya masih bertahan diam di dalam kamar mandi.


"Ayolah sayang.. aku sudah gak kuat ngantuk nih!" Jacky meminta Raisya lebih cepat untuk keluar dari kamar mandi.


Raisya melangkah pelan sambil menutup bagian dadanya juga area sensitifnya.


Klek


Jacky menelan salivanya melihat penampilan Raisya yang begitu seksi memakai pakaian yang telah dipilih Jacky untuk malam pengantinnya.


"Jangan melihatku seperti itu! Aku malu!" Ucap Raisya sambil malu-malu.


"Ga pa-pa sayang.. jangan malu. Kamu kan istriku. Ngapain harus malu?" Jacky menghampiri Raisya lalu memeluk Raisya. Dia melepaskan tangannya yang menutupi bagian-bagian yang dianggap sensitif.


"Jangan tutupi! Aku mau mengintip. Bolehkan?" Jacky merajuk sambil mengendus pipi Raisya.


Meski Raisya tidak menjawab, Jacky terus mengendus sampai bulu kuduknya meremang.


Perlahan Jacky menuntun Raisya perlahan sambil men***dalam bibir Raisya dengan penuh kelembutan. Raisya perlahan membalas c***Jacky. Dia harus banyak belajar untuk bisa menyeimbangi Jacky. Raisya yang masih polos belum ada pengalaman dalam hal di ranjang perlahan mengikuti insting dan sentuhan Jacky dengan membalas setiap. sentuhan yang Jacky berikan.

__ADS_1


Keduanya terlena menikmati rasanya malam pengantin dengan ci*** bibir yang saling memuaskan.


Setelah merasa cukup Jacky melepaskan pagu***nya dari Raisya dan langsung mengangkat tubuh Raisya melayang dan melangkah menuju ranjang king size.


Perlahan dibaringkannya tubuh Raisya di atas ranjang. Mata Jacky memindai tubuh indah istrinya yang hanya dibungkus dengan selembar kain yang mirip jaring itu dengan penuh damba.


"Katanya mau di dalam selimut?" Protes Raisya yang merasa malu ditatap Jacky seperti itu.


"Iya.. nanti setelah aku puas melihatnya sayang... Aku sedang menikmati pemandangan indah yang diciptakan Tuhan untukku." Jacky perlahan mengusap tubuh Raisya yang membuat desiran hebat di tubuh Raisya.


"Kamu sangat cantik istriku. Aku sangat.. mencintaimu sayang... aku kangen sayang.. " Jacky meracau sambil menyentuh Raisya perlahan.


Pujian-punian Jacky membuat hati Raisya bahagia. Dia merasa senang dan bahagia ketika suaminya mengatakan hal itu dengan tulus dan sunguh-sungguh. Ini kalimat pertama yang diucapkan laki-laki pada Raisya dengan balutan halal.


Semua isi ruangan menjadi saksi bisu ucapan Jacky pada dirinya. Pipi Raisya merah merona.


Ditariknya selimut menutupi keduanya. Jacky memulai aksinya membuka penutup tubuh istrinya di dalam selimut. Setelah lepas, Jacky men***setiap inci kulit Raisya yang lembut. Dia sengaja melakukan itu agar Raisya terbiasa dengan sentuhan-sentuhan agar tidak trauma.


Raisya meremang merasakan nikmatnya sentuhan Jacky yang begitu lembut dan mendamba.


"Sayang.. I love u..." Jacky mengulang-ngulang perkataan itu sambil menyentuh dan menci***** tubuh Raisya.


Jacky harus belajar bersabar untuk tidak buru-buru. Dia akan melakukan pemanasan demi pemanasan sampai Raisya siap dan meminta sendiri untuk di sentuh lebih dalam.


"Jacky... aku... " Raisya tak tahan menerima for play Jacky.


"Nikmati saja sayang.. jangan menolak. Aku bisa bersabar. Yang penting kamu senang dan bahagia." Meski bagian bawah Jacky sudah mengeras, dia tak mau merangsek Raisya. Dia ingin Raisya jelas dulu statusnya.


Ada yang harus ditahan Jacky sebelum segalanya jelas. Kalau Raisya yakin tidak hamil, Jacky akan tenang jika meminta haknya. Dan Jika Raisya hamil maka Jacky harus menahan sampai bayi itu lahir.

__ADS_1


Sambil bersabar, Jacky pun ingin Raisya sembuh total dari rasa traumanya. Itung-itung pacaran dan pengenalan, maka Jacky akan melakukan permainan indah bersama untuk mengganti waktu yang telah lalu dalam keadaan tenang dalam naungan halal dan ibadah.


Bukankah menyenangkan perasaan istri pun ibadah?


__ADS_2