
"Apa yang terjadi?" Tuan Robert dan istri tergopoh-gopoh menuju ruangan ICU setelah diberitahu dokter Ferdi juga bagian rumah sakit.
"Anak anda mengalami patah tulang juga gegar otak ringan akibat benturan karena tabrakan tadi pagi." Ucap dokter yang menangani Jacky.
"Oppa.. " Michel memeluk kakeknya karena sedih. Dia merasa menyesal karena kecelakaan menimpa Jacky, akibat dia menyeberang tidak hati-hati.
"Sudahlah.. kita doakan semoga om Jacky cepat sembuh." Tuan Robert tidak mau Michel menangis terus. Karena sejak kecelakaan itu dia sudah menangis lama. Matanya sudah bengkak dan menyipit.
Michel mengangguk pelan.
"Sekarang kamu pulang, kasihan Arsel nanti gak ada temannya!" Tuan Robert menyuruh Michel untuk pulang. Sebentar lagi seorang sopir akan menjemput Arsel juga Michel.
"Baik oppa." Michel menurut.
"Kamu.. jangan kasih tahu mama kamu bahwa om Jacky kecelakaan ya! Takut mama kamu juga khawatir." Tuan Robert mewanti-wanti Michel agar tidak berbicara dengan Raisya tentang Jacky.
"Baik oppa. Semoga om cepat sembuh!" Michel menunduk. Dia diantar Reza menuju parkiran agar pulang ke rumah bersama Arsel.
Sementara itu tuan Robert memanggil dokter Ferdi ke ruangan tamu.
"Selamat siang Pak Robert." Ucap dokter Ferdi sambil memberi hormat dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Duduklah!" Tuan Robert menyuruhnya duduk.
"Baik." Dokter Ferdi pun duduk di sofa saling berhadapan dengan tuan Robert.
"Bagaiamana keadaan Raisya?" Tuan Robert.
"Alhamdulillah.. masa kritisnya sudah lewat. Tadi pagi trombositnya sudah mulai naik. Ya paling dalam jangka dua hari bisa pulang." Ucap dokter Ferdi yang memantau kesehatan Raisya.
"Syukurlah." Tuan Robert mengusap kasar wajahnya lalu menghembuskan nafasnya kasar. Dia bersandar ke belakang sofa dan duduk agak santai.
"Saya harap anda jangan memberitahu Raisya mengenai kecelakaan yang mengenai anak saya Jacky. Takut dia akan khawatir." Tuan Robert meminta dokter Ferdi merahasiakannya.
"Baik Pak Robert." Jawab dokter Ferdi.
"Mmm.. dan saya titip dulu untuk sementara karena saya belum bisa menjenguknya sekarang. Tadinya hari ini saya akan mengunjunginya. Tapi berhubung anak saya masuk rumah sakit juga, saya akan menunda dulu." Terang tuan Robert pada dokter Ferdi selalu pemilik klinik.
__ADS_1
"Baik. Anda tidak usah khawatir. Nanti saya akan berjaga di sana." Dokter Ferdi meski tidak diminta dia akan sukarela menunggu Raisya di rumah sakit.
"Baiklah. Saya ucapkan banyak terimakasih atas bantuan anda yang telah membantu keluarga saya juga menolong anak saya tadi." Tuan Robert berdiri lalu bersalaman dengan dokter Ferdi.
"Sama-sama." Ucap dokter Ferdi menyambut tangan tuan Robert bersalaman. Lalu dia keluar dari ruangan itu.
Sementara itu di klinik, Raisya sudah kedatangan Ratna juga Irwan.
"Maaf aku baru datang Sya.. " Ucap Ratna yang baru mengetahui Raisya sedang sakit.
"Ga pa-pa.. ini juga udah baikan." Raisya tak ingin sahabatnya ini bersedih.
"Kamu kayanya kecapean deh. Udah beres-beres, terus anak-anak pindah sekolah belum lagi antar jemput. Harusnya pake supir aja Sya.. " Ratna mengusap punggung tangan Raisya.
"Ya.. namanya sakit kita gak tahu datangnya kapan Rat. Mungkin kemarin panas banget cuacanya jadi bikin cepat drop." Ucap Raisya.
"Ya.. kayanya sih faktor cuaca juga stamina kita yang turun juga ngaruh." Ucap Ratna.
"Bagaiamana kabarnya Wan? Kamu sudah sembuh total?" Raisya melihat Irwan di samping Ratna.
"Alhamdulillah.. ini baru keluar rumah. Dari kemarin kesel di dalam rumah terus. Si kembar juga agak bosen mungkin gak ada teman bermainnya." Ucap Irwan yang mengeluh kesepian.
"Lah ini masih disini orangnya.. kok dikangenin. Kaya gak ketemu setaun aja. Oh iya apa kabar si kembar gak ikut?" Tanya Raisya.
"Ada sama mama. Tadi sih dijemput sama kak Hendrik. Besok mungkin aku yang akan antar jemput soalnya kak Hendrik ntar sore mau ke Bandung." Ucap Ratna mengabarkan tentang Hendrik.
"Ohh.. kerja di Bandung?" Tanya Raisya.
"Iya katanya. Ada proyek sama teman-temannya." Jawab Ratna seadanya.
"Jacky ada datang Sya?" Ratna agak penasaran.
"Ada. Malah menginap tadi malam." Jawab Raisya yang belum tahu apa-apa tentang Jacky.
"Mmm.. tadi kok susah banget dihubungi. Aku sampai telepon Reza. Michel juga susah dihubungi." Lapor Ratna.
"Kayanya lagi sibuk Rat. Kalau Michel mungkin silent karena lagi belajar." Jawab Raisya.
__ADS_1
"Mmm.. sekolahnya depan sini kan? Aku mau jemput ah, sekalian aku mau izin bawa Arsel ya?" Ratna begitu semangat empat lima.
"Eh.. harus izin kakeknya. Aku gak bisa mengizinkan mereka begitu saja. Semenjak aku dirawat mereka ikut sama tuan Robert." Raisya melarang Ratna untuk membawa kedua anaknya.
"Yah... " Ratna terlihat kecewa.
"Tapi aku mau ketemu aja boleh?" Ratna yang kangen ketemu anak-anak meminta izin pada Raisya untuk bertemu mereka.
"Ya kalau sekedar ketemu sih, bisa. Kalau sampai dibawa aku gak bisa. Nanti bisa-bisa tuan Robert marah sama aku." Jawab Raisya takut dirinya nanti disalahkan.
"Iya.. baik. Mereka pulang jam berapa Sya?"
"Kalau Arsel jam 11, kalau Michel jam 1."
"Wah.. kayanya Arsel sudah dijemput ya? Aku menunggu Michel pulang saja deh." Ratna melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan jam sebelas lebih.
"iya. Mereka dijemput sopir." Jawab Raisya.
"Rumah kamu deket dari sini Sya?" Ratna yang belum pernah berkunjung menanyakan rumah yang ditempati Raisya.
"Deket. Makanya aku memilih pindah juga, biar aku gak cape bolak-balik jemput." Terang Raisya pada Ratna.
"Ohh.. " Ratna menganggukkan kepalanya.
"Eh.. nanti kalau sudah selesai renovasi mampir ya! Aku kemarin belum sempet beres-beres jadi belum bisa mengajak kalian. Terus kemarin tuan Robert merenovasi rumah biar bisa menambah kamar karena kalau lagi kumpul tidak ada kamar cadangan." Terang Raisya.
"Mmm.. nambah kamar apa persiapan nih?" Ratna menggoda Raisya.
"Ih.. apaaan sih?" Raisya agak manyun.
"Menurut kamu Jacky gimana Sya?" Ratna penasaran dengan hubungan Raisya dengan Jacky. Ratna tahu betul kalau Jacky sangat mencintai Raisya. Dulu pun Raisya sempat menyukai Jacky, tapi semenjak ibunya Michel kembali dan Jacky dekat dengannya, Raisya memilih untuk menghindar.
"Ah.. gimana apanya sih Rat? Gue baru juga ditinggal Nathan. Masa iya meski cari jodoh." Raisya melayangkan protes.
"Ya.. ga pa-pa.. kamu lagian kan janda sudah lama. Kamu kan free Sya? Gak usah menunggu iddah." Ratna tak ingin Raisya berlarut-larut.
"Ah sudahlah.. jangan bahas yang itu bisa kan?" Raisya tak ingin saat ini membahas tentang pernikahan.
__ADS_1
"Oke deh.. " Ratna terdiam.
"Sya.. kayanya aku pulang dulu deh sekalian mau ke sekolah Michel." Ratna melihat jam di pergelangan tangannya.