Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Hari bersejarah


__ADS_3

Tanpa terasa seminggu pun berlalu dan hari yang dinanti pun tiba. Segala persiapan pun telah siap seratus persen.


Hari ini adalah hari bersejarah bagi Jason dimana dia akan mengakhiri masa lajangnya dan akan memulai hidup baru bersama perempuan yang dia cintai. Meski hubungannya terbilang singkat, tapi dia yakin bahwa Raisya adalah perempuan yang baik dan tepat menjadi pendamping hidupnya. Dengan diiringi langkah doa pada sang Khalik, Jason memantapkan hati meminang Raisya.


Wajah tampan dengan stelan jas yang begitu gagah menambah aura ketampanan Jason. Wajahnya terlihat memancarkan aura bahagia meski dalam hatinya dah dig dug tidak karuan. Laki-laki mana yang bisa tenang ketika menjelang ijab kobul untuk mensahkan satu hubungan sakral sepasang insan. Pastinya entah berapa tarikan nafas yang dilakukan Jason di kamar rias juga di taman dimana acara akan digelar.


Jason dan para tamu undangan telah siap di tempat acara untuk segera memulai acara akad nikah setelah sambutan dari kedua belah pihak telah selesai dengan sambutannya. Dengan dua orang saksi, penghulu, kedua orang tua mempelai dan tidak lupa sang calon pengantin, acara inti yaitu akad pun segera akan dilakukan.


Dengan jantung berdebar, dan keringat dingin bermunculan Jason berkali-kali mengucap doa dalam hati, berharap dia bisa melafalkan ijab kobul dengan lancar.


Raisya. Meski dia sudah melakukan hal yang sama dua kali, dia tetap merasa jantungnya berirama tidak tenang. Ini adalah acara sakral yang dijalaninya untuk yang ke tiga kali. Gaun putih bersih yang membungkus tubuhnya dan jilbab senada dengan mahkota berkilau membuat wajah Raisya nampak bercahaya. Semua nya menampilkan aura cantik yang ditonjolkan dari dalam Raisya.


"Kamu.. dingin begini Sya.. " Ucap Ratna memegang telapak tangan Raisya ketika hendak membantu memakaikan sarung tangan. Raisya ditemani Ratna duduk di ruangan yang tak jauh dari taman guna menunggu akad nikah selesai.


Setelah akad selesai Raisya akan dibawa ke tempat akad untuk menandatangani dokumen pernikahan. Selama menunggu, Raisya tak kalah dag dig dug nya juga dengan Jason.


"Mmm... gak tahu. Aku jadi gemetaran begini." Jawab Raisya pada sang sahabat mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya saat ini. .


"Tenang. Banyak berdoa. Semoga Jason lancar mengucapkan ijab kobulnya." Ucap Ratna memberi motivasi pada sang sahabat.


"Iya Rat. Terima kasih kamu sudah menemani aku disini." Ungkap Raisya sambil memegang erat kedua tangan sang sahabat.


"Mmm... aku bahagia Sya.. akhirnya kamu bertemu dengan jodoh kamu. Aku berharap pernikahanmu bahagia. Aku yakin Jason laki-laki yang baik, InsyaAllah." Ratna mengeratkan genggaman nya.


Di luar sana semua tamu dan keluarga begitu haru mendengar Jason lancar mengucapkan ijab kobul pernikahan. Semuanya mengucap hamdalah ikut berbahagia, kini kedua insan itu telah sah menjadi sepasang suami istri.

__ADS_1


"Silakan pengantin perempuannya untuk dibawa kesini!" Sang penghulu menginterupsi.


"Aku akan membawa Raisya dulu ya mas." Ucap Sarah sambil berdiri meminta izin pada Adam akan menjemput Raisya.


"Perlu aku temani?" Adam menawarkan diri menemani sang istri.


"Tidak usah. Disana sudah ada Ratna." Tolak Sarah pada Adam.


"Oh baiklah kalau begitu." Adam membiarkan Sarah menjemput Raisya dari ruang rias untuk dibawa ke taman untuk acara selanjutnya.


Semua mata memandang pada pengantin perempuan yang sedang digandeng oleh dua perempuan yang tak kalah cantik juga.


Terutama Jason. Dengan mata yang berkaca-kaca juga hati yang bahagia dia sedang menatap wajah sang bidadarinya tanpa berkedip sekejap pun.


"Nah.. sekarang sudah sah ya! Kalian boleh saling bertukar cincin juga saling menyentuh." Sang penghulu yang memimpin acara menuntun kedua mempelai untuk langkah berikutnya.


Setelah itu Raisya mencium punggung tangan Jason dengan takzim. Ada rasa damai dan haru di hati Raisya begitu bibir nya menyentuh tangan yang kini sudah halal disentuhnya.


Setelah mengangkat wajahnya dari tangan Jason, Jason menatap wajah Raisya lamat-lamat. Bibirnya bergerak perlahan, "Terima kasih sudah ikhlas menjadi pendamping ku." Ucap Jason dengan mata berkaca-kaca.


Kata-kata yang begitu romantis yang keluar dari bibir Jason membuat semua orang yang mendengar pun ikut terharu. Lalu perlahan Jason mendekatkan wajahnya dan kedua tangannya memegang bahu Raisya, hendak mencium kening Raisya. Ini adalah ciuman pertama yang dilakukan Jason pada perempuan. Keduanya menutup mata merasakan kedamaian dan desiran kenikmatan yang masuk ke seluruh tubuh keduanya.


"Ah.. indahnya... rasa ini. Rasa yang belum pernah keduanya rasakan. Rasa nikmat dan bahagia sang pengantin."


Perlahan Jason pun melepaskan ciumannya dari kening Raisya. Lalu keduanya duduk di kursi berhadapan dengan sang penghulu.

__ADS_1


"Silahkan tandatangani ini dulu!" Sang penghulu menyodorkan beberapa dokumen yang perlu ditandatangani keduanya.


Setelah selesai penandatanganan, lalu keduanya diserahi buku nikah masing-masing satu dengan warna yang berbeda.


Sang penghulu pun memberi wejangan pada kedua pengantin dan ditutup dengan doa bersama. Semua acara begitu terasa khidmat dan syahdu. Semua tamu ikut berbahagia atas pernikahan mereka, kecuali ada satu orang yang merasa dirinya kini hancur dan patah hati. Ya siapa lagi kalau bukan Jacky.


Meski sejak pertama dia menerima kabar bahwa Raisya akan menikah, hatinya sudah koyak tapi dia memaksakan diri ingin hadir di acara itu. Adam tak bisa mencegahnya, dia tahu bahwa adiknya masih mempunyai rasa yang besar pada Raisya sampai saat ini. Tapi Adam sudah mewanti-wanti Jacky agar tidak membuat kekacauan ataupun membuat Raisya tidak nyaman dengan kehadirannya.


Jacky terlihat lesu. Setelah selesai acara akad nikah, Jacky memilih pergi sebelum mengucapkan kata selamat pada sepasang pengantin. Hatinya yang hancur tak mampu memberikan keberanian pada dirinya untuk menghadapi kenyataan kebahagiaan sang mantan.


Dia melihat Raisya begitu cantik dan bahagia menikah dengan Jason. Berbeda dengan ketika dia menikahinya. Raisya terlihat datar dan semu terpaksa.


Setelah acara akad selesai semua tamu menikmati jamuan makan dan hiburan musik yang mengalun syahdu. Sepasang pengantin berdiri di atas altar menerima ucapan selamat dari beberapa keluarga dan teman dekat. Keduanya terlihat bahagia dengan senyuman yang tiada putus.


Malam pun tiba. Sang pengantin pun pergi ke tempat yang sudah disediakan. Kamar mewah di sebuah hotel yang sudah dirias begitu indah dan mewah.


"Sayang.. kamu lelah?"Jason yang duduk di samping Raisya menggenggam tangan Raisya begitu mesra.


"Mmm.. " Raisya tidak berani menjawab.


"Bagaimana kalau kita mandi dulu, lalu shalat sunnah. Setelah itu kita istirahat?" Jason menatap wajah yang cantik yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Raisya mengangguk sambil tersenyum.


"Baiklah.. bagaimana kalau mandi bersama?" Tanya Jason mengagetkan Raisya.

__ADS_1


"Apa?" Raisya yang masih malu-malu, langsung merona pipinya.


__ADS_2