
Raisya menatap lamat-lamat sebuah foto yang dipajang di depan sebuah butik. Alisnya bertaut meneliti foto wanita berjilbab yang menjadi model sebuah butik terkenal di Jakarta yang sering didatangi para kaum elit juga selebritis
Kenapa foto itu ada disini?
Keheranan nampak jelas di wajah Raisya ketika melihat foto itu bisa terpajang di sana.
Setelah kepulangan Raisya ke rumah ibunya, dia baru mengetahui wajah aslinya sebelum melakukan operasi plastik yang ditangani Peter.
Wajah itu sama persis dengan yang terpampang di atas nama butik itu. Penampilannya jelas lebih stylish tak kalah dari model-model terkenal di Indonesia.
"Cantik" Satu kata lolos dari bibirnya memuji kecantikan orang yang ada di foto itu yang notabene adalah dirinya sendiri.
"Mari nyonya.. anda sudah ditunggu di dalam!" Reza membuyarkan lamunan Raisya.
Reza masuk ke dalam butik diikuti langkah Raisya untuk menemui sang pemilik. Reza hari ini mempunyai mandat dari Nathan untuk membuat penampilan Raisya menjadi bintang. Tak lain dia menginginkan malam ini perhatian orang-orang akan tertuju pada Raisya.
Dengan begitu Nathan bisa memamerkan Raisya di hadapan Sherly juga Nathan bahwa dirinya bangga bisa memperistri Raisya. Ternyata Nathan memperalat kehadiran Raisya untuk memanasi Jacky dan juga Sherly.
Reza sengaja memilih butiknya Melisa karena butik ini sangat terkenal di kalangan atas juga para selebriti. Sang mpunya yang tiada lain adalah ibunya Beny mantan bosnya yang perusahaan jasa Konsultan desain yang dulu Raisya pernah bekerja di sana.
"Wah.. cantik banget.. " Pujian itu langsung melayang manakala Melisa menatap kagum pada Raisya dari atas sampai bawah begitu dia bersitatap dengan sang pemilik butik.
Melisa memutar mengelilingi Raisya mengamati detail tubuh Raisya agar bisa memilihkan kostum yang cocok dengan posturnya. Melisa langsung melakukan aksinya tanpa canggung setelah Reza tadi sudah membuat janji dengan sang pemilik untuk membantu majikannya.
"Hhhmmm.. dasarnya sudah cantik memakai apapun tetap cantik. Baik.. madam akan buat kamu malam ini jadi bintangnya." Fashion ibu satu orang anak ini memang hobi sekali mendandani orang jadi menarik. Bahkan wajah biasa-biasa saja bisa terlihat menjadi menarik di tangannya.
Trak
Trak
Dua pelayan langsung menghampiri madam begitu dua jari lentik madam bersuara memanggil.
__ADS_1
"Bawakan beberapa baju yang baru selesai madam rancang di ruang kerja madam!"
"Baik." Kedua orang itu langsung mengangguk, mengerti apa yang diperintahkan majikannya.
"Ini madam!" Beberapa baju sudah di dorong ke hadapan Melisa.
"Oke! Sekarang bantu dia mencobanya. Madam ingin melihat baju mana yang paling cocok dipakainya pada malam hari ini."
"Baik madam. Mari nyonya!" Pelayan itu membawa Raisya ke satu ruangan untuk mencoba satu persatu baju-baju yang baru selesai dirancang madam Melisa.
"Maaf tuan Reza. Apakah nyonya Nathan, seorang artist?" Mata Madam Melisa memang lihai menilai penampilan seseorang.
"Sebelumnya dia bekerja sebagai selebgram. Tetapi setelah menikah nyonya belum memperlihatkan aktivitasnya." Ucap Reza.
"Sudah berapa lama dia menikah?" Madam Melisa sangat penasaran.
"Baru tiga hari." Jawab Reza seadanya.
"Woow.. masih manis-manisnya ya.. " Madam Melisa senyum senyum membayangkan Raisya. Terbayang tiga hari setelah menikah itu masa-masanya mereguk ranumnya surga dunia tak mungkin memikirkan pekerjaan di luar kamar. Itu karena Madam Melisa pernah muda dan telah melalui masa-masa itu.
Madam Melisa mengamati dengan detail dari atas sampai bawa. Matanya begitu fokus melihat orang yang sedang memakai gaun rancangannya.
"Coba lagi yang lain!" Madam Melisa ingin melihat Raisya mencoba satu persatu baju rancangannya sampai dia melihat gaun mana yang lebih cocok yang akan dipakainya malam ini.
Satu persatu pakaian rancangan Madam Melisa sudah dicobanya. Sekarang wanita ini sedang mengamati perbandingannya di layar komputer.
"Sepertinya baju yang ini lebih cocok anda pakai malam ini." Ucap Madam Melisa memperlihatkan satu rancangan yang tadi telah dicoba Raisya.
"Mmm... apa ini tidak terlalu turun belahannya Madam?" Raisya mengerutkan dahi, takut Nathan akan melayangkan protes pada gaun yang akan dipakainya.
"Bagaimana kalau kita kirimkan dulu pada pak Nathan? Jadi dia bisa memilih sesuai seleranya." Ucap Reza memberikan ide.
__ADS_1
"Baiklah.. kirimkan dulu foto-foto itu! Jadi dia bisa memilih gaun mana yang diinginkan suaminya!" Madam Melisa setuju atas usulan Reza.
"Baik madam." Pelayan itu dengan sigap mengubah ukuran foto-foto dalam bentuk file agar bisa dikirimkan melalui layar handphone.
"Sudah tuan Reza." Tanpa menunggu lama pelayan tadi sudah melakukan tugasnya dan memanggil Reza.
"Baik, kirimkan langsung pada tuan Nathan. ini nomor handphonenya." Reza menyodorkan sebuah nomor pada pelayan itu.
"Baik." Pelayan tadi mengirimkan foto-foto tadi langsung pada Nathan.
Sementara itu Raisya dibawa ke lantai dua sedang di make over oleh salah satu pegawai madam Melisa.
"Nyonya Nathan sudah berapa lama anda menjadi selebgram?" Madam Melisa memulai pembicaraan dan mengajak bicara Raisya sambil mengawasi pekerjanya.
"Dua tahun madam." Jawab Raisya.
"Apakah setelah menikah anda akan melanjutkan pekerjaan anda?" Madam Melisa penasaran ingin bertanya tentang pekerjaan Raisya ke depan. Rupanya dia tertarik untuk menjadikannya model.
"Tidak tahu madam. Saya belum ada rencana." Jawab Raisya yang masih gamang. Raisya tadinya berencana untuk berhenti menerima job setelah pekerjaannya di Bali waktu itu selesai. Sekarang setelah menikah dia tidak tahu rencananya akan melakukan apa, mengingat Nathan begitu posesif walau hanya menjadi suami sementara.
"Mmm.. masih asik bulan madu ya?" Madam Melisa sedang menggoda Raisya.
Raisya tersenyum tipis. Tak pernah membayangkan dia akan berbulan madu dalam pernikahannya ini. Hak itu merasa tidak perlu mereka lakukan mengingat pernikahan ini hanya sebatas perjanjian. Karena keduanya merasa melakukan itu dengan terpaksa.
"Jika suatu saat nyonya berubah pikiran, saya ingin menawari anda sebagai model untuk butik saya." Madam Melisa yang terkenal gigih, tak putus harap akan keinginannya untuk menjadikan Raisya model untuk butiknya.
"Baik. Akan saya pikirkan." Raisya tidak bisa menolak tawaran Madam Melisa. Karena bisa jadi suatu saat dia membutuhkan pekerjaan itu.
Mumpung pembicaraan mereka dalam seputar pekerjaan, terbersit oleh Raisya untuk menanyakan perihal model yang tadi dilihatnya.
"Madam..Kalau boleh tahu model yang dipajang di depan itu siapa?"
__ADS_1
"Oh itu.. namanya Raisya. Dia bukan model tapi Madam suka dia. Dia salah satu pekerja di perusahaan anakku Beny. Tapi.. sayang. Hari itu adalah hari terakhir kami bertemu. Dia meninggal karena kecelakaan. Sampai saat ini Madam belum mau mengganti foto itu, Beny melarang foto itu diturunkan."
"Beny?"