Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Cicilan pengantin


__ADS_3

"Wah kamu.. greget banget Ra!" Jacky melepaskan pagutannya.


"Mmmm.. katanya kecupan tapi lama banget." Protes Raisya.


"Lupa.. saking nikmatnya. Sini sayang... aku bukain." Jacky menarik jarum yang sudah menempel di antara kerudung di kepala Raisya.


"Wah.. aku rapel aja ya say.. jarumnya banyak banget. Kamu gak khawatir kepala kamu bocor kena jarum gini?" Jacky heran kenapa bisa banyak jarum di sekitar kerudung Raisya.


"Mmm... gak lah. Masa iya bocor." Raisya duduk manis sambil mengangkat tangannya untuk menerima jarum-jarum yang di lepas Jacky.


"Say... mending di kursi rias aja deh. Aku jadi gemetaran gini kalau di kasur." Jacky tersenyum nakal.


"Ih.. " Raisya berdiri lalu duduk di meja rias menunggu Jacky selesai mencabut jarum-jarum.


"Jacky... kok lipstik aku habis gini?" Raisya heran ketika bercermin lipstiknya benar-benar habis.


"Mmm... kesedot say.. " Jacky terkekeh.


"Kamu gak pa-pa kan? Itu kan lipstik." Raisya agak cemas juga kalau lipstik sampai habis gini berarti masuk ke mulut Jacky semua.


"Gak pa-pa. Ini masih berdiri kok! Aku jadi tahu Rasanya lipstik kamu sayang... " Jacky fokus mencabuti jarum.


"Ih.. kan itu takutnya gak aman." Ucap Raisya yang agak was-was.


"Kalau gak aman kenapa juga dioles di bibir sayang... " Jacky membalikkan badan Raisya lalu membolak-balikan kepala Raisya mencabuti jarum yang ada di area pelipis.


"Iya juga sih. Cuman aku tuh aneh aja sampai habis gini." Raisya meraba bibirnya yang agak menebal.


"Sudah say.. aku buka jilbabnya ya?" Jacky meminta persetujuan Raisya.


"Eh.. do'ain aku dulu di ubun-ubun!" Raisya mengingatkan Jacky.


"Oh iya aku lupa." Jacky mengecup ubun-ubun Raisya sambil mengucapkan doa lalu meniupnya lembut.

__ADS_1


Sekarang aku boleh buka kerudungnya kan?" Jacky kembali meminta izin Raisya.


Raisya mengangguk.


Netra Jacky begitu fokus menatap Raisya. Yang ditatap malah gemeteran karena grogi juga.


"MasyaAllah istri aku cantik banget." Semua kerudung dan ciputnya sudah terlepas dari kepala Raisya.


Raisya tersenyum malu. Pipinya merah merona begitu Jacky memujinya dengan kata cantik. Wanita mana yang sanggup menerima pujian setulus itu dari suaminya yang sekarang tampil gagah nan tampan.


"Kamu diam aja ya! Hmmm aku mau buka itu.. " Jacky malu mau menyebutkan resleting.


"Aku malu." Raisya semakin merah pipinya."


"Atau di kamar mandi aja bareng? Kita sekalian mandi. lalu shalat bareng?" Ajak Jacky lebih dahsyat.


"Ih... malu... " Raisya bicara manja.


"Ayu.. ah.. Jacky menarik tangan Raisya ke kamar mandi. Raisya tak bisa menolak ajakannya. Dia lebih berhak atas dirinya.


"Eh.. kok ditutup sayang... buka dong! Kita kan sudah sah mau saling pandang pun." Jacky mendekati Raisya dengan menyisakan boxernya saja.


Jacky menarik kedua telapak tangan Raisya dari wajahnya. "Buka matanya say!"


Jacky menarik tangan Raisya perlahan. Raisya malu-malu membuka matanya. Perlahan Jacky membuka resleting baju Raisya yang ada di belakang bajunya, dia memutarkan badan Raisya agar membelakanginya.


Entah sengatan berapa ribu Volt yang sekarang sedang menyengat ke tubuh Jacky. Dia selesai menarik. resleting baju pengantin itu sampai ke pinggang. Terbukalah punggung Raisya yang putih bersih dan bercahaya meski tanpa perawatan yang khusus dari salon-salon ternama.


Perlahan Jacky membuka semua gaun itu sampai tergeletak di lantai. Raisya yang diperlakukan lembut oleh Jacky seperti itu badannya seolah meremang. Pori-porinya berdiri ketika Jacky perlahan mengecup punggung mulus Raisya, menyesap lama dan meninggalkan jejak.


Beralih pada pengait yang menahan kedua aset Raisya. Jacky membukanya dengan sangat hati-hati. Ini kali pertama dia menyentuh bahan penutup aset wanita. Karena Raisya malu dia menutup kedua asetnya dengan tangan.


"Jangan ditutup begitu, aku pengen lihat! Aku janji hanya sekitar luar saja Ra! Tidak sampai berani masuk." Jacky menenangkan Raisya yang badannya sedikit gemetar. Mungkin trauma itu masih menyisakan bekas di hati dan pikiran Raisya.

__ADS_1


Raisya menurut, dia melepaskan tangannya. Jacky segera memeluk Raisya dari belakang.


"Biarkan aku begini Ra. Aku... kangen sama kamu." Jacky melingkarkan tangannya di pinggang Raisya merasai lembutnya kulit Raisya dan wajahnya sedang menelusuri seluruh tengkuk Raisya. Dia ingin memberikan kesan terbaiknya pada diri Raisya.


Perlahan tangannya mulai naik sampai aset atas Raisya. Dia mencoba mengelus lembut bagian itu. Raisya agak melenguh terangsang oleh lembutnya sentuhan Jacky di area sensitif itu.


Jacky mengecup kembali bahu leher dan menggigit telinga Raisya yang membuat desiran darah Raisya meremang. Tangan Jacky meremas bagian sensitifnya dan kembali terdengar lenguhan merdu dari bibir Raisya.


Jacky menarik tangan Raisya mengajaknya ke wastafel di kamar hotel itu. Menaikkan Raisya tubuh Raisya ke atas marmer dengan posisi berhadapan.


"Jangan ditutup sayang... " Suara Jacky semakin parau, matanya berkabut hasrat tinggi. Dia segera me***bibir Raisya penuh rasa damba. Kini Raisya pun membalasnya. Dia mengalungkan tangannya ke leher Jacky menikmati setiap sentuhan yang Jacky berikan.


"Kamu... bahagia Raisya?" Jacky melepaskan pa***dari bibir Raisya. Lalu menatapnya penuh cinta.


Raisya mengangguk.


"Biarkan aku menyicil ya Ra! Aku janji tidak akan masuk. Kita akan melakukannya dengan cara lain sayang." Jacky yang notabene laki-laki dewasa tentu tak bisa menahan hasrat yang menggebu-gebu.


Raisya yang pernah menikah dengan Nathan malah melongo. Dia masih polos sekali. Bahkan sentuhan ini adalah sentuhan pertama yang dirasakannya.


Sentuhan yang penuh kenikmatan yang luar biasa. Jacky sangat lembut sekali menyentuh Raisya. Sekarang dia sedang menyesap di aset Raisya bagian atas. Raisya begitu menikmati sentuhan-sentuhan Jacky tanpa was-was dan takut.


Jacky yang mempelajari pengobatan trauma perempuan paska di*** jadi tahu harus bagaimana memperlakukan Raisya. Dia akan meminta izin terlebih dahulu sebelum menyentuhnya.


Perlahan tangannya bergerak menyentuh bagian aset paling berharganya. Raisya langsung terhenyak begitu tangan Jacky menyentuh bagian itu.


"Oke.. oke... aku tidak akan menyentuh itu sayang.. kita mandi aja ya! Habis itu wudhu lalu shalat dan kita tidur." Ajak Jacky menenangkan ketakutan Raisya.


Raisya mengangguk lemah.


"Kamu turun sendiri ya! Tangan aku belum cukup kuat menggendong kamu sampai bathtub."


Raisya turun dari atas wastafel lalu mengikuti Jacky untuk mandi bareng. Setelah keduanya selesai mandi lalu mengeringkan badannya tak lupa memakai baju santai untuk melakukan shalat dua rakaat sunnah pasangan pengantin.

__ADS_1


"Raisya... aku bahagia banget sekarang kamu jadi istriku. Tolong bantu aku jadi suami yang baik ya!


Cup


__ADS_2