
Raisya tak bisa menolak ajakan Baron untuk berlibur ke pantai week and itu. Semua alat telah disewa termasuk kapal kecil untuk membawanya ke tengah laut.
Dua mobil Jeep melaju ke tempat yang dituju. Raisya yang duduk bersama rombongan laki-laki dengan Jason yang memegang kemudi tak bisa berbuat banyak ketika para laki-laki bercanda dengan bebasnya.
Mobil yang satunya lagi membawa Baron bersama para diving yang akan menemani Baron nantinya. Dan kedua pun mobil berhenti di tempat dermaga dimana mereka akan menaiki kapal untuk membawanya ke tengah laut.
"Ayo bu Raisya, kita naik ke kapal!" Ajak salah satu laki-laki yang naik di mobil yang sama.
"Mmm.. kayanya saya nunggu di pinggir pantai saja." Jawab Raisya yang tak ingin ikut bersama para lelaki untuk melaju ke tengah laut.
"Lah.. bu Raisya belum mencoba berlayar ke tengah. Di Sana pemandangan bagus lho!" Ramos menimpali.
"Iya lain kali saya pergi. Tapi untuk saat ini saya akan menikmati indahnya di pinggir pantai." Tolak Raisya dengan senyum yang dipaksakan.
"Wah sayang ya.. padahal bu Raisya bisa mantai dengan santai nanti melihat para lelaki turun ke bawah. Atau jangan-jangan bu Raisya tidak bisa berenang ya?" Tanya laki-laki lain menduga-duga.
"Sudahlah! Kalian temani bos! Jangan sampai pak Baron menunggu lama!" Jason melihat ketidaknyamanan Raisya ketika diberondong pertanyaan.
"Mmm.. baiklah! Lain kali bu Raisya harus ikut. Kalau tidak bisa berenang nanti saya ajarin dengan senang hati." Ramos tersenyum dengan nakal.
"Dasar mesum!" Lirih Jason yang masih terdengar oleh Raisya yang kebetulan berdiri di sampingnya.
"Aku bukan mesum, tapi menawarkan jasa." Timpal Ramos yang tak mau disebut mesum di hadapan Raisya. Sepertinya dia sedang membangun image di depan Raisya agar terlihat baik.
"Ayo kalian sudah siap?" Baron menghampiri.
"Sudah." Jawab mereka kompak.
"Bu Raisya ayo!" Ajak Baron melihat ke arahnya.
"Maaf Pak... saya mau di sini saja!" Tolak Raisya.
"Kenapa?" Baron mengerungkan mata heran Raisya tak mau ikut berlayar.
"Mmm.. suka mabok laut pak." Raisya membuat alasan agar Baron tak lagi bertanya.
"Wah.. saya baru tahu. Dulu istri saya juga mabok laut. Tapi setelah mencoba diving malah sembuh dari kebiasaannya itu. Bu Raisya apa tidak mau mencoba?" Sepertinya Baron berharap banyak Raisya ikut bersama rombongan.
__ADS_1
"Dia bukan hanya mabok, tapi gak bisa berenang juga." Ramos sok tahu menjawab.
"Ohh.. ya sudah kalau begitu. Apa tak apa menunggu disini sendiri?" Baron sedikit khawatir.
"Gak pa-pa saya akan tinggal disini pak Baron sambil menunggu." Jason langsung menjawab.
"Ohh.. ya sudah kalau begitu. Jaga dia ya! Kita pergi dulu!" Baron agak tenang mendengar Jason tidak ikut berlayar kali ini dan memilih menemani Raisya.
"Iya Pak." Jason menganggukkan kepala.
"Kami tinggal dulu ya bu Raisya! Kalau mau jalan-jalan bisa ditemani pak Jason." Ucap Baron sebelum meninggalkan keduanya.
"Iya Pak! Selamat menikmati! Jangan khawatir saya mau menunggu disini saja." Raisya tak berniat untuk pergi jauh dari sekitar deemaga.
"Baiklah. Ayo kita pergi!" Baron dan yang lainnya akhirnya pergi meninggalkan Jason dan Raisya dan menuju kapal yang telah disewanya. Mereka membawa peralatan juga makanan untuk mengisi perutnya jika nanti lapar setelah aktivitas.
Jason masih berdiri menyaksikan mereka pergi. Sedangkan Raisya mencari-cari warung untuk membeli sesuatu.
Setelah mereka pergi, Jason pun melirik ke arah Raisya yang sedang berjalan ke sebuah warung yang tak jauh dari dermaga. Lalu Jason pun mencari tempat yang teduh untuk sekadar duduk dan menikmati indahnya pantai.
"Boleh aku ikutan duduk disini?" Tanya Raisya sambil menenteng kresek berisi camilan juga minuman.
"Terimakasih." Ucap Raisya lalu duduk bersila di atas pasir di samping Jason. Dia membuka kresek lalu mengambil salah satu minuman untuk diberikan pada Jason.
"Aku beli dua. Pak Jason mau?" Raisya menyodorkan minuman kaleng dingin pada Jason.
Jason menoleh ke samping dan menerima minuman kaleng pemberian Raisya.
"Terimakasih." Ucapnya singkat.
"Sama-sama." Jawab Raisya sambil membawa satu kaleng minuman di dalam kresek miliknya.
"Biar aku bantu!" Tawar Jason yang melihat Raisya agak kesulitan membuka tutup kaleng minumannya.
"Maaf." Ucap Raisya sambil menyodorkan minuman miliknya.
Dengan satu tarikan Jason bisa membuka kaleng minuman itu dengan mudah. Lalu menyodorkan kembali pada Raisya.
__ADS_1
"Terimakasih." Ucap Raisya sambil menganggukkan kepala sebagai penghormatan.
"Mmm." Jawab Jason singkat.
Keduanya meneguk minuman kaleng itu dan rasanya begitu menyegarkan begitu cairan minuman membasahi tenggorokan keduanya.
Keduanya terdiam kaku. Bingung akan memulai perbicaraan. Mata keduanya menatap lurus mengawasi kapal yang berlayar membawa Baron dan yang lainnya.
"Pak Baron memang hobi diving ya?" Tanya Raisya menoleh melihat Jason yang masih menatap ke depan.
"Mmm." Jawab Jason singkat.
Raisya kembali menatap lurus ke depan melihat kapal yang semakin menjauh.
"Pak Jason juga hobi main diving?" Tanya Raisya menghangatkan suasana. Karena semenjak pembicaraan terakhir dengan Jason, Raisya melihat banyak perubahan dari diri Jason. Dia melihat sosok laki-laki dingin dan serius. Tak ada lagi canda atau basa-basi jika keduanya sedang berdua. Meski begitu Raisya tahu Jason selalu memberikan perhatian lewat orang suruhannya.
Raisya penasaran, kenapa tiba-tiba Jason berubah. Apa memang aslinya seperti itu atau ada kesalahan dari dirinya membuat laki-laki itu berubah tidak seperti ketika dia bertemu pertama kali.
"Tidak." Jawab Jason masih terlihat datar dan tidak menoleh sedikit pun pada Raisya.
"Mmm. Pak Jason sudah lama bekerja dengan pak Baron?" Raisya sedikit menggeser duduknya agak menyamping.
"Lumayan." Jawab Jason sambil menunggu kembali minuman dingin itu. Sebenarnya jantungnya sedang berdebar-debar merasakan hal aneh yang tak bisa di cegahnya. Jason tak ingin terlihat gugup di hadapan Raisya saat ini, makanya dia memilih menatap ke depan dan menghindari adu pandang dengan perempuan yang berada di sampingnya.
"Berapa lama?" Tanya Raisya ingin tahu.
Jason terdiam. Sedang nengingat kembali memori nya.
"8 tahun."
"Wah.. lama juga ya. Apa pak Jason pernah melihat istrinya pak Baron?" Tanya Raisya melihat ke arah Jason.
Jason langsung menoleh. Kedua netranya beradu setelah mendengar pertanyaan dari Raisya.
"Tidak." Jawab Jason langsung membuang muka. Ada rasa cemburu terselip di hatinya begitu Raisya mempertanyakan istri dari bosnya itu.
"Maaf. Saya tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin tahu saja." Raisya menunduk. Dia melihat raut wajah Jason seperti tidak senang mendengar pertanyaannya.
__ADS_1
Jason terdiam.
"Aku tidak tahu kalau kita dulu pernah bertemu. Dan aku mau meminta maaf karena belum mengingat hal itu. Aku pernah amnesia. Jadi sebagian memori ku ada yang hilang." Sesal Raisya karena sampai saat ini belum bisa mengingat sosok Jason di masa lalu.