
Kring
Kring
Kring
Suara panggilan masuk di handphonenya Jacky.
"Iya halo. Ada apa?" Jacky keluar toilet.
"Kamu dimana sih Jack? Aku kok ditinggal sendirian." Keluh Sherly yang tidak tahun ke mana perginya Jacky.
"Oh iya.. ya aku sana." Jacky meninggalkan toilet wanita. Tadinya dia mau membantu, tapi melihat sudah ada dua pelayan yang ada di toilet dia merasa tidak perlu hadir lagi disitu.
Dia buru-buru berjalan ke arah Sherly yang sudah selesai makan.
"Kamu darimana sih Jack? Makanannya keburu dingin." Ucap Sherly yang agak kesal ditinggalkan begitu saja oleh Jacky.
"Tadi aku dari toilet wanita. Ada yang pingsan disana. Maaf gak keburu ngasih tahu." Ucap Jacky meminta maaf pada istrinya, Sherly.
"Jangan-jangan yang tadi tabrakan sama aku ya?" Sherly agak mengernyitkan dahinya, memikirkan perempuan yang sudah menabraknya tadi di toilet.
"Dia lagi hamil. Kasian kalau tidak cepat ditolong." Jacky memberitahu kondisi orang yang pingsan di dalam toilet pada Sherly.
"Oh.. pantesan dia tadi terdengar muntah-muntah gitu. Kalau dia sedang hamil pantas saja. Tapi kok bisa sampai pingsan Jack?" Sherly ingin tahu penyebab kenapa perempuan itu bisa sampai pingsan di dalam toilet.
"Gak tahu mungkin ada faktor lain." Jawab Jacky tak tahu menahu. Jacky langsung melahap makanan pesanannya karena dia pun merasa lapar.
"Kasihan juga ya!" Tadi Sherly sempat kesal dengan perempuan yang telah menabraknya tapi sekarang dia berubah jadi merasa iba.
"Iya. Makanya ibu hamil kalau kemana-mana harus ditemani, khawatirnya seperti itu. Entah pusing atau apa, bisa jadi dia pingsan dimana saja." Ucap Jacky memberitahu.
"Apa kamu tak mau punya anak dariku Jacky?" Tiba-tiba pertanyaan Sherly mengejutkan Jacky yang sedang makan.
__ADS_1
Uhuk.. uhuk.. uhuk...
Jacky mengamburkan isi makanannya yang ada dalam mulutnya karena kaget.
"Ini.. minum dulu!" Sherly menyodorkan air minu. ke depan Jacky.
Jacky menerima air mineral itu dan meneguknya sedikit demi sedikit agar bisa menetralkan kembali keadaannya yang sempat tersedak.
Jacky mengambil nafas teratur. Lalu menyudahi makannya yang sekarang sudah agak tak selera.
"Kok tidak dihabisin?" Tanya Sherly melihat Jacky menghentikan makannya.
"Sudah kenyang. Sama air." Seketika itu juga rasa lapar Jacky menghilang. Tapi setidaknya ada makanan yang masuk ke dalam perutnya.
"Mmm." Sherly hanya berdehem.
"Aku.. kok perasaan seperti pernah bertemu dengan cewek itu. Tapi dimana ya?" Sherly sedang mengunga-ingat wajah perempuan yang tadi bertabrakan di toilet.
Dalam lubuk hati ya yang paling dalam, Jacky tak rela jika harus melepaskan Raisya. Ada baiknya dia tidak menemukan Raisya, sehingga sampai kapanpun Raisya tidak bisa menikah lagi kalau belum menguruskan surat perceraian dari Jacky.
"Iya.. aku pernah melihat wajahnya tapi lupa dimana." Jawab Sherly belum bisa mengingat siapa perempuan yang tadi bertabrakan di toilet. Ya mereka sih pernah bertemu di perusahaan, apalagi dulu sempat bersitegang dengan Jacky juga Nathan. Karena waktunya yang sudah lama, dan intensitas bertemu mereka juga bisa dibilang bisa dihitung jari, memungkinkan Raisya ataupun Sherly sama-sama lupa.
"Habis dari sini mau kemana?" Tanya Jacky melihat Sherly.
"Aku.. ingin menyewa hotel di seputaran pantai." Jawab Sherly sambil menerawang jauh ke arah laut.
"Tapi.. " Jacky seperti gugup. Selama menikah dengan Sherly dia selalu tidur terpisah dan tak pernah menyentuhnya sama sekali. Hanya satu wanita yang pernah dia lihat dalam keadaan tanpa benang sehelai pun, yaitu Raisya. Walau pun tak sempat melakukan penyatuan, tapi Jacky seolah menyimpan kenangan manis itu begitu dalam dalam pikiran dan juga hatinya.
"Kenapa? Kamu takut?" Sherly menatap wajah Jacky.
"Kamu kan lagi sakit. Mending kita pulang dan istirahat." Jacky agak gugup, khawatir dia tak bisa menghindari dari godaan Sherly. Dia bukan tidak mau, tapi untuk bisa melakukan hubungan suami istri rasanya seperti canggung. Apalagi kondisi Sherly juga tidak sehat.
"Justru aku mau istirahat disini Jacky. Kata dokter kalau kita sering hubungan, bisa jadi aku akan cepat sembuh. Karena dari hubungan suami istri akan menghasilkan hormon endorfin (hormon bahagia) yang bisa memperbaiki sel-sel rusak dalam tubuh kita."
__ADS_1
"Mungkin aku kelamaan tidak disentuh Jacky. Jadi aku sakit. Antara permintaan tubuh dan kebutuhan yang tidak terpenuhi akhirnya sel-sel rusak."
"Terus terang saja, semenjak aku berpisah dengan Nathan aku tak pernah berhubungan dengan siapapun. Aku hanya berharap itu semua dilakukan dengan kamu Jacky." Sherly terlihat menunduk.
Jacky bingung. Secara hukum Sherly dan Jacky sah-sah saja melakukan hubungan suami istri, karena mereka sudah sah. Tapi entahlah Jacky merasa ada yang mengganjal di hatinya setelah kehadiran Raisya.
Padahal ketika dulu semasa pacaran dengan Sherly, hubungan ini selalu dia impikan. Tapi mimpi itu lebur bersamaan Sherly dirampas oleh Nathan dan hamil Michel.
"Kalau kamu tidak mau ya sudahlah. Kamu boleh pulang. Aku masih ingin disini Jack." Sherly tak mau memaksanya.
"Baik. Kita cari hotel sekarang." Jacky tak mau Sherly bersedih. Khawatir akan menggangu kesehatannya.
Jacky dan Sherly pun berdiri dan meninggalkan Cafe mencari hotel sekitar pantai.
Ada hotel internasional yang tak jauh dari pantai Ancol yang mempunyai view langsung ke laut. Keduanya pun lantas memesan kamar yang cocok dengan keinginan Sherly.
Satu kamar mewah yang sudah dilengkapi kolam renang dan langsung view ke arah laut. Sungguh seperti surga dunia.
Keduanya masuk ke dalam kamar yang sudah di sewanya. Sherly nampak sekali bahagia. Dia langsung melangkah ke arah kolam renang.
"Wah.. pemandangannya enak sekali disini. Anginnya cukup segar. Dari kolam ini kita bisa melihat laut lepas." Ucap Sherly sambil membentangkan tangannya membiarkan tubuhnya diterpa angin.
Jacky yang berdiri di belakang Sherly merasakan hal yang sama.
"Indah." Hanya kata itu yang mampu diucapkannya.
"Aku mau berenang Jack. Sudah lama aku tidak berenang. Sepertinya enak kalau kita berenang di sini. Cuacanya pun mendukung." Sherly tanpa malu langsung melepaskan pakaiannya dan sekarang hanya memakai bikini yang warnanya sangat menggoda iman laki-laki, termasuk. Jacky.
Jacky menelan salivanya begitu meluhat kemolekan tubuh Sherly. Selain dia rajin merawat tubuh, dia pun seorang mantan model yang mempunyai badan ideal.
Byurrr..
Sherly pun menceburkan diri di kolam itu.
__ADS_1