Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Menumpang hidup


__ADS_3

Sarah hanya merenung di kamarnya sendirian. Tiga tahun berumah tangga dengan Adam dan serumah dengan mertua itu bukan tantangan mudah. Apalagi ibunya Adam selalu menyindirnya dengan sebutan 'wanita menumpang hidup' Itu membuat Sarah selama ini tertekan.


Padahal keinginannya Sarah hanya biasa-biasa. Ingin hidup mandiri tidak serumah dengan mertua walau rumah itu hanya sederhana.


Tapi Adam tipe anak penurut mau saja disuruh ibunya untuk tinggal bersama. Alasannya karena rumah ini terlalu besar kalau dihuni tiga orang saja.


Belum ayahnya Adam yang selalu mempengaruhi Adam untuk melepaskan Sarah jika lama tidak punya anak. Padahal sejak awal pernikahan Adam lah yang mengusulkan untuk menunda mempunyai anak dengan alasan ingin saling mengenal masing-masing lebih jauh.


Awal perkenalannya dengan Adam itu terjadi semasa Sarah dinas praktek di rumah sakit dimana Adam sedang dirawat. Pertemuan itulah yang membuat hati Adam dan Sarah mulai tumbuh. Dan tidak lama dari perkenalannya, Adam memutuskan untuk menikahi Sarah.


Sarah yang hidup selama ini dengan ibu tirinya, tentu ini adalah kesempatan untuk dirinya lepas dari kungkungan keluarganya yang broken home.


Ayah Sarah memilih bercerai dan menikah kembali dengan anak pemilik rumah sakit dimana Sarah waktu itu pernah kerja praktek.


Sarah mengikuti ayahnya sejak usia 7tahun. Kehidupannya tidak mudah untuk dijalankan. Banyak cobaan demi cobaan yang Sarah hadapi selama ini karena mempunyai ibu tiri. Makanya ketika ada kesempatan untuk melepaskan diri, Sarah langsung menerima lamaran Adam.


Ya ibarat keluar dari mulut singa masuk kandang beruang. Sarah perlu banyak beradaptasi dengan keluarga Adam yang kaya raya dan punya status sosial tinggi. Banyak hal-hal yang selama ini Sarah sembunyikan dan mencoba bertahan di rumah besar ini.


Kini sepertinya Sarah hilang pegangan. Setelah melihat foto-foto kemesraan Adam dengan Marry yang telah dikirimkan seseorang melalui handphone. Itu membuat hati Sarah sakit, bahkan untuk menangis pun Sarah tak bisa.


Semenjak melihat jejak lipstik di jas Adam, Sarah memutuskan dengan membuka alat kontrasepsinya. Berharap Adam akan senang dengan berita itu.


Tapi tidak sesuai dengan dugaannya. Ketika Sarah memberitahukan kabar itu malah Sarah sendiri yang melihat jejak lain di tubuh suaminya yang jelas terlihat dari kamera handphone bermerk suaminya. Itu membuat Sarah runtuh harapan. Pantesan saja malam itu Adam memilih berganti baju di kamar mandi ketimbang seperti biasa di kamar tidurnya.


Sarah hanya bisa menatap foto-foto itu tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Apakah ini akibat keegoisan aku sendiri pada Adam? Ah apa yang harus kulakukan jika keadaannya sudah begini? Seorang laki-laki jika sudah berselingkuh ibarat seseorang yang selalu haus. Dia akan ketagihan terus menerus tanpa bisa dicegah oleh apapun kecuali dia sendiri. Lalu bagaimana dengan Adam? Apakah dia akan seperti itu? yanga akan rela meninggalkan istrinya demi meraup nikmatnya berselingkuh?

__ADS_1


Sarah mengetikkan sesuatu.


"Mas Adam aku doakan semoga bisnisnya lancar ya! Jangan lupa jaga diri baik-baik selama di sana! Semoga Tuhan selalu menjaga mas Adam dimana pun berada dan kembali ke rumah dengan keadaan baik-baik saja. Aamiin."


Pesan itu segera terkirim dan terlihat centang dua yang belum terbaca.


Sarah hanya bisa berdoa saat ini. Hal Itu yang membuat hatinya sedikit tenang. Sarah pun tertidur dalam keadaan memeluk guling kesepian bercampur sakit hati.


Untuk sementara ini dia harus memperhatikan dirinya sendiri karena besok pagi harus pergi bekerja seperti biasa. Waktu bekerja adalah saat dimana pikiran Sarah terbebas dari beban masalah. Itu yang membuat Sarah senang bekerja selama ini. Dia bisa bernafas lega, bisa tertawa dan bertemu banyak orang.


Sementara Adam dengan sejumlah rencananya di Singapura sudah dapat memenangkan tender untuk pemakaian produk perusahaannya berkat bantuan Marry. Adam terlihat senang dan begitu pun Marry sangat bahagia bisa kembali menjalin hubungan asmara terlarangnya dengan Adam


Adam hilang kendali dan terbuai dengan kenikmatan sesat. Dia seakan melupakan statusnya sebagai seorang suami dan mempunyai istri di rumah. Tiap malam dihabiskan dengan pergulatan panas dengan Marry yang selalu saja datang menggodanya.


"Aku akan kembali besok Mer. Aku harap hubungan kita cukup disini! Aku tak mau rumah tangga aku berantakan gara-gara aku menjalin hubungan denganmu." Ucap. Adam di malam terakhirnya di Singapura.


"Sebaiknya kamu menikah Marry! Ini tak baik untukmu. Kamu butuh seseorang untuk menemanimu sampai tua. Dan mempunyai keluarga yang sempurna. Kamu kurang apa coba? Banyak laki-laki yang menyukaimu pastinya. Jangan memilih hidup seperti ini. Ini bahaya Mer!" Ucap Adam yang ingin mengakhiri hubungannya dengan Marry.


"Aku sudah coba Dam. Tapi tak ada laki-laki yang sebaik dirimu. Istrimu pasti beruntung mendapatkan kamu. Sudah tampan, baik, kaya lagi." Marry langsung mendekati bibir Adam lalu menciumnya. Adam malah menyambut ciuman itu dengan hangat.


Seminggu sudah Raisya tinggal di rumah sakit. Hari ini adalah hari kepulangannya. Hendrik sudah siap mengantarkannya pulang. Sedangkan Ratna sudah mulai masuk kerja. Dan hari ini hari pertama Ratna bekerja setelah seminggu mengambil libur cuti.


"Ma kasih Kak Hendrik. Aku jadi merepotkan kak Hendrik." Raisya berbicara pada Hendrik yang telah setia menunggunya selama di rumah sakit. Dia juga yang telah membayarkan biaya pengobatan Raisya selama seminggu.


"Sama-sama. Selepas terapi kamu mesti ikut latihan beladiri Raisya! Kamu mesti bisa menjaga diri kamu sendiri jangan sampai lemah!" Hendrik menyarankan Raisya untuk mengikuti latihan beladiri.


"Iya kak. Raisya usahakan." Raisya mengiyakan saran Hendrik.

__ADS_1


Hendrik mengantarkan Raisya sampai kostan nya. Lalu pergi pulang menuju rumahnya.


"Ah.. bahagianya sampai di kasur ini lagi!" Gumam Raisya yang sudah lima tahun menghuni kostan ini tanpa berpindah-pindah.


Kring


Kring


Kring


Suara handphone Raisya menyala. Setelah kehilangan handphonenya Raisya diberi hadiah oleh Adam sebuah handphone baru dengan merk tak kalah canggihnya dengan pemberian Jacky.


"Ya halo." Raisya mengangkat telepon.


"Sya kamu sudah sampai kostan?" Ratna menanyakan keberadaannya dari seberang sana.


"Iya."


"Gue sudah di depan Sya! Kamu keluar deh! Kita jalan bareng makan. Itung -itung syukuran." ucap Ratna.


"Oke." Raisya langsung keluar dan melihat Ratna. Mobilnya sudah terparkir di depan kostan.


"Gue udah sewa restoran buat elu spesial!" Ucap Ratna sambil tersenyum.


"Woow ma kasih!" Ucap Raisya senang mendengar traktiran Ratna.


Mereka berdua lalu pergi dengan hati beebinga-bunga, bahagia.

__ADS_1


__ADS_2