Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Ada apa denganku?


__ADS_3

Raisya membaringkan diri di kasur merasakan malam ini begitu melelahkan. bukan hanya tubuhnya yang sangat lelah tapi jiwanya kini melemah. Kini yang bisa dia lakukan hanya mencoba mengistirahatkan tubuhnya untuk kembali mengisi energi agar bisa bekerja kembali di esok pagi.


Raisya tidur miring saling berhadapan dengan Michel. Wajah bule dengan mata biru itu sangat indah dipandang mata sangat menenangkan hatinya juga menentramkan jiwanya yang sedang lemah. Sejenak Raisya seolah melupakan perbuatan Nathan. Kini wajah cantik nan polos itu sedang menatapnya dengan sendu.


"Tante sakit?" Tangan munggil yang menggemaskan mulai menyentuh pipi Raisya dengan halus. Meraba-raba setiap inci nya merasakan rasa yang disentuhnya seperti bayi yang sedang menatap ibunya dan bersentuhan untuk menghafal sosok yang begitu dikaguminya. Dia seolah ingin tahu banyak tentang orang yang sekarang ada di depannya.


"Tidak. Tante cuman lelah Michel." Raisya berkata lirih berbalik mengusap pipi gembul Michel dengan penuh kasih.


"Tante.. aku senang tante bisa tidur dengan Michel." Bibir merah merona yang lucu tiba-tiba mengakui apa yang sedang berkecamuk dalam hatinya saat ini. Ketulusannya terlihat jelas terpancar dari wajahnya yang polos dan masih bersih dari dosa.


Raisya menarik badan Michel lalu mendekapnya erat seperti bayi. Lalu tanpa Raisya sadari insting keibuannya tumbuh begitu saja mencium kening Michel layaknya anak sendiri.


"Kita bobo ya! Biar tante bisa bekerja besok hari." Raisya memejamkan matanya. Michel mendongak melihat wajah Raisya lalu menyelusup ke dalam dada perempuan yang yang sedang mendekapnya. Sejak lahir anak itu baru merasakan kehangatan seperti ini. Rasa yang damai ketika berada dalam dekapan kasih sayang. Keduanya tertidur dengan damai saling bertukar energi dan merasakan kehangatan jiwa yang tenang.


Di lain tempat Nathan malah gelisah. Setelah dia berbaring rasa kantuk bukannya hinggap malah menguap.


Terlihat dia sudah membolak-balikan bantalnya beberapa kali tapi terasa tak nyaman untuk ditiduri.

__ADS_1


*Kira-kira mereka sudah tidur apa belum ya? Aku penasaran sama Michel, apa dia senang aku bawakan dia kesini? Ha ha ha dasar wanita bodoh.. Kamu kira aku akan tidur denganmu?Hanya ibunya Michel yang bisa membuat aku meniduri nya. Tubuh kamu tak ada apa-apanya dibandingkan dia. Aku hanya butuh kamu untuk jadi teman Michel bukan teman ranjangku. Dasar bodoh..sebegitu takutnya aku menyiksanya kembali. Aku tak akan menyakiti kamu, Raisya kalau bukan kamu anakku tercinta terluka. Sedikit saja dia tergores maka akan ku buat juga kamu tergores..


Sebenarnya apa dia juga menyukai Jacky? Kenapa waktu itu dia harus meneteskan air mata? Hah dasar komodo... sudah berciuman saja masih saja mau Raisya. Kalau kamu benar mencintai keduanya. Maka aku akan mengambil keduanya. Akan ku buat kau tak memiliki dan menyesal seumur hidupmu. Itu balasan buat kamu Nancy atas perbuatan mu pada ibuku. Kamu harus melihat anakmu menderita seumur hidupnya*.


Nathan mengusap rambutnya setelah pikiran-pikiran tadi berputar-putat di otaknya. Merasa bingung harus memejamkan mata tapi rasa kantuk seolah dicabut memaksa dirinya untuk terus membuka mata. Dia bangkit dari pembaringannya. Biasanya kalau sedang gelisah dia memilih tidur dengan Michel. Entahlah anak itu seperti candu buat Nathan jika sedang merasa gelisah. Kalau tidak mendekapnya semalam saja seperti ada rasa hambar dalam hidupnya. Makanya dia sengaja menempatkan Michel dalam ranjang besar agar ranjang itu bisa muat dengan orang dewasa.


"Tapi bagaimana sekarang? Apakah dirinya harus tidur di sana juga?" Dia bergumam dalam hati.


"Sial! Bisa-bisa aku tak bisa tidur sampai pagi kalau begini!" Dia berkata sendiri lalu turun dari atas ranjangnya memakai sendal bulu rumahan. Dia berjalan membuka pintu kamar. Terlihat gelap seluruh ruangan kecuali ada beberapa lampu temaram yang dipasang di sudut dinding agar memudahkan pencahayaan di ruangan yang luas tak terlalu gelap gulita.


Nathan menuruni anak tangga dengan perlahan. Ada rasa ragu dan tuntutan yang harus dia lakukan. Kalau tidak bisa tidur bagaimana dia bekerja di esok hari.


Akhirnya kakinya sampai juga di tepian kasur sebelah kiri dimana posisi Michel membelakangi. Perlahan Nathan naik ke atas ranjang Michel. Masih ada ruang yang luas di atas ranjang Michel walau sudah dihuni oleh pendatang baru, Raisya.


Lalu Nathan perlahan membaringkan tubuhnya meniru dua orang yang ada disampingnya. Dia tidur dengan posisi miring. Netranya memandangi anak yang sedang memunggunginya dan melihat jelas wanita yang sedang mendekap anak itu.


"Hhmm.. kali pertama aku tidur dengan seorang wanita. Ah ternyata begini ya rasanya... kenapa. selama ini aku tak bisa tidur bersama Sherly agar bisa menikmati wajahnya seperti dia." Lagi-lagi Nathan hanya memikirkan Sherly walau yang ada di depannya adalah Raisya. Perlahan tangannya yang kekar seperti mencari obat kantuknya dia melingkarkan tangannya ke pinggang Michel. Karena Michel sedang di dekap Raisya otomatis tangan Nathan yang panjang tak bisa leluasa memeluk Michel.

__ADS_1


Dia bingung sendiri. Sebenarnya satu tangannya mampu mendekap dua wanita beda umur yang sedang ada di depannya.


"Ah masa bodo!" Dia bergumam sendiri lalu melintangkan tangannya memaksa menyentuh sampai ke pinggang Raisya.


Ada rasa yang berbeda yang Nathan rasakan. Biasa mendekap Michel kini dirinya malah bisa menyentuh wanita dewasa yang mempunyai medan magnet yang berbeda. Sesuatu yang menuntut medan magnet itu saling menarik.


Raisya yang sedang tidur terlelap seolah dibawa mimpi ketika tangan Nathan menyentuh pinggangnya. Dia merasa sama sekali tidak terganggu.


Sekarang bukan hanya mata Nathan yang tidak bisa tidur, malah jantungnya berdegub kencang


"Hah.. apa yang terjadi dengan diriku? Kenapa jantungku berdebar-debat begini?" Nathan seperti kebingungan akan perubahan yang merasuki dirinya. Walaupun sudah memiliki Michel tapi selama ini Nathan belum pernah pengalaman dekat dengan wanita apalagi sedekat ini.


Dulu dia hanya bisa menatap jauh Sherly tanpa bisa mendekatinya. Nathan terpaksa berbuat kasar karena cintanya tak disambut Sherly. Sherly hanya mencintai Jacky seorang tanpa bisa membagi rasa sukanya pada Nathan. Apalagi hubungan mereka adalah saudara.


Hal itu memaksa Nathan yang mempunyai gangguan emosional dan didasari dendam pada Nancy membuat Nathan nekad menggagahi Sherly dengan kasar. Tak ada sama sekali ciuman atau sentuhan lembut yang dilakukan Nathan pada waktu itu.


Ah... hareudang...

__ADS_1


nah teman-teman reader's ada novel teman aku nih.. mampir ya... isinya bagus...Jangan lupa kasih like dan dukungannya untuk setiap bab. oke reader's tercintahhnn🥰😍😘



__ADS_2