Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Keyakinan


__ADS_3

"Rat... Wan... pada kemana tuh orang?" Seseorang laki-laki tampan yang masih lengkap dengan kacamatanya hitamnya sudah bolak-balik menggedor pintu rumah Ratna sejak 15 menit yang lalu.


Karena kesal dia duduk di kursi halaman depan rumah Ratna sambil memainkan layar handphonenya. Nomor Irwan maupun Ratna. sudah tidak aktif lagi. Sudah beberapa tahun sejak membuka usaha, sepasang suami-istri itu. sepakat mengganti nomor handphonenya ke nomor baru karena sudah tidak sesuai dengan android yang dipakainya.


"Ishhh.. ga aktif lagi." Laki-laki itu mendengus kesal. Padahal jauh dari negeri gingseng yang pertama ditujunya adalah rumah Ratna dan Irwan.


Karena lelah dia menselonjorkan kakinya sambil memejamkan mata. Tidak terasa dia malah nyaman ketiduran di kursi tunggu depan halaman rumah Ratna. Beberapa hari ini memang rumah Ratna memang kosong. Art juga sikembar untuk sementara tidur di rumah ibunya. Karena Ratna dan Irwan sibuk mengurus bisnis dan bergiliran berjaga di rumah sakit.


Tid...


Suara klakson itu mengagetkan tidurnya. Seketika jantungnya seperti melompat. "Ya ampun.. brengsek banget tuh klakson bikin gue jantungan. Awas ya Wan gue cansel oleh-oleh elu." Suara laki-laki itu menggerutu dengan jantung masih dag dig olahraga.


"Beb.. itu kaya.. si Jacky ya?" Irwan sejak memasukkan mobilnya menyipitkan matanya memperhatikan detail siapa yang sedang berselonjor kaki tidak sopan di depan rumahnya.


"Mmm... kapan datang tuh bujang lapuk?" Ratna membuka safety belt.


"Eh.. tungu dulu! Sya.. ada Jacky. Kamu.. jangan bilang sudah bercerai dari Nathan! Takutnya gue.. Nathan bakal ngejar elu lagi. Kamu tahu? Jacky sudah lama bercerai dari Sherly." Ucap Ratna tidak buru-buru turun dari mobil.


Belum sempat menjawab, suara teriakannya mengambil fokus orang-orang yang sedanga ada di mobil.


"Woi.. turun kagak? Nih gue sudah nunggu dari tadi!" Jacky terlihat kesal.


"Eh bawel lu kagak ilang-ilang! Gue turun nih! Penasaran elu bawa oleh-oleh apa sampai gaduh orang sekomplek." Ratna segera turun dari kursi depan samping Irwan. Disusul Irwan yang memutar dulu ke pintu belakang membukakan pintu untuk Raisya dan mengambil alih Arsel dari pangkuan Raisya yang sudah dari tadi tidur dalam. mobil.


"Raisya?" Jacky langsung menatap perempuan yang baru saja turun dari bangku belakang. Dia membuka kaca matanya lalu menaruhnya di atas rambut bagian depan. Matanya seperti terkesima melihat Raisya. Dad dig dug suara jantungnya seolah berbunyi keras sampai-sampai Jacky mengusap dadanya karena masih tidak percaya orang yang sejak dulu dia sukai ada di depannya sambil membawa anak. Praduganya dia adalah anaknya Nathan.


"Hei.. jangan sawan! Mata dikondisikan woi!" Ratna langsung menegur Jacky yang sedang melongo melihat Raisya mendekatinya.

__ADS_1


"Eh.. iy iya. Apa kabar lu Rat? Wan?" Jacky sempet ngeblank sesaat melihat Raisya.


"Kami baik. Elu gimana kabarnya? Kok tetiba ada disini?" Irwan sambil menggendong Arsel menyapa Jacky.


"Iya.. gue kangen kalian." Ucap Jacky sambil matanya tak terlepas melihat Raisya.


"Mmm.. bukannya kangen ayam geprek?" Ratna membuka kunci rumah untuk memudahkan Irwan membawa Arsel cepat masuk dan menidurkannya.


"Iya.. gitu deh." Jacky menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ayo masuk!" Irwan mengajak Jacky terlebih dahulu lalu diikuti Raisya dan Ratna.


"Sya.. apa kabar?" Jacky dengan malu-malu menyapa Raisya. Ya dia sadar bahwa Raisya adalah istri dari kakaknya sendiri meski dalam hatinya belum ikhlas harus kehilangannya. Hatinya sedang menjerit, "Kapan kamu menjanda?"


"Baik Jack... maaf aku masuk dulu mau menidurkan anakku." Raisya seolah menemukan jalan untuk menghindari Jacky.


"Iy iya." Jacky menjawab sambil terbata. Matanya masih melekat pada tubuh Raisya sampai punggungnya tak terlihat lagi.


"Sya.. saya mohon. Kamu sebaiknya tidak turun. Aku khawatir Jacky banyak bertanya-tanya. Biar aku dan Ratna yang akan menangani Jacky. Aku yakin dia pasti akan penasaran akan keberadaan kamu disini." Irwan memberikan arahan pada Raisya demi kebaikannya.


"Iya. Aku tidak akan turun sebelum kalian memanggilku." Raisya bersyukur mempunyai sahabat sebaik mereka yang selalu membantunya dan mengatasi kesulitannya selama ini.


"Aku turun dulu." Pamit Irwan pada Raisya untuk menemani Ratna mengobrol bersama Jacky. Dia yakin kedatangannya akan mendatangkan masalah buat Raisya kalau tidak diatasi.


Irwan menemui Jacky di ruang makan. Kebiasaan mereka memang lebih senang mengobrol di ruang ini. Selain bisa lebih akrab, mereka bebas sambil makam-makan.


"Sudah lama menunggu Jack?" Ucap Irwan sambil menyesap teh. Ratna sibuk membuat makanan yang lebih cepat matang, spageti dan ayam tepung.

__ADS_1


"Gue sampai ketiduran tuh di kursi. Kalian darimana sih?" Jacky penasaran dengan kepergian Ratna dan Irwan. Dia asik sambil menyesap kopi dan sesekali mencicipi kue-kue kering dalam toples.


"Sudah seminggu kita giliran menunggu Arsel. Dia sakit." Jawab Irwan.


"Lah kamu Jacky ngapain dateng ke Indo?" Ratna agak curiga.


"Disuruh balik gantiin Nathan. Papih suruh gue balik ke Indo." Jacky belum tahu keadaan Nathan yang sebenarnya.


"Oh..elu gak nengok Nathan ke rumah sakit? Dia sedang kritis lho?" Jawab Ratna sambil menata meja karena spageti yang dibuatnya sudah beres. Tinggal ayam yang belum matang benar masih berada di penggorengan.


"Oh ya? Gue sih disuruh papih saja balik. Ga tahu kalau Nathan sakit. Emang dia sakit apa?" Jacky masih kalem mengaduk-ngaduk spageti.


"Mendingan elu jenguk dia. Baik buruknya kan dia kakak elu Jack. Biar elu tahu dia sakit apa. Mendingan elu baikan sama dia. Mau sampai kapan kalian pada gak akur?" Ratna panjang lebar menasehati Jacky.


"Iya. Entar gue ke sana. Gue juga belum nyampe rumah kok! Dari bandara langsung ke sini." Jawab Jacky mengunyah spageti dibarengi ayam tepung.


"Eh.. Raisya gak turun?" Jacky agak penasaran kenapa Raisya gak muncul di meja makan. Apakah dia segan?


Sampai sekarang Jacky belum tahu apa yang terjadi dengan Raisya. Selama ini dia hanya menduga-duga tentang kecurigaannya pada Raisya yang wajahnya drastis berubah. Dan rasa penasarannya belum terjawab sampai sekarang.


Dia berniat ingin mengetahui dari Ratna sekarang. Karena terakhir dia meninggalkan Indonesia dia belum sempat menanyakannya.


"Dia lagi tidur menemani Arsel." Jawab Irwan.


"Gue heran Rat. Kenapa elu bisa akrab dengan Raisya? Kan sobat elu udah tiada." Jacky memancing Ratna untuk bisa terus terang.


"Lah... emang gak boleh menjalin persahabatan dengan dia?" Ratna berkilah.

__ADS_1


"Tapi gue gak yakin Raisya istri Nathan, Raisya yang baru. Menurut gue dia masih Raisya yang dulu."


Jlebb


__ADS_2