Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Melepas perjaka


__ADS_3

Lelaki mana sih yang tidak tergoda dengan tubuh molek dan seksi? Apalagi ini adalah perempuan halal yang sudah dinikahi.


Jacky berkali-kali menelan salivanya menahan hasrat. Bahkan juniornya mendadak hidup melihat pemandangan yang disuguhi dengan gratis.


Jacky membalikkan badan tak mau meneruskan pemandangan indah yang jadi tontonan nya. Dia malah duduk di sofa dan merebahkan tubuhnya.


"Raisya.. dimana kamu? Kenapa aku jadi inget kamu Ra.. " Jacky bergumam lirih menyebut nama Raisya. Ada rasa sakit di dalam dadanya jika mengingat kejadian waktu itu. Raisya menghilang bah ditelan bumi, dan sepertinya Tuhan pun tak berkenan mempertemukannya.


Jacky membuka layar handphonenya dan melihat-lihat foto kebersamaan bersama Raisya ketika dirinya menikah. Masih tersimpan rapih dalam memori handphonenya foto-foto itu. Tapi tak satu pun yang berhasil dicetak menjadi foto asli. Ada rasa enggan di hati Jacky untuk mengenang hari bahagianya itu. Tapi di satu sisi dia begitu merindukan kehadiran Raisya di sisinya.


Tanpa terasa Jacky tertidur pulas di atas sofa. Handphonenya tergeletak begitu saja setelah tadi dia melihat-lihat foto kebersamaannya dengan Raisya.


Sherly yang merasa diabaikan, dia naik ke atas kolam mencari keberadaan Jacky.


"Ternyata dia malah tidur." Sherly merasa kesal. Dia hanya menikmati berenang sendirian. Maksud hati ingin menggoda Jacky, dia malah ditinggalkan tidur oleh Jacky.


Sherly menatap inten wajah Jacky yang sedang tidur dengan tenang. Perlahan di mendekati wajah Jacky lalu mengecup bibi Jacky yang sedang tertidur.


Sherly telah mencuri ciumannya. Karena merasa ada yang menyentuh bibir nya Jacky mengedipkan mata dan menggeliat dari tidurnya.


"Kamu..?" Jacky semu kaget melihat Sherly sudah ada dekat di wajahnya telah melepaskan ciumannya.


"Kenapa? Kaget?" Sherly tersenyum menggoda dengan tampilan seksi masih dengan bikinnya yang masih agak basah.

__ADS_1


Jacky bergerak lalu duduk di sofa. "Kalau berenangnya sudah, kamu segera berpakaian! Nanti masuk angin." Ucap Jacky membuang pandangan dari Sherly.


"Kamu tak mau ikut berenang Jack?" Sherly penasaran, kenapa Jacky begitu kuat menahan diri dari menyentuhnya.


"Aku cape. Mau tiduran saja! Lagian kamu ingin istirahat bukan?" Jacky berdiri dari sofa ingin melihat-lihat pemandangan.


"Eh apa ini?" Sherly tanpa sengaja menginjak handphonenya Jacky. Karena layarnya belum ditutup otomatis menyala sendiri karena sentuhan. Lalu memunculkan foto-foto yang tadi dilihat Jacky.


"Mmm... ternyata dia?" Lirih Sherly kini mengingat wajah yang tadi bertabrakan dengannya. Sherly penasaran dengan foto-foto itu dan melihat-lihat isi memori album Jacky.


Jacky menoleh ke belakang melihat Sherly sedang memegang handphonenya sambil mengusap-ngusap layar.


Jacky terhenyak kaget. Dia baru ingat tadi sebelum tertidur di sofa dia sedang melihat-lihat foto Raisya yang disimpannya di album memori handphonenya. Jacky segera melangkah cepat menghampiri Sherly.


"Eh.. kenapa kamu berani membuka handphone ku?" Jacky langsung merebutnya dari tangan Sherly lalu menutupnya dengan pasword.


"Sudahlah! Kamu jangan mikir-mikir macam-macam! Kamu kalau mau berenang aku temani!" Jacky langsung membuka bajunya dan menyisakan celana boxer nya untuk menemani Sherly berenang. Ada perasaan bersalah di wajah Jacky karena ketahuan telah melihat-lihat foto wanita yang nota bene adalah mantan istrinya, Raisya.


"Jacky.. apa kamu sangat mencintainya? Sampai kamu tak mau menyentuhnku?" Sherly langsung memeluk Jacky dari belakang.


Jacky memejamkan matanya, ada rasa sakit di dadanya. Bukan hanya dia rindu, tapi dia teramat menyesal telah menolak Raisya begitu saja karena cemburu buta. Malah kini dia menderita sendiri karena dipenjara oleh perasaan cinta yang tak bertepi.


Jacky memegang tangan Sherly yang melingkar di pinggangnya. Kulit bersentuhan kulit membuat adrenalin Jacky seperti dipacu. Detak jantungnya seperti memompa lebih cepat dari biasanya ketika kedua tubuh polos itu saling bersentuhan.

__ADS_1


Jacky menarik tubuh Sherly jadi berhadapan dengannya. Netranya menatap Sherly dengan inten. Begitupun Sherly yang ditatap seperti merasakan ada panah yang masuk melalui matanya.


"Kamu ingin tahu keberadaan mantan istri kamu?" Tanya Sherly pada Jacky.


Deg


Jantung Jacky serasa berhenti. Kenapa bisa Sherly menanyakan hal itu? Jangan-jangan memang dia terlibat dengan hilangnya Raisya? Kecurigaan Jacky muncul begitu saja. Karena dia tahu Sherly berani nekad.


Jacky segera meleraikan pelukannya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu mengulang kesalahan kamu seperti waktu itu?" Jacky menatap tajam ke arah Sherly dengan tatapan penuh curiga.


"Tidak. Aku berani bersumpah bahwa aku tidak melakukan apapun. Apalagi sebentar lagi aku akan mati. Aku tak mau berbuat dosa lagi. Aku hanya ingin kamu mencintaiku dan benar-benar menyayangiku di waktu sisa ini. Jika kamu sanggup memberinya aku akan mengatakan dia ada dimana." Sherly menatap Jacky serius. Dia sunguh-sungguh ingin membuat Jacky mencintainya dan menyayanginya seperti dulu. Di sisa waktunya yang sedikit, dia ingin bahagia dan mempunyai keluarga seperti layaknya yang lainnya.


Jacky melihat netra Sherly, apakah dia berkata jujur atau tidak. Tapi tak ada sedikit pun kebohongan dimatanya.


"Baiklah aku akan melakukan apa yang kau inginkan. Asal kamu memberitahu dimana dia berada." Jacky membuat kesepakatan dengan Sherly. Dia tahu kemungkinan menemukan Raisya memang sulit. Tapi mempercayai Sherly waktu sekarang tidaklah salah. Dia memberi kesempatan pada Sherly untuk menerima dia seperti layaknya seorang istri.


"Baik. Coba buktikan dulu! Aku baru mau mengatakan dimana dia berada. Dan setelah mengatakannya kamu berjanji tidak akan meninggalkan aku demi dia." Sherly tak ingin Jacky pergi dari sisinya. Dari dulu sampai sekarang Sherly tetap mencintai Jacky.


"Baik. Hhmmp... Jacky langsung mema**** bibir Sherly penuh gelora. Dia mencoba melepaskan beban yang selama ini bergelayut dalam kepalanya. Dia berusaha menerima Sherly dan menunaikan kewajiban nya seperti seorang suami.


Sherly membalas setiap sentuhan yang diberikan Jacky, meski hatinya terasa sakit. Ya.. Jacky baru mau melakukan hubungan suami istri setelah dia berjanji akan mengatakan dimana mantan istrinya berada.

__ADS_1


Meski begitu Sherly gak mau kehilangan kesempatan ini. Dia akan menikmati setiap apa yang diberikan Jacky saat ini.


Akhirnya pergulatan panas pun terjadi sampai ke atas kasur. Keduanya saling memicu adrenalin nya masing-masing. Bagi Jacky ini adalah pengalaman pertama menyentuh perempuan sampai pelepasan. Ada rasa nikmat yang tiada tara yang dirasakan Jacky ketika melepaskan perjakanya. Begitu pun dengan Sherly dia sangat bahagia. Waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Satu selimut dan satu rasa dengan orang yang dicintainya dalam ikatan sah dan halal. Kini dia tak mau melepaskan begitu saja kesempatan berharga ini. Semua begitu nikmat dan bahagia jika kita mau bersyukur.


__ADS_2