Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Briefing calon manten


__ADS_3

"Apakah kamu merasa tak nyaman Ra?" Tanya Jason.


"Ya.. sedikit." Jawab Raisya sambil tersenyum tipis.


"Aku harap kamu sabar ya! Mungkin ujian. Aku juga tidak menyangka kalau ayahku kenal dengan keluarga Alberto. Ternyata mereka relasi bisnis." Jason menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tak apa. Oh iya Jason.. bolehkah aku meminta permintaan?" Tanya Raisya sambil menoleh ke arah Jason.


"Ya.. ada apa?" Jason melihat Raisya serius.


"Aku... ingin pulang dulu ke Jakarta. Rencana kamu bagaimana?" Tanya Raisya yang berencana akan memberitahu keluarga juga Ratna akan rencana pernikahannya.


"Aku.. sih disuruh ayahku untuk tinggal disini dulu. Tapi.. sepertinya aku tak bisa mengikuti keinginan ayahku. Aku kurang nyaman jika harus tinggal di rumah ini sampai nanti pemberangkatan. Aku akan mengantarkan mu terlebih dahulu dan kita akan sama-sama pergi ke Amerika secepatnya untuk menyiapkan acara." Jason tak ingin Raisya pergi sendirian apalagi menjelang pernikahan.


"Baiklah terserah baiknya saja." Raisya tak bisa menolak keinginan Jason untuk rencananya.


Keduanya pun masuk ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh agar besok bisa kembali ke Jakarta dengan badan segar.


Berbeda dengan sepasang suami istri yang sedari tadi seperti perang dingin. Setelah pertemuannya dengan Jason yang membawa calon istrinya sepasang suami istri ini malah dilanda galau. Entah apa yang sedang dirasakan keduanya. Begitupun sekarang keduanya gelisah di atas kasur yang sama. Yang satu sedang memikirkan ketidak ikhlasannya melihat sang mantan mengakhiri masa lajangnya. Yang satu malah merasa istrinya tidak setia.


"Kenapa? Kamu belum bisa tidur?" Tanya sang suami melihat sang istri gelisah terus membolak-balikan bantal.


"Kamu sendiri?" Sang istri malah balik bertanya.


"Sejak kedatangan Jason, aku lihat kamu kaya galau. Memangnya kamu masih berharap?" Tanya sang suami ingin menguji perasaan istrinya.

__ADS_1


"Galau? Jangan asal tuduh. Aku biasa saja." Sang istri sedang berbohong akan hati nuraninya. Padahal jauh dalam lubuk hatinya dia berharap besar pada Jason.


"Hhh... jangan harap Jason mau menerima kamu kembali. Aku lihat mereka saling mencintai." Ucap sang suami tak mau sang istri berharap banyak pada mantan kekasihnya yang sekarang mau melepaskan masa lajangnya.


"Jangan ngawur kamu! Jangan-jangan kamu takut tersaingi oleh adikmu sendiri." Jawab sang istri tak mau kalah.


"Ah.. sudahlah.. ngomong sama kamu takkan ada habisnya." Recky langsung menarik selimut dan memunggungi istrinya. Tak dipungkiri Recky agak khawatir jika suatu saat Jason dikaruniai keturunan. Maka seluruh warisan ayahnya akan jatuh ke tangan Jason. Dia tahu bahwa dirinya mandul dan tak bisa memberi keturunan sebagai ahli waris yang sah.


Pernikahan keduanya memang sudah lama hambar. Apalagi sejak diketahui Recky tidak bisa memberikan keturunan. Sang istri merasa menyesal telah memilih Recky daripada Jason. Dulu ketika dirinya berselingkuh dengan Recky tak sedikitpun dia menyangka kalau Recky mempunyai gangguan. Yang terbersit dalam dirinya waktu itu hanyalah harta dan kesenangan. Tapi nyatanya harta dan kesenangan tidak membuatnya bahagia.


Keesokan harinya Jason dan Raisya pamit untuk pergi ke Jakarta. Ayahnya Jason terlihat kecewa melihat putra kesayangannya tak mau tinggal berlama-lama di Singapura. Tapi apa boleh buat, toh mereka adalah orang dewasa yang sudah bisa menentukan kemauan mereka sendiri.


"Baiklah.. Hati-hati di jalan. Sampai bertemu nanti di Amerika." Ucap ayahnya Jason sambil berpelukan.


*********


Di kantor, Jacky terlihat seharian penuh ini hanya melamun. Banyak pekerjaan yang terbengkalai sehingga Reza dibuat kerepotan.


Setelah menerima kabar bahwa Raisya akan menikah, Jacky nampak tidak bergairah. Semua energinya seolah menguap tanpa tahu kemana. Sedangkan angannya masih berharap Raisya bisa menjadi miliknya suatu saat.


Cinta yang masih hadir dalam hati belum mampu hilang sampai saat ini. Meski Jacky sudah menikah, tapi hatinya masih terpaut pada Raisya.


"Ah... kenapa kamu Ra... kenapa dengan hatiku? Kamu sudah mengambil sebagian hati ku Ra.. " Jacky meracau sendiri sambil menghempaskan tubuhnya ke belakang kursi. Dia tidak mampu menahan gejolak yang masih bergelora dalam. hatinya. Dia tak rela jika Raisya harus menjadi milik laki-laki lain.


Di lain tempat Ratna dan Irwan sangat bahagia sekali mendengar Raisya akan menikah lagi. Keduanya kini saling berpelukan sambil tak henti-hentinya menahan jatuhnya air mata yang keluar dari kelopak matanya.

__ADS_1


"Kamu lihat... calon istrimu begitu mencintai istriku. Begitu pula sebaliknya. Istriku sangat mencintai Raisya. Mereka tak bisa terpisahkan jikalau kita tidak menikahinya." Irwan berbisik pada Jason.


"Iya. Aku salut dengan persahabatan mereka. Aku harap aku bisa membahagiakannya." Jawab Jason yang sedari memperhatikan kedua perempuan itu.


"Harus. Karena kalau tidak, kamu akan terancam oleh kami. Kami tidak akan segan-segan membuatmu menderita." Jawab Irwan sambil melipat tangannya di dada. Dia melayangkan ancaman pada Jason.


"Iya. Doakan saja. Aku ingin seperti kamu. Menjadi suami tumpuan istri dan dapat membahagiakan keluarga. Raisya banyak menceritakan kisah kalian padaku. Aku jadi penasaran ingin segera bertemu kalian. Dan sekarang aku tidak penasaran lagi setelah berjumpa dengan kalian berdua." Jason menoleh ke arah Irwan.


"Oh ya?" Ada perasaan bangga di hati Irwan. Dia mengusap-ngusap dagunya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis.


"Benar. Raisya sangat kagum pada kalian. Dia bercita-cita mempunyai keluarga bahagia seperti kalian." Jawab Jason menyampaikan keinginan Raisya waktu itu.


"Wah.. wah... seperti kamu harus belajar banyak dariku. Ayo.. kita bicara di ruang lain. Aku akan memberikan rahasiaku kalau begitu." Irwan merangkul bahu Jason dan membawanya ke ruangan yang berbeda agar pembicaraannya tidak dikuping oleh dua perempuan yang sedang menumpahkan rasa bahagianya.


Jason menurut mengikuti kemana langkah Irwan membawanya. Keduanya berbicara asik seputar dunia laki-laki. Irwan yang sudah berpengalaman dalam berumah tangga memberikan tips-tips rahasianya pada Jason. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak membahas obrolan para lelaki. dan sesekali mereka berbicara saling berbisik lalu keduanya saling menutup mulut dengan senyum malu-malu.


"Eh... kemana mereka?" Tanya Ratna baru menyadari dua orang laki-laki yang dari duduk bersama kini menghilang dari ruangan itu.


"Tau... mungkin Irwan membawanya ke tempat lain." Jawab Raisya mengedarkan pandangan mencari Jason juga Irwan.


"Aish... sepertinya. suamiku sedang mengadakan pelatihan dasar deh." Ratna berdiri ingin mencari keduanya.


"Eh... sudahlah. Kamu jangan mencarinya. Mungkin Irwan dan Jason ingin berbicara tanpa. kita. Biarkan saja!" Raisya tak mau mengganggu keduanya yang sedang asik mengobrol.


"Ihh... aku penasaran Sya.. Jason kan masih polos. Jangan-jangan Irwan sedang briefing yang engak-engak deh." Ratna mengerungkan alisnya.

__ADS_1


__ADS_2