Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Ketahuan


__ADS_3

"Sayang.. apa kabar? Bagaimana hari-harimu sekarang? Aku merindukanmu. Sayang lagi apa? Kapan kita bisa bertemu ya?" Tanpa bosan Adam selalu mengirimkan email kata-kata yang menanyakan kabar Sarah. Dan sampai saat ini pun emailnya tak pernah dibuka dan tak pernah berbalas.


Sejak ditinggalkan Sarah, Adam tak berani lagi berselingkuh. Bahkan untuk sekedar membalas pesan Marry pun dia tak mau. Dia ingin pernikahan dengan Sarah kembali seperti dulu. Ternyata dia lebih memilih Sarah daripada Marry.


Tiga tahun sudah Adam hidup sendiri tanpa kehadiran Sarah. Hari-hari nya hanya dihabiskan dengan bekerja dan bekerja agar pikirannya tidak terlalu bersedih.


Setiap malam. dia hanya bisa memandangi foto Sarah. Kerinduannya begitu dalam, Kalaulah ada kesempatan ingin sekali dia meminta maaf. Lebih menyakitkan memang ditinggalkan orang yang kita cintai, apalagi perpisahan tanpa pertengkaran, tanpa pamit tanpa bisa melihat untuk terakhir kalinya.


Adam didera kesepian, dia ingin bertemu dengan belahan hatinya. Dia menyesali segala perbuatannya, bahkan Adam seperti menghukum dirinya sendiri. Kalaulah Sarah tidak bisa kembali, maka seumur hidup dia tidak akan menikah lagi. Itu yang disematkan dalam hatinya untuk menebus dosa-dosanya.


Dalam setiap doa dia selalu memanjatkan doa keselamatan untuk Sarah. Semoga Tuhan selalu melindunginya dimana pun Sarah berada. Selalu dikelilingi orang baik dan menyayangi dirinya.


Tak lupa dia pun selalu mengirimkan sejumlah uang pada nomor rekening Sarah. Dia berharap di manapun Sarah berada, dia tak kekurangan apapun.


Kalau ada waktu senggang, Adam selalu mengunjungi ayahnya Sarah di Amerika untuk menanyakan kabar Sarah. Mungkin saja dia akan mengunjungi ayahnya selama di Amerika.Tapi sampai saat ini Sarah belum pernah sekali pun menghubungi ayahnya.


Adam sudah berusaha mencari keberadaan Sarah selama ini. Bahkan dia pun menyewa agen swasta untuk melacak keberadaannya, tapi nihil. Entahlah dimana Sarah menyembunyikan dirinya. Bahkan Di media sosial pun Sarah tak pernah aktif.


Sampai hari ini Adam masih berharap suatu hari dia akan mendapatkan keajaiban. Dan keajaiban yang ditunggu pun datang. Ketika Jacky mengabarkan pertemuan Ratna dengan Sarah. Ditambah Nathan malah sampai bisa makan bersama Sarah. Itu membuat Adam kembali bersemangat. Hatinya berbunga-bunga, seolah gairah hidupnya kembali hadir dalam jiwa Adam.


Tak menunggu lama. Adam mendatangi apartemen yang ditunjukkan oleh Nathan. Adam sengaja mampir ke toko bunga, rasanya seperti dia akan melamar Sarah pertama kali. Padahal dulu ketika melamarnya dia tidak senervous sekarang ini.


Di persimpangan jalan Adam juga membeli buah tangan, persiapan yang begitu matang telah disiapkannya berharap pertemuannya kali ini akan berkesan baik.


Bahkan untuk datang ke apartemen, dia menyempatkan datang ke salon dulu untuk menata penampilannya agar terkesan sempurna di mata Sarah. Ini kegilaan yang Adam lakukan pertama kali semenjak perpisahan dengan Sarah.


Dengan senyuman mengembang Adam menekan belt.


Ting tong


Ting tong


Detak jantungnya berirama lebih kencang, Adam merasa gugup.

__ADS_1


Dia mengulang menekan belt, rasanya sudah tak sabar untuk bertemu Sarah.


Ting tong


Ting tong


Adam menatap pintu, berharap pintu itu segera terbuka. Dan dia sudah siap dengan senyuman yang sudah dilatih sejak kemarin. Sungguh ini membuatnya frustasi. Lebih-lebih dari pertemuan awal dengan Sarah.


"Reza.. apakah ini betul apartemennya?" Adam menatap ragu pada Reza.


"Betul pak. Saya tidak salah." Jawab Reza pasti.


"Lalu kenapa pintunya tidak terbuka?" Adam malah menyalahkan Reza.


Mene ketehe pak Adam. Emangnya gue penjaga pintu apa?


"Maaf.. mungkin bu Sarah sedang keluar. Apakah pak Adam mau menunggu sebentar. Saya mau memeriksa ke bagian security. Mungkin saja mereka bisa dilihat dari CCTV parkir atau CCTV yang ada di sekitar sini pak." Ucap Reza menawarkan solusi.


"Cepatlah! Aku tunggu disini." Ucap Adam menyetujui ide Reza.


"Sarah.... " Mata Adam melebar menatap inten mantan istrinya yang berada dalam rekaman CCTV yang dikirimkan Reza.


"Ahhh... " Adam berteriak sambil menghempaskan bunga yang sudah dia beli ke lantai. Dia tak sanggup melihat Sarah pergi dengan menggeret tas travelnya juga tas selempang.


Reza yang menyaksikan dari kejauhan ikut merasakan pilu atas kesedihan yang dirasakan pria yang ada di depannya. Betapa tidak dia sudah menunggu tiga tahun lamanya untuk bisa bertemu, lalu dengan hati berbunga-bunga dia bersemangat datang ke apartemen ini dan kenyataannya mantan istrinya sudah pergi. Apartemen yang disewanya sudah diputus kontrak oleh Sarah.


Dilain tempat Sarah dan Raisya sedang berkumpul dengan ketiga adiknya, ibu juga ayah sambungnya di meja makan. Mereka sedang menikmati sayur lodeh dan ayam balado juga jengkol sambal hijau yang dicampur teri.


"Ayo tambah lagi Raisya.. mamah masak banyak kok! Itu kesukaan kamu semua." Ucap ibunya pada Raisya.


"Iya mah.. masakan mamah enak banget." Raisya mengacungkan jempol.


Ibunya Raisya tersenyum bahagia melihat Raisya bisa berkumpul lagi. Setelah tiga tahun ini ibunya Raisya sering sakit-sakitan memikirkan nasib Raisya yang sudah meninggal. Kini seolah penyakitnya sirna seiring datangnya Raisya kembali. Bukan hanya Raisya saja tapi anak sulungnya yang sudah lama berpisah pun kini dia ada bersama Raisya.

__ADS_1


Ting tong Assalamu'alaikum


Ting tong Assalamu'alaikum


Suara belt pintu otomatis terdengar berbunyi.


"Dek Alfi coba lihat siapa?" Ibunya Raisya menyuruh adiknya Alfi melihat tamu yang datang.


"Iya mah." Dia berdiri lalu berjalan ke ruang depan rumah.


"Mah.. kak Ratna sama kak Irwan.. " Alfi sambil terengah-engah menyampaikan berita pada ibunya.


"Raisya.. " Sarah menarik tangan Raisya yang sedang memegangi ayam. Lalu menyeretnya ke kamar terdekat.


"Ada apa kak?" Sontak Raisya terkaget dengan mulutnya yang masih penuh makanan dan di tangannya ada ayam ipin upin balado terlihat sangat lucu.


"Sstt.. jangan ribut. Ada Ratna di luar. Kamu diam disini!" Ucap Sarah sambil berbisik-bisik.


"Siapa Ratna kak?" Raisya menatap Sarah yang masih heran dengan sikapnya.


"Ssst.. kakak bilang jangan bicara!" Sarah mengingatkan Raisya.


"Kakak.. aku tak kuat... " Raisya malah berdiri lalu membuka pintu dia menghambur ke arah toilet.


Semua mata melihat ke arah Raisya yang berlari menuju toilet. Dia benar-benar mengejutkan semua orang.


"Mah.. itu... " Ratna melihat Raisya yang baru saja melewatinya.


"Mmhh... " Ibunya Raisya terlihat bingung. Mau menjelaskan takut salah.


Ih.. budak teh lain nyumput! Kalah ka Wc! Jadi kanyahoan.


(Ih anak tuh bukanya bersembunyi malah ke Wc! Jadi ketahuan)

__ADS_1


"Mah... bilang sama Ratna! Barusan siapa mah?" Mata Ratna nampak berkaca-kaca melihat Raisya.


__ADS_2