Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Persiapan lamaran


__ADS_3

"Mau melamar bunda kamu buat daddy kamu." Ucap tuan Robert sambil mengelus Michel.


"Beneran oppa?" Mata Michel terbelalak tak percaya.


"Iya bener dong! Masa iya bohong." Mata tuan Robert melihat ke arah Nathan. Terlihat wajah Nathan senang. Akhirnya permintaannya bisa dikabulkan.


"Michel.. ikut dong oppa... " Michel replek langsung memegang tangan tuan Robert dan mendongak sambil memelas.


"Iya.. tapi... " Tuan Robert sepertinya mengkhawatirkan Nathan yang ditinggalkan sendiri.


"Biar saya yang jaga disini tuan." Untung Reza peka sekali. Dia buru-buru menjawab.


"Kamu tidak apa-apa kalau ditinggalkan sendiri?" Tuan Robert meminta izin pada Nathan khawatirnya dia tidak nyaman.


Nathan menggelengkan kepala. Tanda dia tidak keberatan dengan rencana lamaran papahnya ke Bandung. Itu sudah mewakili keinginan terbesarnya sekarang ini. Hatinya sangat senang jika keinginannya bisa terwujud. Kembali membina keluarga bersama Raisya.


"Oke.. kira-kira bunda kamu suka apa?" Tuan Robert sepertinya antusias untuk membawakan barang untuk acara lamaran Raisya. Tanpa sadari dia sudah bertanya pada Michel.


"Mmm... oppa beneran nih mau belanja buat bunda?" Michel sekarang mengerutkan kening.


"Iya.. kamu mau belanja? Mau temanin omma? Katanya oma semangat tuh belanja buat acara lamaran." Tuan Robert sudah menyerahkan segala urusan perbelanjaan sama istrinya. Sejak kekacauan yang menimpa keluarganya, istrinya mulai sadar akan kesalahannya. Betapa tidak kacaunya, melihat kedua anak laki-lakinya menikah tapi berakhir dengan kegagalan. Pastinya dia ikut andil pula di dalam kekacauan itu. Semua itu tidak hanya karena dia egois, semata-mata karena dia pernah kecewa pada tuan Robert yang pernah berselingkuh.


'Mmm.. " Michel merasa bingung. Karena dia tidak terlalu dekat dengan neneknya, alias ibu tiri Nathan.


"Padahal tadi omma nyuruh oppa ngajak kamu lho? Katanya mau sambil beliin kamu juga. Biar nanti kita datang ke Bandung pake seragaman." Rupanya tuan Robert membaca raut wajah bingung Michel.

__ADS_1


"Mmm..." Michel melihat tuan Robert. Dia sedang mencari apakah yang dikatakannya benar atau sebaliknya.


"Mau kan?" Tuan Robert menatap balik ke arah Michel.


Michel mengangguk.


"Tapi habis belanja Michel mau kembali kesini oppa." Lirih Michel yang tak mau meninggalkan Nathan.


"Iya. Nanti kamu boleh kembali. Kalau kamu menemani omma, oppa antar kamu ke rumah sekarang." Ajak tuan Robert yang akan pulang ke rumah.


"Michel izin dulu sama daddy, ya opaa.." Michel lalu berjalan mendekati Nathan.


"Dad.. aku minta izin mau menemani omma belanja." Michel menatap wajah ayah ya yang lemah. Lalu menunggu beberapa saat. Apakah dia akan mengizinkan atau sebaliknya.


Nathan mengangguk.


Tuan Robert menggenggam tangan Michel dilihatnya tangan itu. Baru kali ini dia menggenggam erat cucunya. Ada rasa kasih yang tiba-tiba saja mengalir secara alami.


Keduanya pun berlalu dari hadapan Nathan. Mereka kembali ke rumah dan bertujuan untuk berbelanja untuk keperluan lamaran. Meski acaranya lamaran tuan Robert ingin acara ini spesial. Dia ingin menebus kesalahan yang dia lakukan. Selain itu dia bahagia akan kehadiran Arsel sebagai cucu laki-laki pertama yang dilahirkan dari Raisya.


Nathan yang ditemani Reza sedang menuliskan sesuatu di tabletnya entah apa yang ditulisnya.


Pov Nathan


Ada baiknya aku dipanggil ke Indonesia dan bertukar dengan Adam. Karena semenjak setahun yang lalu aku sudah sering mengalami sesak nafas. Aku tak bisa kerja terlalu lelah, badanku mudah sakit jika aku kecapean. Tapi aku tak berani memeriksakan diri ke dokter. Mungkin karena aku bosan berhubungan dengan yang namanya rumah sakit.

__ADS_1


Akibat aku tak maksimal bekerja, perusahaan yang sedang dipegang ku agak menurun penghasilannya. Oleh sebab itu papih memanggilku dan memilih memegang cabang Indonesia.


Setelah kedatanganku ke Indonesia hatiku sedikit lebih tenang. Selain dekat dengan papih aku juga berharap masih ingin bertemu dengan Raisya. Sejak penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa aku sedang jatuh cinta, semenjak itu pula aku ingin memperbaiki kesalahan pada Raisya. Meski aku tidak tahu apakah Raisya sudah menikah lagi atau belum.


Ya ketika aku jalan-jalan di mall dan mencari makan di area food court tak sengaja aku bertemu dengan Irwan sedang menggendong anak laki-laki yang berwajah bule. Tapi ada raut wajah kepanikan ketika aku bertanya pada Irwan tentang anak itu.


Sesampainya di basemen aku melihat keluarga Irwan. Dan yang membuat aku kaget ternyata disitu juga ada Raisya sedang menggendong anak bule tadi. Tentu saja itu membuat aku dan Michel bertanya-tanya. Apakah Raisya sudah menikah dan punya anak?


Awalnya aku ingin mengikuti mobil Irwan, tapi Michel malah mencegahku. Dia tak ingin ada keributan antara aku dan mereka.


Tak disangka ternyata Michel lebih dahulu mengetahui keberadaan Raisya. Aku mencurigai Michel mulai dari parfum yang dikenakan dan baju yang dipakainya. Parfum yang sama pernah aku kenali, juga baju itu yang sangat mencurigakan.


Awalnya aku ingin bertanya baik-baik pada Michel. Tapi anak itu malah diam dan malah berani membantahku. Aku tak terima sehingga tanganku lepas kendali menyemburkan air dalam gelas ke wajah Michel. Michel pergi dari hadapanku dan aku menyesal telah berbuat kasar seperti itu. Setelah kususul dia sudah pergi dengan menaiki ojeg online.


Aku lepas kontrol, lagi-lagi aku malah menyakiti Michel sampai anak itu kabur. Aku kelabakan mencari Michel dan akhirnya petunjuk pembelanjaan Michel menakdirkan aku kembali bertemu dengan Raisya.


Ketika pertama kali aku melihat Raisya tubuhku beraksi. Dadaku deg-deg an tidak karuan. Pesonanya malah lebih menarik ketimbang dulu. Entah karena sekarang dia lebih berisi atau memang aku sangat merindukan bertemu dengannya.


Aku kaget ketika ada anak laki-laki yang pernah bertemu di mall malah menyebutnya mama. Aku jadi penasaran sampai bertanya jauh pada Irwan. Meski aku tidak percaya seratus persen apa yang dikatakannya tapi apa boleh buat.


Aku dibantu Irwan mencari keberadaan Michel. Aku panik sampai aku abai dengan pekerjaanku. Buatku Michel adalah segala-galanya.


Akhirnya aku menemukan Michel di rumah pasangan tua yang tidak mempunyai anak. Sulit sekali untuk membujuk pasangan itu untuk mengembalikan Michel. Akhirnya karena Raisya, Michel bisa kembali.


Ya.. satu sisi aku tenang. Dan satu sisi aku sedih karena Michel memilih tinggal dengan Raisya

__ADS_1


Aku kesepian.


Aku sangat kaget begitu aku diberitahu Michel bahwa anak laki-laki yang bersama Raisya adalah anakku. Terlebih dia sekarang sakit dan berada di rumah sakit. Aku langsung menyusulnya dan ingin menemui Raisya juga anakku.


__ADS_2