
"Sayang... " Jacky meraba-raba kasur tapi Raisya tidak ada di sampingnya. Matanya mengedar mencari keberadaan istrinya di sekitar kamar, tapi tak ditemukan.
Mungkin dia lagi mandi?
Dia langsung bergeser dan mencari celana boxernya untuk menyusul Raisya ke kamar mandi. Setelah memakai celana dia mencari keberadaan Raisya. Ternyata benar, dia sedang berendam di dalam bathub.
Raisya yang sedang menikmati hangatnya air di dalam bathub dengan memejamkan matanya, tidak sadar Jacky telah masuk ke kamar mandi.
Jacky yang melihat istrinya sedang berendam, tentu tak ingin melewatkan kesempatan untuk kembali bermesraan. Diciumnya pucuk kepalanya lalu beralih ke kening dan langsung bergerak ke bibir.
Raisya yang merasakan sentuhan Jacky langsung berdesir tidak karuan. Jacky memanfaatkan moment indah ini dengan men***** lebih dalam bibir Raisya dan tangannya bergerak ke arah dua gunung kembar. Tanpa melepaskan pa***** Jacky langsung meremas bagian dada Raisya yang semakin membuat Raisya kenikmatan. Lantas Jacky naik ke dalam bathub menemani Raisya dan mereka pun menikmati acara berendam dengan berjuta kenikmatan dengan saling bersentuhan.
Setelah dirasa cukup berendam, mereka berdua berdiri untuk membilas badan di bawah kucuran shower. Dua insan yang sedang mereguk surga seolah tak ingin lepas untuk terus berduaan. Apalagi di dalam suasana berair, menambah gairah keduanya untuk saling melepaskan hasrat. Namun sayang sampai saat ini mereka berdua hanya melakukan pemuasan dengan cara lain, karena Raisya yang masih harus menunggu kepastian tentang status hamil atau tidaknya akibat pemer**** yang dilakukan Ferdy.
Meski begitu Jacky merasa puas, karena hasratnya ingin berduaan telah disalurkan dengan cara lain. Dia harus menunggu sabar sampai Raisya hilang trauma dan menunggu kejelasan keadaan Raisya saat ini.
"Jack.. sudah yuk..!" Raisya mengajak Jacky untuk menyudahi acara mandinya. Jacky masih asik mengendus leher dan bahu Raisya sambil meremas bagian dadanya.
"Sebentar lagi sayang... aku masih betah disini." Jacky masih kangen akan menikmati tubuh istrinya yang sudah sekian tahun ditahannya. Ya dia menikmati pacaran setelah menikah.
"Tapi aku kedinginan Jack.. " Protes Raisya yang sudah menggigil.
"Baiklah sayang.. Aku nanti bantu untuk menggosok badan kamu pakai minyak kayu putih." Jacky langsung mematikan shower dan mengambil handuk kimono mandi untuk di pakai Raisya dan juga dirinya.
"Sini sayang aku keringkan dulu rambutmu biar kering." Jacky mengajak Raisya duduk di atas wastafel dan menyalakan hairdryer untuk mengeringkan rambut Raisya yang lumayan panjang sampai sepinggang.
__ADS_1
"Sini aku gendong! Kamu jangan turun!" Ucap Jacky setelah mengeringkan rambut Raisya. Dia begitu ingin memanjakan Raisya saat ini, agar hari pengantinnya begitu berkesan di hati keduanya.
"Ah.. udah. Aku bisa turun sendiri kok!" Tolak Raisya yang masih malu-malu meski mereka sudah sepasang suami istri.
"Gak boleh gitu sayang... aku kangen banget sama kamu Ra.. aku sudah nahan-nahan lama ingin momen kaya gini. Lagian kita kan gak ngalamin pacaran, jadi kita pacarannya sekarang." Jacky langsung menyambar mulut Raisya yang sedang mengerucut. Baginya Raisya selalu menggoda untuk disentuh.
"Hhmmmp... " Jacky kembali me***Raisya lalu menggendongnya membawanya ke atas kasur. Ya maklum pengantin baru acaranya tak lebih dari kasur dan kasur. Begitupun Jacky dan Raisya. Padahal tadi dia berniat akan beres-beres, tapi begitu melihat Raisya nampak segar lupa sudah niatnya untuk mengemas barang-barang.
Jacky menidurkan Raisya di atas kasur dengan tidak melepaskan pagu*****nya.
"Hah... " Jacky melepaskan sejenak bibirnya dari Raisya setelah melihat Raisya agak kehilangan nafas.
"Kamu gimana katanya mau beres-beres?" Raisya melihat Wajah Jacky dari jarak sangat dekat. Kedua netra saling beradu pandang seolah ingin saling memindai satu sama lainnya.
"Kamu cantik sayang.. " Mata Jacky yang bergerak ke kiri dan ke kanan sedang mengagumi kecantikan alami istrinya yang sedang ditatapnya dengan penuh kasih.
Raisya pun mengagumi ketampanan suaminya. Karena baru kali ini dia bisa melihat wajah laki-laki sedekat ini dan sudah halal jika disentuhnya. Tangan Raisya perlahan meraba pipi Jacky sama-sama mengagumi keindahan Tuhan yang tercipta di wajah suaminya.
"Kamu bahagia Ra menikah denganku?" Tanya Jacky semakin mendekatkan wajahnya dan mengelus pipi istrinya halus.
Raisya hanya mengangguk. Dia bukan tipe perempuan berani mengungkapkan isi hatinya dengan berani. Jadi Jacky harus memancing-mancing agar Raisya bisa lebih ekspresif.
"Aku juga sangat bahagia Ra... akhirnya aku bisa menikah denganmu. Dan aku tidak lagi bermimpi sekarang. Makanya aku ingin terus dan terus menyentuhmu agar aku sadar aku tidak sedang bermimpi." Ucap Jacky lalu dia kembali melabuhkan bibirnya dengan lembut di bibir Raisya.
Raisya kembali menikmati sentuhan Jacky yang sangat lembut dan nyaman. Sedikit demi sedikit rasa takutnya akan disentuh berkurang. Jacky sangat pandai memperlakukan Raisya dengan lemah lembut. Sebagai seorang laki-laki dia termasuk berhati lembut. Karena tidak jarang seorang laki-laki jika berhasrat memperlakukan pasangannya dengan terburu-buru dan juga kasar. Berbeda dengan Jacky, dia tahu harus memperlakukan Raisya seperti bagaimana. Dia tak ingin buru-buru dan memaksanya untuk menunaikan dan haknya sebagai suami. Cukup pemanasan dan cicilan dahulu yang dia raih. Itu semakin membuat keduanya saling merindukan dan mendamba.
__ADS_1
Perlahan Jacky membuka selimut lalu dia mengambil botol minyak kayu putih dari tas khusus obat-obatan yang telah disiapkan Raisya.
"Aku pijat ya.. badan kamu agak anget-anget." Ucap Jacky yang merasa tubuh Raisya agak hangat dibandingkan dengan dirinya.
"Mmm." Raisya mengangguk patuh. Sejak bangun Raisya sudah merasakan tidak enak badan makanya dia berendam lebih dulu. Ditambah tadi dibawah guyuran shower terlalu lama membuat badannya sedikit menggigil demam.
Jacky menggosok badan Raisya mulai dari telapak kaki lalu mengurut ke atas dibarengi dengan minyak kayu putih. Ada rasa nyaman yang dirasakan Raisya begitu pijatan Jacky menyentuh badannya yang terasa ngilu.
"Gimana enakan sayang?" Tanya Jacky pada Raisya.
"Mmm.. " Jawab Raisya sambil memejamkan mata karena merasa seperti mengantuk.
Perlahan Jacky menarik tali kimono agar handuk yang dikenakan Raisya terlepas dan dia bisa menggosok badan Raisya secara leluasa.
"Jack.. kok dilepas?" Protes Raisya karena handuknya kini terlepas dari tubuhnya.
"Biar aku bisa menggosok badan kamu leluasa Raisya." Suara Jacky terdengar serak.
"Ah.. kamu mah modus.." Raisya yang mendengar suara Jacky serak menduga Jacky naik lagi hasratnya.
"Gak pa-pa modus sama istri sendiri. Kamu diam aja. Aku yang akan menservis kamu. Kamu cukup menikmati saja!" Ucap Jacky sambil meneruskan pijatannya.
"Aku malu.. tutupin pake selimut!"
"Gak usah malu!"
__ADS_1