Suami, Rupa Madu Mulut Racun

Suami, Rupa Madu Mulut Racun
Aib


__ADS_3

Bisa dibayangkan bagaimana rasa sedihnya Raisya saat ini. Kehamilan yang tak diinginkannya, juga talak yang begitu cepat datang dari suaminya yang kemarin sangat mencintainya.


Bahkan saat kemesraan itu datang Jacky berpesan untuk tidak meninggalkannya dan dia pun berjanji untuk tidak meninggalkannya.


Raisya yang merasa hancur, badannya melorot lemas di area parkir dengan penuh deraian air mata. Dia sesenggukan menangis tak menghiraukan beberapa pasang mata melirik aneh pada dirinya.


Derap langkah sepasang sepatu pentopel segera menghampiri Raisya. Dia merasa iba melihat Raisya duduk di jalanan beraspal panas dengan tangisan memilukan.


"Mbak.. berdiri yuk!" Ajak perempuan muda dengan rok span dibawa lutut menarik tangan Raisya ke atas.


Raisya menggelengkan kepalanya tidak mau menerima ajakan perempuan muda itu untuk berdiri.


"Mbak.. ini panas! Jangan biarkan tubuh mbak sakit! Yuk berdiri dulu! Nanti mbak boleh lanjut nangisnya." Ucap perempuan itu menarik kedua lengan Raisya dengan penuh tenaga.


Akhirnya Raisya luluh dan mengikuti langkah perempuan itu yang memapahnya ke dalam mobil.


"Saya antar mbak ke rumah ya!" Perempuan itu dengan baik memasangkan sabuk pengaman ke pinggang Raisya. Setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Mbak rumahnya dimana? Biar saya antar ke sana." Tanya Perempuan itu melirik sebentar lalu kembali melihat jalanan.


Raisya menyeka air matanya, bibirnya bergerak mengatakan sesuatu.


"Tolong antarkan saya ke alamat ini mbak!" Ucap Raisya memutuskan untuk pulang ke rumah mertuanya. Dia ingin bertemu dengan Jacky dan menjelaskan ke salah pahamannya.


"Baik. Saya akan antarkan mbak ke sana. Nama mbak siapa ya? Namaku Denis mbak." Perempuan itu dengan ramah memperkenalkan diri.


"Raisya." Jawab Raisya pelan.


"Wah.. nama yang cantik, sesuai dengan orangnya." Puji Denis dengan tulus.


Raisya hany diam tidak menanggapi apapun. matanya menatap kosong ke depan tanpa tahu apa yang sedang dilihatnya Dalam bayangan mata itu hanya terlihat kejadian yang begitu menyayat hatinya. Dimana Jacky menalak dirinya dan meninggalkan Raisya seorang diri di rumah sakit.


Sementara itu dengan membawa pikiran kacau, Jacky pulang ke mansion.


"Loh.. kok. sendiri?" Adam heran dengan kedatangan Jacky juga raut wajahnya yang kusut. Dia melihat ke belakang tapi tak ada bayangan Raisya di belakangnya.

__ADS_1


"Aku mau istirahat! Jangan ganggu aku dulu!" Ucap Jacky sambil melangkah melewati tubuh Adam.


Lho... kenapa. dengan Jacky? Bukannya mereka sedang di hotel?


Tak lama kemudian ada mobil berhenti di depan mansion. Nampak Raisya turun dari mobil asing.


"Raisya.. " Adam melihat mata Raisya yang sembab dan tangannya terlihat ada darah yang mengering.


"Aku mau bertemu Jacky mas." Ucap Raisya berdiri mematung di depan Adam.


"Ada apa dengan kalian? Ini rumahmu juga Raisya. Kamu bebas bertemu Jacky kapanpun, tak usah meminta izin dulu pada kami." Ucap Adam yang merasa heran terhadap perubahan sikap kedua orang yang sudah menjadi suami istri itu.


"Ada apa?" Tuan Robert keluar dari ruang kerjanya. Dia melihat Raisya yang tertunduk dengan pakaian yang agak kotor karena tadi dia duduk di jalanan.


"Gak tahu, mereka terlihat aneh." Jawab Adam.


"Panggilan Jacky! Bukankah dia sudah pulang barusan?" Ucap Tuan Robert yang mendengar percakapan antara Adam dan Jacky dari ruang kerjanya.


"Baik." Adam segera memanggil Jacky dari kamarnya.


"Sudah aku bilang aku mau istirahat!" Jacky bicara dengan nada tinggi pada Adam.


"Kamu kenapa sih Jack? Dateng-dateng marah. Itu papih sedang menunggu kamu! Raisya dibawah juga ingin bicara sama kamu!" Adam kesal melihat Jacky yang telah bicara kencang padanya.


"Ngapain sih dia datang kesini!?' Jacky bangkit dari kasur sambil menggerutu.


"Bukannya dia istrimu? Malah bilang ngapain? Aneh kamu tuh!" Adam semakin heran dengan sikap Jacky yang seperti itu.


Jacky turun dari lantai dua diikuti Adam. di belakangnya.


"Kalian duduk!" Tuan Robert menginterupsi Raisya dan Jacky untuk duduk. Tuan Robert juga Adam juga duduk diantara mereka. Raisya melirik sebentar pada Jacky lalu kembali tertunduk. Sedangkan Jacky dia dengan wajah marah melihat ke sembarang arah.


"Ada apa kalian ini? Baru juga tiga hari menikah sudah terlihat kacau." Ucap tuan Robert menginterogasi keduanya.


"Aku sudah talak dia pih. Jadi aku sudah tidak ada urusan lagi dengan dia." Ucap Jacky kesal.

__ADS_1


"Jacky!" Tuan Robert membentak Jacky begitu anaknya mengatakan talak pada Raisya.


"Ya ampun Jack kamu kalau ngomong dipikirkan dulu." Ucap Adam agak kaget mendengar Jacky mengatakan hal yang harusnya tiap laki-laki jaga.


"Apa alasan kamu menalak Raisya?" Tanya tuan Robert. Tuan Robert ingin mendengar alasan Jacky kenapa bisa anaknya menalak Raisya secepat itu. Padahal bukankah dia kemarin mengemis-ngemis ingin menikahi Raisya. Pasti ada alasan kuat kenapa Jacky sampai menalak Raisya.


"Dia hamil dengan laki-laki lain." Ucap Jacky membuka aib Raisya yang selama ini Raisya takutkan.


Less...


Semua orang yang ada di ruangan itu mendadak mati lemas.


Tuan Robert mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tak menyangka akan ada masalah sebesar itu di dalam keluarganya.


"Apa benar itu Raisya?" Tanya Adam melihat Raisya yang kini sudah berderai air mata.


Akhirnya apa yang ditakutkan Raisya terjadi juga. Semua keluarga tahu akan aibnya sekarang.


Raisya mengangguk dengan terisak.


"Dengan siapa kamu melakukannya?" Seketika wajah Tuan Robert merah menyala.Wajahnya yang bule kini berubah merah karena marah. Pantas saja Jacky langsung menalak kalau masalahnya memang sebesar ini.


"Tapi.. itu murni kecelakaan. Raisya diperkosa sewaktu ayah meninggal." Raisya berusaha membela diri untuk masalahnya. Dia tak ingin disalahkan sepenuhnya atas nasib yang menimpanya.


"Kok bisa?" Adam mengerutkan keningnya tidak bisa percaya begitu saja apa yang dikatakan Raisya sekarang.


Raisya lalu menceritakan dari awal kejadian sampai akhirnya dia diperkosa oleh dokter Ferdi yang nota bene dia adalah anak ayahnya yang terbuang. Alasan perkosaan itu tak lain hanya karena balas dendam.


"Kalau dia balas dendam tak mungkin kamu menikmatinya kan?" Ucap Jacky sinis.


"Maksudnya apa lagi ini?" Adam bertambah heran dengan perkataan Jacky pada Raisya.


"Dia melakukannya lagi di rumah sakit. Aku melihat keduanya terlihat saling menikmati. Tak ada paksaan apapun. Dilihat dari kamu yang mendesah, apa. itu kurang jelas?" Jacky berapi-api menjelaskan apa yang tadi dilihatnya.


"Tapi itu salah paham. Aku sama sekali tidak sadar. Bahkan aku seperti bermimpi sedang melakukan itu dengan kamu. Itu sungguh, aku berani bersumpah bahwa itu tidak benar." Ucap Raisya menjelaskan apa yang dia rasakan waktu itu.

__ADS_1


"Aku jijik sama kamu Raisya! Aku tak sudi jadi suamimu!"


__ADS_2