
"Papih... Mamih.." Raisya mencium punggung tangan mantan mertuanya.
"Gimana kamu sehat Raisya?" Tanya tuan Robert.
"Alhamdulillah pih." Jawab Raisya. Semuanya duduk di sofa. Raisya memeluk Michel dan Arsel silih berganti.
"Kamu sekarang mau pulang kemana?" Tuan Robert ingin tahu kemana Raisya akan pulang.
"Kayanya ke rumah aja deh pih." Raisya memilih pulang ke rumah mendiang Nathan agar bisa leluasa.
"Mmm... boleh tidak papih minta kamu untuk sementara tinggal di rumah papih. Biar anak-anak sopir yang antar. Kamu juga bisa beristirahat dengan baik. Soalnya papih belum bisa tenang meninggalkan kalian. Jacky masih di rumah sakit, pastinya papih sama mamih akan bolak-balik menjenguknya." Tuan Robert sedang mencari akal untuk meraih simpati Raisya.
"Apa? Di rumah sakit?" Raisya kaget.
"Maafin aku ma... om Jacky tertabrak mobil gara-gara aku ma." Michel memeluk Raisya, dia merasa menyesal gara-gara dia tidak teliti, Jacky jadi panik.
"Maksudnya?" Raisya yang tidak tahu apa-apa sekarang heran, kenapa Michel menyalahkan dirinya sendiri.
"Waktu itu Michel mau menyebrang, tapi karena tidak hati-hati Michel nya om Jacky panik dan menyelamatkan Michel. Tapi malah om Jacky yang celaka ma.. " Michel menatap Raisya sambil berkaca-kaca.
"Takdir dan musibah sudah ditentukan Michel. Lain kali kamu kalau menyebrang lebih hati-hati. Memangnya Jacky kecelakaan dimana pih?" Raisya belum tahu bahwa Jacky tertabrak di depan klinik.
"Di depan klinik. Jacky sempat koma tiga hari. Sekarang baru siuman." Ucap tuan Robert memberitahu Raisya.
"Astaghfirullah... pantesan saja Raisya susah sekali menghubungi kalian. Terus sekarang bagaimana pih keadaannya?" Raisya terlihat cemas. Dia tak mau kejadian yang menimpa Nathan akan menimpa Jacky juga.
"Ya.. patah tulang sama gegar otak akibat benturan." Jawab tuan Robert.
__ADS_1
"Pih... antarkan Raisya kesana pih.. Raisya ingin melihatnya." Raisya akhirnya meneteskan airmata. Kenangan buruk tentang Nathan belumlah kering, sekarang mendengar Jacky kecelakaan membuat hati Raisya merasa takut.
"Sekarang kamu, mending istirahat dulu Raisya. Nanti besok kita bisa lihat bareng ke sana. Kamu mesti istirahat. Kamu juga butuh stamina kuat buat memulihkan tenaga. Jangan sampai kamu malah drop lagi." Ucap Ibunya Jacky. Dia tak mau Raisya kembali drop gara-gara menjenguk Jacky sekarang.
"Baik mih." Raisya menyeka air matanya. Pikirannya sekarang tidak tenang.
Meski dia sudah sembuh, tapi memang dokter menyarankan untuk banyak istirahat dulu di rumah. Dan Raisya pun harus menjalani terapi untuk pengobatan yang harus berlanjut.
Sekarang pikirannya sedang menerawang jauh, bagaimana kalau Jacky mengalami seperti Nathan. Apalagi kemarin dia mengalami koma, apa yang harus dia lakukan? Tentu saja Raisya tidak mau menyesal untuk yang kedua kali. Raisya belum tenang sebelum dia melihat kondisinya langsung.
"Oke. Semuanya sudah beres? Apakah kamu sudah siap Raisya?" Pertanyaan tuan Robert tentu saja membuyarkan lamunan Raisya tentang Jacky.
"Iya pih." Raisya berdiri lalu mereka berjalan keluar ruangan dan menuju parkiran.
Seorang sopir sudah memasukan tas Raisya. Semua sudah naik ke dalam mobil. Sekarang mereka menuju mansion tuan Robert.
"Apa aku kirim pesan saja ya?" Saat ini pikiran dokter Ferdi tidak bisa terlepas dari Raisya.
Dia membuka layar handphone dan mengetik sesuatu.
DF : Raisya.. kamu lagi dimana sekarang?
Pesan terkirim dan baru dua centang abu nampak di layar.
"Ayo dong.. buka!" Dokter Ferdi tidak sabar untuk menerima balasan. Tanda centang di layar handphone belum juga berubah.
"Ah... miscall saja ya? Biar dia tahu pesan di handphonenya." Dokter Ferdi berbicara sendiri. Dia gelisah.
__ADS_1
Dia berdiri dari tempat duduknya lalu mondar mandir di ruang kerjanya.
"Ah.. kenapa. juga bingung. Aku kok kaya peninor, kan Raisya dalamkeadaan free. Siapapun bisa dekat dengannya. Apalagi cuman menelepon.
Tling sebuah notifikasi terdengar. Dokter Ferdi langsung membuka layar handphonenya.
Ra : Aku baru saja naik mobil. Maaf nanti aku hubungi lagi.
Pesan yang Raisya kirim bernada melarang dokter Ferdi menghubunginya dahulu.
"Apa dia tidak nyaman aku menghubunginya? Atau jangan-jangan tuan Robert melarang Raisya berhubungan dengan yang lainnya?" Dokter Ferdi lagi-lagi berbicara sendiri menduga-duga apa yang terjadi dengan Raisya.
Perasaan dokter Ferdi tidak bisa menahan rindu pada Raisya. Padahal baru tadi dia bertemu, tapi rasanya seperti sudah lama. Inilah yang dinamakan jatuh cinta? Sudah lama sekali dokter Ferdi tidak merasakan perasaan seperti ini.
Dulu dia pernah menyukai seseorang, sampai dokter Ferdi berani berkorban apapun untuk sang kekasih. Tapi akhirnya hubungan percintaannya harus putus, gara-gara orang tua sang kekasih tidak mau menantu yang nasabnya tidak jelas. Dari sana dokter Ferdi merasa sakit hati karena dirinya seperti direndahkan karena dirinya berasal dari panti asuhan yang orang tuanya tidak jelas. Apakah dia masih ada atau tidak. Dokter Ferdi pun tidak tahu harus kemana dia mencarinya karena tidak ada yang mengetahuinya.
Menurut pengurus panti yang mengurusnya, dulu ada seseorang yang menyimpan bayi di depan panti tanpa tahu siapa identitas yang membawa bayi itu.
Tapi semenjak bertemu Raisya, dokter Ferdi sudah merasa suka. Lalu setelah dia mengetahui Raisya sudah punya anak dan seorang janda ditinggal mati suaminya, dokter Ferdi bertekad maju untuk memperjuangkan hatinya agar Raisya bisa jatuh cinta padanya. Entah kenapa dia merasa nyaman saja dekat dengan Raisya tidak seperti perempuan-perempuan yang lainnya. Entah karena trauma atau apa, tapi yang jelas cinta tak bisa diartikan dengan logika.
Raisya yang sedang di dalam mobil merasa tidak nyaman karena dia duduk bersebelahan dengan ibunya Jacky, sedangkan anak-anak nya di belakang bersama baby sitter. Apalagi yang menghubunginya adalah dokter Ferdi.
"Kenapa kamu Raisya seperti gelisah begitu?" Ibunya Jacky melihat Raisya seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak mih.. cuman Raisya agak inget sama mama.. " Perasaan Raisya sedang tidak baik-baik saja sekarang. Apalagi dia sudah lama tidak bertemu ibunya semenjak kematian Nathan.
"Mmm... nanti mamah bilang sama papih. Kalau kamu ingin dekat dulu sama mama kamu. Memang biasanya sih kalau habis sakit kita ingin dekat sama orang yang kita cintai. Maafin papih yah.. yang sudah maksa kamu tinggal sama kita." Ibunya Jacky banyak berubah sejak kehidupan anak-anaknya kacau.
__ADS_1
"Iya mih.. terimakasih. Maafin Raisya juga."