
Patricia menggeretakkan gigi saat ayah dan kakeknya datang ke ruangannya. Dia sudah sangat muak karena sejak semalam dia terus mendapat makian dari kedua orang ini.
"Apa kau sudah tahu dimana letak kesalahanmu, Patricia?" tanya Bryan dingin.
"Sudah Ayah. Maaf, aku semalam sedikit agresif pada Tuan Muda. Itu terjadi karena aku terlalu senang melihatnya benar-benar datang ke rumah" jawab Patricia dengan tangan terkepal kuat.
"Alasan apa itu. Aku sangat mengenalmu, Cia. Kau bukan wanita yang mudah bertindak tanpa memikirkan resikonya terlebih dahulu. Dan kelakuanmu semalam benar-benar membuatku sangat malu. Apa yang akan di pikirkan oleh Tuan Muda Gabrielle terhadap keluarga kita setelah ini? Dia pasti akan mengatakan pada keluarganya kalau putri dari Keluarga Young tidak memiliki moral yang baik!" omel Bryan tegas.
Pandangan mata Patricia menurun saat Bryan menatapnya tajam. Dia merasa sangat sakit hati karena terus di katai seperti ini. Memangnya salah kalau dia ingin memberikan sedikit perhatian pada Gabrielle. Toh seandainya Ares tidak mengacaukan rencananya, ayah dan kakeknya lah yang akan merasa paling bahagia jika dia berhasil menjadikan Gabrielle sebagai miliknya. Nasibnya saja yang sedang sial karena bukannya untung, dia malah harus menerima kenyataan kalau dirinya di permalukan oleh asisten pria yang sedang dia incar.
"Lalu Ayah dan Kakek ingin aku bagaimana sekarang? Aku sudah mengaku salah, tapi kalian terus saja memojokkan aku" kesal Patricia hampir menangis. "Jangan kalian pikir hanya kalian saja yang merasa malu, aku juga sangat malu Ayah, Kakek. Apa kalian pernah berfikir mau di taruh dimana wajahku nanti saat bertemu dengan Gabrielle? Perusahaan kita masih terikat kontrak dengan perusahaannya dan aku, aku di tunjuk sebagai penanggung jawabnya. Apa kalian memikirkan rasa malu yang harus aku tanggung nanti? Tidak kan? Kalian berdua hanya mementingkan diri kalian saja, sama sekali tidak benar-benar peduli padaku. Hanya karena kesalahan seperti ini saja kalian tidak berhenti menghakimiku, seolah aku ini adalah tersangka dari sebuah kasus besar yang sangat memalukan. Kalian jahat!."
Bryan dan Karim terpaku. Mereka tidak menyangka kalau Patricia akan meluapkan isi hatinya sampai seperti itu.
"Aku tahu aku salah, tapi haruskah kalian merendahkan aku sampai seperti ini? Ya, aku memang menyukai Gabrielle dan itu adalah fakta yang tidak bisa kutolak. Semalam aku hanya ingin memberinya sedikit perhatian, tidak lebih. Tapi Ares, dia sengaja mempermalukan aku di hadapan kalian semua. Dan kalian, kalian lebih mementingkan perasaan mereka daripada menanyakan bagaimana perasaanku sekarang. Apa ini karena aku hanya orang luar yang tidak sengaja menerima Karunia Tuhan, iya?."
Meski terenyuh dengan perkataan Patricia, nyatanya hal itu tak membuat Bryan bergeming. Dia memang merasa sedikit kasihan, tapi tidak sampai membuat hatinya tergerak untuk datang memeluknya. Bryan hanya duduk diam sambil menatap kearah Patricia yang sedang menangis tersedu-sedu.
"Patricia, Kakek dan Ayahmu tidak bermaksud seperti itu. Kami hanya merasa sedikit kecewa padamu!" ucap Karim sambil berjalan menghampiri cucu kesayangannya.
"Hikss, tidak perlu menghiburku Kakek. Aku sadar siapa aku di mata kalian" sahut Patricia sesenggukan.
Karim langsung merengkuh tubuh cucunya yang sedang menangis itu. Dia lalu membelai rambutnya dengan sayang. "Kakek minta maaf ya jika perkataan kami sudah membuatmu bersedih. Jangan menangis lagi, oke..?"
Patricia diam di pelukan kakeknya. Tanpa ada yang menyadari, saat ini di bibirnya muncul seringai licik. Dia tentu saja hanya berpura-pura terluka, mana mungkin dia rela meneteskan airmata jika tidak menginginkan sesuatu. Dia punya tujuannya sendiri. Dan yang di katakan oleh ayahnya tadi sangat lah benar kalau dia bukan type wanita yang akan sembarangan mengambil tindakan tanpa memikirkan resikonya terlebih dahulu. Patricia sengaja menangis seperti ini dengan tujuan ingin mengambil seluruh perhatian kakek dan ayahnya agar dia bisa dengan mudah membalikkan nama Group Young menjadi atas namanya.
"Tidak apa-apa, Kek. Aku hanya merasa kecewa pada diriku sendiri karena sudah mempermalukan kalian di hadapan Gabrielle. Aku berjanji, apapun caranya aku pasti akan membuat pandangan Gabrielle terhadap keluarga kita berubah. Aku menyukainya, dan aku ingin dia yang menjadi suamiku. Boleh kan?."
Karim terdiam. Dia lalu melihat kearah putranya yang diam tak bersuara. "Putrimu ingin Gabrielle menjadi suaminya, apa pendapatmu?."
__ADS_1
"Aku tidak memiliki pendapat apapun, Ayah. Terserah dia saja, yang penting dia harus berhasil membuat pandangan rendah Tuan Muda Gabrielle terhadap keluarga kita berubah. Aku tidak mau hubungan kami rusak hanya karena perbuatan Patricia semalam" jawab Bryan tak peduli.
"Baik Ayah, aku mengerti" timpal Patricia. "Kalau begitu sekarang aku akan pergi ke Group Ma untuk meminta maaf pada Gabrielle. Semoga saja kebodohanku tidak berdampak pada kerjasama perusahan kita."
Bryan mengangguk. "Pergilah. Jangan lupa membeli buah tangan untuknya."
Patricia mengangguk. Dia lalu melepaskan diri dari pelukan kakeknya.
"Jangan khawatir, Kek. Aku baik-baik saja. Maaf kalau tadi aku bicara sembarangan, itu hanya luapan dari kekalutanku. Tolong jangan di ambil hati ya" ucap Patricia saat melihat tatapan cemas di mata kakeknya.
"Baiklah. Kau hati-hati di jalan" sahut Karim pelan.
"Pasti. Kakek, Ayah, aku pergi dulu."
Karim dan Bryan mengangguk. Mereka menatap kepergian Patricia dengan berbagai macam pertanyaan yang berkecamuk di dalam benak mereka.
"Apa kau yakin gadis itu akan berhasil dengan tujuannya, Bry?" tanya Karim.
Karim menghela nafas dalam. Dia sebenarnya cukup kaget saat Patricia berkata kalau dia menyukai Gabrielle. Jujur saja, Karim sangat berharap kalau yang akan menikah dengan pewaris itu adalah Eleanor, cucu kandungnya. Tapi apa daya, bahkan sampai sekarang orang suruhannya masih belum bisa menemukan keberadaan cucunya itu.
Sementara itu luar Group Young, Patricia tengah tertawa terbahak-bahak di dalam mobilnya. Dia merasa sangat puas karena sudah berhasil membuat kedua pria tua itu tak berkutik di hadapannya tadi.
"Hahahahaha, jangan harap kalian bisa merendahkan seorang Patricia Foster. Upss bukan Patricia Foster, melainkan Patricia Young. Asal kalian tahu, otakku menyimpan seribu tipu muslihat yang bisa membuat kalian menjadi tak berdaya. Seperti tadi, kalian langsung terpaku begitu aku memainkan drama seorang anak yang sedang terluka. Hahaha, ekpresi kalian lucu sekali. Seandainya aku tidak sedang menginginkan sesuatu, aku pasti akan langsung menertawakan kalian saat itu juga!" ucap Patricia puas.
Sambil terus tertawa, Patricia melajukan mobilnya menuju sebuah toko kue. Dia ingin membelikan makanan itu sebagai buah tangan untuk pria yang ingin di jumpainya.
Dengan langkahnya yang anggun, Patricia berjalan masuk ke dalam toko tersebut. Dia tersenyum ramah saat seorang karyawan datang menyapa.
"Selamat datang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?."
__ADS_1
"Em aku ingin membeli cake yang bisa membuat orang bersedia untuk berbaikan. Apakah ada?" tanya Patricia bergurau.
"Tentu saja ada Nona. Apakah ini untuk someone yang spesial?" ledek si karyawan toko.
"Iya, cake itu akan ku berikan pada orang yang sangat spesial" sahut Patricia menanggapi.
"Baiklah. Karena cake itu akan di berikan pada orang yang sangat spesial, maka harus orang terbaik yang membuatnya. Tolong Nona tunggu sebentar, cake-nya akan segera siap."
Patricia mengangguk. Dia kemudian duduk di salah satu kursi sambil mengotak-atik ponselnya.
Tak lama kemudian, cake pesanannya pun siap. Setelah membayar, Patricia bergegas pergi meninggalkan toko kue tersebut.
Brrruuuukkkk
"Maaf Tuan aku sedang buru-buru. Permisi" ucap Patricia saat tidak sengaja menabrak seorang pria yang ingin masuk ke dalam toko kue.
Pria yang tadi di tabrak Patricia tersenyum aneh sambil melihat kearahnya. Ada sorot kehausan disana.
"Cantik, sangat cantik. Aku suka wanita cantik" gumamnya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
👉 Apakah ada yang tahu siapa pria itu? Dan kenapa juga dia begitu menyukai wanita cantik? Tolong beritahu emak ya, emak bingung soalnya 🤣
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...