
Gabrielle dengan penuh perhatian membantu mengeringkan rambut Elea yang basah setelah mandi. Sesekali dia tersenyum kearah kaca di mana istrinya yang cantik ini tak berhenti menatapnya.
"Ada apa, hem?.
"Kak Iel, apa aku harus benar-benar melakukan operasi itu?" tanya Elea. "Kasihan dokter Jackson jika harus kehilangan ginjalnya, dia pasti akan terlihat lemah di hadapan para wanita."
"Sayang, aku paham dengan kekhawatiranmu. Namun ini semua sudah menjadi pilihannya. Lagipula ini adalah buntut dari sumpah yang pernah dia ucapkan ketika hidup di masalalu. Sekarang Tuhan menagihnya, dan mau tidak mau Jackson harus merelakan bagian dari tubuhnya untuk memenuhi sumpah yang dia buat" jawab Gabrielle. "Ini jadi pelajaran yang sangat penting bagi kita semua, sayang. Lidahmu adalah hari-maumu, pepatah ini benar-benar memberikan pesan yang begitu mendalam. Mengajarkan agar kita bisa menjaga lisan dengan baik dan tidak asal-asalan menyebut sumpah. Karena apa yang keluar dari mulut kita, itulah yang akan kita rasakan di kemudian hari. Seperti yang sedang di alami oleh Jackson sekarang. Dia bersumpah akan membalas budi pada adiknya yang mati karena melindunginya, dan sekarang dia harus memenuhi sumpah tersebut karena waktunya sudah tiba. Aku yakin kau sebenarnya juga tahu alasan kenapa Jackson melakukan ini semua. Iya kan?.
Mata Elea menyendu. Dia lalu menganggukkan kepala.
"Namaku Zhou'er, sedangkan dokter Jackson bernama Shinyu. Aku mati karena ingin melindunginya dari seorang bandit yang datang untuk menagih hutang. Saat itu kejadiannya berlangsung dengan sangat cepat, dan berakhir dengan Zhou'er yang mati dengan satu buah pedang menembus perut ke punggungnya. Tapi Kak Iel, aku tidak menyangka kalau kejadian dari masalalu bisa terbawa sampai ke zaman ini. Sekeras apa pun aku mencoba untuk mencernanya, tetap saja aku tak menemukan jawaban. Apa memang benar kalau reinkarnasi itu ada? Kak Iel percaya dengan hal itu tidak?.
"Antara percaya dan juga tidak percaya, sayang. Kita ini hanya manusia biasa, dan yang tahu akan semua itu hanya Tuhan seorang. Kalau memang reinkarnasi itu tidak ada, lalu darimana kau dan Jackson memimpikan kejadian yang terjadi di masa silam. Bahkan ikatan batin kalian berdua sangat kuat, sampai-sampai membuat Reinhard frustasi karena memikirkan hasil tes kesehatanmu yang berbeda dengan miliknya" jawab Gabrielle. "Tapi apa pun itu, kesehatanmu tetap yang paling utama. Kau tenang saja sayang, aku akan mengatur semuanya khusus untukmu. Belajar dari rumah sakit seharusnya tidak menjadi masalah bukan?.
Elea menarik tangan suaminya yang sedang mengeringkan rambut panjangnya. Dia lalu menatapnya penuh kesedihan.
"Aku ingin merasakan punya teman dan belajar bersama mereka, Kak. Tidak bisakah operasinya di ganti lain hari saja? Aku janji tidak akan menolak lagi kalau Kakak mengizinkan aku untuk masuk kuliah dulu. Setidaknya sampai aku melewati hari perkenalan dengan para mahasiswi lainnya. Itu saja Kak, tolong izinkan ya,"
"Sayang, kau tadi dengar sendiri kan penjelasan dari Jackson? Racun di tubuhmu sudah menyebar, kau harus sesegera mungkin menjalani operasi pencangkokan ginjal. Jika tidak nyawamu akan berada dalam bahaya!" sahut Gabrielle keberatan dengan permintaan istrinya.
Tok, tok, tok
"Maaf mengganggu, Tuan dan Nyonya Muda. Dokter Jackson ada di sini!.
Gabrielle dan Elea saling berpandangan heran saat mendengar suaranya Nun. Mereka bingung kenapa Jackson bisa ada di rumah mereka malam-malam begini.
"Ayo kita temui dokter Jackson, Kak. Siapa tahu ada hal penting yang ingin di sampaikan pada kita berdua!" ajak Elea sembari bangkit dari tempatnya duduk.
"Ck, sebenarnya dia itu mau apa datang malam-malam begini. Seperti sudah tidak ada hari esok saja" gerutu Gabrielle sambil menggandeng tangan Elea.
Ceklek
Begitu pintu di buka, Gabrielle dan Elea terperanjat kaget melihat Jackson yang langsung duduk bersimpuh di hadapan mereka. Nun yang melihat hal itu pun langsung bereaksi keras. Dia berniat menyeret Jackson agar pergi dari sana, tetapi di cegah oleh Gabrielle.
__ADS_1
"Biarkan saja Nun. Kau tidak perlu mengusirnya,"
"Baik, Tuan Muda,"
Jackson hanya terdiam dengan kepala menunduk. Elea yang melihat itu pun akhirnya memutuskan untuk duduk berjongkok di samping dokter Jackson.
"Dokter, ada apa? Apa kau baik-baik saja?.
"Aku tidak bisa tidur. Rasanya aku hanya ingin terus berada di dekatmu, Elea. Aku sulit bernafas, sangat kesakitan tapi tidak tahu karena apa. Tolong maafkan aku karena sudah mengganggu istirahatmu bersama Gabrielle. Aku tidak tahan!.
Gabrielle mengelus puncak kepala Elea yang terlihat tenang. Dia berusaha mengingatkan istrinya kalau saat ini mereka sedang bersama dengan orang-orang yang tidak mengetahui sikap aslinya. Gabrielle tidak ingin Jackson dan Nun tahu kalau istrinya itu memiliki sikap yang sangat dewasa dan istimewa. Dia tidak rela.
"Dokter Jackson, apa pun yang sedang kau rasakan kau harus mampu untuk mengendalikan diri. Apa kau seperti ini karena tidak rela menjadi pendonor ginjal untukku? Kalau memang benar begitu ya sudah kita batalkan saja operasinya. Aku malah senang sekali mendengarnya" ucap Elea sambil tersenyum kesenangan.
Padahal hatinya hancur.
"Tidak, operasi itu harus tetap dilakukan. Tubuhmu sakit Elea, kau butuh ginjalku agar tetap hidup. Pokoknya aku tidak peduli, mau tidak mau kau harus tetap melakukan operasi untuk mengangkat ginjalmu yang sudah tidak berfungsi lagi. Ini semua aku lakukan demi kebaikanmu, Elea. Hanya dengan cara ini aku baru bisa menebus semuanya. Jadi tolong jangan menolak ya!" sahut Jackson panik.
"Kalau dokter ingin aku tetap melakukan operasi itu maka berjanjilah untuk hidup dengan bahagia. Bukankah nantinya kau akan menjadi ayah dari salah satu anak-anakku? Mereka bisa menangis jika tahu kalau ayahnya sangat cengeng. Memangnya dokter mau di ejek seperti itu oleh anak-anak?.
"Nun, tolong siapkan kamar untuk Jackson istirahat. Mulai malam ini sampai Elea di operasi Jackson akan tinggal bersama kita!" ucap Gabrielle mencoba menutupi kecemburuannya dengan memberi perintah pada Nun.
"Dokter Jackson, sebaiknya kau segera pergi istirahat ke kamarmu saja. Kak Iel itu sangat pencemburu orangnya, bahkan Ayah Greg saja tidak di izinkan untuk menyentuhku. Bisa berabe kalau kau masih terus memegangi pipiku seperti ini" adu Elea dengan mimik wajah yang sangat serius.
Jackson tertawa kemudian menyeka air mata di wajahnya. Setelah itu dia menggenggam tangan adiknya penuh sayang, mengabaikan keberadaan Gabrielle yang tengah memandanginya dengan sorot mata yang tidak bersahabat.
"Elea, aku tidak bisa memberimu apa-apa, hanya dengan memberikan ginjal ini saja yang bisa menjadi bukti kalau aku sangat menyayangimu. Tolong berjanjilah padaku untuk tidak menolak operasi ini ya!" ucap Jackson penuh harap.
"Dokter Jackson, kata Kak Iel dokter itu sangat kaya. Kenapa tidak memberiku kartu hitam saja seperti yang lain? Dengan begitu aku akan menjadi mahasiswi paling kaya di kampus. Benar kan Kak Iel hari itu kau pernah bilang kalau dokter Jackson itu sebenarnya kaya raya?" tanya Elea kemudian menatap kearah suaminya dengan tatapan sarat akan permohonan.
Gabrielle yang tanggap pun akhirnya menganggukkan kepala. Dia terus melirik kearah Jackson yang masih menggenggam tangan istrinya.
"Ekhmmm, ayo kita tidur, Elea. Hari sudah semakin malam, kau butuh istirahat yang banyak!" ajak Gabrielle penuh nada usiran.
__ADS_1
"Baik Kak,"
Elea melihat sekilas kearah tangannya yang masih di genggam oleh dokter Jackson. Segera dia melepaskan tangannya kemudian mengomel.
"Kak Levi adalah pelakor dalam rumah tanggaku bersama Kak Iel. Apa dokter juga mau menjadi pembinor karena terus-terusan menggenggam tanganku padahal suamiku ada di sini?.
Kening Jackson mengerut.
"Pembinor? Apa itu, Elea?.
"Sudah jangan di bahas lagi!" sambung Gabrielle tak tahan menunggu. "Kau sebaiknya segera pergi ke kamarmu, Jack. Jangan mengajak Elea mengobrol terus, nanti dia bisa sakit!.
'Aku baru tahu kalau orang bisa sakit hanya karena diajak mengobrol. Hmmmm... Gabrielle-Gabrielle, kau ini posesif sekali. Andai saja kau tahu kalau Elea ini sebenarnya adalah adikku yang bernama Zhou'er. Kau pasti tidak akan memperlakukan aku seperti pria yang ingin mencuri istrimu. Dasar posesif.'
Gabrielle mendengus marah saat mendengar isi pikiran Jackson. Entahlah, mampu membaca pikiran orang lain terkadang membuat Gabrielle merasa tersiksa dan juga tertekan. Jika saja ibunya tidak menguatkan, Gabrielle bisa saja menjadi gila karena terus saja mendengar apa yang sedang orang lain pikirkan. Namun karena ini sudah menjadi takdir dan hadiah dari Tuhan, Gabrielle pun tetap mensyukurinya. Karena apa pun yang ada di tubuhnya, itu adalah sesuatu yang harus dia syukuri.
πππ
πππππππππππππππππ
β Maaf ya gengs hari ini emak cuma bisa up satu. Soalnya emak musti jaga kesehatan dulu karena hari ini emak mau vaksin. Kalian hati-hati ya di sana. Jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan dengan baik supaya kita semua terhindar dari Covid-19. Aminn..
β Kali aja ada yang mau mampir...
Di Gudnovel, Author: Rifani
...π» VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...π» IG: nini_lupss...
__ADS_1
...π» FB: Rifani...