
Elea mengalungkan tangan ke leher suaminya saat dia di gendong menuju kamar. Dia tersenyum manis saat suaminya menatap tak berkedip.
"Kenapa tersenyum, hm? Suka ya membuat orang lain jantungan?" tanya Gabrielle gemas.
"Kak Iel tampan sekali. Sama seperti Ayah Greg" sahut Elea melenceng dari apa yang di tanyakan oleh suaminya.
"Jangan menggodaku, Elea. Saat ini kau sedang bersama seekor harimau yang kelaparan" sahut Gabrielle sambil menelan ludah. "Buka pintunya sayang!".
Tangan Elea terulur meraih gagang pintu kemudian membukanya. Mereka masuk ke dalam kamar, berjalan menuju ranjang, kemudian membaringkan Elea di sana. Gabrielle lalu mengurung tubuh kecil istrinya di kedua sisi, menatap lama, kemudian mencium keningnya sayang.
"Jangan menghilang lagi, oke?" bisik Gabrielle dengan suara serak.
"Aku tidak menghilang, Kak Iel. Hanya tersesat saja ke tempat yang indah!".
Elea tertawa kegelian saat suaminya mulai menciumi bagian leher. Sebagian hatinya meminta agar gelenyar aneh itu di teruskan, membuat pikiran Elea menjadi bingung, takut, dan juga mengharap lebih.
'Tenang Elea, yang sedang bersamamu bukan dokter itu. Melainkan suami yang sangat menyayangimu. Jangan takut, suamimu tidak akan menyakitimu seperti dia, tidak akan!'.
Kegiatan Gabrielle sempat terhenti saat dia merasakan tubuh Elea yang menegang. Gabrielle tahu kalau sentuhannya sekarang cukup menggugah trauma yang pernah Elea rasakan. Takut terjadi sesuatu pada istrinya, Gabrielle akhirnya berhenti. Dia lebih memilih juniornya menderita daripada harus melihat istrinya berteriak ketakutan.
"Ke,kenapa berhenti Kak?" tanya Elea bingung.
"Sayang, kau percaya padaku bukan?" ucap Gabrielle balik bertanya.
Elea mengangguk. Dia menelan ludah begitu menyadari kemana arah pembicaraan suaminya. "Kak Iel, seorang wanita akan sangat hina jika tidak bisa menjaga mahkotanya. Benar tidak?".
Kali ini giliran Gabrielle yang mengangguk. Dia memberikan tatapan hangat, menguatkan Elea agar mau mengungkapkan ketakutan yang sudah dia pendam selama ini.
"Aku, aku.... Kak Iel, bagaimana kalau seandainya aku sudah tidak suci lagi? Apa Kakak akan membuangku pergi?".
Takut, sudah pasti. Meskipun bodoh, Elea tentu saja tahu kalau tidak ada satupun lelaki yang mau menerima barang bekas. Dan Elea sangat sadar seperti apa kondisinya sekarang.
"Elea, aku mencintaimu. Itu tandanya aku siap menerima apapun kondisimu sekarang. Entah kau itu masih suci atau tidak, itu semua tidak penting. Karena yang terpenting untukku adalah memilikimu. Aku hanya butuh kau bersamaku selamanya!" jawab Gabrielle tegas.
Mata Elea menelisik ke dalam manik mata suaminya untuk mencari apakah ada kebohongan di sana atau tidak. Tanpa sadar tangannya bergerak mengusap wajah tampan suaminya.
"Aku sudah tidak suci lagi, Kak Iel. Dokter itu membuka semua pakaianku. Dia, dia...
"Ssstttttttt,,, jangan di teruskan karena itu hanya akan membuatmu merasa sakit. Dan aku tidak suka itu!" ucap Gabrielle sembari menutup mulut Elea menggunakan jari telunjuknya. "Lupakan masa lalu dan tatap aku sebagai masa depanmu. Bisa?".
Sejenak Elea merasa ragu. Dia benar-benar sangat takut sekarang. Dalam ketakutannya, Elea di kejutkan dengan remasan lembut di dada hingga membuatnya melenguh kaget.
"Uuhggghhhh Kak Iel!".
"Iya sayang, benar seperti itu. Sebut namaku, tanam dalam pikiranmu kalau kau memiliki seorang suami yang siap mencintaimu apa adanya. Jangan biarkan pikiranmu pergi kemana-mana sayang, fokus pada kita saja. Oke" bisik Gabrielle tanpa menghentikan remasan di dada Elea.
Elea menggigit bibir bawahnya dengan mata yang terpejam erat. Bisikan suaminya seperti mantra cinta yang langsung mengikat jiwanya. Perlahan-lahan ketakutan Elea mulai berganti dengan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Dia mengerang keras saat suaminya terus memanjakan seluruh bagian sensitif di tubuhnya.
Srraaaaakkkkkkkk
Dengan tidak sabaran Gabrielle merobek gaun yang tadi di pakai Elea. Jakunnya bergerak cepat melihat hamparan gunung kembar yang masih tertutup pembungkusnya. Benda itu terlihat sangat empuk dan kenyal, membuat kepala Gabrielle menjadi pusing seketika.
__ADS_1
Sadar kalau suaminya sedang melihat kearah dadanya, Elea segera menutupnya menggunakan tangan. Wajahnya memerah, dia malu.
"Sayang, kenapa di tutup?" tanya Gabrielle serak.
"Jangan melihatnya seperti itu, Kak. Aku kan malu" jawab Elea pelan.
"Malu kenapa, hm?".
Nafas Gabrielle memburu. Dia sudah tidak bisa lagi mengontrol nafsunya. Tak mau menyia-nyiakan waktu, dengan cepat Gabrielle membuka seluruh pakaiannya masih dalam posisi di atas tubuh Elea. Dia lalu tersenyum saat istrinya memalingkan wajah kearah samping.
"Bagaimana, tubuh suamimu panas tidak?" tanya Gabrielle iseng.
"Memangnya Kak Iel sedang demam ya?" tanya Elea heran.
'Astaga, mulai lagi dia'.
"Sayang, aku mau kau malam ini. Boleh?" tanya Gabrielle di depan bibir Elea.
Elea menelan ludah. Dia memberanikan diri menatap wajah suaminya yang sudah memerah dengan mata yang sayu.
"Tapi aku....
Gabrielle langsung membungkam mulut Elea dengan ciuman, dia tak akan membiarkannya bicara. Dengan ganas Gabrielle menyesap bibir merah muda itu sambil tangannya terus bergerak bebas menelusuri tubuh Elea.
"Eeuuuggghhhhh....... ".
Elea melenguh, dia tidak sengaja menggigit bibir suaminya saat merasakan ada satu jari yang sedang bersarang di dalam miliknya. Namun sayangnya ciuman mereka tidak terlepas. Elea merintih dalam kenikmatan saat dia merasa akan ada gelombang besar yang datang menghampiri.
"Keluarkan sayang, jangan di tahan!".
Begitu Gabrielle berbisik, tubuh Elea langsung melengkung keatas saat dia di hantam badai kenikmatan. Matanya membeliak dengan urat leher yang terlihat menegang.
"Aaahhhhh.... ".
Gabrielle membiarkan Elea beristirahat sejenak setelah mendapatkan klimaks hanya dengan permainan satu jarinya. Dia tersenyum puas melihat istrinya yang sedang memejamkan mata dengan nafas yang tersengal.
"Kak Iel, apa aku tadi mengompol?" tanya Elea setelah tenaganya sedikit pulih.
"Kau bukan mengompol, sayang. Tapi itu adalah sebuah pelepasan gairah. Bagaimana? Suka tidak?" ucap Gabrielle sambil melepas satu-satunya pakaian yang melekat di tubuhnya.
"Suka Kak. Tapi sekarang aku jadi lemas sekali" jawab Elea jujur.
Gabrielle mendekatkan wajahnya ke depan wajah Elea. Dengan lembut dia mengusap keningnya yang di penuhi keringat.
"Sayang, malam ini aku akan membawamu terbang ke angkasa. Kau akan merasakan sesuatu yang jauh lebih nikmat lagi di bandingkan yang tadi. Mau ya?" tanya Gabrielle meminta izin.
Seperti sapi yang di colok hidungnya, Elea langsung mengangguk patuh. Nafasnya tercekat saat dia merasakan ada benda tumpul yang ingin masuk ke dalam miliknya lagi.
"Sakit Kak Iel" rengek Elea lirih.
'Kenapa bisa sakit? Bukankah ini bukan yang pertama untuk Elea? Atau karena sudah lama jadi lubangnya kembali menyempit? Aaahhhhh, masa bodo, aku tidak peduli. Malam ini Elea harus menjadi milikku seutuhnya, harus!'.
__ADS_1
Dalam sekali sentakan milik Gabrielle masuk sepenuhnya ke dalam liang kenikmatan milik Elea. Dia segera menghentikan kegiatannya saat mendengar suara isakan istrinya.
"Hikssss, kenapa Kakak merobek daging di tubuhku? Rasanya sakit sekali, perih. Hiksss.... ".
Mata Gabrielle membelalak lebar saat dia melihat kearah bawah. Dia menelan ludah antara bingung dan juga nikmat.
'Ini sebenarnya apa yang terjadi? Pantas saja Elea menangis kesakitan, ternyata dia masih perawan. Astaga Gabrielle, tadi kau membobolnya dengan sangat kasar. Elea pasti sangat menderita sekarang!'.
"Hiksss, sudah ya Kak. Milik Kakak besar sekali, kalau punyaku rusak bagaimana?" tanya Elea sambil mendorong tubuh Gabrielle dari atas tubuhnya.
Gabrielle yang sedang melamun tersentak kaget saat tubuhnya tiba-tiba di dorong ke belakang. Hampir saja juniornya terlepas dari goa kenikmatan itu.
"Sayang, tahan sebentar lagi ya. Maaf, tadi aku sedikit kasar padamu. Jangan marah ya" bujuk Gabrielle sembari menekan miliknya masuk kembali.
Elea kembali melenguh. Rasa sakit itu perlahan-lahan mulai berganti dengan rasa nikmat saat Gabrielle mulai bergerak di atas tubuhnya.
"Akhhhh sayang, milikmu nikmat sekali!".
Mata Gabrielle terpejam sambil terus mereguk kenikmatan bersama istri kesayangannya. Setelah sekian lama, akhirnya Gabrielle bisa berbuka puasa. Dia terus menghentak kuat, menjadikan suara teriakan dan lenguhan Elea sebagai alunan musik yang sangat indah malam ini.
Hampir satu jam lamanya Gabrielle dan Elea mengayuh di atas lautan luas. Peluh nampak membasahi tubuh keduanya saat kegiatan panas itu selesai di lakukan.
"Kak Iel, kakiku gemetaran" adu Elea lirih.
Gabrielle terkekeh. Wajar saja kalau tubuh Elea gemetaran, di bawah hujamannya yang menggila, Gabrielle berhasil membuat Elea mencapai klimaks berulang kali. Membuatnya hanya bisa pasrah dengan mendesah dan melenguh di bawah keperkasaannya.
"Terima kasih untuk malam pertama ini, sayang. Aku sangat puas" bisik Gabrielle kemudian mencium kening Elea penuh sayang. "Aku mencintaimu, istri kecilku".
"Aku juga Kak" sahut Elea setengah sadar.
"Tidurlah. Aku akan menjagamu di sini!" sambung Gabrielle kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
Tak lama kemudian, Gabrielle sudah mendengar suara dengkuran halus dari mulut Elea. Dia lalu menatapnya bingung.
"Sebenarnya apa yang di lakukan dokter itu pada Elea? Kalau memang dokter itu sudah memp*rkosanya, kenapa tadi masih ada darah saat aku memasukinya? Atau jangan-jangan selama ini Elea tidak menyadari kalau sebenarnya dokter itu tidak pernah menyentuhnya? Kenapa jadi membingungkan begini?".
Satu lagi tanda tanya besar yang muncul di benak Gabrielle. Istrinya sangat trauma terhadap dokter dan menyebut jika dirinya sudah tidak suci lagi. Tapi tadi Gabrielle bisa merasakan sendiri kalau selaput dara milik istrinya masih tersegel rapi.
"Aku harus segera menyelidiki masalah ini. Entah kenapa aku merasa kalau akan ada bahaya besar yang akan mendatangi Elea. Aku harus waspada!".
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
WARNING..!!!!! 👉 HARAP KONDISIKAN OTAK TRAVELLING KALIAN SETELAH MEMBACA PART INI. JIKA ADA KELUHAN, SILAHKAN HUBUNGI EMAK, WKWKWKWK 🔪🔪🔪🔪
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...