Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Ucapan Terima Kasih


__ADS_3

Gabrielle menatap datar kearah Samuel saat dia memasuki ruang meeting. Dia sangat tidak suka melihat senyum licik di bibirnya. Senyum yang menandakan betapa hausnya dia akan sebuah status yang tinggi.


"Katakan apa maumu,Tuan Samuel!" ucap Gabrielle tanpa basa basi.


Sebelum menjawab pertanyaan Gabrielle, Samuel terlebih dahulu merapihkan dasi di lehernya. Dia merasa begitu bangga karena putrinya menjalin hubungan kasih dengan putra dari orang paling berkuasa di negara ini.


"Ekhhmmmm begini Tuan Muda, saya sengaja datang kemari karena ingin mengajukan kerjasama untuk perusahaan kita".


"Kerjasama? Dalam hal apa?".


"Saya dengar perusahaan anda berniat membangun sebuah hotel di pesisir utara pantai, Tuan Muda. Jadi saya ingin mengajukan diri untuk bertanggung jawab dalam proyek tersebut!" jawab Samuel dengan percaya diri.


Ares terkekeh pelan, membuat Samuel menoleh kearahnya.


"Tuan Ares, apa yang kau tertawakan?".


"Tuan Samuel, atas dasar apa kau berani mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut? Tidakkah kau merasa kalau kau itu terlalu percaya diri?" sindir Ares jengah.


"Maaf Tuan Ares, apa kau baru saja menyindirku?" tanya Samuel tak suka.


"Kenapa kau harus merasa tersindir jika tidak merasa seperti itu?" balas Ares.


Samuel terdiam. Biar bagaimana pun dia harus bisa menjaga image-nya di hadapan Gabrielle. Dia tidak mau kalau kekesalannya bisa berimbas pada proyek yang sangat dia inginkan.


'Aku harus menahan emosiku saat ini. Jika tidak, aku khawatir Gabrielle akan meluapkan kekecewaannya pada Levi dan tidak mau menyerahkan tanggung jawab proyek ini padaku'.


"Hahahaha, aku hanya bicara asal saja, Tuan Ares. Tidak perlu seserius itu menanggapinya!" elak Samuel berusaha menahan emosinya.


Ares tersenyum samar.


"Aku tahu bukan itu saja maksud dari tujuanmu datang kemari, Tuan Samuel. Katakan saja" ucap Gabrielle mulai bosan.


"Oh, anda benar-benar orang yang mampu membaca situasi dengan baik,Tuan Muda Gabrielle. Ekhhmm, selain untuk membahas kerjasama proyek itu kedatanganku kemari memang ingin menanyakan sudah sejauh mana hubungan anda dengan putri saya, Levi. Bukan apa Tuan Muda, sebagai orangtua saya hanya tidak mau putri kesayangan kami menjadi buah bibir orang-orang jika tidak segera mendapat status dengan jelas" sahut Samuel.


"Hubunganku dengan putrimu? Memangnya ada hubungan apa di antara kami?" tanya Gabrielle datar.


Samuel tertegun mendengar pertanyaan Gabrielle. Dia heran kenapa pria ini berkata seolah-olah tidak memiliki hubungan apapun dengan putrinya.


"Bukankah sekarang Tuan Muda dan putri saya sedang menjalin hubungan?" tanya Samuel bingung.


Tatapan Gabrielle mendingin. Dia lalu melirik kearah Ares.


"Jelaskan padanya, aku malas!".


"Baik Tuan Muda!" sahut Ares.


Dengan raut wajah yang sangat bingung Samuel menatap kearah Ares. Dia begitu tidak sabar ingin segera mendengar penjelasannya.


"Tuan Samuel, seharusnya kau mencari tahu dulu siapa putrimu di mata Tuan Muda sebelum datang kemari. Perlu saya tegaskan di sini kalau Nona Levi dan Tuan Muda tidak pernah menjalin hubungan seperti yang kau maksudkan tadi. Dan kau dengan tidak tahu malunya datang kemari meminta sebuah proyek hanya karena berfikir kalau Tuan Muda memiliki hubungan khusus dengan Nona Levi. Tuan Samuel, bisakah kau memberitahuku seberapa tebal tembok di wajahmu sekarang?".

__ADS_1


Wajah Samuel memerah malu begitu dia mendengar perkataan Ares. Kata-katanya yang dingin itu terasa begitu menohok di hatinya.


'Brengsek, beraninya kau mempermalukan Ayah Levi. Kenapa kau tidak bilang kalau kalian tidak memiliki hubungan apapun? Aarrggghhhh, dan kau Ares. Jangan mentang-mentang kau adalah orang kepercayaan Tuan Muda, kau jadi seenaknya menghinaku seperti ini. Aku Samuel Foster, pantang untuk menerima hinaan. Tunggu saja, suatu hari aku pasti membalas penghinaan ini, Ares!'.


Gabrielle yang mendengar isi pikiran Samuel menjadi sangat geram. Saat Gabrielle hendak memberi pelajaran pada Samuel, tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Alisnya mengerut begitu tahu siapa orang yang menelponnya.


"Halo Bu" sapa Gabrielle.


'Gabrielle, cepat ke rumah sakit sekarang. Bibimu jatuh dari lantai dua. Cepat datang dan tenangkan adikmu di sana. Sekarang ayah dan ibu sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Cepat Gabrielle!'.


Tanpa menunggu Gabrielle menjawab panggilan itu sudah terputus.


"Tuan Muda, ada apa?" tanya Ares cemas melihat wajah Tuan Muda-nya yang terlihat panik.


"Pergi ke rumah sakit sekarang!" jawab Gabrielle kemudian berlari keluar.


Ares segera berlari menyusul Tuan Muda-nya. Meninggalkan Samuel yang sedang kebingungan di ruang meeting.


.................................


Braakkkkkk


Elea berjengit kaget saat pintu ruangan di buka dengan sangat kuat. Dia lalu menatap bingung kearah suaminya yang sedang berjalan dengan sangat tergesa-gesa.


"Kak Iel, kau kenapa? Apa gedung ini di serang?" tanya Elea penasaran.


"Sayang, aku harus segera pergi. Bibiku masuk rumah sakit" jawab Gabrielle sambil menggenggam tangan istrinya.


"Astaga, apa yang terjadi Kak?".


"Aku belum tahu dengan jelas tentang penyebabnya, sayang. Ibu hanya memintaku segera datang ke rumah sakit untuk menenangkan Grizelle".


"Ya sudah kalau begitu Kakak sebaiknya segera pergi kesana. Kasihan Izel, dia pasti sangat sedih sekarang!" ucap Elea penuh pengertian.


Gabrielle menatap dalam ke manik mata istrinya. Ingin rasanya dia membawa Elea, tapi itu tidak mungkin dia lakukan mengingat trauma yang di alami oleh istrinya. Selain itu, Gabrielle juga memiliki alasan lain kenapa tak benar-benar berniat mengajak istrinya pergi ke sana. Elea-nya terlihat sangat cantik hari ini, dia khawatir orang-orang akan terpesona melihatnya nanti.


"Kak Iel, kenapa malah melamun? Kakak tidak sedang kerasukan kan?".


Pertanyaan Elea membuat Gabrielle mengulum senyum. Entah dari sudut pandang sebelah mana dia terlihat seperti orang yang sedang kerasukan.


"Aku bukan melamun sayang, tapj sedang berfikir".


"Sudah jangan berfikir terus Kak. Cepat pergi ke rumah sakit, berfikirnya nanti saja kalau sudah sampai di sana!" ucap Elea tanpa perasaan.


Gabrielle tergelak.


"Kalau begitu aku pergi dulu sayang. Jangan kemana-mana selama aku tidak ada. Oke!" ucap Gabrielle sambil mengelus pipi istrinya.


Kening Gabrielle mengerut saat Elea tak membalas ucapannya. Istrinya itu malah terlihat seperti sedang ragu-ragu saat ingin bicara.

__ADS_1


"Sayang,ada apa?".


"Emmm Kak Iel, boleh tidak aku pergi ke rumahnya Kak Levi?" tanya Elea pelan.


"Ke rumah Levi? Mau apa?".


Elea terdiam. Sebenarnya tujuan dia datang ke rumah Levi adalah untuk meminta di ajari pose foto yang baik. Sekalian juga dia ingin memberitahu kalau sekarang dia sudah memiliki ponsel. Tapi Elea malu untuk mengatakan itu pada suaminya, dia takut suaminya merasa geli dengan sikapnya yang sangat kampungan.


Gabrielle yang mengetahui isi pikiran Elea tersenyum kecil. Dia gemas sendiri jadinya.


"Sayang bersiaplah, aku akan mengantarmu ke rumah Levi sebelum pergi ke rumah sakit. Jangan murung, aku tidak suka melihatnya!".


Mata Elea langsung berbinar. Tanpa sadar dia memeluk suaminya dengan begitu erat.


"Terima kasih Kak Iel, kau baik sekali" ucap Elea dengan senangnya.


"Hanya seperti ini berterima kasihnya, hem?" tanya Gabrielle.


"Memangnya harus bagaimana Kak?" bingung Elea sambil menengadahkan wajah.


Jari telunjuk Gabrielle bergerak mengusap bibir mungil istrinya. Jakunnya bergerak-gerak.


'Astaga, hanya seperti ini saja juniorku sudah langsung menegang. Sebenarnya di tubuhmu ini ada sihir apa, Elea?'.


Mata bening Elea mengerjap memperhatikan wajah suaminya yang terlihat aneh. Entah dorongan dari mana tiba-tiba saja Elea mencium pipi suaminya. Setelah itu dia bersembunyi di dada suaminya sambil menutupi wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.


"Astaga, kau genit sekali Elea" gumam Elea mengatai dirinya sendiri.


Gabrielle mengusap bekas ciuman di pipinya sambil mengulum senyum. Dia sangat suka melihat kemajuan istrinya.


"Sayang?".


"Iya Kak" sahut Elea malu-malu.


"Mulai hari ini jika ingin berterima kasih lakukan seperti tadi ya? Kau tahu, membuat suami bahagia akan mendapatkan banyak pahala dari Tuhan!" ucap Gabrielle sengaja.


Elea langsung mendongak begitu mendengar perkataan suaminya. Sedetik kemudian dia mengangguk.


"Baik Kak".


Puas dengan jawaban patuh Elea, Gabrielle menghadiahinya dengan kecupan mesra di kening. Setelah itu dia menggandeng tangan mungil istrinya keluar menuju lobi perusahaan. Sebelum berangkat ke rumah sakit, Gabrielle terlebih dahulu memenuhi janjinya untuk mengantarkan Elea ke rumah Levi. Tak lupa juga dia meninggalkan belasan pengawal untuk menjaga keselamatan istrinya selama dia pergi.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS...


LIKE, COMMENT,DAN RATE BINTANG LIMA


🌻 IG: nini_rifani

__ADS_1


🌻 FB: Nini Lup'ss


🌻 WA: 0857-5844-6308


__ADS_2