Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Bukan Salah Pernikahan


__ADS_3

"Kau kenapa Jun? Lesu sekali" tanya Gleen sambil terus menatap wajah sahabatnya yang terlihat kusut.


"Entahlah. Rasanya aku tidak bersemangat sama sekali, Gleen. Semuanya terasa sangat membosankan!.


Junio duduk di sofa dengan sangat malas. Dia menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan kepala, lalu menengadahkan wajah menatap langit-langit ruangan. Berpisah dengan Patricia entah kenapa membuat Junio merasa seperti kehilangan. Kebersamaan mereka selama ini membuat Junio sedikit banyak mulai terbiasa dengan keberadaan wanita yang sudah dia rusak harga dirinya. Sebenarnya jika Junio mau dia bisa saja menyusul Patricia ke kediaman orangtuanya. Tapi Junio merasa sungkan, dia juga bingung harus menjawab apa jika nanti Patricia bertanya kenapa dia datang kesana.


"Apa ini ada hubungannya dengan kembalinya Patricia ke Keluarga Young?" tanya Gleen mencoba menebak. "Bukannya apa. Kau langsung terlihat seperti kerupuk yang terendam air begitu Patricia tak lagi menjadi tawananmu."


"Jangan sembarangan bicara, Gleen. Untuk apa aku merindukan wanita sepertinya? Buang-buang waktu saja" jawab Junio mendustai hatinya sendiri.


Gleen terkekeh. Dia lalu berjalan kearah sofa kemudian duduk di sebelah Junio. Terbayang wajah kekasihnya yang terlihat malu-malu saat di goda olehnya, membuat Gleen jadi tersenyum-senyum sendiri. Sungguh, memiliki Lusi adalah satu anugrah yang sangat besar di hidup Gleen.


"Kapan kau akan menikahi Lusi, Gleen?" tanya Junio. "Jangan mempermalukan aku. Buatlah pesta pernikahan semeriah mungkin!.


"Aku inginnya sih setelah dia keluar dari rumah sakit, Jun. Dan untuk pesta pernikahan itu sendiri... Lusi menolak mengadakan resepsi. Dia bilang pernikahan kami hanya ingin di gelar sederhana saja supaya uangku tidak habis. Konyol bukan?.


Junio kaget setengah mati mendengar jawaban Gleen. Dia lalu menatap tak percaya kearahnya.


"Ada ya wanita yang berpikiran seperti itu?.


"Adalah, dan Lusi adalah contoh nyata di dunia ini" jawab Gleen sambil tertawa. "Dia menghitung jumlah uang yang sudah aku keluarkan untuk membeli rumah yang kini di tempati oleh mertuaku. Juga menghitung jumlah uang yang terpakai untuk biaya sekolah Luri dan Nania. Ah satu lagi, biaya rumah sakit. Dia menjadikan pengeluaran itu sebagai alat untuk menolak resepsi pernikahan yang aku tawarkan. Sungguh sangat mulia bukan kepribadian calon istriku? Dia begitu khawatir aku akan jatuh miskin di saat uangku terus menumpuk di bank!.


Junio tertawa hambar. Terlalu mulia sampai-sampai akal sehatnya seperti tidak bisa bekerja lagi. Dia heran kenapa bisa ada wanita-wanita jenis Lusi dan Elea yang tidak tertarik pada harta kekayaan suami mereka. Jika Elea menggunakan kekayaan Gabrielle hanya untuk pamer tanpa berniat menggunakan kekayaan itu untuk berfoya-foya, sekarang ada Lusi yang tidak mau menggelar resepsi pernikahan hanya karena Gleen sudah banyak melakukan pengeluaran. Sungguh ajaib kedua wanita ini.

__ADS_1


"Oh ya Gleen, ngomong-ngomong adik iparmu cantik juga. Adiknya Lusi memiliki pesona murni sebagai gadis desa. Dia sangat manis" ucap Junio memuji paras cantik Luri yang sangat natural.


"Kau benar, Jun. Kenapa? Apa kau tertarik pada Luri?" tanya Gleen menggoda.


Bagi Gleen, tidak masalah jika Junio ingin mengejar Luri. Gadis desa itu sangat lugu, dan dia yakin Junio pasti bisa tersadar jika memiliki gadis sepolos itu di sisinya.


"Aku tidak suka bermain dengan gadis yang masih bau kencur, Gleen. Tidak ada menarik-menariknya jika memiliki pasangan yang terlalu patuh. Aku ingin memiliki pasangan yang berani melawanku, wanita seperti itulah yang bisa membuatku merasa uforia!" jawab Junio sembari membayangkan kelakuan Patricia ketika sering melakukan pemberontakan kepadanya.


"Hmm, sepertinya aku tahu siapa wanita yang kau maksud."


"Tidak usah sok menjadi cenayang,"


"Kenapa memangnya? Tanpa harus menjadi cenayang pun aku sudah bisa menebak wanita mana yang kau maksud" ucap Gleen dengan santai. "Wanita itu bernama Patricia kan? Itu terlihat jelas di bola matamu, Jun. Kau menginginkannya, tapi bukan sebagai calon korbanmu, melainkan untuk ada di hidupmu. Iya kan?.


"Kalau memang suka, maka kejarlah. Jangan membuang waktu, bisa-bisa kau menyesal jika ada pria yang datang untuk meminangnya."


"Cih, apa urusanku dengan hal itu. Kau ini aneh sekali Gleen, ucapanmu melantur!" sahut Junio terus berkilah dari kebenaran yang ada.


"Bukan melantur Jun, tapi aku ini sedang mengingatkanmu kalau penyesalan itu selalu datang terlambat. Lagipula kau dan Patricia kan sudah tidur bersama, apa salahnya jika melangkah lebih maju ke jenjang yang lebih serius? Tidak ada yang melarang juga kan?" tanya Gleen terus menyemangati sahabatnya yang menolak untuk jujur.


"Gleen, kau tahu sendiri bukan kalau aku sama sekali tidak tertarik pada sebuah pernikahan? Bagiku ikatan seperti itu hanya bulshit saja, pernikahan adalah awal dari kehancuran asal kau tahu!.


Kata pernikahan sangat sensitif bagi Junio. Karena gara-gara pernikahanlah dia merasakan sebuah luka besar dalam hidupnya. Junio menjadi seorang pembunuh gara-gara wanita yang masuk dalam pernikahan orangtuanya, dan dia melihat ibunya menangis penuh luka pun di karenakan sebuah pernikahan yang sudah hancur. Semua kenangan-kenangan itu membuat Junio teramat sangat membenci ikatan antara sepasang anak Adam, dia sangat tidak suka itu.

__ADS_1


"Itu kan menurutmu, Jun. Bagi orang lain, pernikahan adalah awal dari kebahagiaan. Karena di sana nantinya akan ada banyak kejutan hidup yang hanya bisa di dapat dari pasangan kita yang sah. Contohnya anak. Tidak menutupi fakta kalau tanpa menikah pun kau juga bisa memiliki anak, akan tetapi rasanya pasti akan sangat berbeda jika itu terjadi dalam sebuah pernikahan. Ketika kita pulang dari bekerja, ada anak dan istri yang menyambut kita di rumah. Dan juga setiap harinya kita memiliki aktifitas hangat dengan menemani anak bermain atau membantu istri berkemas rumah, pokoknya ada banyak hal yang hanya bisa kita rasakan setelah menikah. Memangnya kau tidak ingin menjadi seorang Daddy untuk jagoan dan princes kecilmu? Kalau aku sih sangat ingin Jun, aku ingin menjadi seorang Daddy yang keren untuk anak-anakku nanti!" ucap Gleen sambil membayangkan hal-hal manis bersama Lusi.


'Anak? Jagoan dan princes kecil? Apa iya aku menginginkan mereka? Dan menikah dengan Patricia? Apakah itu mungkin? Di antara kita kan tidak ada rasa apapun, jadi akan sangat mustahil kalau aku bisa menikah dengannya. Hmm!.


Melihat sahabatnya termenung, keyakinan Gleen semakin bertambah kalau Junio sebenarnya sudah memiliki rasa pada Patricia. Hanya saja gunung es di dalam tubuhnya masih belum mencair. Mungkin ini akan menjadi tugasnya Gleen untuk terus membujuk Junio agar bersedia membuka hati pada sebuah ikatan. Gleen juga ingin melihat sahabatnya hidup bahagia meskipun harus menikah dengan wanita yang telah menyakiti calon istrinya.


"Sudahlah, aku malas bicara dengan pria lembek sepertimu, Gleen. Oh iya, kapan kau akan mengajakku datang bertamu ke rumah mertuamu? Mereka sudah memberiku undangan asal kau tahu!" tanya Junio sambil beranjak dari tempatnya duduk.


"Nanti setelah Lusi pulang dari rumah sakit aku akan mengajakmu pergi kesana" jawab Gleen. "Jun, pikirkan kata-kataku dengan baik. Tidak ada yang salah dengan pernikahan, semuanya akan terasa indah kalau kau mau membuka hati dengan tulus. Percayalah, karena aku sudah merasakannya sendiri!.


Junio melenggang pergi begitu saja tanpa menghiraukan perkataan Gleen. Entahlah, rasanya begitu berat saat ingin mengikuti saran yang tadi di sampaikan oleh sahabatnya. Karena bagi Junio pernikahan masih menjadi momok yang paling mengerikan dalam hidupnya. Butuh pemikiran yang sangat panjang sebelum mengambil keputusan tersebut.


'Pernikahan memang tidak salah, tapi batu kerikil yang ada di dalamnya itulah yang akan menjadi titik masalah. Dan aku sangat tidak siap dengan hal itu, Gleen. Jadi maaf, sepertinya aku tidak akan pernah tertarik pada ikatan yang kau maksud. Aku muak dan sangat membencinya!.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: rifani_nini...


...🌻 FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2