Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Cinta Aneh


__ADS_3

Flashback


"Sweety, kenapa wajahmu tegang sekali? Tenanglah, aku tidak akan memakanmu" ucap Gleen yang gemas melihat ekpresi di wajah gadisnya.


"Tuan, kenapa kau melakukan hal seperti ini pada seorang pelayan? Kau sangat tampan, pakaian yang kau pakai pun terlihat sangat mahal. Tidakkah ada banyak wanita di luaran sana yang mengantri agar bisa bersamamu?" tanya Lusi bingung.


Gleen tersenyum. Satu jarinya terulur mengusap bibir tipis berwarna merah muda tanpa bantuan lipstik milik Lusi. Indah, itu yang dia lihat.


"Jadi aku tampan?."


"Iya" jawab Lusi jujur. "Makanya aneh ada pria setampan Tuan mau repot-repot mendekati pelayan sepertiku."


"Tapi aku tidak merasa aneh, Sweety. Kau cantik, polos dan natural. Ada pesona indah di wajah dan tubuhmu yang langsung menyihir mataku ketika aku pertama kali melihatmu di resepsi pernikahannya Grizelle dan Drax. Kau sangat cantik, dan aku suka itu" jelas Gleen sambil menelan ludah.


'Astaga bibirnya.'


Lusi terbengang.


Cup


Gleen tersenyum setelah mengecup kilat bibirnya Lusi. Tapi sedetik kemudian dia di buat panik karena Lusi tiba-tiba menangis histeris sembari mengusap bibir yang tadi di ciumnya.


"Huhuhuhuhu Nyonya, aku di lecehkan!" teriak Lusi sambil terisak.


"A-apa??" pekik Gleen terkejut. "Hei, Sweety, aku-aku tidak bermaksud melecehkanmu. Sungguh."


"Ciuman pertamaku, huaaaaaaaa..... Jahat, kau pria cabul. Menjauh dariku!" jerit Lusi semakin histeris.


Gleen tertegun. Ciuman pertama??


"Jadi, aku adalah pria pertama yang menciummu, begitu?" tanya Gleen sambil menunjuk wajahnya sendiri.


"Hiksssss iya. I-itu tadi ciuman pertamaku, Tuan. Dan kau sudah mencurinya" jawab Lusi di sela-sela isak tangisnya.


Senyum langsung mengembang di bibir Gleen ketika dia tahu kalau dialah pria pertama yang menyentuh bibir indah milik Lusi. Kalau ciuman saja baru yang pertama, itu artinya....


"Huhuhuhuhu Nyonya, aku sudah tidak suci lagi sekarang. Tolong aku Nyonya!" teriak Lusi sambil menggedor jendela mobil.


Kaget, refleks Gleen menarik Lusi ke dalam pelukannya. Dia kemudian melambaikan tangan pada seorang security yang sepertinya menaruh curiga karena mendengar suara teriakan Lusi. Tak ingin di salah pahami, dengan malas Gleen membuka kaca mobil kemudian menjelaskan titik masalahnya pada security tersebut.


"Selamat pagi, tuan. Tadi saya mendengar suara jeritan dari dalam mobil ini. Apa terjadi sesuatu?" tanya security.


"Pagi, tidak terjadi apapun di dalam sini. Itu tadi suara istriku yang menjerit karena ada kecoa di dalam mobil. Maaf jika suara teriakannya mengganggu pekerjaan anda" jawab Gleen beralasan.


Sedangkan Lusi, gadis itu hanya terdiam kaku karena tubuhnya di peluk dengan sangat erat oleh pria yang baru saja mencuri ciuman pertamanya. Ingin rasanya dia meminta pertolongan dari security tersebut, tapi Lusi malu. Dia takut di olok karena menangis saat ciuman pertamanya di curi paksa. Alhasil, Lusi akhirnya memilih diam sambil mendengar percakapan antara Gleen dengan security tersebut.

__ADS_1


"Oh begitu, saya kira sedang terjadi tindak kejahatan di dalam mobil ini. Kalau begitu saya permisi, tuan. Selamat pagi."


Gleen mengangguk. Dia membuang nafas lega setelah berhasil meyakinkan security itu. Sambil mengulum senyum Gleen menundukkan kepala, menatap penuh sayang pada gadis yang terdiam kaku di pelukannya.


"Apa masih ingin menangis lagi, hem?."


"T-tuan, aku ingin menyusul Nyonya di dalam. Hiksss, aku-aku harus mengadukan perbuatanmu pada Nyonya dan Tuan Muda" jawab Lusi kembali menangis.


Tak ingin di datangi lagi oleh security, Gleen segera memikirkan cara agar tangisan Lusi berhenti. Jujur saja dia sedikit takut kalau Gabrielle dan istrinya marah karena dia sudah membuat pelayan kesayangan mereka menangis. Membayangkan kemarahan mereka membuat Gleen bergidik ngeri.


"Tuan, tolong buka pintu mobilnya. Hiksss, aku ingin masuk ke dalam."


"Sweety tolong dengarkan aku. Tetap disini bersamaku ya, aku janji tidak akan mengganggumu lagi. Sungguh!" bujuk Gleen panik.


"Hiksssss, Nyonya.."


Keringat dingin mulai menetes di kening Gleen saat tangis Lusi kembali menguat. Dia kemudian ingat kalau sebentar lagi Lusi akan pergi berbelanja dengan Levi dan juga Elea.


"Sweety, karena setelah ini kau akan sangat sibuk berbelanja dengan Levi dan Elea, aku janji aku tidak akan mengganggu waktu kalian. Aku akan menjaga jarak darimu asal kau mau berhenti menangis. Oke?."


Berhasil. Bujukan Gleen berhasil menenangkan Lusi. Sembari mengusap sisa airmata di wajahnya, Lusi menanyakan kepastian akan janji yang baru saja di ucapkan oleh Gleen.


"Benar tidak akan menggangguku lagi?."


"Iya Sweety, aku janji tidak akan mengganggu. Tapi aku akan tetap mengawasimu dari belakang kemudian membayarkan barang belanjaan kalian nanti" jawab Gleen lega.


"Iya aku tidak akan ingkar" jawab Gleen di selingi dengan smirk licik di sudut bibirnya. 'Tapi bohong.'


Flasback Now


Gleen senyum-senyum sendiri sembari memperhatikan gadisnya yang sedang sibuk memilih sepatu dan juga tas bersama Levi dan juga istrinya Gabrielle. Sangat lucu, ekpresi terkejut di wajah Lusi saat dia menciumnya di mobil benar-benar jadi hiburan tersendiri bagi Gleen. Dia tak menyangka, seorang Casanova seperti Gleen akan di buat tergila-gila oleh seorang pelayan cantik yang sialnya masih begitu polos. Di zaman serba modern ini dimana lagi kita bisa mendapatkan gadis senatural Lusi? Jawabannya hanya satu, gadis seperti itu hanya ada di rumahnya Gabrielle. Gleen sangat beruntung bukan?


Saat Gleen sedang menikmati perasaannya, tiba-tiba saja kerah bajunya di tarik oleh seseorang. Dia menelan ludah ketika melihat mata merah seorang pria yang kini sedang menatapnya dengan begitu sengit.


"Kenapa kau bersikap sekasar ini padaku, Gab?."


"Masih berani kau bertanya seperti itu setelah apa yang kau lakukan pada istriku, hah!! K*parat kau Gleen!" amuk Gabrielle menggila.


Gleen menelan ludah. Tadi saja saat dia tidak sengaja menarik tangan Elea belasan pistol langsung menempel di kepalanya. Dan sekarang dia mau tidak mau harus menghadapi kemarahan Gabrielle karena kecerobohan yang dia buat sendiri. Haruskah Gleen menarik kata keberuntungan yang sempat dia bayangkan tadi? Huhuhu, Gabrielle benar-benar sangat mengerikan sekarang.


"Tenang dulu, aku bisa jelaskan semuanya padamu. Yang kau lihat itu bukan kejadian yang sebenarnya. Anak buahmu sudah salah paham padaku" ucap Gleen berusaha membujuk singa yang sedang mengamuk.


"Jadi kau ingin bilang kalau mataku ini salah melihat, iya? Brengsek kau Gleen, Elea itu istriku. Selama ini aku tidak pernah mengizinkan siapapun menatapnya lebih dari tiga detik, apalagi menyentuhnya. Dan kau, kau bahkan berani menarik tangannya. Kau sudah bosan hidup ya!."


Suara teriakan Gabrielle begitu menggema hingga akhirnya menarik perhatian Elea yang sedang sibuk memilih barang. Sadar kalau suaminya sudah salah paham akan sesuatu, Elea segera datang menghampiri. Dengan lembut Elea mengusap punggung suaminya, tersenyum ketika pria yang sedang marah itu menatapnya.

__ADS_1


"Apa Kakak datang untuk menemaniku berbelanja?."


"Sayang..." panggil Gabrielle melunak. "Aku melihatmu di sentuh oleh bajingan ini jadi aku memutuskan untuk segera datang menyelamatkanmu. Tanganmu tidak terluka kan?."


Nah, benarkan?


"Tidak Kak, tanganku baik-baik saja kok" jawab Elea. "Sudah ya jangan bertengkar dulu, aku butuh pendapat Kakak untuk memilih sesuatu."


"Apa itu?" tanya Gabrielle masih enggan untuk melepaskan Gleen.


Tiba-tiba saja Elea tersenyum penuh goda. Ya, dia berniat menggunakan lingeri untuk meredakan amarah suaminya yang begitu bernafsu ingin menghajar Gleen.


"Aku tadi melihat dua buah lingerie yang sangat sexy disana, Kak. Tapi aku bingung menentukan warna apa yang Kakak suka. Bisakah suamiku yang tampan ini membantuku untuk memilih salah satu dari mereka?" bisik Elea tepat di samping telinga suaminya yang tiba-tiba sudah memerah.


Gleen terbengang saat dirinya dilepas dan ditinggal begitu saja oleh Gabrielle yang entah kenapa menjadi sangat aneh setelah mendapat bisikan dari istrinya. Karena penasaran, Gleen akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Ares. Dia sungguh tidak paham dengan sikap kedua orang itu yang mampu berubah sikap dalam sekejab mata.


"Ares, bisa tolong beritahu aku tidak kenapa kedua majikanmu bisa bersikap seperti itu?."


"Maaf Tuan Gleen, saya rasa anda tidak perlu mencampuri urusan rumah tangga Tuan Muda Gabrielle dan Nyonya Elea" jawab Ares tegas.


"Aku itu hanya bertanya saja, bukan ingin mencampuri urusan rumah tangga mereka. Kau ini bagaimana sih" sungut Gleen tak terima.


Ares tersenyum samar. Ekor matanya kemudian melirik kearah dua orang wanita yang sedang di dekati oleh beberapa orang pria.


"Tuan Gleen, boleh saya memberi saran?."


Mata Gleen memicing. Dia menunggu Ares melanjutkan perkataannya.


"Kalau anda terlalu sibuk mencari tahu tentang kedua majikan saya, maka bersiaplah untuk kehilangan sesuatu yang sedang anda kejar."


"Apa maksudmu?" tanya Gleen bingung.


"Lusi sedang di dekati oleh pria lain. Pergilah sebelum hatinya beralih pada pria-pria itu" jawab Ares sambil menahan tawa.


Dalam sekejab Gleen sudah hilang dari pandangan mata Ares. Pria itu dengan garang mengusir lalat-lalat yang sedang mencoba menghisap madu di tubuh bunganya.


"Ck, cinta memang aneh. Orang sedingin Tuan Gleen saja bisa berkelakuan tidak masuk akal seperti ini. Apa aku juga akan seperti dia kalau Cira bersedia menerima cintaku? Entahlah, tapi semoga saja tidak" gumam Ares yang tiba-tiba merindukan si gadis Paris.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2