
Dengan langkah lebar Kimmy berjalan menuju kamar putranya. Wajahnya terlihat sangat senang. Ya, Kimmy baru saja mendapat satu informasi penting tentang Elea, cucu saudari tirinya yang tinggal di negara lain. Tadinya Kimmy berniat mendatangi kamar Clarissa untuk menanyakan sesuatu hal, tapi siapa yang menduga kalau dia malah tidak sengaja mendengar pembicaraannya dengan Cira. Sontak saja ketidaksengajaan tersebut membuat Kimmy seperti mendapat jackpot yang sangat besar begitu tahu kalau Elea adalah calon ahli waris dari semua aset milik Keluarga Wu. Segera dia pergi dari sana kemudian mendatangi kamar putranya untuk melaporkan hal baik ini.
"Fulgi, Mama membawa kabar gembira untukmu!" teriak Kimmy penuh semangat sambil membuka pintu kamar putranya.
Fulgi yang tengah menelfon seseorang segera menoleh kearah pintu.
"Aku tutup dulu telfonnya. Kalian terus awasi keadaan disana, jika ada celah segera lakukan seperti apa yang ku perintahkan tadi!.
"Baik bos,"
Setelah panggilan terputus, Fulgi segera menghampiri ibunya. Dia menatapnya dengan penuh penasaran.
"Kabar gembira apa yang Mama bawa untukku?.
"Ini tentang Elea" jawab Kimmy kemudian menarik tangan putranya kearah sofa. "Tadi Mama tidak sengaja mendengar pembicaraan janda tua itu dengan Cira. Mereka bilang kalau semua aset yang dulunya di wariskan untuk Sandara kini sedang dalam tahap proses pengalihan atas nama Elea. Tidakkah menurutmu ini adalah kabar yang sangat menggembirakan, sayang?.
Senyum lebar langsung mengembang di bibir Fulgi begitu dia mendengar kabar gembira yang di maksud oleh ibunya.
"Ini seratus kali lebih dari sekedar menggembirakan, Ma. Akhirnya, dengan begini kita akan semakin mudah menuju kehidupan yang membahagiakan. Elea, apapun yang terjadi gadis manis itu harus segera aku pisahkan dari Gabrielle. Aku akan langsung menikahinya kemudian memiliki seluruh harta kekayaan milik Keluarga Wu. Hahahaaaa, kenapa semuanya jadi begini mudah? Aku mendapatkan Elea sekaligus mendapatkan seluruh harta keluarga ini. Ahahaa.. luar biasa!" ucap Fulgi di barengi dengan tawa penuh kepuasan.
"Tapi Fulgi, besok pagi sepertinya mereka akan pergi mengunjungi Elea. Apa yang akan kita lakukan jika seandainya janda tua itu tidak kembali lagi ke rumah ini? Mereka membawa koper cukup banyak, Mama takut mereka akan menetap disana."
Tawa Fulgi terhenti. Setelah itu dia mengusap dagu sembari menyeringai.
"Itu bukan masalah besar untuk kita, Ma. Justru bagus kalau mereka tidak kembali lagi ke rumah ini. Peluang untuk aku mendapatkan Elea jadi semakin besar, karena aku akan menjadikan hal itu sebagai alasan untuk terus mendekatinya nanti. Kita tinggal bilang kalau kita ingin menjenguk Bibi Clarissa, dan aku yakin mereka tidak akan mungkin mencurigai kita. Benar kan?.
Kimmy diam mencerna perkataan putranya. Entah kenapa Kimmy seperti mendapat firasat kalau apa yang akan di lakukan oleh putranya tidak akan berjalan semudah yang dia katakan.
"Ada dengan ekpresi di wajahmu, Ma? Mama tidak percaya kalau aku bisa mendapatkan Elea?" tanya Fulgi heran.
"Bukan begitu sayang, hanya saja Mama merasa kalau rencana kita tidak akan bisa berjalan mulus. Kau tahu bukan kalau Gabrielle dan asistennya itu bukan orang yang mudah untuk di hadapi? Belum lagi si Levita, gadis gila itu pasti akan selalu menghalang-halangi jalan kita" jawab Kimmy resah.
__ADS_1
"Tenang saja Ma, aku sudah mengirimkan orang untuk membunuh model sialan itu. Ya anggap saja itu sebagai balasan atas apa yang dia perbuat padaku waktu itu. Jangan mentang-mentang dia dekat dengan Elea lalu aku akan membiarkannya begitu saja, justru dialah orang pertama yang akan segera ku singkirkan" ucap Fulgi sembari tersenyum jahat. "Levita Foster, tunggu tanggal mainnya sayang. Kau akan segera tahu dengan siapa kau mencari masalah!.
Kimmy tertawa puas setelah mendengar perkataan putranya. Dia kemudian mencium pipi Fulgi, menepuk bahunya dengan bangga.
"Sayang, kau selalu saja membuat Mama tercengang dengan ide-ide brillianmu. Masalah Levita sudah beres, lalu bagaimana dengan Gabrielle dan asistennya? Akankah kau menjebak kedua pria itu dengan sesuatu hal yang bisa membuat Elea menjadi salah paham? Atau jangan-jangan kau juga telah memerintahkan seseorang untuk menghabisi mereka? Oh astaga, Mama sudah sangat tidak sabar ingin segera melihatmu menikah dengan Elea. Dengan begitu Mama bisa segera menikmati surga dunia kemudian memamerkannya pada orang-orang yang selama ini memandang sebelah mata pada kita berdua. Mereka semua pasti tidak akan berani lagi merendahkan kita, sayang. Hahahah!.
Saat Fulgi dan Kimmy tengah menikmati kebahagiaan mereka, tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar. Segera mereka bersikap biasa saja ketika melihat Clarissa yang tengah berdiri di depan pintu kamar bersama Cira.
"Aku ingin bicara dengan kalian" ucap Clarissa datar.
"Mau bicara ya tinggal bicara saja. Kenapa harus melapor pada kami!" sahut Kimmy cetus.
Clarissa menahan tangan Cira yang hendak maju menghampiri Kimmy. Dia lalu menggelengkan kepala.
"Besok pagi aku dan Cira akan pergi mengunjungi Elea. Kalian berdua tolong tetaplah disini, jaga rumah ini baik-baik selama kami pergi!.
Kimmy melirik kearah Fulgi kemudian tersenyum licik. Dengan gaya angkuhnya dia berjalan menghampiri Clarissa, berdiri tepat di hadapannya sembari melemparkan tatapan mengejek.
"Memangnya Elea bersedia untuk menerima kedatanganmu di rumahnya? Seingatku dia sangat membencimu saat terakhir kali dia ada di rumah ini."
"Siapa juga yang sembarangan bicara. Bukankah kau juga menyaksikan sendiri saat Elea menatap dengan begitu benci pada majikanmu ini? Kau jangan pura-pura tidak mengetahui apapun, Cira. Benar kan?" sahut Kimmy dengan senyum penuh kemenangan.
Fulgi hanya duduk diam mendengarkan perdebatan ketiga wanita tersebut. Pikirannya sibuk memikirkan Elea, gadis manis yang berhasil membuatnya jatuh hati. Sambil melamunkan gadis tersebut, Fulgi menyalakan ponselnya kemudian membuka galeri. Disana ada banyak sekali foto-foto Elea yang sengaja dia ambil secara diam-diam.
"Benar-benar sangat manis. Kau begitu cantik, Elea. Kau sangat indah" gumam Fulgi penuh puja.
Melihat reaksi Fulgi yang hanya diam saja ketika ibunya berdebat dengan Cira membuat Clarissa merasa aneh. Dia tahu ada yang janggal dari sikapnya itu karena biasanya Fulgi akan langsung bereaksi keras setiap kali Kimmy berdebat dengan Cira. Tapi kali ini pria licik itu hanya diam saja sambil memperhatikan layar ponsel. Penasaran, Clarissa kemudian memutuskan untuk datang mendekat. Namun langkahnya harus terhenti karena lengannya tiba-tiba di tarik oleh Kimmy.
"Mau kemana kau, hah?.
"Lepaskan tanganku" jawab Clarissa.
__ADS_1
"Aku tanya kau mau kemana? Kau ingin memata-matai putraku ya?" tuduh Kimmy curiga.
Begitu mendengar ucapan ibunya, dengan cepat Fulgi menyimpan ponselnya ke dalam saku celana
Dia lalu menatap tajam kearah bibinya.
"Bibi ingin mencari tahu tentang apa dariku?" tanya Fulgi bersikap seolah dia tidak tahu apa-apa.
Clarissa menghela nafas. Dia tentu saja sadar akan sandiwara yang sedang di mainkan oleh keponakannya yang sangat licik nan kejam ini.
"Fulgi, apapun yang sedang kau rencanakan bersama Mama-mu aku harap hal itu tidak berhubungan dengan cucuku. Aku tahu kau mengincar Elea hanya untuk mendapatkan semua aset milik kelurga ini. Tapi perlu kau ingat, selama aku masih hidup kalian berdua tidak akan pernah bisa mendekati cucuku, apalagi menyakitinya. Jika kalian berani melakukannya, maka kalian akan berurusan denganku dan juga Gabrielle. Ingat itu!.
"Kalau begitu perlukah aku membunuh Bibi sekarang juga?.
"Tuan Fulgi, jaga kata-katamu!" sentak Cira meradang.
"Hahahahahaha, santai Cira, aku hanya sedang bercanda saja" ucap Fulgi dengan santainya. "Baiklah, karena Bibi sudah mengeluarkan ancaman secara terbuka untukku maka aku tidak akan merasa sungkan lagi. Benar kalau aku ingin mendekati Elea demi semua harta kelurga ini, tapi Bibi perlu tahu satu hal tentang perasaanku. Aku benar-benar menyukai Elea, aku ingin menjadikannya istriku. Kalau Bibi mempermasalahkan tentang hubungan kami, jawabanku adalah aku tidak peduli. Aku menyukai Elea, dan dia harus menjadi milikku apapun yang terjadi. Sekarang sudah jelas kan?.
"Fulgi, kau..
"Ma, tolong usir mereka dari kamarku. Ini sudah malam, aku ingin tidur" usir Fulgi kemudian berjalan kearah ranjang. Dia dengan santai merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu kembali membuka ponselnya untuk melihat foto gadis cantik yang berhasil menguasai hati dan pikirannya, Elea.
Cira segera membawa majikannya pergi dari sana setelah mereka di usir dengan sangat tidak hormat. Dia sangat marah, namun tidak bisa melakukan apapun karena khawatir kalau kekejaman Fulgi akan menyasar pada keselamatan Nyonya-nya. Mungkin untuk sekarang diam menjadi pilihan yang terbaik agar terhindar dari masalah yang di ciptakan oleh Fulgi dan juga Kimmy.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
Note ✅ Hai hai hai, maaf ya kemungkinan untuk beberapa hari ini ISTRI KECIL SANG PEWARIS belum bisa up seperti biasanya di karenakan emak lagi sakit. Asam lambung naik dan setiap harinya selalu muntah-muntah. Tapi emak usahain untuk tetap bisa up meskipun hanya 1 part doang. Harap maklum ya gengss soalnya penderita asam lambung itu rentan kambuh kalau terlalu lelah dan juga stres. Kalian tahu sendiri lah menjadi seorang penulis itu nggak gampang, perlu memikirkan alur cerita dan juga mikirin deadline. Do'akan emak cepet sembuh ya gengss biar bisa up seperti biasa. Sayang kalian semua pokoknya, ai lop yu 😘😘
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...