Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Teman Bicara


__ADS_3

Jackson meremas rambutnya berulang kali seusai memberikan pertolongan pada Elea. Dia begitu takut karena mimpinya seolah menjadi kenyataan. Kondisi Elea semakin drop karena racun-racun di tubuhnya sudah terlanjur menyebar. Untung saja tadi dia dan Reinhard mengambil tindakan cepat jadi Elea tak harus mengalami pembengkakan di kaki akibat cairan yang tidak bisa keluar. Yah, meski di dalam tadi Elea sempat kesulitan bernafas.


"Kau harus tenang, Jackson. Kau tidak boleh kalut. Keselamatan Elea sedang di pertaruhkan, kau jangan sampai lengah" ucap Jackson menyemangati dirinya sendiri.


Pukk


"Butuh teman?.


Kayo bertanya sembari menyodorkan segelas kopi kearah Jackson. Dia tadinya ingin memberikan kopi tersebut pada kakaknya, tapi dia tidak sengaja melihat Jackson yang seperti sedang berbicara sendirian. Paham kalau dokter ini butuh teman untuk bicara, Kayo berbaik hati memutuskan untuk menghampirinya.


"Pergilah" usir Jackson dingin.


"Aku juga ingin, tapi sayangnya hati nuraniku menolak!" sahut Kayo tanpa merasa tersinggung.


Suasana lorong rumah sakit yang sunyi membuat Jackson kembali larut dalam kekhawatirannya. Dia bingung bagaimana cara membujuk adiknya agar bersedia melakukan operasi dengan dia yang menjadi pendonornya. Sebelum tak sadarkan diri, Jackson sempat berdebat dengan adiknya. Gadis nakal itu kekeh menolak dengan alasan kalau lusa dia akan masuk universitas. Tentu saja ini adalah pilihan yang sulit untuk Jackson karena dua-duanya merupakan sumber kebahagiaan adiknya. Akan tetapi....


"Apa kakak ipar menolak untuk melakukan operasi?" tanya Kayo mencoba menebak apa yang sedang dipikirkan oleh dokter yang sedang termenung di sebelahnya.


"Lusa adalah hari pertamanya masuk ke Universitas. Elea menolak karena tidak mau melewatkan kesempatan itu" jawab Jackson.


"Apa tidak ada cara lain lagi?.


Jackson menggeleng. Dia tanpa sadar menerima kopi yang di berikan oleh Kayo kemudian mulai menikmatinya.


"Seberapa parah?.


"Harus segera melakukan operasi. Racun sudah menyebar dan cairan di tubuhnya tidak bisa keluar dengan baik. Racun-racun itu akan membuatnya kesulitan bernafas dan kakinya akan membengkak. Aku bisa saja melakukan metode lain untuk mengurangi rasa sakitnya, tapi mau sampai kapan. Jalan satu-satunya yang paling tepat adalah melakukan transplantasi ginjal, dan aku yang akan menjadi pendonornya" jawab Jackson.


Kayo terus menyesap kopinya sembari mendengarkan cerita Jackson. Awalnya dia cukup kaget saat ibunya bilang kalau Jackson yang akan menjadi pendonor ginjal untuk kakak iparnya. Tapi setelah di beritahu oleh bibinya, Kayo langsung bersimpatik akan nasib si dokter yang dulunya memiliki peran ganda sebagai seorang pembunuh bayaran sebelum bertobat. Dia cukup terenyuh saat tahu alasannya kenapa ingin mendonorkan ginjal.


"Elea memintaku untuk menikahimu" ucap Jackson spontan.


"Lalu?.


Ada perasaan aneh di hati Kayo ketika mendengar ucapan Jackson. Seperti memakan makanan yang hambar. Kenyang, tapi tidak bisa menikmati rasa.


"Apa pendapatmu?.

__ADS_1


"Jackson, tidak hanya kakak ipar saja yang meminta kita untuk menikah. Bahkan Ibu dan Bibi Liona pun sama" jawab Kayo santai. "Tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk menikah dengan pria sepertimu. Jadi maaf, sepertinya pernikahan antara kita tidak akan pernah terjadi!.


Jackson menoleh. Cukup kaget dengan kedinginan di hati wanita ini. Sebenarnya Jackson pun sama, dia juga tidak mau menjalin hubungan dengan siapa pun, termasuk Kayo. Namun saat dia teringat dengan wajah memelas adiknya saat memintanya untuk menikahi wanita ini, tiba-tiba saja Jackson merasa tak tega. Dia sudah bersumpah pada dirinya sendiri kalau dia akan melakukan semuanya yang bisa membuat Elea bahagia. Termasuk untuk memaksa wanita ini agar bersedia menikah dengannya. Toh pernikahan mereka juga sudah di lihat Elea di masa depan, jadi tidak mungkin Kayo tidak menjadi istrinya.


"Terjadi atau tidak bukan kau yang akan menentukan. Dan aku.... aku pastikan kalau kau pasti menjadi istriku!.


Kayo terkekeh. Dokter ini lumayan asik, tidak semembosankan yang dia bayangkan. Sambil memutar-mutarkan gelas kopi di tangannya, Kayo mencoba untuk berpikir jernih. Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan, itu yang dia tahu. Lagipula Kayo yakin sekali kalau dokter ini tidak benar-benar ingin menikahinya karena mereka tak saling kenal sebelumnya. Mustahil tiba-tiba ada perasaan khusus yang mampu membuat dokter ini berpikir untuk menjalin sebuah komitmen dengannya.


"Apa kau bertekad menikahiku karena kakak ipar? Aku tahu kau sebenarnya tidak tertarik pada pernikahan, Jackson. Matamu tidak bisa berbohong" ledek Kayo sambil mengulum senyum.


"Ya, semuanya demi Elea" aku Jackson jujur. "Dia hidupku, dia nyawaku, dan bahagianya adalah nafasku!.


"Ouwwhhh, itu terdengar sangat dalam, Tuan Jackson. Aku salut."


"Aku tidak butuh pujianmu karena itu tidak penting. Kau sudah tahu alasanku ingin menikahimu, jadi sebaiknya kau bersiap-siaplah karena aku akan segera datang untuk melamar. Mau tidak mau kau akan tetap menjadi istriku, apa pun yang terjadi!" ucap Jackson penuh penekanan.


"Terdengar seperti pemaksaan, tapi aku suka dengan caramu bicara terus terang. Oke, aku akan tunggu lamaran darimu, dan pastikan kalau lamaran itu bisa menjadi kesan yang baik di mata Ayah dan juga Kak Fedo. Kau pasti tahu kalau mereka adalah dewa perang yang siap memenggal kepala siapa pun yang berani menginginkanku karena aku adalah mutiara di Keluarga Eiji. Jadi berhati-hatilah!.


Setelah berkata seperti itu Kayo melenggang pergi meninggalkan Jackson yang sedang menikmati kopi pemberiannya. Sebagai seorang gadis, Kayo tentu saja menginginkan suami yang bisa mencintai dan membahagiakannya seumur hidup. Akan tetapi, jika memang Jacksonlah yang dik takdirkan untuk menjadi suaminya, maka dia pun tak bisa menolak. Pilihan Ibu dan juga Bibi Liona tak mungkin salah, mereka tidak akan mungkin memilihkan pria pecundang yang bisanya hanya membuat hatinya terluka. Sambil berpikir, Kayo melangkah menuju ruangan dimana semua orang berada.


"Awwww,, sakit sekali!.


"Adik manis, kau baik-baik saja?" tanya Kayo kaget kemudian bergegas membantu seorang gadis setengah remaja yang jatuh terduduk di lantai karena bertabrakan dengannya.


Nania mendongak. Dia terbengang melihat bidadari yang begitu cantik tengah membantunya untuk berdiri.


"Waaahhh, cantiknya."


Kening Kayo mengerut. Setelah itu dia tersenyum.


"Ayo bangun dulu, nanti bajumu kotor terkena debu."


"Oh, iya Kak Bid" sahut Nania semringah.


"Kak Bid?.


Sebelum Nania menjawab, dari arah belakang muncul Gleen yang sedang berjalan dengan wajah lesu. Dia buru-buru mendekat ketika melihat barang bawaan Nania berhamburan di lantai.

__ADS_1


"Astaga Nania, kau kenapa?.


"Aku di tabrak Kak Bid, Kak" jawab Nania kemudian tersenyum kearah wanita yang tadi menolongnya.


"Istilah apalagi itu, Nania" keluh Gleen sambil menggaruk kening begitu dia tahu siapa orang yang di panggil Kak Bid oleh adik iparnya.


Mata Kayo melirik sekilas kearah Gleen. Dia tentu belum lupa dengan kejadian dimana pria ini di hajar habis-habisan oleh kakak sepupunya karena sudah berani membentak istri kesayangannya.


"Kak Bid itu Kakak bidadari cantik. Begitu saja tidak tahu" jawab Nania bersungut-sungut. "Oh iya Kak Bid, kita belum berkenalan. Aku Nania, Kak Bid namanya siapa?.


Dengan ramah Kayo membalas uluran tangan si gadis kecil kemudian menyebutkan namanya.


"Aku Kayo, sepupu kakak ipar Elea. Apa kau kekasih pria kasar ini?.


"Nona Kayo, tolong jangan sembarangan bicara. Nania masih kecil, dia belum bisa mencerna ucapanmu dengan benar!" sahut Gleen was-was.


"Siapa juga yang sembarangan bicara. Aku berkata seperti ini berdasarkan fakta yang ada. Kau di hajar Kak Iel karena sudah berlaku kasar pada kakak ipar. Benar kan?.


Puas mengerjai Gleen, Kayo segera pergi dari sana. Dia masih sempat mengerling kearah Nania, seolah memberitahunya kalau dia hanya bercanda saja.


'Ya ampun, Kak Kayo keren sekali. Besar nanti aku harus jadi gadis sepertinya. Aaaa, dia idolaku!.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: rifani_nini...


...🌻 FB: Rifani...



 


__ADS_1


__ADS_2