Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Triangel


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh Glenn, sore itu juga dia benar-benar menikahi Lusi di sebuah gereja tak jauh dari rumah yang di tempati orangtua Lusi. Acara pemberkatan mereka dihadiri oleh orangtua dan kedua adik Lusi, Junio dan Patricia, Gabrielle dan Ares, juga ada Nyonya Clarissa dan Cira yang bertanggung jawab pada gaun pernikahan yang dipakai oleh kedua mempelai.


Elea yang saat itu tidak bisa menghadiri acara pemberkatan Lusi dan Paman Gleen nampak menitikkan airmata sambil menonton layar ponselnya. Ya, di temani oleh kedua mertuanya, Elea menyaksikan acara tersebut dari rumah sakit. Tadinya Elea sempat memaksa ingin ikut hadir di sana, tapi dia diancam akan disuntik mati oleh dokter Jackson jika masih ngeyel. Alhasil, sekarang dia hanya bisa menonton melalui sambungan video dari ponsel suaminya.


"Kenapa menangis sayang?" tanya Liona sembari mengelus-elus rambut menantu kesayangannya.


"Hiksss Ibu Liona, aku jadi teringat dengan pemberkatan pernikahanku dengan Kak Iel dulu. Waktu itu tidak ada siapapun yang mendampingi aku, hanya ada Kak Iel dan para pengawal saja di sana" jawab Elea. "Dan sekarang aku bersyukur karena Kak Lusi tidak harus mengalami nasib sepertiku. Walaupun ayah dan ibunya duduk di kursi roda, setidaknya dia tidak sendirian. Aku senang sekali melihatnya."


Liona dan Greg menarik nafas panjang begitu mendengar perkataan Elea. Mereka cukup terenyuh dengan nasib yang menimpa menantu mereka, juga sedikit merutuki kekurangajaran Gabrielle yang menikah tanpa memberitahu mereka.


"Jangan sedih ya, mungkin saat itu keadaan tidak sebagus sekarang sayang. Em atau begini saja, kau dan Gabrielle kan belum mengadakan resepsi. Bagaimana kalau kita gelar saja acara kalian secara besar-besaran, kan sekarang kau sudah memiliki orangtua yang lengkap. Mau tidak?" ucap Liona menawarkan.


"Acara resepsi?.


Elea meragu.


"Iya. Di negara ini belum ada yang tahu kalau kau adalah istrinya Gabrielle selain keluarga kita saja. Dengan menggelar acara resepsi maka semua orang akan segera tahu siapa kau sebenarnya."


"Tapi Ibu Liona, kalau aku menggelar acara resepsi pernikahan untuk sekarang ini nanti teman-temanku jadi tahu kalau aku adalah istrinya Gabrielle Shaquille Ma. Setelah sembuh aku kan akan langsung masuk kuliah. Aku tidak mau nantinya mereka mau berteman denganku hanya karena aku adalah istrinya Gabrielle, bukan karena aku adalah Elea" ucap Elea. "Ibu Liona, aku ingin memiliki teman yang tulus seperti Kak Levi dan Kak Lusi. Aku tidak mau mempunyai teman yang bermuka dua."


"Bukannya Levi juga adalah teman yang bermuka dua ya?" ledek Greg.


"Bukan, Ayah. Kak Levi bukan orang yang seperti itu. Dia menjadi pelakor karena tidak mau berpisah jauh dariku" jawab Elea membela Levi. "Kak Levi itu sebenarnya sangat baik, Ayah, Ibu. Dia bahkan rela mempertaruhkan nyawanya saat membantuku melepaskan diri dari kejahatan dokter Jackson. Walaupun pertemanan kami di awali dengan kejadian yang tidak enak, Kak Levi tetap tidak memandang rendah kepadaku saat tahu kalau aku tinggal di perumahan kumuh. Semua kebaikannya tidak bisa aku lupakan, dan juga Kak Levi adalah satu-satunya orang yang mau berteman denganku waktu itu. Jadi maaf Ayah, aku akan sangat marah kalau ada orang yang menjelek-jelekkan Kak Levi di depanku. Biarpun dia adalah seorang pelakor, aku akan tetap mempertahankannya sampai kapanpun. Aku dan Kak Iel sudah berjanji akan memelihara Kak Levi dengan sangat baik!"


Greg dan Liona tergelak kaget mendengar ucapan Elea. Setelah itu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahaha... astaga Elea, jadi Levi itu peliharaanmu dan Gabrielle ya?" tanya Greg sambil terus tertawa geli. Hatinya begitu tergelitik.


"Em bukan peliharaan sih, tapi dia adalah parasit yang dipertahanankan" jawab Elea ikut tertawa. "Ayah jangan mengadu padanya ya. Kak Levi bisa kerasukan kalau sampai mendengar hal ini."

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, Ayah akan menjaga rahasia ini dengan sangat baik."


"Ibu juga ya,"


Liona mengangguk. Sungguh, berbicara dengan menantunya membuat hati Liona merasa sangat terhibur. Elea-nya begitu lucu, membuat Liona semakin menyayanginya.


"Oh iya sayang, apa Gabrielle sudah membelikanmu mobil baru untuk kau pakai pergi ke kampus?" tanya Liona.


"Waktu itu aku pernah membeli mobil Bu, tapi mobilnya dibawa kabur oleh Kak Levi" jawab Elea jujur.


"Dibawa kabur?"


Elea mengangguk. Dia lalu menceritakan alasan Levi membawa kabur mobil barunya.


"Kak Levi bilang dia ingin memanas-manasi salah satu temannya yang suka sekali pamer. Akan tetapi sampai sekarang mobilnya tidak pernah di kembalikan. Mungkin sudah dijual."


Greg mengulum senyum. Mendengar pertemanan antara Levi dengan Elea membuat Greg merasa nostalgia. Dulu saat Gabrielle dan Grizelle remaja pun hal seperti ini seringkali terjadi. Dan tentu saja biangnya adalah Grizelle, putrinya yang nakal itu selalu saja memakai barang saudaranya sesuka hati.


"Kapannya itu kapan sayang? Ibu dan Ayah sudah tidak sabar ingin mengumumkan pada dunia kalau sekarang kami sudah memiliki menantu yang sangat cantik" tanya Liona.


"Bagaimana kalau sesudah aku melewati semester ketiga saja Bu? Setahun cukuplah untuk mencari teman yang benar-benar seorang teman. Boleh kan?"


"Baiklah, Ibu setuju."


Elea kemudian mengajak ibu mertuanya untuk melakukan tos. Mereka bertiga kemudian tertawa bersama sampai dimana Elea teringat dengan sesuatu yang masih belum bisa dia berikan.


"Ada apa sayang?" tanya Liona saat menyadari menantunya terlihat murung.


"Ibu Liona, Ayah Greg, maaf ya, sampai sekarang aku masih belum bisa memberi kalian cucu. Aku tidak sempurna, rahimku bermasalah. Sekali lagi aku minta maaf ya" jawab Elea dengan tampang memelas.

__ADS_1


Liona yang tanggap akan kesedihan sang menantu segera memberinya pelukan. Dia lalu meminta Greg untuk keluar dulu, sedikit butuh privasi untuk membahas masalah keturunan.


"Elea, bohong kalau Ayah dan Ibu tidak menantikan seorang cucu. Kami sangat menantikannya malah, tapi itu bukan berarti kami harus memaksakan kehendak. Kau belum mempunyai anak bukan karena keinginanmu sendiri, melainkan sudah menjadi takdir dari Tuhan. Tidak apa-apa, Ibu sangat paham dengan kondisimu. Jangan sedih, oke?"


"Terima kasih sudah mau memahami aku, Bu. Tapi....


Ucapan Elea terjeda. Dalam pelukan sang ibu mertua, seulas senyum muncul di bibirnya. Gambaran segitiga itu kembali terlihat.


"Tapi apa sayang?" tanya Liona cemas.


Aku melihat ada tiga bocah kecil yang akan datang ke tengah-tengah keluarga kita, Bu. Mereka bertiga sangat manis dan lucu.


Mata Liona membelalak lebar. Dia mengurai pelukannya lalu menangkup wajah Elea dengan tatapan tak percaya.


"Tiga pewaris?"


"Iya Bu, itu selalu aku lihat setelah aku memaafkan dokter Jackson" jawab Elea. "Apa Ibu senang?"


"Astaga sayang, kalau seperti ini namanya bukan senang lagi. Ya Tuhan, tiga Elea, tiga."


Elea tertawa melihat ibu mertuanya berlari keluar sambil berteriak memanggil sang ayah mertua. Tangan Elea kemudian bergerak mengusap perut, berdo'a dalam hati semoga apa yang dia lihat bisa segera menjadi kenyataan.


"Triangel, jangan lama-lama ya muncul di perut Mommy. Semua orang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan kalian. Oh ya, nantinya kalian akan mempunyai dua Daddy. Namanya Daddy Gabrielle dan Daddy Jackson. Mereka adalah pria-pria hebat, Mommy yakin kalian pasti akan sangat bangga menjadi anak mereka. Mommy yakin itu!"


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: rifani_nini...


...🌻 FB: Rifani...


__ADS_2