
Menjelang dini hari Elea terbangun dari tidur. Dia lalu tersenyum melihat pria tampan yang sedang tertidur di sebelahnya.
Selamat pagi suamiku sayang, apa yang sedang kau impikan saat ini?.
Gabrielle sebenarnya sudah terbangun sejak tadi. Tapi dia malas untuk beranjak dari ranjang rumah sakit tempatnya tidur bersama Elea. Sembari menunggu pagi tiba, dia memandangi wajah damai nan polos milik istrinya yang masih berada di alam mimpi. Sampai dimana akhirnya mata Elea mulai mengerjapkan mata kemudian Gabrielle memutuskan untuk pura-pura tertidur. Dia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh istrinya begitu membuka mata.
"Tampan sekali. Aku yakin Tuhan pasti sambil tersenyum saat menciptakan Kak Iel. Ck, suamiku benar-benar sangat sempurna, dan aku adalah wanita paling beruntung di dunia. Hihihi, Elea Elea.. Apa yang kau bicarakan sih? Suamimu ini pasti akan mengolokmu jika mendengar perkataanmu barusan" gumam Elea lirih sambil mengelus satu-persatu aset berharga yang ada di wajah suaminya.
Tanpa sepengetahuan Elea, Gabrielle tengah mati-matian menahan tawanya. Perkataan istrinya barusan benar-benar sangat menggelitik hati. Tak tahan lagi, Gabrielle akhirnya menangkap tangan Elea yang sedang bergerak mengusap bibirnya.
"Aaaaaa..!" pekik Elea kaget saat tangannya tiba-tiba di pegang. Matanya melotot melihat suaminya yang kini sedang tersenyum aneh sembari menatap kearahnya.
"Ekhmmm, istriku ini romantis sekali. Pagi-pagi sudah menggoda suaminya, ingin minta jatah ya, hem?" ledek Gabrielle.
Bluussssshhhh
Wajah Elea langsung merona. Bukan karena perkataan suaminya, melainkan malu menyadari kalau suaminya pasti mendengar apa yang dia katakan tadi. Memuji dirinya sendiri, astaga. Setelah ini Elea harus bersiap di goda habis-habisan oleh suaminya yang tampan ini.
"Ey, wajahmu kenapa sayang? Merah sekali" ucap Gabrielle lanjut mengejek.
"Iihh Kak Iel, berhenti menggodaku" sungut Elea menahan malu. Cepat-cepat Elea menarik tangannya kemudian berbaring menyamping membelakangi suaminya.
"Sayang, kenapa memunggungiku sih? Aku kan jadi tidak bisa menikmati wajahmu yang merona itu?" tanya Gabrielle kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Elea.
"Kalau Kak Iel masih terus menggodaku, selamanya aku akan seperti ini. Tidak akan kubiarkan Kak Iel melihat wajahku lagi" jawab Elea sungguh-sungguh.
Gabrielle tergelak. Dia menahan diri untuk tidak tertawa mendengar ancaman aneh yang terlontar dari mulut istrinya. "Yakin mampu membelakangi suamimu yang tampan ini, hem? Tidak takut nanti ada kucing belang yang datang mendekat?."
Mendengar nama kucing belang di sebut, Elea refleks berbalik. Dia lupa dengan ancamannya barusan. Di pikirannya, kucing belang adalah seekor binatang yang sangat menyebalkan, seperti yang pernah di katakan oleh Levi.
"Mana kucing belangnya Kak? Aku penasaran sekali seperti apa bentuknya sampai-sampai Kak Levi memintaku untuk menjadi kucing liar yang sangat galak!."
Sudut bibir Gabrielle berkedut. Sepertinya Levi masih belum memberitahu Elea siapa orang yang di julukinya sebagai kucing belang.
"Kak Iel ayo cepat beritahu aku" desak Elea tak sabar.
__ADS_1
"Cium aku dulu. Morning kiss" sahut Gabrielle sembari menunjuk pipinya.
Tanpa perlu di suruh dua kali, Elea segera memenuhi apa yang di inginkan oleh suaminya. Toh setelah menikah morning kiss seperti ini sudah menjadi rutinitas mereka berdua setelah bangun tidur.
Cup
"Sudah Kak."
"Lagi.."
Cup
"Sekali lagi sayang. Yang ini kan belum" rengek Gabrielle sambil mengusap bibirnya.
Cup cup cup
Dan yang terjadi tidak hanya sebatas ciuman saja. Gabrielle menggunakan kesempatan itu untuk menikmati bibir ranum istrinya, tentunya dengan tempo yang sangat pelan mengingat bibir Elea yang sedikit robek di bagian bawahnya.
"Bernafas sayang" bisik Gabrielle sambil tersenyum lucu melihat istrinya terengah-engah.
"Ssshhhhhh, perih."
"Hati-hati sayang, bibirmu itu sedang terluka" ucap Gabrielle khawatir.
"Buat apa aku hati-hati kalau Kakak sendiri malah menghisapnya tadi. Tahu tidak, Kakak itu seperti lintah jika sedang menciumku, rakus seperti tidak ada lagi hari esok!."
Gabrielle mati kutu mendengar sindiran pedas istrinya. Dia lalu tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Maaf sayang, aku memang tidak bisa mengendalikan diri jika sudah menyentuhmu. Tapi itu juga bukan sepenuhnya salahku. Salahkan juga tubuh dan bibirmu yang sangat candu itu. Mereka yang selalu menjeratku sampai tidak bisa melepaskan diri!."
Mendengar alasan konyol suaminya membuat Elea kembali tersipu malu. Satu jarinya bergerak menusuk-nusuk dada suaminya. "Mana ada aku seperti itu, Kak. Fitnah itu namanya."
"Fitnah apanya sayang. Jelas-jelas tubuh dan bibirmu itu memiliki magnet yang selalu menarikku kesana. Itu fakta, bukan fitnah sayang" sahut Gabrielle gemas melihat apa yang sedang di lakukan istrinya.
Tubuh Elea menegang saat sebuah gambaran muncul di matanya. Gabrielle yang sadar jika istrinya sedang melihat sesuatu, segera duduk kemudian menatap lekat kearahnya. Dia menunggu dengan sangat sabar sampai Elea selesai dengan apa yang dia lihat.
"Sayang, bukan kabar buruk kan?" tanya Gabrielle tak tenang.
__ADS_1
"Buruk Kak, sangat buruk" jawab Elea mulai panik. "Aku, kita akan terluka dan aku akan di kurung di dalam sangkar. Nasib hidupku tergantung bagaimana Kakak bisa menemukan tempat aku di sembunyikan. Dia......
"Jangan di teruskan" sela Gabrielle kemudian memeluk Elea. "Apapun itu, aku pasti bisa menyelamatkanmu sayang. Aku tidak akan membiarkanmu terluka walau hanya seujung kuku."
Elea menarik nafas. Dia membenamkan kepala di dada suaminya, mencoba mencari ketenangan untuk hatinya yang sedang gelisah. Sekarang Elea bisa melihat jelas seperti apa wajah pria aneh yang terus mengejarnya di dalam mimpi. Jackson, dialah orang yang akan memasukkannya ke dalam sangkar emas yang sangat besar. Sebuah sangkar yang menurut Elea sangat menakutkan. Tapi mau sekeras apapun Elea menolaknya, takdir itu akan tetap datang. Jadi siap tidak siap dia harus tetap mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan hari buruk tersebut.
"Jangan takut, oke. Ada aku dan juga lainnya yang akan melindungimu" hibur Gabrielle menyadari kalau istrinya sedang ketakutan. "Oh iya sayang, semalam Levi mencarimu begitu terbangun dari pingsannya. Dia sangat mengkhawatirkan keadaanmu!."
Gabrielle sengaja mengalihkan perhatian Elea dari ketakutan yang sedang dia rasakan sekarang. Dan apa yang di lakukan oleh Gabrielle ternyata membuahkan hasil. Elea merespon ucapannya dengan cukup antusias sampai dia lupa dengan apa yang membuatnya takut.
"Astaga Kak Iel, dari semalam aku sampai lupa menanyakan bagaimana keadaan Kak Levi. Dia, dia kemarin terkena tembakan, dua kali. Iya, dua kali. Dan yang terakhir aku tidak tahu apa yang terjadi padanya karena aku sudah lebih dulu tak sadarkan diri. Kak Iel, Kak Levi baik-baik saja kan? Dia tidak mati kan?" cecar Elea panik.
"Tenang saja sayang, wanita sepertinya tidak akan mati semudah itu. Buktinya sekarang dia masih hidup walaupun Jack-Gal sudah menembak dan menghajarnya. Levi itu memiliki nyawa cadangan, jadi kau tidak perlu sekhawatir itu memikirkannya!" jawab Gabrielle di barengi dengan candaan.
"Kak Iel, kau tidak boleh bicara seperti itu. Kalau tidak ada Kak Levi, saat ini aku pasti sudah bersama Jackson dan di kurung di sangkar itu. Dia mendapat luka tembak itu juga karena ingin menghalangi Jack-Gal yang ingin membawaku pergi, jadi Kakak tidak boleh tidak menghargai pengorbanannya!" kesal Elea tak terima.
"Iya iya sayang, aku hanya bercanda saja tadi. Dan untuk menghargai pengorbanannya itu, nanti setelah ini kita akan pergi mengunjunginya dan bertanya apa yang dia inginkan. Oke?" sahut Gabrielle.
"Sungguh?."
Gabrielle mengangguk. "Tentu saja. Dan sekarang, sudah waktunya untuk istriku yang cantik ini mandi sebelum sarapan pagi datang!."
"Tapi sepertinya aku tidak bisa mandi Kak. Lihatlah, tubuhku di bungkus seperti mummy, jadi mulai hari ini dan seterusnya aku akan mengambil cuti untuk tidak mandi dulu. Tidak apa-apa kan Kak?" usul Levi sembari mengangkat tangannya yang terbungkus perban.
Bukannya menanggapi perkataan istrinya, Gabrielle malah beranjak turun dari ranjang kemudian berjalan kearah kamar mandi. Rupanya dia berniat mengambil air hangat untuk mengelap tubuh Elea supaya bersih. Elea yang melihat apa yang akan di lakukan oleh suaminya segera menolak. Tapi dia menjadi tidak berdaya saat di ancam tidak di bolehkan lagi menikmati mie goreng. Alhasil, sekarang dia hanya bisa menahan malu saat suaminya dengan telaten mengelap seluruh tubuhnya menggunakan air hangat yang tadi di siapkan. Sungguh, Gabrielle adalah suami idaman.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...