Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Hukuman Kecil


__ADS_3

Reinhard mengendarai mobil sambil terus menampilkan wajah yang sangat masam. Ekor matanya sesekali melirik kearah samping dimana ada seorang wanita yang tengah tertidur lelap.


"Heran, sebenarnya tengkorak kepala wanita ini terbuat dari apa sih. Kenapa keras kepala sekali" gumam Reinhard lirih. "Baru saja demamnya turun langsung memaksa ingin pergi keluar. Untung aku sayang. Kalau tidak, aku pasti akan memberimu obat tidur supaya kau bisa tetap diam di rumah."


"Kalau sedang merencanakan sesuatu itu bicaranya jangan keras-keras, Rein. Aku mendengarnya bodoh" ejek Levi masih dengan mata terpejam.


"Biar saja, aku memang sengaja melakukannya."


Levi terkekeh. Semalam, entah kenapa Levi tiba-tiba memimpikan Elea. Dia bermimpi kalau gadis kecil itu melarikan diri sambil membawa semua harta milik Gabrielle. Tentu saja sebagai pelakor abadi Levi tidak terima kalau Elea menikmati semua kekayaan itu seorang diri. Alhasil, begitu Levi bangun, dia langsung memaksa Reinhard untuk mengantarkannya ke rumah Gabrielle. Dia ingin memastikan apakah tambang emasnya masih ada di sana atau malah sudah di bawa kabur oleh Elea.


"Aku itu cuma mau memastikan saja, Rein. Lagipula aku perginya kan ke rumah Elea, bukan ke rumah pria lain" ucap Levi sembari melihat kearah kekasihnya yang sedang cemberut.


"Bukan itu masalahnya, sayang" sahut Reinhard. "Yang aku khawatirkan itu keadaanmu, bukan kemana kau mau pergi. Lupa ya dampak darimu pulang melabrak Patricia kemarin malam?.


"Hehe, berarti aku boleh ya pergi ke rumah pria lain?.


Sreettt, ciiittttttt


"Yakkk Reinhard, apa-apaan kau!" pekik Levi kaget saat mobil di rem mendadak.


"Kau bilang apa tadi?.


Wajah Reinhard merah padam. Beraninya wanita ini ingin pergi mengunjungi pria lain. Cari mati.


"Hufttt, aku hanya bercanda. Kenapa harus semarah ini sih."


"Hanya kau bilang?" protes Reinhard tak habis fikir. "Di depan calon suamimu kau bilang ingin pergi ke rumah pria lain dan kau sebut itu hanya? Astaga Levita Foster, akan ku rantai kakimu setelah ini!.


Levi mengulum senyum.


"Kau cemburu ya?.


"Tidak!" jawab Reinhard bersungut-sungut.


"Yakin?.


Tak ada jawaban. Reinhard benar-benar sedang sangat kesal sekarang.


"Ya sudah kalau begitu nanti aku akan mencari pria lain yang ja.. Aakhhhh Reinhard, kau gila ya!.


Belum selesai Levi bicara, tiba-tiba saja Reinhard menekan tombol di bawah kursi mobil yang membuat Levi menjadi setengah terbaring. Setelah itu apa yang di lakukan oleh dokter ini membuat Levi menelan ludah.


"M-mau apa kau?" tanya Levi gugup ketika Reinhard sudah berada di atas tubuhnya.


"Menurutmu?.

__ADS_1


Reinhard langsung membungkam mulut kekasihnya dengan ciuman yang sedikit menuntut. Dia marah, benar-benar sangat marah karena calon istrinya begitu berani ingin mencari pria lain di luaran sana. Levi yang tidak siap dengan serangan fajar ini hanya bisa pasrah ketika bibir dan juga lehernya menjadi sasaran emosi Reinhard. Dia yang tadinya hanya diam saja lama-lama ikut larut dalam permainan tersebut. Keduanya lalu berciuman dengan sangat mesra, mereka melakukannya dalam durasi waktu yang cukup lama. Saat pasokan udara di paru-paru mereka mulai menipis barulah ciuman itu terlepas.


"Ini hanya hukuman kecil. Jadi jangan coba-coba mempunyai fikiran untuk mendatangi pria lain selain aku. Mengerti!" tegur Reinhard sembari mengusap bibir kekasihnya yang sedikit membengkak.


"Kau mengerikan, Rein."


"Aku bisa jauh lebih mengerikan lagi dari ini. Mau coba?.


Levi menggeleng. Ciuman yang ini saja sudah membuatnya hampir kehabisan nafas, dia juga tidak bodoh dalam mengartikan hukuman yang di maksud oleh Reinhard barusan.


"Rein, kau berat. Tolong turun dari atas tubuhku" ucap Levi sambil mendorong dada Reinhard.


"Tidak mau."


"Tapi ini berat, Rein."


"Biar saja" sahut Reinhard dengan sengaja.


"Nanti tulang di punggungku patah."


"Tidak akan. Aku sudah mengambil posisi yang sangat aman untuk tulang punggungmu."


'Sialan, Reinhard benar-benar marah ternyata. Ck, bagaimana cara untuk membuatnya turun dari atas tubuhku ya? Aku takut aku tidak bisa menahan diri lagi. Aroma tubuhnya benar-benar sangat menggoda, aku ingin menyentuhnya. Aaaa...'


"Sayang, kalau mau pegang ya pegang saja. Tidak usah malu" canda Reinhard sambil menahan tawa.


Mata Levi terbuka. Dia menjadi salah tingkah ketika melihat senyum aneh di bibir kekasihnya. Sadar kalau pikiran mesumnya sudah di ketahui, dengan kuat Levi mendorong tubuh Reinhard dari atas tubuhnya. Dia lalu menatap kearah lain.


"Ayo cepat berangkat. Aku tidak mau Elea benar-benar pergi membawa lari semua hartanya Gabrielle!.


Sambil tertawa puas Reinhard kembali melajukan mobilnya. Dalam perjalanan menuju rumahnya Gabrielle mereka berdua diam saja. Levi yang masih merasa malu pun memutuskan untuk tidak bertanya apapun lagi. Hingga tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di depan rumah megah dimana ada puluhan pengawal berjaga ketat di sana.


Elea yang saat itu di beritahu oleh Nun kalau Levi datang berkunjung segera berlari keluar. Siang ini rencananya dia baru ingin menjenguknya namun si pelakor sudah lebih dulu datang kemari.


"Kak Levi, kau masih hidup rupanya!.


Kata-kata yang di lontarkan oleh Elea membuat semua orang diam tercengang. Bahkan Levi yang tadi sedang merasa malu mendadak langsung berubah garang begitu mendengar pertanyaan Elea yang sungguh sangat menyayat hati. 🤣🤣


"Rein, ayo kita pulang!.


"Kenapa pulang? Kakak kan baru saja sampai" tanya Elea heran.


"Siapa yang kau panggil Kakak?.


"Tentu saja kau."

__ADS_1


"Aku sudah mati" ucap Levi ketus.


"Eyy, tadi itu aku hanya bercanda Kak Levi. Jangan di ambil hati ya" bujuk Elea yang sadar kalau temannya ini sedang merajuk.


"Bercanda kepalamu. Kau... Astaga, aku baru saja sampai dan kau langsung membuat darahku naik ke atas ubun-ubun, Elea. Luar biasa, luar biasa!!" amuk Levi frustasi.


Reinhard memilih untuk menyingkir dari sana sebelum menjadi korban keganasan dari mulut istri sahabatnya. Dia lalu berjalan menghampiri Gabrielle, menggelengkan kepala ketika sahabatnya ini seperti sedang menahan tawa melihat perdebatan antara Levi dan juga Elea.


"Istrimu memang sangat luar biasa, Gab. Aku takjub!.


"Ratunya Gabrielle memang harus seperti itu. Tapi Elea memang sedikit di luar nalar sih" sahut Gabrielle kemudian tertawa.


"Hmm..."


Elea bergelayut di lengan Levi ketika melihatnya tak berhenti mengumpat. Sambil menujukkan tatapan polosnya, Elea mencoba membujuk agar Levi berhenti merajuk.


"Kak Levi, aku belum beli tas untuk kuliah. Mau tidak temani aku pergi belanja nanti siang?.


"Tidak mau. Aku sibuk!" tolak Levi dengan nafas yang memburu.


Emosinya benar-benar di uji oleh gadis kecil ini.


"Tapi nanti aku juga ingin membeli jam tangan baru lho. Kak Levi yakin tidak mau ikut?.


'Whaaat??? Jam tangan? Ya Tuhan bagaimana ini. Tawaran Elea sangat menggiurkan, tapi aku kan sedang marah. Aaaaaaa, apa yang harus aku lakukan?.


Melihat Levi diam melamun, Elea yakin sekali kalau bujukannya pasti berhasil. Dengan tengilnya Elea kembali menambahkan bumbu yang mana langsung membuat Levi berubah pikiran.


"Ya sudah kalau tidak mau, aku tidak akan memaksa. Nanti aku akan mengajak Kak Lusi saja kalau sudah sembuh. Kebetulan dia juga belum punya mobil dan perhiasan, jadi nanti kami bisa puas menguras uang milik Kak Iel."


"Elea, aku akan pergi denganmu. Enak saja, kan aku yang menerima julukan sebagai pelakor, kenapa harus Lusi yang menikmati keuntungannya? Tidak-tidak, nanti aku yang akan menemanimu pergi berbelanja!" protes Levi tak terima Elea menghabiskan waktu bersama orang lain.


"Baik Kak!" ucap Elea dengan senyum penuh kemenangan. "Tapi Kak Levi sudah tidak sakit lagi kan? Aku khawatir nanti Kakak hanya akan membuatku repot kalau tiba-tiba pingsan!.


Levi menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan sangat kuat. Rasanya ingin sekali dia menjahit mulut jahat Elea yang dengan kejam bicara seperti itu kepadanya. Sungguh, Levi kehabisan akal setiap kali berdebat dengan Elea. Dia sampai kehabisan kata-kata.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2