Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Foto Aneh


__ADS_3

Sambil bersenandung Reinhard berjalan menuju ruangannya dokter Jackson. Dia mendapat laporan dari perawat jika ada seorang pasien anak-anak yang hanya mau di obati oleh dokter tersebut. Sebagai direktur rumah sakit, tentu saja Reinhard harus mengabulkan keinginan si pasien. Dia dengan rendah hati langsung mendatangi dokter Jackson untuk menyampaikan apa yang sedang terjadi.


Tok, tok, tok


"Dokter Jackson, apa kau ada di dalam?."


Lama tak ada jawaban. Akhirnya Reinhard memutuskan untuk tetap masuk. Keningnya mengerut saat mendapati ruangan itu kosong, bahkan AC di dalam ruangan tersebut pun tidak menyala. Menandakan jika tidak ada orang yang masuk ke ruangan ini.


"Aneh, kemana perginya dia? Ini kan masih jam kerja, tidak biasanya dokter Jackson membolos seperti ini" gumam Reinhard heran.


Entah dorongan dari mana, Reinhard berjalan mendekat kearah meja yang biasa di gunakan oleh dokter Jackson memeriksa berkas para pasiennya. Matanya kemudian tertuju pada sebuah foto yang tersembul dari laci meja.


"Eh, foto siapa ini? Kenapa aneh sekali posenya?."


Karena penasaran, Reinhard akhirnya mengambil foto tersebut. Dalam foto itu, terlihat seorang gadis dengan wajah berlumuran darah nampak sedang menatap kosong kearah depan. Ada juga beberapa luka memar di bagian sudut bibir dan matanya, membuat Reinhard bergidik ngeri.


"Astaga, aku tidak menyangka kalau dokter Jackson menyukai hal-hal yang berbau kekerasan seperti ini. Tapi, kenapa wajah gadis ini seperti tidak asing ya? Dimana aku pernah melihatnya?."


Lama Reinhard berfikir, mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan gadis di dalam foto tersebut. Saat sedang termenung, tiba-tiba saja wajah istrinya Gabrielle melintas di matanya.


"Kenapa malah wajah Elea yang muncul di mataku sih? Memangnya apa hubungan Elea dengan dokter Jackson sampai-sampai dia memiliki fotonya? Posenya juga tidak biasa, tidak mungkin juga kan Elea di aniaya oleh dokter Jackson. Dia dokter yang baik, hanya orang sakit jiwa saja yang tega mem....


Ucapan Reinhard terjeda. Dia menelan ludah saat menyadari sesuatu yang janggal dari hubungan yang baru saja dia sebutkan. "Elea.... dokter Jackson, Jack-Gal... Jackson, Jack-Gal, Jackson, Jack-Gal... Jack...........


"Oh astaga, apa-apaan ini!" teriak Reinhard syok. "Jadi, jadi selama ini dokter yang di maksud oleh Elea adalah dokter Jackson? Jadi dia orang yang di sebut Jack-Gal si pembunuh berdarah dingin itu?? Owhh shiittt, aku harus segera memberitahu Gabrielle tentang hal ini. Semoga saja dia belum mengumpankan Levi untuk memancingnya keluar. Aku harus segera menemuinya!."


Setelah mengetahui kebenaran tersebut, Reinhard bergegas keluar dari ruangan itu kemudian berlari dengan cepat menuju mobilnya. Tangannya yang masih menggenggam foto Elea nampak bergetar hebat. Dia tidak menyangka kalau orang yang menyebabkan istri sahabatnya mengalami truma berada di satu tempat yang sama dengannya.


"Selamat siang Tuan Re...


"Handle seluruh urusan di rumah sakit. Aku ada urusan yang sangat penting di luar. Dan satu lagi, katakan pada pasien yang sedang mencari dokter Jackson, orangnya sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit ini!" ucap Reinhard pada sekertarisnya.


Reinhard segera melajukan mobilnya menuju Group Ma. Sambil mengemudi, dia mencoba menghubungi nomornya Gabrielle. Namun panggilannya tak kunjung di jawab, membuat Reinhard semakin frustasi.


"Sial, kau kemana Gabrielle. Ayo cepat angkat telefonku!" ucap Reinhard kesal.

__ADS_1


Kesal karena tak juga di jawab, Reinhard membanting ponsel ke kursi di sebelahnya. Dia lalu menambah kecepatan mobil, menerobos lampu merah bahkan hampir menabrak pengendara lain. Biar saja, dia tidak peduli. Nanti jika ada panggilan dari pihak kepolisian, Reinhard tinggal membebankan masalah itu pada Gabrielle. Toh dia melakukan pelanggaran seperti ini juga demi menyelamatkan Elea, bukan untuk urusan pribadinya.


Tak berselang lama, Reinhard akhirnya sampai di Group Ma. Dia segera keluar dari dalam mobil dan meningalkannya sembarangan di depan pintu masuk perusahaan.


"Dimana Gabrielle?" tanya Reinhard pada salah seorang karyawan.


"Tuan Muda sedang berada di ruang rapat bersama beberapa klien, Tuan Reinhard. Silahkan menunggu saja di ruangannya" jawab si karyawan sopan.


Reinhard tak mengindahkan perkataan karyawan tersebut. Begitu tahu dimana sahabatnya berada, dia segera berlari menghampirinya.


Braaakkkkkkk


Gabrielle yang saat itu sedang gundah terperanjat kaget saat pintu ruang meeting di dobrak dengan sangat kuat dari arah luar. Keningnya mengerut melihat kemunculan Reinhard yang datang dengan nafas terengah-engah.


"Apa gajimu cukup untuk mengganti pintu yang kau rusak, Rein?" tanya Gabrielle dingin.


Ares menghela nafas. Sudah cukup ruangan ini terasa mencekam di akibatkan Tuan Muda-nya terus saja mengamuk karena meeting tak kunjung selesai. Ares paham betul kalau Tuan Muda-nya sedang sangat khawatir memikirkan Nyonya-nya. Dan sekarang malah datang lagi satu masalah yang Ares yakin akan membuat emosi Tuan Muda-nya semakin memuncak.


"Persetan kalau kau ingin mengancamku Gab, ada hal yang jauh lebih penting dari masalah pintu yang rusak ini" sahut Reinhard kemudian berjalan mendekat. "Lihat apa yang aku bawa untukmu."


"Baik Tuan Muda!."


Setelah semua orang meninggalkan ruangan, Gabrielle mengulurkan tangan kearah Reinhard meminta foto yang tadi dia tunjukkan. Sebelah alisnya terangkat keatas melihat foto aneh yang ada di tangannya.


"Leluconmu sangat tidak menarik, Rein. Apa maksudmu memberiku foto sampah seperti ini hah!" bentak Gabrielle kemudian membanting foto tersebut keatas meja.


"Astaga Gabrielle, coba kau perhatikan baik-baik siapa yang ada di dalam foto itu? Sampah kepalamu! Buka matamu lebar-lebar dan lihat siapa yang ada di dalam sana!" ucap Reinhard balas membentak dengan sangat sengit.


Gabrielle di buat bingung dengan reaksi Reinhard. Penasaran, dia akhirnya kembali melihat foto itu dengan seksama. Bola matanya seakan ingin melompat keluar begitu dia sadar jika gadis yang berada di dalam foto tersebut ternyata adalah istrinya. Dada Gabrielle seketika bergemuruh melihat betapa mengerikannya kondisi Elea di dalam foto itu. Wajahnya berlumuran darah dengan luka lebam dan robek di beberapa bagian. Dan juga dalam foto itu tubuh Elea di biarkan polos tanpa tertutup sehelai benang pun.


"Ini, dimana kau menemukannya Rein? Katakan padaku dimana kau mendapatkan foto sialan ini Reinhard!" amuk Gabrielle mulai tak terkendali.


"Foto ini aku temukan di salah satu ruangan dokter yang bekerja di rumah sakit milik keluargamu. Aku tidak sengaja melihatnya terselip di laci meja kemudian mengambilnya. Dokter Jackson, dia adalah dokter yang mencelakai istrimu tujuh tahun lalu. Yang artinya dia adalah Jack-Gal, orang yang sedang kalian buru" jawab Reinhard dengan jelas.


Brraaakkkk

__ADS_1


"Brengsek! Jadi selama ini aku sudah memberi makan iblis yang hampir merusak masa depan istriku? K*parat, bagaimana bisa aku tidak menyadari hal ini? Dan kau Ares, kemana otak cerdasmu itu hah! Dasar bodoh, sia-sia aku menempatkanmu di sisiku selama ini. Aarrrggghhhhhh!."


Ares dan Reinhard hanya bisa berdiri diam melihat kemurkaan Gabrielle. Saat suasana sedang mencekam, tiba-tiba ponsel milik Reinhard berdering. Dia langsung mengangkat panggilan tersebut begitu tahu siapa yang menelfonnya.


"Halo Bibi, ada apa?."


"Reinhard, tolong berikan ponselmu pada Gabrielle sekarang. Sejak tadi Bibi menghubunginya tapi tidak ada jawaban!."


Reinhard melihat kearah Gabrielle. Dia kemudian segera memberikan ponselnya. "Ibumu ingin bicara!."


Dengan cepat Gabrielle mengambil ponsel dari tangan Reinhard. Dia bisa merasakan kalau ibunya akan menyampaikan hal buruk padanya.


"Halo Bu.."


"Kalau kau sudah memutuskan untuk membuat rencana, jangan sampai lengah Gabrielle. Rencana itu bisa menjadi boomerang untukmu sendiri kalau kau sampai gagal memainkan waktu!."


Mendengar perkataan ibunya, sontak saja Gabrielle menjadi sangat khawatir. Pikirannya langsung tertuju pada Levi dan juga Elea yang saat ini sedang berada di luar rumah.


"Bu, tolong beritahu aku apa yang sedang terjadi. Aku, aku....


"Elea berada dalam bahaya, saat ini Jack-Gal sedang mengikuti mobil mereka. Oh ya Gabrielle, tolong katakan pada Reinhard lain kali berhati-hati lah sedikit. Dia keluar sambil membawa fotonya Elea tanpa menyadari kalau Fendry mengikutinya diam-diam. Karena kecerobohannya itu sekarang Levi dan Elea harus bertaruh nyawa apakah bisa melarikan diri dari kejaran Jack-Gal atau tidak. Sebenarnya Ibu bisa saja menolong mereka, tapi Ibu sedang malas sekarang. Cepat pikirkan cara sebelum Jack-Gal menangkap Elea karena di sana ada orang lain juga yang sedang mengejar istrimu. Bryan, mereka kini sedang saling mengejar!."


Tanpa pikir panjang lagi Gabrielle langsung melemparkan ponselnya Reinhard ke lantai kemudian berlari keluar begitu mengetahui keadaan istrinya. Di susul oleh Ares dan juga Reinhard yang kaget melihat reaksi Gabrielle setelah berbicara dengan ibunya. Dengan tergesa-gesa ketiga pria itu masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan perusahaan dengan Gabrielle yang berteriak seperti orang gila meminta Ares untuk secepatnya pergi menyusul Elea.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...

__ADS_1


__ADS_2