
"Bagaimana?" tanya Gabrielle tak sabar setelah Reinhard selesai memeriksa istrinya.
Saat mereka semua tiba di Paris, Elea masih terlelap. Hal ini kemudian di gunakan oleh Gabrielle dan Reinhard untuk memeriksa kondisi rahimnya yang memang sedang bermasalah. Benak Gabrielle menjadi sangat terganggu sejak Elea menyinggung tentang kehamilannya saat di rumah sakit.
"Syukurlah Gab, pengobatan yang aku berikan sepertinya membawa pengaruh baik untuk kondisi rahim istrimu. Tapi bukan berarti dia bisa mengandung dalam usia dini seperti sekarang. Kau mungkin harus sedikit bersabar untuk beberapa tahun ke depan!" jawab Reinhard sembari menata alat medisnya. "Gabrielle, kapan kau akan jujur pada Elea? Sudah cukup lama kita menyembunyikan kenyataan ini darinya. Kita bahkan harus membiusnya terlebih dahulu setiap kali menjalani pemeriksaan. Aku khawatir Elea akan menaruh curiga dan diam-diam pergi menemui dokter lain!."
Gabrielle terdiam sambil menatap lekat kearah Elea. Memang benar jika selama ini dia yang selalu meminta Reinhard untuk membuat Elea tertidur di saat rahimnya akan di periksa. Tapi bukan tanpa alasan kenapa Gabrielle tega melakukan hal tersebut. Dia hanya tidak mau melihat istrinya bersedih jika mengetahui penyebab yang membuatnya belum bisa hamil sampai sekarang.
"Aku tahu semuanya berat untuk kalian berdua, Gab. Tapi ada baiknya kalau kau bicara jujur pada Elea supaya dia tidak berfikir macam-macam. Lagipula sekarang penyakitnya sudah bisa di atasi, hanya tinggal melakukan sedikit pengobatan untuk membuat rahimnya siap untuk di buahi!" imbuh Reinhard tak tega.
"Sulit Rein. Aku sudah berjanji untuk tidak membiarkannya bersedih lagi. Elea pasti akan sangat terpukul jika dia tahu rahimnya bermasalah. Membayangkannya saja aku sudah merasa tidak tega" jawab Gabrielle lesu.
"Aku tahu, tapi tetap saja aku menyarankan agar Elea di beritahu tentang masalah ini. Gabrielle, istrimu itu adalah gadis yang sangat kuat. Aku yakin dia pasti bisa memahami hal ini dengan bijak. Toh kita semua selalu mendukungnya, dan masalah anak hanya tinggal menunggu waktu saja. Percaya padaku, Elea pasti akan mengerti!."
Mulut Gabrielle langsung terkatup begitu mendengar lenguhan pelan dari mulut Elea. Dia menghela nafas, tersenyum melihat mata istrinya yang perlahan mulai terbuka.
"Kak Iel, apa kita sudah sampai?" tanya Elea sembari mencoba untuk duduk. Dia mengernyit sambil menekan kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
"Kau tidur terlalu lama sayang, makanya sekarang kepalamu sakit" ucap Gabrielle berkilah. Dia lalu membantu Elea duduk menyandar di kepala ranjang.
"Benarkah? Tapi kenapa aku seperti merasa sudah bangun ya saat di dalam pesawat? Apa mungkin aku pingsan Kak?."
Reinhard dan Gabrielle saling melirik. Bingung harus menjawab bagaimana.
"Oh iya, kenapa Kak Reinhard membawa peralatan dokternya? Aku sakit ya Kak Iel?" cecar Elea yang mulai merasa janggal dengan gelagat suaminya. Dada Elea berdebar, dia yakin kalau dirinya bukan tertidur, tapi ada sesuatu yang sengaja di masukkan ke dalam tubuhnya.
'Kak Iel, kau bilang kita harus saling jujur. Katakan saja, aku tahu kau sedang menutupi sesuatu dariku!.'
"Rein, kau keluarlah dulu!" usir Gabrielle setelah mendengar teguran yang di sampaikan Elea melalui pikirannya barusan.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku permisi" sahut Reinhard kemudian bergegas pergi dari sana.
Sepeninggal Reinhard, Gabrielle dan Elea saling menatap dalam diam. Mereka sama-sama merasa cemas.
"Kak Iel, katakan saja. Aku tahu ini ada hubungannya dengan kondisi tubuhku" ucap Elea membuka pembicaraan. "Apa aku mengidap penyakit mematikan?."
"Bukan sayang, tidak seperti itu" jawab Gabrielle gelisah. "Elea, aku ingin minta maaf sebelumnya. Aku sebenarnya tidak bermaksud membohongimu, tapi aku terpaksa melakukan ini semua karena aku tidak ingin melihatmu bersedih. Sungguh!."
Manik mata Elea menatap lekat kearah mata suaminya. Mencoba menebak-nebak hal apa yang sudah membuat suaminya terlihat begitu gelisah. Tiba-tiba saja hatinya bagai tersayat pedang saat menyadari sesuatu. Dengan suara yang sangat lirih Elea akhirnya mengucapkan sesuatu yang langsung membuatnya terisak. "Aku mandul, iya kan Kak?."
Greeepppp
Gabrielle menengadahkan wajahnya keatas setelah merengkuh tubuh mungil Elea ke dalam dekapannya. Dadanya sesak sekali mendengar suara tangis istrinya yang mengira jika dirinya mandul. Gabrielle mengatur nafasnya sebelum dia memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Ssstttttt sayang, jangan menangis. Kau itu bukan mandul, hanya ada sedikit masalah saja di bagian rahimmu. Jadi jangan berpikiran buruk dulu ya, masih banyak cara untuk menyembuhkannya!."
"Hikssss... Kenapa Kak, kenapa hidupku selalu seperti ini. Satu masalah terlewati, sekarang datang lagi masalah baru. Apa seumur hidupku, aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti yang lain? Keturunan adalah hal yang paling penting untuk mengeratkan hubungan suami istri, keluarga Kakak pasti akan meminta Kakak meninggalkan aku jika mereka tahu aku tidak bisa...
Setelah mendengar penjelasan suaminya, Elea tiba-tiba merasa sangat bersalah. Emosinya yang sedang naik turun menjadikannya berfikiran sempit. Tak ingin membuat suaminya bersedih, dengan segera Elea menata hati dan perasaannya. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian mendongak. "Kak Iel, ayo kita lupakan semua masalah yang ada. Di sini kita sedang berlibur, aku hanya ingin merasa bahagia bersama Kakak. Maaf ya karena sudah bicara melantur tadi!."
Kening Gabrielle mengerut heran melihat perubahan istrinya yang begitu cepat. Khawatir terjadi sesuatu, Gabrielle segera mencecarnya dengan pertanyaan. "Sayang, kau baik-baik saja kan? Tolong jangan membuatku takut...!."
"Aku baik-baik saja Kak. Iya memang tadi aku sangat kaget setelah Kakak memberitahuku tentang masalah ini. Tapi sekarang, asalkan Kakak terus ada bersamaku aku rasa tidak ada hal yang perlu ku risaukan" jawab Elea dengan sangat bijak. "Sudah ya, lupakan masalah tadi. Aku benar tidak apa-apa Kak, sungguh!."
Seulas senyum muncul di bibir Gabrielle. Dia merasa lega karena istrinya mengambil keputusan dengan sangat baik. Gabrielle tadi sudah panik sendiri saat Elea menangis meratapi nasibnya, tapi untunglah itu tidak berlangsung lama. Ternyata tebakan Reinhard memang benar kalau istrinya pasti bisa menyikapi masalah ini dengan begitu dewasa. Sangat jauh dengan apa yang ada di dalam bayangannya meksipun di awal tadi sudah membuatnya cemas.
"Kak Iel, aku lapar" rengek Elea sembari mengusap perut.
"Lapar?" beo Gabrielle. "Kalau begitu ayo kita turun. Tadi setelah sampai di sini pelakor itu langsung sibuk di dapur. Katanya dia ingin pamer padamu tentang keahliannya dalam memasak!."
__ADS_1
Elea tersenyum. "Kalau begitu ayo kita bantu dia menghancurkan dapur. Kak Levi pasti akan sangat marah kalau ada yang mengganggu pekerjaannya."
"Dengan senang hati, Ratuku" sahut Gabrielle kemudian melepaskan pelukannya dan berdiri di sisi ranjang sembari mengulurkan tangan.
"Kak Iel....." ucap Elea malu-malu.
"Apa sayang."
"Kakiku masih lemas.."
"Lalu?" ledek Gabrielle mengulum senyum. Gemas melihat tingkah malu-malu istrinya.
Wajah Elea bersemu merah. "Gendong aku."
'Ya Tuhan, istriku imut sekali. Kenapa setiap kali dia bersikap begini malah terlihat seperti sedang mengundangku keatas ranjang ya? Aahhh Elea, kau benar-benar membuatku gila...'
"Ekhmmmm, apa imbalan yang akan aku dapatkan jika menggendongmu, hem?" tanya Gabrielle melakukan penawaran.
"Malam ini kita akan begadang semalaman" jawab Elea sambil menundukkan kepala.
Tanpa pikir panjang lagi Gabrielle segera menggendong Elea begitu dia mendapatkan jawaban yang sangat menggiurkan. Di dalam otaknya saat ini sudah terbayang berbagai macam pose yang akan mereka lakukan saat bercinta nanti. Saking happy-nya Gabrielle memikirkan hal mesum itu, dia sampai tidak menyadari kalau mereka turun ke lantai bawah tanpa menggunakan lift. Sementara Elea, dia hanya tersenyum lucu melihat kelakuan suaminya. Elea tahu betul apa yang sedang di pikirannya saat ini. Karena jujur, Elea pun sangat menantikan pose-pose panas yang akan di lakukan oleh suaminya malam nanti. Dia seorang gadis kecil yang sangat mesum bukan?.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...