
"Aarrggg, kenapa wajah semua orang berubah menjadi seperti Elea? Apa yang salah dengan mataku!" keluh Jackson sambil terus berlari menembus pepohonan di lereng bukit.
Subuh tadi, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba salah seorang anak buah Grizelle menjatuhkan kunci di dekat kandang tempat Jackson di kurung. Dia yang memang sedang mengatur siasat agar bisa melarikan diri dari rumah terkutuk itu segera menyembunyikan kunci tersebut. Setelah di rasa aman, sambil mengendap-endap Jackson akhirnya berhasil keluar dari kediaman Nyonya Liona. Mungkin nasib sedang berpihak padanya karena ternyata di luar rumah para penjaga sedang tertidur di pos jaga. Tanpa membuang waktu lagi Jackson segera menyelinap keluar sebelum akhirnya dia sampai di tempatnya sekarang.
Namun keanehan terjadi. Setelah kurang lebih tiga jam Jackson berhasil kabur dari rumah itu, tidak seorang pun datang mencarinya. Sebagai seorang pembunuh, Jackson tentu saja langsung sadar kalau ada yang tidak beres dengan pelarian tersebut. Mustahil tidak terjadi kegemparan di rumah itu saat mereka tahu kalau tawanan mereka terlepas. Sampai dimana akhirnya Jackson sadar kalau sebenarnya dia memang sengaja di lepas. Dia di biarkan bebas dengan tujuan tersendiri yang tidak dia ketahui. Saat Jackson sedang memikirkan rencana orang-orang itu, dia di kejutkan oleh kemunculan Elea. Gadis kecil itu, entah bagaimana caranya bisa berdiri di sebelahnya.
Jackson ketakutan, tentu saja. Gadis kecil yang di incarnya kini sudah berubah menjadi seorang psikopat. Jackson tidak ingin mati sia-sia di tangannya. Meski tubuhnya sudah sangat kelelahan, dia terus berlari menjauh dari kejaran Elea. Tapi setiap kali dia berjumpa dengan seseorang, perlahan-lahan wajah orang tersebut akan berubah menyerupai Elea. Hal ini semakin membuat Jackson ketakutan. Nafasnya bahkan hampir habis karena dia terus berlari tanpa henti.
"Apa ini adalah salah satu rencananya Nyonya Liona? Itulah kenapa dia sengaja membiarkan aku pergi dari rumahnya?" gumam Jackson menerka-nerka.
Tak kuat lagi berlari, Jackson memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon besar. Tubuhnya yang kurus nampak di basahi keringat. Baru saja dia bernafas dengan normal, dia kembali di kejutkan oleh kemunculan Elea yang datang sambil menggenggam pisau di tangannya. Sontak saja hal itu membuat Jackson terperanjat kaget kemudian kembali berlari menjauh dari tempat itu.
"Shiitttt!!! Kenapa Elea ada dimana-dimana? Ini benar-benar nyata atau hanya halusinasi saja. Atau..
Langkah Jackson terhenti. Dia menelan ludah ketika teringat dengan sesuatu yang kemungkinan besar sangat berhubungan dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya.
"Suntikan itu?? Jangan-jangan.....
Di dalam ruang bawah tanah, Liona beserta Greg dan anak buahnya yang lain tengah memperhatikan Jackson dari layar di hadapan mereka. Mereka nampak puas melihat pembunuh itu ketakutan karena halusinasinya sendiri.
Sembari membelai-belai rambut panjang istrinya, Greg menanyakan sesuatu hal yang membuatnya sangat penasaran.
"Honey, berapa lama obat itu akan bekerja mempengaruhi pikirannya?.
__ADS_1
"Tidak ada batasan waktunya, Greg. Karena pada dasarnya Jackson sudah lebih dulu menanamkan ketakutan itu di dalam pikirannya sendiri. Obat yang di suntikan Hansen ke tubuhnya itu hanya sebagai pelumas saja supaya efek halusinasinya semakin membesar" jawab Liona tanpa melepaskan tatapannya dari depan layar.
"Apa ada kemungkinan dia menyadari semua ini, Hon?" tanya Greg lagi.
Liona mengangguk.
"Bahkan sekarang dia sudah menyadari ada yang tidak beres dengannya. Lihat saja, dia diam seperti itu pasti karena sedang memikirkan obat apa yang di suntikkan ke tubuhnya kemarin. Tapi meskipun begitu Jackson akan tetap merasa ketakutan, karena seorang psikopat hanya akan takut pada sesama psikopat lainnya. Dia menorehkan rasa takut luar biasa di diri menantu kita, sudah pasti dia mengerti sebesar apa efek yang bisa di timbulkan saat kejiwaan seseorang mulai terganggu. Jackson akan mati dalam ketakutan yang dia buat sendiri!.
Semua anak buah Liona tersenyum puas mendengar ucapannya. Sejak dulu, sejak awal mereka di rekrut menjadi bagian dari rumah ini mereka selalu saja tak bisa berhenti mengagumi sosok wanita dingin nan baik hati ini. Segala rencananya selalu berada di luar ekspektasi mereka, terlalu jenius sampai-sampai mereka selalu dia buat tercengang. Sungguh beruntung mereka bisa menjadi bagian dari Nyonya pemilik rumah ini.
"Kau luar biasa, Hon. Aku salut padamu" puji Greg kemudian mencium puncak kepala istrinya.
Di dalam layar, terlihat Jackson yang kembali berlari memasuki hutan. Jika kalian bingung darimana Liona bisa melihat keberadaannya, jangan lupa kalau seluruh kawasan bukit itu adalah miliknya. Sudah pasti di setiap jengkal daerah tersebut telah terpasang ratusan kamera tersembunyi. Tak lupa juga di tubuhnya Jackson sudah terpasang alat yang memudahkan mereka untuk melacak keberadaannya. Jadi sejauh apapun Jackson berlari, dia tidak akan pernah bisa lepas dari mata Liona. Semua orang yang sudah berani mengusik ketenangan wanita ini hanya akan memiliki akhir hidup yang sangat buruk. Liona Serra Zu, tidak akan membiarkan musuh-musuhnya mati dengan mudah. Dia akan membalas dengan cara yang sama, namun seribu kali lebih menyakitkan. Seperti sekarang. Jackson menyiksa batin menantunya dengan bayangan ketakutan akan pelecehan dan juga penganiayaan. Dan sekarang Liona membalasnya dengan menciptakan sebuah halusinasi yang jauh lebih buruk, belum lagi dengan siksaan yang di berikan Lan dan juga anak buahnya yang lain. Tanpa ampun, Liona akan membuat Jackson merasakan penyesalan hingga ke tulang-belulangnya.
"Aneh, bukankah menantu kita sedang sangat membenci Tuan Karim, Hon? Apa yang terjadi, kenapa dia tiba-tiba mau menyambangi rumah kakeknya?" tanya Greg keheranan.
"Cari tahu penyebab kenapa mereka datang kesana. Peringatkan Gabrielle, di rumah itu ada seekor cacing yang sedang bermimpi untuk naik keatas singgasana" perintah Liona dengan seribu maksud di balik ucapannya.
"Baik Nyonya" sahut Hansen. "Ada perintah lain?.
"Coba kau hubungi Gabrielle. Minta dia untuk menanyakan pada Elea kematian seperti apa yang dia inginkan untuk Jackson. Aku mulai muak dengan permainan ini. Sangat membuang waktu!.
Hansen mengangguk. Setelah itu dia segera menghubungi Gabrielle untuk menyampaikan pesan nyonya-nya.
__ADS_1
"Hon, menurutmu apa yang akan terjadi pada Tuan Karim jika Nyonya Clarissa datang ke negara ini? Aku dengar semalam anak buah kita melapor kalau bangsawan itu sedang dalam persiapan untuk datang kemari" tanya Greg.
"Kemungkinan besar akan terjadi pertumpahan airmata yang cukup dashyat di Kediaman Young, Greg. Tapi aku tidak peduli dengan hal itu. Yang aku khawatirkan adalah mental menantu kita, aku sudah tidak tega melihatnya terus-terusan di tekan dengan kenyataan pahit ini" jawab Liona sembari menarik nafas panjang. "Nama menantu kita sangat indah. Tapi sayang, kisah hidupnya tak seindah namanya. Satu masalah belum selesai, datang lagi masalah lain. Aku yakin sekali kalau anak dan saudari tiri Nyonya Clarissa tidak akan membiarkan menantu kita hidup dengan tenang. Dari laporan anak buah kita saja aku sudah bisa mencium aroma keserakahan di diri mereka. Elea masih belum terbentuk, dia masih sedikit polos meskipun tidak sebodoh yang kita lihat. Aku hanya khawatir kalau menantu kita itu akan terbujuk oleh rayuan Kimmy dan Fulgi. Pria itu jauh lebih kejam dari tampilan fisiknya yang sekarang!.
"Kalau begitu perlukah kita menyingkirkan mereka semua, hem?" tanya Greg di barengi dengan smirk jahat di sudut bibirnya.
"Itu sudah pasti. Kita adalah orangtuanya Gabrielle dan Elea, jadi mana mungkin kita membiarkan parasit-parasit itu merongrong keutuhan rumah tangga anak kita? Kimmy dan Fulgi, tunggu setelah mereka mulai beraksi, dengan tanganku sendiri aku bersumpah akan menghabisi nyawa mereka!" jawab Liona.
"Jangan lupakan aku, Hon. Aku juga ingin sedikit bermain dengan mereka. Sepertinya akan sedikit menyenangkan jika kita bisa berhadapan dengan lawan yang seimbang!.
Liona mengangguk. Ruangan itu mendadak jadi terasa sangat dingin ketika dua sejoli ini sudah menetapkan target mereka. Sungguh malang nasib Kimmy dan Fulgi, mereka akan segera menghadapi kematian yang tidak di sangka-sangka.
🔨🔨🔨🔨🔨🔨🔨🔨🔨🔨
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1