Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Menyerah


__ADS_3

"Tuan Muda, saya rasa Nyonya Elea sudah tidak memerlukan bantuan saya lagi!" lapor Safira setelah pekerjaannya selesai.


"Kenapa begitu?" tanya Gabrielle sambil menahan tawa.


Safira menarik nafas dalam-dalam. Selama dia mengajar, ini adalah pertama kalinya dia merasa sangat tertekan. Gadis kecil yang awalnya dia kira bodoh dan tidak tahu apa-apa, ternyata memiliki otak yang sangat cerdas. Dia mampu menyelesaikan tugas yang bahkan sengaja Safira ambil dari hasil pendidikannya di luar negeri. Dan rata-rata dari semua soal yang dia berikan, jawabanya hampir seratus persen benar. Hal mustahil yang hampir membuat Safira mati terkejut.


"Saya minta maaf jika di awal pertemuan, saya sempat menganggap Nyonya Elea bodoh dan tidak tahu apa-apa, Tuan Muda. Tapi setelah beberapa kali mengajarnya, saya sadar sayalah yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Kecerdasan Nyonya Elea seperti di luar nalar. Orang lain pasti tidak akan percaya jika saya mengatakan ada seorang gadis yang sudah lama berhenti sekolah tapi mampu menyelesaikan tugas yang saya ambil dari hasil study saya saat berada di luar negeri. Mereka pasti akan menganggap hal ini sebagai lelucon saja" jawab Safira. "Tuan Muda, saya menyerah menjadi guru les Nyonya Elea. Saya merasa tidak berguna sebagai lulusan terbaik di luar negeri!."


"Pfttt, hahahahhaaaa....."


Gabrielle akhirnya tak mampu lagi untuk menahan tawanya. Dia terbahak-bahak melihat betapa frustasinya Safira dalam menangani kecerdasan istrinya. Seseorang yang menyandang predikat sebagai mahasiswa terbaik di salah satu Univeristas ternama dunia, mengaku kalah pada seorang gadis ingusan yang hanya lulusan sekolah menengah. Sungguh kejadian yang sangat konyol menurut Gabrielle.


"Jadi kau memutuskan menyerah menjadi guru les istriku, begitu?" tanya Gabrielle setelah tawanya berhenti.


Safira mengangguk pelan. Wajahnya terlihat cukup menyedihkan setelah kegagalannya di tertawakan oleh pria di depannya. "Iya, Tuan Muda. Saya sudah tidak mempunyai bahasan lagi karena soal tersulitpun berhasil di kerjakan dengan sangat baik oleh Nyonya Elea. Jadi saya merasa kalau malam ini sudah cukup, saya menyerah."


Ares cukup kaget mendengar penuturan Safira. Ternyata tebakan Tuan Muda-nya benar kalau wanita ini tidak akan mampu bertahan lama. Safira baru beberapa kali memberikan les privat pada Nyonya-nya dan langsung memutuskan untuk menyerah. Sungguh kejadian yang sangat langka dimana seorang guru terbaik bertekuk lutut di bawah kemampuan seorang gadis biasa yang sudah lama berhenti mengenyam pendidikan.


"Ya sudahlah kalau memang begitu keputusanmu. Aku tidak bisa memaksa!" sahut Gabrielle.


"Terima kasih Tuan Muda" ucap Safira sambil menarik nafas lega.


"Oh ya, selama kau mengajar istriku, bidang apa yang paling dia kuasai?" tanya Gabrielle penasaran.


Safira terdiam sebentar. "Kalau tidak salah Nyonya Elea paling menguasai bagian bisnis management, Tuan Muda. Tapi fokus Nyonya lebih tertuju ke bagian desain meskipun hasil coretan tangannya kadang membuat saya bingung."


Sudut bibir Gabrielle berkedut. "Apa dia menggambar sesuatu yang aneh?."


"Em, saya tidak tahu bagaimana cara mengartikannya, Tuan Muda. Tapi saya yakin gambaran tangan Nyonya Elea akan menjadi sangat bagus jika di pertemukan dengan guru yang tepat. Hasil gambaran Nyonya sudah memiliki ciri khas tersendiri, hanya bentuknya saja yang tidak beraturan" jawab Safira.


"Jadi menurutmu istriku harus mengambil jurusan apa saat masuk universitas nanti?."


"Saya rasa keduanya, Tuan Muda. Dengan kemampuan Nyonya Elea, saya yakin beliau pasti sanggup mengejar dua gelar tersebut secara bersamaan. Ilmu bisnis akan sangat berguna jika nantinya Nyonya Elea bisa menjadi seorang desainer besar. Setidaknya Nyonya sudah memiliki dasar pencapaian jika nanti usahanya berkembang pesat. Saya berani menjamin hal itu, Tuan Muda!."


"Ares!."


"Ya Tuan Muda" sahut Ares siaga.


"Berikan dua tiket liburan gratis ke Pulau Maldives, satu unit apartemen dan mobil sedan keluaran terbaru sebagai hadiah untuk Safira. Jangan lupa juga kirimkan uang ke rekeningnya sebagai bonus tambahan karena sudah memuaskan aku dengan jawabannya!" perintah Gabrielle.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda."


Sedangkan Safira, dia berdiri mematung dengan mulut ternganga lebar. Dia seperti mimpi mendapatkan hadiah yang begitu banyak hanya karena memberikan jawaban yang ternyata berhasil membuat pria di depannya tersenyum puas. Sungguh, gadis kecil yang sangat unik itu membawa keberuntungan yang sangat besar bagi Safira. Dia tidak menyangka kalau keputusannya untuk menyerah malah mendatangkan begitu banyak hadiah yang nilainya tak terkira. Gajinya untuk mengajar gadis kecil itu saja sudah cukup untuk bertahan hidup selama lima tahun. Lalu apa kabarnya jika di tambahkan dengan bonus beserta apartemen dan juga mobil yang tadi di sebutkan. Safira benar-benar menjadi sultan dadakan.


"Tu,Tuan Muda, apa yang saya dengar itu sungguhan?" tanya Safira memastikan.


"Apa wajahku terlihat seperti sedang bercanda?" sahut Gabrielle balik bertanya.


Safira menggeleng. Dia lalu menoleh ke belakang saat pintu ruangan terbuka.


"Lho, Kak Safira belum pulang ya?" tanya Elea sambil berjalan masuk ke dalam.


Melihat bidadarinya datang, Gabrielle segera melambaikan tangan kearahnya. Dan seperti biasa, Elea yang patuh itu tanpa harus di suruh lagi segera memposisikan dirinya duduk diatas pangkuan Gabrielle.


"Sayang, mulai besok dia tidak akan mengajarmu lagi. Dia akan pergi jalan-jalan" ucap Gabrielle sembari mengelus perut ramping istrinya.


Mata Elea mengerjap kaget. Dia lalu menatap sedih kearah Safira. "Benar begitu Kak? Tapi kenapa? Aku nakal dan bodoh ya?."


"Bukan seperti Itu, Nyonya Elea. Saya mengundurkan diri karena memang sudah tidak ada lagi yang perlu saya ajarkan pada Nyonya. Semua pembelajaran yang saya berikan telah di kuasai dengan sangat baik oleh anda, jadi saya rasa lesnya cukup sampai malam ini saja" jawab Safira.


Wajah Elea berubah murung. Gabrielle yang menyadari perubahan tersebut segera membisikkan sesuatu yang langsung membuat istrinya kembali bersemangat.


"Kak Iel tidak bohong kan?" tanya Elea dengan mata berbinar.


"Mau sekali Kak. Em, tapi Kak Levi boleh ikut tidak? Dia bisa menangis kalau kita tidak mengajaknya pergi" ucap Elea.


Gabrielle mengangguk. Tangannya yang masih berada di perut Elea mulai merambat naik keatas. Dia lalu meremas gumpalan daging lembut yang tersembunyi disana.


"Safira, kau boleh pergi sekarang!" usir Gabrielle dengan suara berat terbakar nafsu.


"Baik Tuan Muda. Kalau begitu saya permisi" sahut Safira kemudian cepat-cepat keluar dari ruangan itu.


Elea melenguh pelan saat tangan suaminya mulai menjalar kemana-mana. Saat tangan itu hendak masuk ke balik celananya, Elea menahannya. Dia lalu menatap bingung kearah mata suaminya yang terlihat sayu.


"Kenapa di tahan?" tanya Gabrielle.


"Kak Iel, ini di ruangan kerja Kakak lho" jawab Elea.


"Memang iya. Lalu hubungannya apa dengan menahan tanganku hem?."

__ADS_1


"Tentu saja berhubungan Kak. Bukankah seharusnya kita melakukannya di dalam kamar ya?."


Gabrielle menyeringai. Perkataan Elea malah memberinya sebuah ide untuk bercinta di ruangan ini. "Tidak apa-apa sayang. Di sini kita bisa mendapatkan suasana baru dan juga mempraktikkan banyak gaya bercinta. Mau ya?."


Elea tertunduk malu mendengar perkataan vulgar suaminya. Mulutnya ingin menolak, tapi hati dan tubuhnya berkhianat. Entahlah.


"Sayang, kenapa diam? Mau kan melakukannya di sini?" rayu Gabrielle sambil meremas-remas apa saja yang dia temukan di balik pakaian istrinya.


"Mau, tapi kalau Ares masuk kemudian melihat kita bagaimana Kak? Kan malu" sahut Elea tanpa berani menatap wajah suaminya.


Klik


"Sekarang tidak ada lagi alasan untuk menolakku sayang" ucap Gabrielle setelah mengunci pintu dengan remot yang tersimpan di laci meja.


"Lama atau sebentar Kak?."


Tak ingin menjawab, Gabrielle malah langsung menyambar bibir lembut Elea. Sementara tangannya sibuk mengobrak-abrik pakaian istrinya hingga jatuh berserakan di lantai.


"Ugghh, pelan-pelan!" rengek Elea saat suaminya seperti kesetanan membuka pakaian dalamnya.


"Sudah tidak tahan sayang" sahut Gabrielle tak mengindahkan perkataan Elea.


"Tapi pakaian dalamku habis di robek oleh Kakak" ucap Elea sambil menatap sedih kearah bra merah yang sudah terbelah menjadi dua bagian.


Gabrielle tertawa gemas mendengar keluhan istrinya. "Sayang, suamimu ini memiliki uang yang sangat banyak. Kalau hanya masalah pakaian dalam, aku bisa membelikanmu yang baru setiap hari. Bahkan kalau kau mau aku bisa memborongnya langsung beserta dengan pabriknya. Jadi jangan khawatir lagi, oke?."


Setelah menenangkan istrinya yang sedih karena pakaian dalam, Gabrielle segera menunaikan hasratnya. Dia benar-benar melakukannya dengan berbagai macam gaya yang membuat Elea tak berhenti mendesah. Mengukir banyak kenangan indah yang akan lebih sering mereka lalui bersama.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


🤭


astagfirullah


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2