Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Kehendak Tuhan Tiada Siapa Yang Mampu Melawan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, dengan tergesa Clarissa mendatangi kediaman cucunya bersama Cira. Dia begitu khawatir setelah mendapat kabar jika cucunya sakit parah. Sambil menyeka airmata, Clarissa duduk gelisah di dalam mobil. Entah kenapa perjalanan menuju rumah cucunya terasa begitu lama.


"Nyonya, tenanglah. Nona Elea pasti baik-baik saja, ada banyak orang yang menjaganya di sana" ucap Cira mencoba menenangkan kekalutan majikannya.


"Bagaimana mungkin aku bisa tenang, Cira. Cucuku sedang menderita, nyawanya berada dalam bahaya" sahut Clarissa sedih. "Kenapa Tuhan tak henti-hentinya memberi cobaan pada Elea. Tidakkah Tuhan memiliki belas asih untuk membiarkannya bahagia? Baru saja semua masalah menemui titik terang, kenapa sekarang muncul lagi masalah baru yang jauh lebih menyakitkan? Kenapa bukan aku saja yang mengalami bocor ginjal? Aku adalah orangtua yang gagal, mestinya Tuhan menjatuhkan cobaan ini kepadaku saja, bukan pada cucuku tidak salah apa-apa. Kenapa Tuhan tega melakukan ini semua, Cira? Kenapa?.


Mata Cira berkaca-kaca melihat keputus-asaan di diri majikannya. Dengan penuh sayang Cira membawa Nyonya Clarissa ke dalam pelukannya.


"Aku tidak mau hidup lagi kalau sampai terjadi sesuatu pada cucuku, Cira. Aku lebih baik mati saja menyusulnya dan juga Sandara. Aku tidak mau sendirian, Cira. Tidak mau!" ratap Clarissa sambil terisak-isak.


"Nyonya, tolong jangan bicara seperti ini. Nona Elea pasti sembuh, aku yakin pasti akan ada orang baik yang mau mendonorkan ginjal untuk Nona Elea. Lagipula Tuan dan Nyonya Ma tidak mungkin diam saja. Mereka pasti sudah menyebar orang untuk mencari calon pendonornya,"


"Tapi Cira, kenyataan ini..


"Nyonya!" sela Cira. "Sebentar lagi kita akan sampai di rumah Tuan Muda Gabrielle. Sebaiknya anda bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa. Saya mengerti nyonya sedang bersedih, tapi jangan perlihatkan kesedihan itu di hadapan Nona Elea. Kasihan dia, sekarang dia sedang membutuhkan banyak dukungan dari kita semua. Di tambah lagi Nona Elea sudah mau masuk ke Universitas, sudah pasti masalah ini menjadi pukulan yang cukup berat untuknya. Sebagai neneknya, anda harus bisa menjadi tiang yang kuat untuk membantu Nona Elea menopang semua cobaan ini. Anda tidak boleh lemah, nyonya!.


Clarissa terkesiap setelah mendengar perkataan Cira. Cepat-cepat dia membersihkan airmata yang membasahi wajahnya kemudian mengambil kaca untuk memperbaiki riasannya.


"Apa mataku kelihatan terlalu sembab, Cira?.


Cira menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya ikut membetulkan riasan di wajah majikannya.


"Nyonya bisa beralasan sedang sakit mata jika Nona Elea bertanya nanti,"


"Ck, kau ini!.


Setelah itu Cira sibuk membenahi riasan majikannya yang rusak karena airmata. Hingga akhirnya mobil yang mereka naiki memasuki halaman rumah Gabrielle dimana sudah ada mobil Nyonya Liona di dalam sana.


"Ibunya Gabrielle ada di sini, mungkinkah ada sesuatu yang terjadi pada Elea?" ucap Clarissa cemas.


"Nyonya, tenangkan diri anda. Nyonya Besar Liona sangat menyayangi Nona Elea, wajarlah jika beliau ada di sini untuk mengunjunginya" sahut Cira.


Setelah merasa sedikit lebih tenang, barulah Clarissa dan Cira keluar dari dalam mobil. Mereka tersenyum kearah Hansen yang datang menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


"Selamat datang, Nyonya Clarissa, Nona Cira" sapa Hansen sopan.


"Terima kasih, Hansen" sahut Clarissa. "Em, apa semuanya baik-baik saja?.


"Tidak semuanya baik, nyonya. Keadaan Nona Elea tiba-tiba saja memburuk. Kakinya membengkak dan dia selalu memuntahkan semua makanan yang masuk ke dalam perutnya sejak subuh tadi,"


Nafas Clarissa seperti terhenti begitu mengetahui keadaan cucunya. Sambil menahan airmata dia bergegas masuk ke dalam rumah dengan Cira yang terus memeluk bahunya. Perasaannya Clarissa sudah tak karu-karuan, dia begitu cemas sampai seperti ingin mati.


"Grandma!" panggil Elea lirih.


Semua orang segera menoleh kearah pintu. Clarissa yang melihat keadaan cucunya sudah sebegitu parah tak kuasa menahan tangisnya lagi. Dia tersedu-sedu sambil memandangi cucunya dari kejauhan.


Seluruh isi dunia ini adalah milik Tuhan. Dengan Kuasa-nya, Dia mampu membalik keadaan dalam sekejap. Begitulah nasib yang kini tengah menimpa keluarga kecil seorang Gabrielle Shaquille Ma. Pria yang di kenal kokoh dan tak terkalahkan itu kini tengah tertunduk tak berdaya di bawah takdir Tuhan. Gabrielle harus menerima kenyataan buruk setelah Jackson menemukan penyakit yang ada di tubuh istrinya. Hanya dalam waktu semalam, keadaan Elea langsung berada di titik yang paling mengkhawatirkan. Kakinya membengkak secara tiba-tiba, dan juga semua makanan yang coba Gabrielle suapkan padanya kembali keluar. Kini Elea begitu lemah, wajahnya pucat dan di tangannya sudah tertancap jarum infus. Sementara Jackson, pria malang itu tak pernah beranjak sedetik pun dari sisi istrinya. Jackson hanya diam seperti patung sambil terus memeriksa kondisi gadis yang dia klaim sebagai adiknya.


"E-Elea... Cucu Grandma" ucap Clarissa tersendat-sendat. "K-kau kenapa sayang? Kemarin kau masih b-baik-baik saja, kenapa sekarang jadi seperti ini?.


"Aku sakit, Grandma" jawab Elea sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa, jangan sedih. Semua masalah ini pasti akan segera terlewati. Elea itu gadis yang kuat, dia tidak akan mungkin kalah dari penyakitnya,"


"Aku tidak tahan, Bu. Aku tidak tahan melihatnya kesakitan seperti ini" lirih Gabrielle menahan tangis.


"Ibu pun sama, tapi kita tidak boleh memperlihatkan kesedihan ini di depannya. Sekarang yang di butuhkan oleh istrimu adalah dukungan dari kita semua. Kau harus kuat, kau tidak boleh lemah" hibur Liona dengan lembut.


Gabrielle mengangguk. Namun dia masih enggan untuk menatap istrinya, dadanya terlalu sakit untuk melihat wajah pucat itu.


"Elea, apa ada yang tidak nyaman?.


Jackson akhirnya membuka suara. Dia bertanya sambil menciumi tangan adiknya yang sedang tidak berdaya.


"Dokter Jackson, dadaku sesak. Seluruh tubuhku terasa seperti di tusuki duri, sangat sakit" keluh Elea lemah.


Tes

__ADS_1


Sebutir cairan bening lolos dari sudut mata Jackson. Kebekuannya luntur ketika mendengar keluhan adiknya.


"Dokter, ambil ginjalku sekarang dan berikan pada cucuku. Tolong jangan biarkan dia kesakitan seperti itu, aku tidak tahan melihatnya!" jerit Clarissa histeris sambil berlari menghampiri cucunya.


"Grandma, Grandma itu sudah tua, ginjalnya pasti sudah keriput. Aku tidak mau!" canda Elea.


"Tidak sayang, ginjal Grandma sangat sehat. Kalau kau tidak percaya Grandma akan melakukan pemeriksaan sekarang juga" sahut Clarissa sambil menangis sesenggukan.


Elea menggeleng. Dia lalu menatap semua orang yang ada di sana. Sedih, itu yang dia rasakan. Elea tidak menyangka kalau penyakit ini akan langsung memberikan efek besar kepadanya. Namun dia berusaha untuk tabah karena mungkin ini memang sudah jalan takdir yang harus dia lewati. Sebenarnya Elea bisa saja menagih janji pada dokter Jackson, tapi entah kenapa dia tiba-tiba merasa tidak tega ketika melihat keberadaan Kayo di sana. Dia tahu di masa depan Jackson dan Kayo akan menikah, jadi dia tidak ingin merusak kebahagiaan mereka. Biarlah dia yang menanggung semua sakit ini, asalkan orang-orang di sekelilingnya bisa hidup dengan bahagia, itu sudah lebih dari cukup untuk Elea.


"Gabrielle, tolong hubungi dokter Reinhard. Minta dia untuk mempersiapkan operasi hari ini juga!" ucap Jackson tegas.


"Jangan!" cegah Elea. "Aku tidak mau di operasi, dokter. Aku mau sekolah."


"Bagaimana caramu sekolah kalau kau saja kesakitan seperti ini, Elea. Tolong jangan membuat kesabaranku habis, aku sudah membujukmu sejak dini hari tadi. Dan sekarang aku mohon kau jangan keras kepala lagi. Aku mohon Elea, jangan tolak ginjalku untuk menyelamatkan hidupmu. Aku mohon, please!" pinta Jackson frustasi karena niatannya terus di tolak oleh sang adik.


"Aku tetap tidak mau" sahut Elea kekeh pada keputusannya.


Rahang Jackson mengetat. Dia kemudian duduk bersujud di lantai dengan airmata berurai.


"Tuhan, tolong jangan lakukan ini pada kami. Aku yang salah, aku yang seharusnya menanggung semua dosa ini. Kenapa kau melimpahkannya pada Elea, dia tidak bersalah. Tolong jangan seperti ini, Tuhan. Toloonng...!.


Ruangan itu mendadak terasa begitu sesak meski memiliki ukuran yang sangat luas. Ratapan Jackson membuat semua orang merasa pilu, di tambah lagi dengan kondisi Elea yang tiba-tiba drop seperti ini. Sungguh, tiada satu pun orang yang mampu melawan kehendak Tuhan. Sekuat dan seberkuasa Keluarga Ma, mereka benar-benar tidak bisa berkutik menghadapi permainan tangan Tuhan. Di bawah Takdir Yang Maha Hidup, mereka bukanlah siapa-siapa. Hanya insan biasa yang di penuhi dengan dosan dan kesalahan.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_lupss...


...🌻 FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2