
Jackson mengetuk-ngetuk stir mobil sambil terus memperhatikan pintu masuk perusahaan Group Ma. Saat sedang membuntuti Levi, dia secara tidak sengaja melihat kalau gadis kecilnya memang benar ada bersama pemilik perusahaan ini, Gabrielle Ma.
"Eleanor, entah apa yang kau lakukan di sini, aku tidak peduli. Hari ini, apapun yang terjadi aku akan datang menemuimu. Mungkin aku tidak akan langsung membawamu pulang ke istana kita, aku hanya akan menyapamu dulu. Gadis kecilku, aku sudah sangat merindukanmu sayang. Bertahun-tahun kita hidup terpisah, kau pasti sangat kesepian bukan?" gumam Jack.
Sebuah senyum tersungging di bibir Jackson tatkala mengingat betapa gadis kecilnya tidak berdaya saat dia melucuti pakaiannya malam itu. Ekpresi kesakitan di wajah Eleanor membuat Jackson menggila. Untuk pertama kalinya seorang Jack-Gal terpikat akan pesona seorang gadis yang saat itu dia yakini masih dalam usia belasan. Bahkan dadanya saja saat itu masih belum tumbuh dan aroma tubuhnya masih begitu amis. Tapi justru itulah yang menyihir birahi Jackson, dia sudah tidak sabar untuk segera menjadikan Eleanor peliharaan di dalam sangkar emasnya. Membayangkan betapa indahnya saat mereka beradu kasih di dalam sangkar tersebut, menikmati jerit kesakitan dan juga lenguh kenikmatan saat mencapai puncak.
"Ah sayang, baru membayangkannya saja aku sudah terbakar birahi seperti ini. Pasti akan sangat nikmat jika aku bisa menghujammu sebanyak yang aku mau" ucap Jack sambil menelan salivanya.
Tak lama kemudian, dari arah pintu masuk perusahaan keluarlah dua orang gadis yang berjalan sambil berpegangan tangan. Salah satu dari gadis tersebut adalah orang yang sedang sangat di nanti-nantikan oleh Jackson. Dialah Eleanor, ratunya yang sempat menghilang.
"Akhirnya kau muncul juga sayang" gumam Jack bahagia.
Jack terus memperhatikan gadis kecilnya yang kini sudah masuk ke dalam mobil. Dia melajukan kendaraannya saat mobil yang di naiki oleh Eleanor mulai bergerak meninggalkan halaman parkir perusahaan. Sorot mata Jackson begitu tajam saat mengawasi kemana perginya mobil yang membawa Eleanor.
"Mulai sekarang kau tidak akan bisa lepas dari cengkeramanku, Eleanor sayang. Dimana pun kau berada, aku pasti akan selalu bersamamu. Sabarlah sayang, jika waktunya sudah tepat aku akan membawamu pergi dari Keluarga Ma. Kau itu di takdirkan untuk menjadi ratuku, bukan menjadi bagian dari mereka. Keluarga k*parat itu sangat tidak pantas untuk kau dekati, mereka adalah racun yang menjijikkan" ucap Jack geram melihat banyaknya pengawal yang menjaga gadis kecilnya.
Tak berselang lama, mobil yang di naiki Eleanor berhenti di sebuah taman bunga. Jack yang melihat hal tersebut akhirnya memilih untuk memarkirkan mobilnya di seberang jalan. Dia mengawasi gadis kecilnya dari dalam mobil sambil memperhatikan para pengawal yang berjejer rapi di sana.
"Brengsek, jika seperti ini akan sulit untukku pergi menemui Eleanor. Aku harus memikirkan cara supaya bisa mendekat tanpa di curigai" kesal Jack yang kesulitan mendapat celah.
Sementara itu, Levi nampak melirik kesana kemari untuk memeriksa keadaan. Jujur saja dia sudah sangat tegang begitu keluar dari perusahaan, dan ini adalah pertama kalinya Levi merasa sangat takut. Meksipun ada banyak pengawal, nyatanya hal itu masih belum mengurangi kengerian di benak Levi jika seandainya mereka benar-benar bertemu dengan pembunuh bayaran itu.
"Kak Levi kenapa sih? Wajah Kakak terlihat tegang sekali seperti orang yang belum bayar kontrakan" tanya Elea heran.
"Astaga, kau bisa diam tidak Elea" kesal Levi sambil memelototkan mata.
Elea langsung mengangguk. Tanpa Levi sadari, kedua tangan Elea sedang saling meremas ujung bajunya. Hatinya tidak berhenti bergetar sejak tadi, dia bisa merasakan kalau dokter jahat itu ada di sekitar sini. Dalam ketakutannya, Elea hanya bisa berharap kalau dokter itu akan muncul dengan pakaian yang sama seperti malam itu supaya dia bisa mengenalinya. Tapi jika dokter itu muncul dengan pakaian yang berbeda, Elea tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ayo kita kesana, Elea. Dan kalian, kalian di sini saja. Tidak usah mengikuti kami" ucap Levi pada para pengawal dengan suara yang sangat gugup.
__ADS_1
"Baik Nona!."
Levi dengan cepat menggenggam tangan Elea saat mulai berjalan masuk ke dalam taman. Bola matanya terus bergerak gelisah mengawasi keadaan jalan yang akan di lewatinya.
'Jangan muncul, jangan muncul. Aaaa.. Kenapa rasanya seperti ingin kencing di celana sih. Bisa-bisanya di siang bolong begini aura taman begitu mencekam. Seperti film horor saja.'
"Waaahhhh Kak Levi, lihat. Bunganya indah sekali!" teriak Elea takjub melihat deretan bunga mawar putih yang sedang mekar.
Setelah berteriak seperti itu, Elea melepaskan genggaman tangan Levi kemudian berlari kearah bunga-bunga tersebut. Levi yang melihat hal itu pun menjadi panik kemudian segera berlari menyusul Elea. Namun sayang, saat dirinya hampir sampai di tempat Elea, seseorang lewat di depannya dan terjadilah tabrakan kecil yang membuat Levi jatuh terjerembab ke belakang.
Brruuukkkkk
"Aaawwwwww....!" pekik Levi mengaduh sambil mengelus bokongnya. "Yaakkkk, kau tidak punya mata ya. Jalanan seluas ini kenapa harus muncul di depanku sih!."
Jack berusaha keras untuk tidak langsung merobek mulut Levi. Kalau saja wanita ini tidak sembrono, saat ini dia pasti sudah bertegur sapa dengan gadis kecilnya yang sedang sibuk berbicara dengan bunga-bunga. Tak ingin kehadirannya di curigai, Jack berpura-pura meminta maaf dengan mengulurkan tangan hendak membantunya berdiri.
"Maaf Nona, aku tidak tahu kalau akan ada orang yang berlari kearah sini. Aku sedang sangat buru-buru tadi!" ucap Jack beralasan.
"Apa yang kau lakukan di sini hah? Kau sedang mengikuti aku dan temanku ya?" tanya Levi tanpa ragu langsung menuduh.
Untuk sesaat Jack merasa kaget. Namun setelah itu dia berusaha untuk menguasai diri dengan membuat alibi yang bisa menutupi niat aslinya.
"Maaf Nona, tolong jangan sembarangan menuduh. Aku datang ke tempat ini untuk mengantarkan pasienku yang sedang sakit. Dia memintaku mengantarkannya kemari karena ini adalah tempat dimana dia di lamar oleh kekasihnya sebelum meninggal. Dan lagipula aku juga tidak mengenal siapa Nona dan juga teman Nona itu, jadi tuduhan yang Nona lontarkan sangat tidak benar!" elak Jack.
"Benarkah?" beo Levi tak percaya. "Lalu kemana pasienmu? Kau tidak mungkin meninggalkannya di sembarang tempat bukan?."
Rahang Jack mengetat saat wanita di depannya masih saja curiga. Saat Jack sedang bingung untuk memberi alasan pada Levi, di kejauhan dia melihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda. Dia menyeringai samar.
"Nona, tolong lihatlah ke sebelah sana. Wanita yang duduk di kursi roda itu adalah orang yang mengajakku datang ke taman ini. Jika tidak percaya, Nona boleh pergi kesana dan bertanya apakah aku ini berkata bohong atau tidak!."
__ADS_1
Dengan segera Levi menoleh kearah yang di maksud oleh pria ini. Untuk sesaat Levi masih merasa curiga, namun setelah itu dia meyakinkan dirinya kalau pria ini bukanlah orang jahat.
'Astaga, aku terlalu takut sampai sembarangan menuduh orang. Ah sudahlah, lebih baik aku segera menghampiri Elea saja. Lagipula pria setampan ini tidak mungkin seorang pembunuh bayaran kan? Dan juga dia adalah dokter yang sedang menemani pasiennya berjalan-jalan. Sepertinya aku sudah berfikir terlalu jauh. Jack-Gal tidak mungkin setampan ini, dia pasti buruk rupa sama seperti kelakuannya.'
Melihat gadis di hadapannya terdiam, Jack akhirnya bisa bernafas lega. Dia yakin sekali kalau gadis ini mempercayai ucapannya.
"Ekhm maaf Nona, apa sekarang aku sudah boleh pergi? Pasienku sedang menungguku membawakan mawar putih untuknya" tanya Jack sembari melirik kearah Eleanor.
"Oh, silahkan silahkan. Dan ya Tuan, aku minta maaf atas ketidaksopananku barusan. Zaman sekarang banyak sekali orang jahat berkeliaran, aku hanya ingin memastikan saja tadi" jawab Levi merasa tidak enak hati.
Jack tersenyum. "Tidak apa-apa Nona. Aku bisa mengerti. Oh ya, dimana teman Nona?."
"Itu disana" sahut Levi sambil menunjuk kearah Elea.
"Owh dia. Wah, kebetulan kita menuju tempat yang sama. Kalau tidak keberatan ayo kita pergi bersama saja Nona. Aku membutuhkan beberapa tangkai mawar untuk menyenangkan hati pasienku" ucap Jack dengan mata berbinar.
"Baiklah, ayo!."
Levi tidak sadar kalau dia sedang berjalan bersama seekor srigala yang sedang mengincar tubuh mungil Elea. Seandainya dia tahu, mungkin dia....
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1
...🌻 WA: 0857-5844-6308...