
Senyum manis terus tersungging di bibir Cira sekembalinya dia dari bertemu orangtuanya Ares. Sungguh, Cira tidak menyangka kalau Ares memiliki orangtua yang begitu baik. Awalnya Cira sempat merasa insekyur, dia tetap merasa tidak percaya diri meski sudah mendapat nasehat dari Nona Elea. Tapi begitu dia bertatap muka secara langsung dengan orangtuanya Ares, barulah dia merasa lega karena kedatangannya di sambut dengan begitu hangat.
Flashback
"Selamat siang, Paman, Bibi" sapa Cira kikuk.
"Selamat siang, Cira. Ya ampun, kau manis sekali" sahut Maria gemas melihat wanita yang di bawa pulang oleh putranya. "Ares, bagaimana bisa kau menyembunyikan gadis secantik ini dari Ayah dan Ibu? Serakah sekali!.
"Aku bukannya serakah, Bu. Ini saja Nyonya Liona yang mengaturnya. Jika tidak, aku tak yakin Cira bersedia aku ajak datang kemari untuk menemui kalian. Nyonya Liona benar-benar tahu apa yang sedang kuinginkan" jawab Ares sembari melirik kearah Cira yang sedang berdiri dengan wajah canggung.
Digo mengelus bahu istrinya. Sepertinya bidadari ini lupa untuk mempersilahkan calon menantu mereka untuk duduk.
"Sayang, mau sampai kapan kita berdiri seperti ini? Memangnya kau tidak kasihan pada calon menantu kita? Bagaimana nanti kalau betisnya sampai membesar gara-gara kau tidak membiarkannya duduk? Mau kau di protes Ares, hm?" tegur Digo pelan.
Blusshhh
Rasanya jantung Cira seperti akan copot saat ayahnya Ares menyebutnya sebagai calon menantu. Dia benar-benar merasa sangat gugup dan juga malu di saat yang bersamaan. Cira sangat tidak menyangka kalau orangtuanya Ares akan bicara sefrontal ini di hadapannya. Bukannya tidak senang, dia sangat bahagia malah. Tapi ini semua di luar dugaannya. Cira pikir orangtuanya Ares akan menilai dari latar belakang dan juga ukuran status yang dia miliki, tapi dugaannya ternyata salah.
"Astaga aku sampai lupa" sahut Maria seraya menepuk kening. "Maaf ya sayang, Bibi sampai lupa mengajakmu duduk. Ayo kemari, kau mau minum apa?.
"Tidak usah repot-repot, Bibi" jawab Cira tak enak sembari mengusap tengkuknya. Dia benar-benar sangat kikuk dengan perlakuan ibunya Ares.
"Repot apa. Hanya sekedar air minum bukan masalah untuk calon ibu mertuamu ini. Ayo beritahu Bibi kau ingin minum apa, jangan sungkan. Oke?.
Ares tersenyum melihat antusias ibunya dalam menyambut kehadiran Cira. Dia kemudian menoleh saat bahunya di tepuk.
"Kapan kau akan melamarnya Res? Kalau bisa jangan lama-lama ya, nanti Cira di ambil orang" tanya Digo usil.
"Jika hal itu sampai terjadi maka aku akan membawa Lan untuk memakan si pencuri itu" canda Ares menanggapi keusilan ayahnya. "Ayah jangan bertanya seperti itu padaku. Tanyakan saja pada calon menantu Ayah kapan dia siap untuk di lamar."
__ADS_1
"Ares, jangan bicara seperti itu. Kau membuatku malu saja" sahut Cira panik.
"Kenapa harus malu? Memang benar kan kalau aku ini hanya tinggal menunggu kau menjawab iya?" ledek Ares sambil mengulum senyum.
"Tapi kan tadi itu kau hanya bercanda saja. Kau tidak benar-benar ingin melamarku, Res" jawab Cira menolak tuduhan Ares.
"Masa? Berarti kalau aku tidak sedang bercanda kau akan langsung menerimanya?.
"A-aku.. aku..
Cira tergagap. Dia terjebak perkataannya sendiri.
"Ck, kau ini tidak romantis sekali sih Res" omel Maria jengkel melihat cara putranya melamar seorang wanita. "Cira sayang, kalau dia tidak sungguh-sungguh ingin melamarmu biar nanti Bibi saja yang mencarikanmu seorang suami. Tenang saja, Ibunya Gabrielle mempunyai banyak kenalan di lingkungan bisnis. Dia pasti mau membantu Bibi untuk mencarikan pria yang romantis dan juga baik hati untukmu. Tidak usah cemas.!
Ares tergelak. Ibunya ini benar-benar sembarangan. Bisa-bisanya ingin mencarikan jodoh untuk gadis yang di sukainya. Sungguh keterlaluan.
"Aku akan langsung mengundurkan diri sebagai putra Ibu jika hal itu sampai terjadi. Enak saja, susah payah Bu aku berusaha merebut perhatian Cira. Ibu malah sesuka hati ingin menjodohkannya dengan pria lain. Tidak bisa, Cira hanya akan menikah denganku. Dia hanya akan menjadi bagian dari keluarga kita!" protes Ares dengan begitu posesif.
Flashback Now
"Ekhmm, sepertinya musim akan segera berganti ke musim semi" sindir Clarissa sambil berdehem pelan.
Cira yang sadar kalau sindiran itu tertuju padanya nampak tersenyum malu. Dia lupa kalau sekarang dia sedang berada di dalam mobil yang sama dengan majikannya. Sudah bisa di pastikan kalau majikannya ini mengetahui dirinya yang sedang mengenang pertemuan dengan orangtuanya Ares tadi.
"Maaf Nyonya."
Clarissa tersenyum.
"Tidak apa-apa, aku maklum. Oh ya Cira, bagaimana pertemuanmu dengan orangtua Ares? Mereka menerimamu dengan tangan terbuka kan?.
__ADS_1
"Iya Nyonya, kehadiranku di terima dengan sangat baik oleh mereka" jawab Cira jujur. "Orangtuanya Ares sangat baik, mereka sama sekali tidak menyinggung status dan latar belakangku."
"Syukurlah kalau memang benar mereka mau menerimamu, aku ikut senang mendengarnya" ucap Clarissa ikut berbahagia. "Cira, sepertinya aku tidak akan kembali lagi ke Paris. Aku ingin menetap di sini dan menghabiskan banyak waktu bersama Elea. Semua waktu yang telah terbuang sia-sia akan kuganti dengan kebahagiaan yang baru. Setidaknya dengan begini Sandara tidak akan membenciku dari atas sana."
"Baiklah Nyonya. Sepertinya keputusan ini memang yang terbaik untuk memperbaiki hubungan anda dengan Nona Elea. Lalu mengenai rumah yang ada di Paris apakah saya harus mengganti atas nama Nona Elea atau memberikannya pada Nyonya Kimmy, Nyonya? Semalam saya mendapat laporan dari orang suruhan kita kalau mereka tidak mengikuti kita ke negara ini. Tapi Nyonya, entah kenapa saya merasa ada yang aneh. Padahal jelas-jelas malam itu saya mendengar pembicaraan Tuan Fulgi dengan seseorang di dalam telepon kalau mereka akan datang ke negara ini juga. Tuan Fulgi bahkan sudah memesan hotel untuk satu bulan lamanya."
Kening Clarissa mengerut. Ini seperti bukan sikapnya Kimmy dan Fulgi. Sepasang anak dan ibu itu tidak akan mungkin diam saja saat mereka tahu kalau Clarissa akan datang mengunjungi Elea yang jelas-jelas sedang mereka incar.
"Kau benar juga, Cira. Atau jangan-jangan mereka sedang merencakan sesuatu yang lain karena mereka sadar jika ada yang sedang mengawasi. Itu sebabnya mereka tidak jadi datang ke negara ini" ucap Clarissa menerka-nerka.
"Itu sepertinya tidak mungkin, Nyonya. Karena sekarang Tuan Fulgi dan Nyonya Kimmy ada di rumah. Mereka memang sempat pergi sambil membawa koper, tapi menurut laporan pelayan mereka langsung kembali lagi ke rumah. Para pelayan bilang sikap mereka berdua juga terlihat sedikit berbeda. Tuan Fulgi dan Nyonya Kimmy tak pernah lagi sarapan di meja makan, mereka selalu makan di luar rumah. Menurut saya ini terasa cukup janggal, Nyonya. Saya khawatir yang ada di rumah sana bukan Tuan Fulgi dan Nyonya Kimmy yang asli, melainkan orang lain yang sedang menyamar untuk menggantikan posisi mereka berdua" sahut Cira.
Clarissa terkekeh. Sepertinya pemikiran Cira sudah terkontaminasi oleh film-film mafia yang sering di tontonnya.
"Kau ini ada-ada saja, Cira. Di dunia ini mana mungkin ada hal-hal seperti itu. Kau berfikir terlalu jauh Cira sayang!.
"Tapi Nyonya, hal seperti itu benar adanya" ucap Cira kekeh dengan pendapatnya.
"Sudahlah, jangan membahas sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu. Sekarang aku mau tidur, bangunkan aku jika sudah sampai di hotel!.
"Baik Nyonya!.
Seandainya saja Clarissa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saudari tiri dan juga keponakannya. Dia pasti akan sangat syok karena apa yang di pikirkan oleh Cira adalah benar. Bahkan tadi Clarissa berada di rumah yang sama dengan Fulgi dan juga Kimmy. Dunia mafia itu benar-benar ada. Dan salah satu buktinya adalah keberadaan Liona Serra Zhu, istri dari seorang Greg Ma, yang adalah cucu dari pendiri Organisasi Grisi, Christ Harrison.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Rifani...