Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Zona Nyaman


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Gabrielle dan Elea berangkat menuju perusahaan. Tak lupa juga Gabrielle mengingatkan istrinya untuk membawa pekerjaan rumah yang semalam dia dapatkan dari Safira, guru lesnya.


"Elea, apa pendapatmu tentang Safira?" tanya Gabrielle sambil memeluk pinggang Elea yang duduk di sebelahnya.


"Eumm, Kak Safira sangat cantik dan baik" jawab Elea jujur.


Gabrielle menatap datar kearah istrinya. Bukan jawaban seperti ini yang ingin dia dengar.


"Kenapa wajah Kak Iel terlihat sedih? Apa karena tidak sanggup membayar uang les untuk Kak Safira? Emm, kalau begitu lesnya di batalkan saja Kak. Aku tidak mau Kak Iel bangkrut. Lagipula aku kan bisa ikut sekolah gratis saja , jadi Kak Iel tidak perlu menghambur-hamburkan uang untuk biaya sekolahku. Mencari uang itu susah lho!" ucap Elea sambil menutup buku yang sedang di bacanya.


Ares berdehem mendengar ucapan nyonya kecilnya. Ekor matanya melirik kearah kursi belakang.


'Nyonya, kapan anda bisa menyadari kalau harta Tuan Muda Gabrielle tidak akan pernah habis meski di makan oleh 100 keturunan dari kalian. Dan bangkrut, astaga Nyonya. Mustahil hal itu bisa terjadi jika tidak ada campur tangan dari Tuhan. Keluarga Ma adalah keluarga paling kaya di negara ini, hartanya tidak akan berkurang meski membiayai uang les anda selama ratusan tahun. Itu jika anda masih hidup!'.


Gabrielle membiarkan Ares sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sekali lagi dia merasa kalau semua harta yang dia miliki tidak ada artinya di mata Elea. Istri kecilnya ini selalu khawatir kalau dia akan bangkrut jika terlalu banyak mengeluarkan uang. Padahal kenyatannya, baju yang dia pakai harganya jauh lebih mahal dari biaya lesnya. Gabrielle bingung bagaimana cara membuat istrinya mengerti kalau dia memiliki suami yang sangat kaya. Terkaya di negara ini malah.


"Elea, apa di matamu aku terlihat sangat miskin?" tanya Gabrielle pelan.


Elea menggeleng.


"Tidak, Kakak kan bos. Pasti Kakak sangat kaya, rumah Kakak juga besar".


"Kalau begitu kenapa kau selalu mengkhawatirkan masalah uang, hem? Sayang, suamimu ini sangat kaya, uangku juga sangat banyak. Jadi jangan pernah berfikir kalau aku akan jatuh miskin hanya karena membiayai kebutuhanmu yang tidak seberapa itu. Oke?".


Elea menatap lekat manik mata suaminya. Dia merasa tidak enak.


"Tapi Kak, ini semua tidak benar untukku. Aku datang ke rumah Kak Iel hanya membawa tubuh ini saja. Sama sekali tidak ada andil dalam semua harta yang Kakak miliki. Selama ini aku hidup susah, tapi aku cukup tahu diri untuk tidak sembarangan menikmati harta orang lain meskipun itu milik suamiku sendiri. Aku tidak mau di anggap sebagai perempuan penggila uang, meksipun sebenarnya aku juga sangat menyukai uang!".


Gabrielle dan Ares terkesima mendengar alasan Elea yang selalu saja khawatir kalau Gabrielle akan bangkrut. Mereka tidak menyangka kalau Elea bisa memiliki pemikiran sebaik ini.


Greeeepppppp


Elea terkejut saat tubuhnya di peluk dengan begitu erat oleh suaminya.


"Aku benar-benar tidak salah menikahimu, Elea. Kau sangat pantas menjadi menantu di Keluarga Ma" ucap Gabrielle penuh pujian.


"Emmm, apa ayah dan ibu Kak Iel tidak marah kalau tahu Kakak menikah dengan wanita bodoh dan miskin sepertiku?" tanya Elea khawatir.

__ADS_1


Jujur saja, Elea sebenarnya sudah sangat menunggu waktu untuk di kenalkan pada keluarga suaminya. Dia ingin tahu akan seperti apa nasibnya setelah bertemu dengan mereka. Akankah berubah seperti upik abu, atau malah di usir pergi dari rumah suaminya. Tapi meskipun sangat penasaran, Elea tidak berani menanyakan hal itu pada suaminya. Dia takut.


"Sayang, aku sudah bilang dari awal kalau ayah dan ibuku tidak seperti apa yang kau bayangkan. Mereka orang baik, bahkan kedatanganmu sudah sangat di nantikan oleh mereka!" jawab Gabrielle.


Mata Elea membulat kaget.


"Jadi mereka sudah tahu kalau Kakak menikah denganku?".


Gabrielle mengangguk. Dia melepas pelukan itu kemudian mengecup pipi istrinya. Melirik sinis kearah Ares saat dia mendengar apa yang di pikirkannya sekarang.


"Sudah. Maaf ya sayang aku belum memiliki waktu untuk mengajakmu pergi berkunjung ke rumah ayah dan ibu. Tapi kau jangan khawatir, begitu ada waktu luang aku akan langsung membawamu kesana. Kau mau kan bertemu ayah dan ibu?" tanya Gabrielle berharap.


Elea tak langsung menjawab pertanyaan suaminya. Benaknya merasa ragu. Ragu kalau-kalau kedatangannya nanti akan di sambut oleh hinaan dan makian dari orangtua suaminya.


"Kak, aku takut" ucap Elea lirih.


Takut kalau suaminya akan membuang Elea. Dia sudah sangat nyaman di sayang seperti ini. Hal yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Mungkin Elea egois dan serakah karena tak mau kehilangan zona nyaman ini, Elea ingin tetap bersama suaminya. Dia begini bukan karena harta, tapi lebih ke rasa aman. Elea merasa terlindungi, meski terkadang tidak paham dengan sikap posesif suaminya.


"Kau takut mereka memintaku untuk meninggalkanmu?" tanya Gabrielle sambil menarik nafas panjang.


Tatapan mata Elea menyendu. Dan hal itu tak luput dari mata tajam Gabrielle.


Dengan harap-harap cemas Gabrielle menantikan jawaban dari istrinya. Meskipun sedikit mustahil untuknya jadi gelandangan, tapi Gabrielle tetap ingin mengetahui sikap seperti apa yang akan di ambil oleh Elea. Bertahan atau pergi...


"Apapun yang terjadi aku akan tetap mengikuti Kak Iel. Kakak adalah orang pertama yang menjadi pahlawan untukku. Di saat semua orang menutup mata pada kesulitanku, Kakak datang mengulurkan tangan. Aku sangat menyayangi Kak Iel, sama seperti aku menyayangi Kak Levi. Kalian berdua adalah orang yang tidak akan pernah aku tinggalkan apapun yang terjadi. Jadi Kak Iel jangan khawatir ya!" jawab Elea di iringi dengan sebuah senyum yang terukir manis di bibirnya.


Jawaban polos Elea membuat Gabrielle merasa sangat terharu.


"Aku mencintaimu" bisik Gabrielle.


Elea mengangguk tanpa memahami arti dari kata cinta yang di ucapkan oleh suaminya.


"Aku juga".


Gabrielle terkekeh. Dia sadar betul kalau yang di maksud oleh Elea bukanlah perasaan cinta seperti apa yang dia rasakan. Balasan kata cinta itu bersifat sebelah mata karena Gabrielle tahu, cinta yang ada di pikiran Elea masih berbentuk kasih sayang seorang kakak. Bukan perasaan yang lahir dari hati untuk mencintai lawan jenis.


"Oh ya sayang, apa kau sudah memikirkan jurusan yang akan kau ambil nanti saat masuk ke universitas?" tanya Gabrielle penasaran.

__ADS_1


Elea mengangguk cepat.


"Aku ingin mengambil kelas menggambar Kak".


"Maksudmu desain?".


"Aku tidak tahu namanya apa. Pokoknya aku ingin masuk ke kelas itu supaya aku bisa menggambar baju pengantin. Kakak tahu kan kalau gambaranku sangat buruk? Aku bahkan merinding sendiri jika melihatnya!" jawab Elea sambil bergidik geli.


Gabrielle mati-matian berusaha untuk tidak tertawa. Dia tentu saja belum lupa dengan binatang-binatang unggas yang nasibnya berakhir aneh di tangan istrinya.


"Em, tapi kelas itu mahal tidak ya Kak?" tanya Elea khawatir.


"Mahal, tapi uang tak berarti untukku jika di bandingkan dengan kebahagianmu sayang. Nanti aku akan memilihkan universitas terbaik, juga memilih guru-guru berkompeten yang akan mengajarimu di sana. Sayang, jangan khawatirkan masalah uang lagi ya karena suamimu ini sangat kaya!" jawab Gabrielle menjelaskan.


"Apa boleh seperti itu?" beo Elea masih ragu.


"Tentu saja boleh. Kau itu adalah Nyonya Ma, istri kecil kesayangan Tuan Muda Gabrielle Shaquille Ma. Kau harus bahagia sayang, istriku tidak boleh tidak bahagia. Jika kau mampu habiskan saja semua uang yang aku miliki. Tukar semua kepedihan yang pernah kau lalui dulu dengan seribu kebahagiaan. Kau mengerti apa maksudku bukan.... Elea Ma?".


Elea tersipu saat suaminya menyebut nama Elea Ma. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa sangat bahagia mendengar nama tersebut.


"Elea Ma, cantik sekali".


Gabrielle tersenyum. "Jadi Nyonya Elea Ma, bisakah kau berjanji padaku untuk selalu hidup bahagia mulai sekarang?".


"Aku janji Kak. Aku pasti hidup bahagia karena ada Kak Iel bersamaku!" jawab Elea serius.


"Gadis patuh" sahut Gabrielle sembari mengusap puncak kepala istrinya.


Setelah itu keduanya tertawa bersama-sama. Mengabaikan keberadaan Ares yang tengah tersenyum karena mendengar percakapan mereka.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2