Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Extra Part 1


__ADS_3

Hoeekkk... hoeeekkk


Para penata rias hanya bisa menatap prihatin ke arah si pengantin pria yang sejak tadi tidak berhenti memuntahkan isi perutnya. Mereka benar-benar sangat tidak tega melihat wajah pengantin tersebut yang sudah begitu pucat.


"Kita harus bagaimana sekarang? Rasanya sangat tidak mungkin untuk kita merias Tuan Junio."


"Entahlah, aku juga bingung. Make-up hanya akan terbuang percuma kalau dia saja selalu muntah begini."


"Kasihan sekali dia. Aku rasa asam lambungnya sudah sangat parah, dia pasti selalu telat makan."


Junio yang mendengar percakapan para penata rias hanya bisa mengumpat dalam hati. Dia muntah itu bukan karena sakit asam lambung, melainkan karma karena telah menghamili istrinya. Hingga malam ini Junio benar-benar tak habis pikir dengan ulah si biji kecambah. Sudah tahu sekarang adalah malam resepsi pernikahan Mommy dan Daddy-nya, tapi biji-bijian itu masih saja mengirimkan ilmu sihir. Ingin mengamuk juga tidak mungkin. Yang ada malah nanti dia akan di tendang keluar kamar oleh Patricia yang entah kenapa menjadi semakin galak setelah menikah. Jiwa psikopat di diri Junio seperti tidak ada harganya di hadapan Patricia dan juga si bao-bao, biji kecambah yang tidak berhenti berbuat ulah.


"Dimana istriku? Kenapa sejak tadi hanya ada kalian saja di sini?" tanya Junio seraya menyeka mulutnya dengan tisu.


"Kau buta atau bagaimana, Jun. Sejak tadi aku terus duduk di sini."


Mata Junio langsung melihat ke arah ranjang. Dia kemudian menelan ludah sambil mengusap dadanya perlahan.


Untung saja tadi aku hanya membatin. Kalau sampai kelepasan, malam ini aku pasti tidak akan bisa memeluk Patricia. Selamat, selamat.


"Kenapa kau malah bengong, Junio? Sudah cepat sana berias, acaranya sudah mau di mulai," ucap Patricia sambil menatap wajah suaminya yang terlihat pucat.


Bukannya jahat, Patricia bersikap cetus begini karena memang dia selalu emosi setiap kali melihat wajah Junio. Semacam ada bisikan jahat yang terus memintanya untuk menyiksa si pria gila tersebut. Bahkan saat Junio muntah-muntah, Patricia sama sekali tidak bergeming untuk sekedar mengambilkan air minum. Dia hanya duduk diam di ranjang sambil menikmati penderitaan yang sedang di alami oleh suaminya.


Ceklek


Junio dan Patricia menoleh ke arah pintu. Mereka sama-sama menelan ludah begitu melihat siapa yang datang.


"Halo Paman Junio, Kak Cia!" sapa Elea penuh semangat.


Levi menatap sengit ke arah Patricia yang seperti tidak suka melihat kedatangannya bersama Elea ke kamar ini. Dengan sedikit kesal, dia mendorong kursi roda kemudian menabrakkannya ke kaki Junio.


Duugg


"Apa-apaan kau!" teriak Junio kaget.


"Aku menabrak kakimu dengan kursi roda milik Elea. Kenapa? Tidak terima?" tantang Levi dengan berani.


"Dasar gila!"

__ADS_1


"Kau yang gila!"


"Kau, Levita Foster!" ucap Junio dongkol.


"Heh, enak saja. Sudah jelas di sini kalau yang gila itu dirimu, Tuan Morigan Junio yang terhormat. Saking gilanya kau sampai tidak bisa membedakan mana wanita baik dan mana wanita yang busuk hati. Cihhh!"


Elea menahan tawa melihat perdebatan antara Junio dengan Levi. Dia sebenarnya juga merasa kalau Patricia seperti tidak suka melihat kedatangannya ke kamar ini. Namun Elea mencoba berpikir positif dalam menanggapi hal tersebut. Bisa saja kan sikap Patricia itu di sebabkan oleh mood ibu hamil yang gampang berubah-ubah. Atau mungkin Patricia yang masih merasa canggung pada dirinya. Hal ini bisa saja terjadi bukan?


"Em Elea, apa Gabrielle tidak ikut datang kemari?" tanya Patricia mencoba untuk menghilangkan kecanggungan. Dia masih terlalu malu untuk bertatap muka dengan adiknya. Iya, adiknya. Mulai sekarang Eleanor Young adalah adik kesayangannya. 💜


Junio dan Levi langsung menatap tajam ke arah Patricia begitu dia menyebut nama Gabrielle. Mereka curiga kalau Patricia masih menyimpan perasaan pada suaminya Elea. Tak ingin istrinya beralih hati, Junio segera datang mendekat kemudian berbaring di pangkuan istrinya. Dia membuat pola hati menggunakan jari jempol dan jari telunjuknya saat Patricia ingin mengomel.


"Isshh, menggelikan!" ejek Levi sambil bergidik geli.


"Tapi aku suka melihat kemesraan mereka, Kak Levi. Karena itu tandanya posisimu sebagai pelakor akan tetap aman jika Paman Junio bisa mempertahankan Kak Cia di sisinya," celetuk Elea.


Patricia menelan ludah. Sejak berbaikan, dia seringkali di buat syok oleh perkataan-perkataan aneh Elea. Bahkan di saat acara pemberkatan kemarin Patricia dan Junio di buat malu hingga tak terkira saat adiknya ini bertanya tentang pose ranjang yang sering mereka lakukan hingga berhasil menumbuhkan si biji kecambah. Andai saja Patricia sedang tidak hamil, dia pasti akan langsung melarikan diri dari sana. Benar-benar sangat memalukan, tapi juga membahagiakan karena Elea bertanya tanpa ada nada menghina yang tersirat.


"Elea, harusnya kau jangan memelihara pelakor seperti wanita itu. Dia sangat ganas, uangmu bisa habis di peras olehnya nanti!" ucap Junio memprovokasi kemarahan Levi.


"Oh itu sama sekali bukan masalah, Paman Junio. Suamiku sangat kaya, orangtua dan mertuaku adalah keluarga sultan sedangkan Grandma-ku adalah seorang bangsawan. Justru aku malah senang kalau kau Levi bersedia untuk terus membantuku menghabiskan semua uang yang ada. Aku sangat berhutang budi padanya, Paman!" sahut Elea dengan bangganya memuji si pelakor.


"Hei kalian. Jangan coba-coba memberitahu pada orang luar kalau Elea adalah istrinya Gabrielle ya. Jika hal ini sampai bocor, aku pastikan leher kalian akan putus. Setelah itu aku akan memotong tubuh kalian menjadi bagian-bagian kecil kemudian memasaknya. Mau?!" ancam Levi saat menyadari kalau status Elea di dengar oleh orang lain. Alarm tanda bahaya langsung meraung-raung di dalam kepalanya.


"T-t-tidak, Nona. K-kami ... kami akan menutup mulut rapat-rapat!"


"Waahhh, kalian baik sekali Kak. Ayo beritahu aku berapa nomor rekening kalian!" ucap Elea senang.


Para penata rias tersebut terlihat bingung. Mereka saling berbisik satu sama lain. Elea yang tahu kalau orang-orang ini sedang bimbang, akhirnya meminta Levi untuk meminta nomor rekening mereka. Dan Levi dengan begitu patuh langsung menuruti keinginan teman kecilnya ini.


"Kak Levi, tolong pinjam ponselmu sebentar!"


"Memangnya kau tidak punya ponsel sendiri apa? Miskin sekali!" seloroh Levi seraya memberikan ponselnya pada Elea.


"Aku bukan miskin, Kak. Ponselku sebenarnya sangat banyak, tapi aku tidak tahu kemana ponsel-ponsel itu pergi. Nantilah aku akan meminta ponsel baru pada Kak Iel. Siapa tahu dia akan membeli langsung dengan pabriknya. Suamiku kan kaya!" sahut Elea sambil mengotak-atik ponsel milik Levi.


Junio dan Patricia hanya diam menyaksikan apa yang sedang dilakukan oleh Elea dan Levi. Tak lama kemudian, semua orang dibuat kaget oleh suara pekikan Levi yang mengamuk karena ternyata Elea mengirimkan uang tutup mulut pada penata rias menggunakan uang dari rekeningnya.


"YAAAKKKKKKK ELEA!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!"

__ADS_1


"Aku baru saja mengirim uang ke rekening kakak-kakak itu, Kak Levi. Kenapa memangnya?" tanya Elea dengan tampang polos tanpa dosa.


"Kenapa memangnya? Astaga Elea, kau benar-benar kelewatan. Bagaimana bisa kau memakai uangku untuk menutup mulut mereka? Ini ponsel milikku, Elea. Dan kau baru saja menguras tabunganku untuk sesuatu yang tidak penting. Pokoknya aku tidak mau tahu, ganti sepuluh kali lipat jumlah uang yang sudah kau kirimkan ke rekening mereka!" jawab Levi merajuk. Mendadak peredaran darah di tubuhnya seperti berhenti gara-gara ulah teman kecilnya ini.


"Baiklah. Siapa takut!"


Karena ponsel Levi masih di tangannya, Elea sekalian saja menelpon Gabrielle menggunakan ponsel tersebut. Dia sedikit menahan tawa ketika Levi tak berhenti melirik ke arahnya.


"Ada apa?"


"Kak Iel, Kak Levi marah padaku gara-gara aku memakai uang miliknya. Dan sekarang dia memaksaku untuk mengembalikan uang tersebut sebanyak sepuluh kali lipat. Bisakah Kak Iel membantuku?" ucap Elea memohon.


"Astaga sayang, aku kira apa. Ya sudah nanti aku akan mengirimkan uangnya ke rekening Levi. Memangnya berapa uang yang sudah kau pakai?"


Salah satu penata rias jatuh terduduk di lantai saat Elea menyebutkan jumlah uang yang sudah dia kirimkan ke rekening mereka. Sementara Junio dan Patricia, mereka berdua sempat terbengang kaget melihat betapa gilanya Elea dalam menghamburkan uang. Mereka tidak tahu saja kalau sebenarnya Elea mengetahui jika para penata rias tersebut sedang mengalami kesulitan ekonomi. Itu sebabnya Elea sengaja membongkar pernikahannya dengan Gabrielle agar dia memiliki alasan untuk membantu mereka.


"Uangnya sudah aku kirim. Kau jangan lama-lama di dalam sana ya. Aku kesepian tanpamu, sayang."


"Iya Kak. Sebentar lagi aku akan keluar menemuimu. Sudah dulu ya, kepala Kak Levi sudah keluar tanduk karena aku terlalu lama memakai ponselnya. Bye suamiku!" ucap Elea kemudian memutuskan panggilan.


Levi pura-pura masih merajuk saat Elea menunjukkan pesan masuk bahwa nomor rekeningnya telah mendapat transferan uang dalam jumlah yang sangat besar.


"Jangan sok jual mahal lagi kau, gadis galak. Aku tahu kau sebenarnya sangat bahagia kan setelah memeras Gabrielle?!" sindir Junio.


"Iyalah. Kenapa? Apa kau juga ingin kuperas seperti Gabrielle?" tanya Levi tak mau kalah.


"Cih, aku bukan orang bodoh sepertinya ya."


"Oh, jadi Paman Junio menganggap suamiku bodoh ya?"


Patricia tertawa melihat suaminya yang langsung membeku begitu Elea bicara. Tawanya semakin pecah saat Elea dan Levi tidak berhenti memaki suaminya dengan gaya khas masing-masing. Mungkin kebahagiaan ini adalah jawaban dari semua doa yang dia minta selama ini. Tertawa bersama dengan penuh kehangatan. Patricia kemudian mengelus perutnya yang sedikit banyak mulai membuncit. Dia sangat bersyukur karena nanti anaknya akan dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang penuh kebahagiaan.


Terima kasih, adikku yang cantik. Berkatmu aku bisa menemukan kebahagiaan ini. Aku menyayangimu, Eleanor Young, adik dan juga malaikat di hidupku.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄



Hai hai hai.... PESONA SI GADIS DESA sudah up ya gengss.. Kalian cari aja di profil emak. Wajib banget buat mampir agar kita bisa terLuri-Luri bersama Fedo. Si Casanova yang sangat suka berolahraga ranjang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2