
Jack duduk di ruangannya sambil menatap foto Elea. Sudut bibirnya tertarik keatas, antara membentuk sebuah senyuman dan juga seringaian.
"Gadis kecil, kau bersembunyi dimana hem? Kenapa susah sekali di temukan?."
Ini sudah beberapa hari sejak Jack menyuruh Fendry untuk mencari keberadaan Elea. Namun sampai hari ini, Fendry masih belum memberikan kabar baik padanya. Keberadaan Elea mendadak jadi misterius, jejak gadis kecil itu lenyap bak di telan bumi.
"Elea, kau sebaiknya jangan membuatku marah ya. Datang dan merangkaklah padaku. Mendekatlah, aku sudah menyiapkan sangkar emas untukmu nanti" gumam Jack lagi.
Dengan besarnya bayaran yang dia terima, Jack sebenarnya memiliki hunian yang teramat mewah. Bahkan tanpa di ketahui oleh siapapun dia memiliki beberapa saham yang jumlahnya lumayan besar. Namun karena identitasnya yang cukup berbahaya, Jack menutupi kehidupan pribadinya dengan menyamar menjadi seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit besar milik Group Ma. Satu-satunya perusahaan yang selama ini belum pernah dia usik.
Tok,tok,tok
Tatapan dingin Jack langsung berubah saat ada yang mengetuk pintu ruangannya. Sebelum keluar, dia terlebih dahulu menyimpan foto Elea di laci meja.
"Ya, ada apa?" tanya Jack pada perawat yang sedang berdiri di depan ruangannya.
"Dokter Jackson, direktur rumah sakit ingin bertemu denganmu."
Kening Jack mengerut. "Maksudmu Tuan Reinhard?."
"Iya dokter. Beliau menunggu di ruangannya."
'Ada apa ini? Sepertinya aku tidak pernah membuat kesalahan di rumah sakit ini.'
"Baiklah, aku akan segera datang menemuinya" sahut Jack sembari tersenyum ramah kearah perawat.
Dengan membawa rasa penasaran, Jack akhirnya pergi menemui direktur rumah sakit tempatnya bekerja. Dia tersenyum lembut kearah dokter dan juga perawat yang menyapa. Tak lama kemudian sampailah dia di tempat yang di maksud. Jack mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kesana.
"Selamat siang, Tuan Reinhard. Anda mencari saya?."
Reinhard yang saat itu tengah meneliti berkas rumah sakit mendongak. Dia melihat kearah pintu kemudian tersenyum.
"Ya, masuklah dokter Jackson."
Jack mengangguk kemudian segera duduk di kursi depan meja si direktur. Dalam tatapan normalnya, Jack bisa melihat kalau pria di depannya ini tengah memendam sebuah kecurigaan yang cukup besar.
"Maaf Tuan Reinhard, apa saya melakukan kesalahan?" tanya Jack mulai menyelidik.
__ADS_1
"Tidak dokter Jackson, aku memanggilmu kemari karena ingin menanyakan sesuatu padamu. Bukan apa, aku hanya sedang mencari keberadaan seseorang" jawab Reinhard sambil menutup berkas yang sedang di periksanya. "Tujuh tahun lalu, ada seorang dokter yang di tuduh ingin melakukan percobaan pembunuhan pada walikota negara ini. Kira-kira kau tahu tidak siapa dokter itu?."
Dalam sekilas, tatapan Jack berubah menjadi sangat dingin. Namun dia berusaha untuk tetap tenang tatkala pria di hadapannya kembali bertanya.
"Ada yang bilang kalau dokter tersebut adalah Jack-Gal, si pembunuhan bayaran yang suka sekali memenggal kepala orang. Kau tahu Jack-Gal kan?" tanya Reinhard.
Entah ada angin apa tiba-tiba Reinhard terfikir untuk menanyakan hal ini pada dokter yang baru saja kembali dari luar negeri. Seperti ada dorongan kuat yang memaksa Reinhard untuk sedikit berbincang dengannya.
"Ya, beberapa orang pernah menceritakan hal ini pada saya. Tapi Tuan Reinhard, kenapa anda bertanya hal seperti ini pada saya? Apa saya sedang di curigai sebagai pembunuh bayaran itu?" tanya Jack sarkas.
Reinhard dengan cepat menggelengkan kepala. Dia sendiri juga bingung kenapa membahas masalah ini dengan Jackson. Entahlah, Reinhard bingung.
"Bukan dokter Jackson, aku tidak sedang mencurigaimu. Hanya saja...
"Hanya saja apa Tuan Reinhard?" tanya Jack sambil memicingkan mata.
"Ah sudahlah. Tidak usah di bahas lagi, tadi itu aku hanya penasaran saja soalnya kau pindah keluar negeri bersamaan dengan kejadian itu. Bukan ingin menuduh, aku hanya sedang mencari tahu sesuatu tentang pembunuh keji itu" jawab Reinhard merasa tak enak.
Di balik meja, tangan Jack sudah terkepal kuat. Dia harus tahu alasan kenapa pria ini menyebut tentang kejadian tujuh tahun lalu dimana dia bertemu dengan gadis kecilnya. Tiba-tiba saja terlintas di pikiran Jack kalau pria di hadapannya ini tahu dimana keberadaan Elea, mainannya yang masih belum di temukan.
"Aku tidak ada urusannya dengan pembunuh itu dokter Jackson. Em begini, kau tahu kan kalau pembunuh itu tidak pernah membiarkan orang lain tahu seperti apa rupa wajahnya?" tanya Reinhard tanpa merasa curiga sama sekali.
Jack mengangguk. Dan satu-satunya orang yang dia biarkan hidup setelah melihat wajahnya hanya Elea. Gadis itu masih bisa bernafas karena Jack menaruh perasaan istimewa padanya. Berharap dengan kepulangannya kali ini dia akan kembali bertemu dengan gadis kecil itu kemudian mengurungnya dalam sangkar emas yang sudah dia persiapkan.
'Ada apa ini? Kenapa rasanya berat sekali untuk menyebut nama Elea di depan dokter Jackson? Ah, lebih baik aku samarkan saja namanya. Jaga-jaga saja, siapa tahu anak buahnya si Jack-Gal itu berkeliaran di rumah sakit ini untuk mencari keberadaan Elea.'
"Lalu? Apa anda pernah melihat wajah Jack-Gal itu? Atau ada keluarga anda yang pernah berurusan dengannya?" tanya Jack curiga.
"Tidak, begini dokter Jackson. Ada seorang kenalanku bilang pada malam dimana walikota ingin di bunuh, ada seorang gelandangan yang tidak sengaja melihat seorang dokter sedang berlarian karena di kejar oleh orang-orang berseragam hitam. Dan gelandangan itu melihat dengan jelas seperti apa wajahnya" jawab Reinhard berkilah.
"Gelandangan?" beo Jack-Gal kaget.
'Sial, kalau begitu dia juga melihat saat aku melecehkan Elea? Aargghhh Jack, kau bodoh sekali. Bagaimana jika kepulanganmu kemari merupakan jebakan mereka? B*ngsat, kenapa aku bisa sampai kecolongan begini.'
"Dokter Jackson, ada apa? Kenapa kau terlihat marah sekali?" tanya Reinhard heran.
Jack sedikit kaget. Dia kemudian menormalkan kembali ekpresi di wajahnya. "Saya hanya syok saja membayangkan apa yang di lihat oleh gelandangan itu, Tuan Reinhard. Oh ya, apa gelandangan itu masih hidup?."
__ADS_1
Saat Reinhard hendak menjawab, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia lalu memberi isyarat pada dokter Jackson untuk tidak berbicara dulu.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Reinhard. Selamat siang" pamit Jack kemudian pergi dari sana.
Sesampainya Jack di luar, sorot matanay langsung berubah bengis. Dengan langkah cepat dia berjalan menuju ruangannya. Mengabaikan sapaan dari para dokter dan perawat yang berpapasan dengannya.
Braaakkkkkk
"Brengsek, gelandangan mana yang berani menatap wajahku malam itu hah!" amuk Jack. "Tapi.....Malam itu aku melewati tempat yang sangat sepi. Dan itupun sudah lewat tengah malam, mustahil ada seseorang yang lewat jalan itu selain Elea. Lalu, apa mungkin Tuan Reinhard berkata bohong? Atau jangan-jangan gelandangan yang di maksud adalah Elea? Aarrggghhh, sialan..!."
Resikonya akan sangat besar jika wajahnya sampai di ketahui oleh banyak orang. Jack tidak bisa lagi menikmati hidup seperti ini jika identitasnya sampai terbongkar. Kesal karena tak mendapatkan jawaban, Jack akhirnya kembali menghubungi Fendry.
"Ada apa Jack? Jangan marah dulu, aku masih terus mencari keberadaan gadismu itu."
Mata Jack terpejam. Emosinya semakin besar begitu mendengar kegagalan Fendry.
"Dasar tidak berguna. Hanya mencari gadis kecil seperti itu saja kau tidak mampu!" hardik Jack. "Sudahlah, sekarang lupakan dulu tentang Elea. Ada hal yang jauh lebih penting lagi dari pada itu."
"Hal penting apa sampai kau mau menomorduakan gadismu itu hem?."
"Jangan banyak bicara dan dengarkan aku baik-baik. Malam itu, ada seseorang yang melihat wajahku dengan jelas saat anak buah walikota itu mengejarku. Dia seorang gelandangan, cari dia sampai dapat dan bawa ke hadapanku segera. Kali ini tidak ada kegagalan Fen, atau kau akan menerima akibatnya!."
Setelah bicara seperti itu Jack langsung membanting ponselnya hingga jatuh berkeping-keping. Wajahnya memerah akibat menahan emosi yang begitu besar.
"Siapapun kau, aku pasti akan mendapatkanmu. Beraninya kau mengatakan pada mereka jika telah melihat wajahku" geram Jack sambil menggeretakkan gigi.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...
__ADS_1