Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Teman Dekat


__ADS_3

Levi mengerjapkan mata saat mendengar suara isak tangis di sebelahnya. Dia meringis saat merasakan rasa perih di bagian lengan kirinya.


"Hiksss... Sayang, tolong sadarlah. Ibu tidak sanggup melihatmu seperti ini nak. Sam, bagaimana ini. Putri kita masih belum sadar juga, ini sudah hampir tengah malam" tanya Lolita sambil terus terisak.


"Sabarlah dulu. Dokter bilang kondisi putri kita tidak terlalu mengkhawatirkan. Levi belum bangun mungkin karena pengaruh obat bius tadi" sahut Samuel terenyuh.


"Tapi Sam, Levi...


Eeuuuggghhhhh


"Ibu, kenapa kau berisik sekali sih?."


Lolita dan Samuel segera mengerubung kearah ranjang begitu mendengar suara putri mereka. Dengan hati-hati, Lolita mengusap pipi putrinya sambil menarik nafas lega. "Syukurlah sayang, akhirnya kau sadar juga."


Levi tersenyum kecil. Dia lalu menggenggam tangan kedua orangtuanya. "Tenang saja Bu, aku tidak akan mati dengan mudah di tangan penjahat itu. Dia... Astaga, bagaimana keadaan Elea? Dia tidak kenapa-napa kan?."


Wajah Levi langsung berubah panik. Dia lalu bergerak turun dari ranjang berniat menghampiri Elea. Tapi baru saja dia menurunkan kakinya, tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing. Hal itu membuatnya kembali jatuh tak sadarkan diri.


"LEVIIIII.......!!."


Di saat bersamaan, Reinhard masuk ke dalam ruangan. Dia berlari panik melihat kedua orangtua Levi yang sedang berteriak histeris sembari mengguncang tubuhnya. "Tuan, Nyonya, Levita kenapa?."


"D,dokter, tolong putriku. Dia tiba-tiba pingsan saat ingin turun dari ranjang" jawab Samuel dengan suara bergetar.


Reinhard terbelalak mendengar jawaban ayahnya Levi. Dia kemudian segera memeriksa tekanan darah wanita yang di sukainya ini. Sementara Samuel dan Lolita, mereka begitu khawatir hingga tidak berani melepaskan pandangan barang sedetik dari wajah putri mereka.


"Bagaimana dok, putri kami baik-baik saja kan?" tanya Lolita sembari mengusap airmata. "Levita baru saja tersadar lalu dia berniat menghampiri seseorang yang bernama Elea. Siapa dia dok? Kenapa sepertinya orang ini begitu berharga sampai-sampai dia mengabaikan keselamatannya sendiri."

__ADS_1


Reinhard baru menjawab pertanyaan itu setelah selesai memeriksa keadaan Levi. Dia lega, ternyata yang menyebabkan Levi pingsan adalah karena tekanan darah di tubuhnya yang belum stabil. Di tambah lagi dia yang ingin buru-buru pergi padahal baru saja tersadar dari pingsannya.


"Nyonya, Tuan, syukurlah Levita baik-baik saja. Dia pingsan karena kondisi tubuhnya yang masih sangat lemah. Mengenai Nona Elea, dia adalah sahabatnya Levi. Saat kecelakaan ini terjadi, mereka sedang berada di dalam mobil yang sama. Mungkin itu yang menjadi penyebab Levi begitu mengkhawatirkan keadaan sahabatnya!."


Samuel dan Lolita mengangguk paham setelah mendengar penjelasan dokter. "Tapi dokter, kalau putri kami memang benar mengalami kecelakaan, lalu kenapa bisa ada luka tembak di lengannya? Pasti kecelakaan ini bukan kecelakaan biasa kan?" tanya Samuel yang merasa janggal dengan kecelakaan yang menimpa putrinya.


Bertepatan dengan Reinhard yang ingin menjawab pertanyaan tersebut, pintu ruangan terbuka. Gabrielle tersenyum kecil kearah orangtuanya Levi yang terlihat syok melihat kedatangannya.


"T,Tuan Muda..." panggil Samuel gugup.


"Selamat malam Tuan Samuel, Nyonya Lolita" sapa Gabrielle ramah. "Reinhard, apa yang terjadi pada Levi? Dia masih belum sadar juga?."


"Tadi dia sempat sadar, Gab. Dan dia sepertinya memaksakan diri untuk pergi menemui Elea. Kau tahu sendiri lah bagaimana kondisi seseorang saat baru bangun dari pingsannya. Tekanan darahnya belum stabil dan tubuhnya juga masih sangat lemah. Jadi ya begini, dia pingsan lagi" jawab Reinhard seraya menatap khawatir kearah wanita yang berbaring di ranjang rumah sakit.


Gabrielle menghela nafas. "Nanti kabari aku kalau dia sudah sadar. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya."


"Em maaf saya menyela, Tuan Muda. Kalau boleh tahu, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Levita? Sejak tadi saya sangat bingung memikirkan lula tembak yang ada di lengannya. Kalau memang hanya karena kecelakaan, tidak mungkin kan dia harus mendapat luka seperti ini? Tolong beritahu kami yang sebenarnya, Tuan Muda. Kami sangat mengkhawatirkan keadaan Levita" ucap Samuel bertanya dengan wajah memelas.


"Jack-Gal, dia yang menembak dan juga membuat mobil yang di naiki Levi mengalami kecelakaan" jawab Gabrielle.


"Jack,Jack-Gal? Bagaimana bisa anak kami berurusan dengan pembunuh berdarah dingin itu, Tuan Muda? Levi bahkan belum masuk ke dunia bisnis. Mustahil ada musuh yang ingin menyingkirkannya" ucap Samuel panik. Dia lalu menatap kearah istrinya yang juga kaget mendengar penuturan pria berkuasa di hadapan mereka. Sungguh, mereka tak menyangka kalau Levita di celakai oleh orang yang sangat berbahaya.


"Sebenarnya bukan anak kalian yang di incar oleh Jack-Gal, melainkan istriku. Tapi karena saat itu Levi berada satu mobil dengan istriku, dia akhirnya ikut di lukai. Dan luka tembak di lengannya itu dia dapatkan karena melindungi istriku yang akan di culik oleh Jack-Gal" jelas Gabrielle tanpa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Gabrielle tidak mau membuat kedua orangtuanya Levi menjadi salah paham jika mereka tahu kalau dia sengaja menjadikan Levi sebagai alat untuk mengumpan Jack-Gal agar mau menunjukkan wajah aslinya.


"Istri? Maksud Tuan Muda anak kami sedang bersama istri anda? Berarti Elea..


"Benar, Tuan Samuel. Nona Elea adalah istrinya Gabrielle. Dan putri kalian berhubungan dekat dengannya" imbuh Reinhard ikut menimpali percakapan orangtuanya Levi.

__ADS_1


Samuel dan Lolita tercengang kaget. Mereka tak menyangka kalau Gabrielle ternyata sudah menikah. Terlebih lagi putri mereka bersahabat dekat dengan wanita yang menjadi pendamping pria penguasa tersebut.


"Tuan Muda, maafkan kesalahpahaman kami selama ini. Kami fikir anda dan putri kami itu sedang menjalin hubungan karena seringnya anak buah anda menjemput putri kami di rumah. Sungguh, kami benar-benar tidak tahu kalau anda sudah menikah karena Levi pun tidak pernah mengatakan hal ini pada kami berdua. Sekali lagi kami minta maaf,Tuan Muda" ucap Lolita meminta maaf.


Gabrielle tersenyum seraya menganggukkan kepala. "Tidak apa-apa, Nyonya Lolita. Aku lah yang meminta Levi untuk tidak mengatakan pada siapapun kalau Elea adalah istriku. Dan jika Levi pernah mengatakan kalau dirinya di hidupi oleh seorang pria kaya, maka akulah orangnya. Levi adalah satu-satunya orang yang mau berteman baik dengan istriku. Jadi aku sedikit memberikan perhatian khusus untuknya. Juga karena ada alasan lain yang tidak bisa aku beritahukan pada kalian berdua!."


"Em maaf Tuan Muda, apa Nona Elea tidak sakit hati berteman dengan putri kami? Mulutnya, anda tahu sendiri lah. Dia suka bicara asal tanpa memikirkan perasaan orang lain" tanya Samuel was-was. Bisa gawat kalau anaknya sampai menyinggung pria ini. Gaya bicara anaknya yang asal menguap seringkali membuat Samuel merasa khawatir. Dia takut kalau putrinya yang nakal itu salah menyinggung orang.


"Seharusnya yang kalian khawatirkan itu Levi, Tuan Samuel. Mulut istriku jauh lebih beracun jika di bandingkan mulutnya. Sekali mulut istriku terbuka, dia bisa membuat orang lain berhenti bernafas. Jadi di dalam persahabatan mereka bukan istriku yang tertindas, melainkan putri kalian. Dia bahkan beberapa kali ingin menyerah berteman dengan istriku. Tapi karena aku kaya, dia selalu kembali pada kami berdua. Kurang lebih seperti itulah jenis persahabatan yang terjalin antara Levi dan istriku" jawab Gabrielle bangga dengan kemampuan istrinya dalam membungkam mulut musuh.


Ruangan itu sunyi. Kedua orangtua Levi terbengang heran setelah mendengar penuturan Gabrielle. Mereka seakan sulit untuk percaya kalau ada orang lain yang mampu membungkam mulut sadis putri mereka. Sungguh, mereka jadi penasaran dengan sosok wanita yang bernama Elea itu.


"Oh ya Tuan Samuel, kabar tentang aku yang sudah menikah sebaiknya hanya kalian saja yang tahu. Biar aku sendiri yang akan mengumumkannya ke publik" ucap Gabrielle dengan raut wajah serius. "Dan kau Reinhard, tolong rawat sahabat istriku dengan baik. Aku tidak mau istriku menjadi sedih jika sampai terjadi sesuatu padanya. Nyonya Lolita, Tuan Samuel, aku permisi dulu. Istriku sedang tidur, aku khawatir dia panik saat terbangun tanpa aku di sampingnya!."


Setelah berpamitan, Gabrielle bergegas pergi dari sana. Dia tidak mau meninggalkan istrinya terlalu lama karena khawatir Jack-Gal akan kembali membuat ulah. Untuk jaga-jaga saja, pikirnya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...

__ADS_1


__ADS_2