Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Sebentar, Ya??


__ADS_3

Levi menghabiskan makan siangnya sambil terus menggerutu. Matanya tak henti melirik kearah Gabrielle dan Elea yang terlihat biasa-biasa saja setelah mengacaukan acara memasaknya tadi.


"Kak Levi, matamu kenapa juling?" tanya Elea.


"Whaaatttt? Juling?" teriak Levi. "Yakkk Elea, bisa tidak kalau bicara itu jangan sembarangan. Mana ada model cantik sepertiku juling, yang benar saja."


"Mantan model Kak Levi kalau kau lupa" celetuk Elea yang membuat Reinhard tersedak.


Uhuukk, uhuukk


"Woaahhh Gabrielle, istrimu benar-benar sangat suka bicara terus terang" ucap Reinhard sembari menyeka mulut. "Levi, kau harus banyak bersabar!."


"Diam kau" sungut Levi.


Gabrielle tersenyum. Dia meremas lembut tangan istrinya yang terus dia genggam sejak tadi. "Sayang, jangan bicara terlalu frontal. Aku khawatir dia mati muda sebelum sempat mencicipi betapa indahnya sebuah pernikahan!."


"Tidak kok Kak. Tadi itu aku hanya bicara fakta saja, bukan bicara frontal" sahut Elea mulai mengeluarkan jurus polosnya.


"Iya fakta, tapi fakta yang sangat menyakitkan!" dengus Levi. "Sudahlah, moodku jadi rusak gara-gara kalian. Aku mau tidur saja!."


Melihat temannya merajuk, Elea segera memikirkan cara agar Levi tak pergi dari sana. Elea kemudian ingat dengan dua pemberian istimewa yang dia dapatkan sebelum datang ke Paris. "Kak Levi, Ayah Greg dan Ibu Liona memberiku dua blackcard untuk bersenang-senang di sini. Mereka bilang aku harus menghabiskan semua uang yang ada di dalamnya. Kak Levi mau tidak membantuku menguras uang mereka? Gratis lho!."


Levi yang saat itu hendak melangkah pergi kembali duduk begitu Elea mengiming-imingi sesuatu yang membuat matanya menghijau. Dengan senyum semanis gula tebu dia menatap penuh harap kearah tambang emasnya itu.


"Elea, di Paris aku mengenal seorang desainer yang sangat kondang. Semua barang yang ada di butiknya selalu menjadi incaran para model ternama dunia. Kau mau tidak berkunjung ke butik temanku itu?" rayu Levi.


"Mau" jawab Elea singkat.


"Bagus. Kalau begitu ayo cepat bersiap, nanti aku akan menghubungi temanku dulu supaya dia bisa mempersiapkan barang-barang terbaik untuk kita berdua!."


Elea mengangguk. Dia lalu menatap kearah suaminya. "Kak Iel, boleh tidak aku dan pelakor ini pergi jalan-jalan?."

__ADS_1


Senyum semringah yang tadinya ada di bibir Levi langsung sirna begitu Elea menyebutnya pelakor. Entah kapan julukan mengenaskan ini baru akan hilang. Levi kemudian menatap tajam kearah Reinhard yang terlihat seperti sedang menahan tawa.


"Kau cari mati ya?."


"Aku tidak" sahut Reinhard kemudian melihat kearah lain.


Sementara Gabrielle, dia tengah mengelus wajah cantik istrinya dengan penuh sayang. Dia sangat suka melihat ekpresi bahagia ini. "Kau boleh melakukan apapun yang kau mau di sini, sayang. Tapi kau hanya boleh pergi jika bersamaku, hanya itu syaratnya!."


"Baiklah, itu tidak masalah. Aku malah senang kalau Kak Iel ikut pergi jalan-jalan. Jadi nanti kalau uangnya habis aku dan Kak Levi bisa memintanya lagi dari Kakak!."


Gabrielle, Levi dan Reinhard menghela nafas panjang. Mereka tentu saja tahu kalau uang yang ada di dalam dua blackcard itu tidak akan bisa habis sekalipun Elea menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk berbelanja. Tapi kembali lagi ke titik awal dimana gadis kecil ini masih belum memahami siapa Keluarga Ma sebenarnya.


"Terserah kau saja sayang. Asalkan itu bisa membuatmu senang, aku akan menurutinya" ucap Gabrielle. "Ya sudah, ayo kita bersiap!."


Keempat orang itu akhirnya pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap diri. Levi pun segera menghubungi nomor temannya itu untuk mengabarkan kedatangannya. Tak lupa juga dia menyombongkan diri dengan menyebut bahwa dia akan datang bersama temannya yang berasal dari keluarga ternama. Tentu saja kabar tersebut langsung di sambut dengan sangat baik apalagi setelah Levi menyebutkan dari keluarga mana temannya itu berasal.


"Huh, semua orang sama saja. Hanya memandang dari segi kasta, orang seperti ini yang pantas di sebut pelakor" omel Levi setelah menutup panggilan.


"Oke Reinhard, kau harus menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik. Buatlah agar Levi merasa sedikit terpesona dengan penampilanmu. Tapi, melihat dia yang begitu menyukai uang, apa iya Levi bersedia menjalin hubungan dengan pria biasa sepertiku?" gumam Reinhard pada bayangan wajahnya di cermin. "Ah, sudahlah. Masalah dia suka atau tidak suka urusan belakangan saja. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana cara menarik perhatiannya. Semoga saja malam ini semuanya berjalan lancar!."


Jika Reinhard dan Levi tengah sibuk mempersiapkan diri, Gabrielle dan Elea malah tengah asik berciuman. Lidah mereka nampak saling menyecap, sedangkan tangan Gabrielle tak berhenti bergerilya di bagian dada Elea. Menyingkap keatas gaun yang di pakainya kemudian menenggelamkan wajahnya di dua gunung kembar milik istrinya.


"Euugghhh... Kak Iel!" desah Elea pelan. Matanya terpejam, menikmati sentuhan suaminya yang selalu membuatnya mabuk kepayang.


"Sayang, boleh tidak mengambil jatah sekarang? Aku tidak tahan?" bisik Gabrielle serak. "Sebentar saja, ya..."


Elea membuka mata kemudian menunduk. Dia tersenyum melihat luapan gairah di mata suaminya. Dengan sayang Elea memberikan sebuah kecupan, terkekeh saat suaminya langsung menahan tengkuknya kemudian menghisap bibirnya seperti orang kehausan.


"Nanti malam saja ya Kak. Kasihan Kak Levi dan Kak Reinhard, mereka pasti akan mengomel jika terlalu lama menunggu kita keluar dari kamar" ucap Elea sembari menahan bibir suaminya yang ingin kembali bersarang di bagian dada.


"Biar saja, itu derita mereka" sahut Gabrielle acuh. "Sayang ayolah. Sebentar saja, oke?."

__ADS_1


"Mana ada sebentar. Kakak itu kalau sudah menyentuhku lupa dengan waktu, seperti sudah tidak ada hari lain lagi" goda Elea. "Sudahlah, nanti malam saja ya. Semalaman penuh, aku janji!."


"Sayang, tapi aku maunya sekarang. Lihat, juniorku sudah mengamuk, dia ingin segera masuk ke rumahnya!" desak Gabrielle kemudian menarik tangan Elea kearah juniornya. "Aku tidak bohong kan?."


Elea meringis kemudian menggigit bibir bawahnya. Dia bisa merasakan betapa milik suaminya sudah menegang dengan sempurna. Tanpa di komando, tangan Elea bergerak naik-turun mengusap benda tumpul yang selalu membuatnya menjerit keenakan.


"Sayang, mau ya. Aku janji hanya sebentar" rengek Gabrielle. Gairahnya semakin meledak-ledak saat juniornya mendapat perlakuan manja dari tangan istrinya.


"Emmm.. Benar cuma sebentar? Aku tidak enak pada mereka Kak" sahut Elea ragu.


"Iya, lima puluh menit. Eh tidak, maksudku lima menit!."


"Janji ya hanya lima menit?" tanya Elea memastikan.


Gabrielle mengangguk. Setelah itu dia langsung membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Entahlah, bercinta di dalam kamar mandi sekarang menjadi tempat paling favorit bagi Gabrielle. Dia merasa sangat puas menyaksikan istrinya yang menggelinjang di bawah guyuran air shower. Di matanya itu terlihat sangat sexy dan menggairahkan.


"Sayang, bantu aku membuka celana" bisik Gabrielle sambil menggigit daun telinga istrinya.


Dengan wajah yang merah padam Elea menuruti apa yang di inginkan oleh suaminya. Yahh... Meski di awal Gabrielle sudah berjanji hanya akan bercinta selama lima menit, nyatanya dia mengkhianati janjinya sendiri. Dia membawa istrinya terbang melayang selama hampir satu jam lamanya. Dan itu tidak hanya di dalam kamar mandi saja. Setelah mendapat satu pelepasan di sana, dia segera membopong Elea ke dekat jendela. Mereka bercinta sembari menikmati hujan salju. Untung saja kaca rumahnya tidak tembus pandang, jadi orang-orang tidak bisa melihat kegiatan panas yang sedang mereka lakukan.


"GABRIELLE, ELEA... BISA TIDAK KALIAN MEMBUAT ADONANNYA NANTI SAJA! KETERLALUAN, BISA-BISANYA KALIAN MEMBUAT AKU DAN REINHARD MENUNGGU SEPERTI KELEDAI DUNGU DI SINI!" teriak Levi sambil menggedor pintu kamar.


Sedangkan di dalam kamar, Gabrielle dan Elea yang masih terengah-engah setelah melakukan pelepasan hebat hanya bisa tersenyum lucu. Mereka kemudian bergegas membersihkan diri di dalam kamar mandi sebelum akhirnya bersiap dalam waktu sesingkat mungkin.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


__ADS_2