Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Pamer


__ADS_3

"Kak Levi, aku datang...!" teriak Elea begitu masuk ke dalam rumahnya Levi. "Kau belum mati kan Kak?.


Samuel dan Lolita yang sedang makan langsung menoleh begitu mendengar satu pertanyaan aneh yang keluar dari mulut seorang gadis. Mereka lalu menatap jengkel kearah gadis tersebut.


"Dasar tidak punya sopan santun!" tegur Samuel. "Ini bukan hutan, kenapa kau berteriak seperti tarzan?


Elea diam membeku. Matanya nampak berkaca-kaca saat dirinya mendapat teguran dari seorang pria tua yang sedang duduk di ruang makan.


"M-maaf Paman. Aku pikir hanya ada Kak Levi di rumah ini, makanya aku berteriak" sahut Elea lirih.


"Paman-Paman, kapan aku menikah dengan Bibimu?" teriak Samuel lagi.


"Sam, jangan kasar begitu" lerai Lolita. "Kasihan gadis itu, dia ketakutan."


"Biar saja. Siapa suruh masuk ke rumah orang tidak ada sopan santunnya sama sekali. Seperti tidak pernah makan bangku sekolah saja."


"Aku memang tidak pernah makan bangku sekolah, Paman. Tapi aku pernah belajar di sekolah" sahut Elea memberanikan diri.


Samuel ternganga. Dia tidak menyangka kalau gadis ini akan begitu bodoh. Baru saja dia ingin kembali memarahi gadis tersebut, putrinya muncul dari dalam kamar.


"Siapa yang datang?" tanya Levi yang belum menyadari keberadaan teman kecilnya di sana.


"Kak Levi" panggil Elea dengan wajah semringah. Dia langsung lupa dengan kejadian tadi.


Levi menoleh. Dia membelalakkan mata begitu melihat deretan black card yang sedang di pegang oleh Elea. Tanpa membuang waktu dia segera melangkah cepat kearah teman kecilnya itu.


"Kau mencuri dimana kartu-kartu ini, Elea?" tanya Levi sambil menelan ludah.


'Ya Tuhan, makhluk kecil ini kaya sekali. Astaga, jiwa merampokku jadi meronta-ronta.'


"Iiihh, siapa juga yang merampok si Kak" protes Elea. "Kartu hitam ini pemberian dari Ayah, Ibu, dan juga Kakek Karim. Bagaimana? Kau pasti iri kan? Kakak pasti tidak punya kartu hitam sebanyak ini kan?.


Rasanya ingin sekali Levi menenggelamkan kepala makhluk kecil ini ke dalam lumpur. Berani-beraninya dia mengejek Levi tidak mempunyai kartu tersebut.


"Siapa bilang aku tidak punya. Bahkan aku juga mempunyai kartu hitam milik suamimu."


"Kalau itu sih aku tidak heran, Kak. Kakak kan pelakor."


Uhukkkk, uhukkkk


"Le-Levita, kau pelakor? Ya Tuhan Levita Foster, kau ingin mempermalukan kelurga kita ya. Mau kau kemanakan si Reinhard? Siapa nama pria yang sedang kau ganggu rumah tangganya?" cecar Lolita syok.


Mata Levi terpejam. Belum ada sepuluh menit Elea berada di rumah ini tapi tensi darahnya sudah naik setinggi-tingginya. Luar biasa, Elea memang tidak ada tandingan.


"Bu, pelakor yang di maksud oleh bocah ini bukan pelakor seperti yang ada di dalam sinetron. Kalau Ibu mau tahu siapa pria itu, namanya Gabrielle. Dia putra Paman Greg dan Bibi Liona. Dan gadis ini adalah Elea, anak sambung Bibi Yura dan juga adalah menantu kesayangan Keluarga Ma!" jelas Levi panjang lebar. "Ayah, Ibu, tolong jangan dengarkan ucapan Elea. Yah, memang benar kalau aku ini seorang pelakor. Tapi aku hanya menyukai uangnya Gabrielle, tidak dengan pemiliknya. Di hatiku hanya ada Reinhard, jadi aku tidak mungkin berpaling pada pria lain."


"J-jadi dia istrinya Gabrielle?" tanya Samuel tergagap.

__ADS_1


"Iya."


Matilah aku.


"Kak Levi, siapa Paman itu? Dia tadi membentakku, dia juga menyebutku seorang tarzan. Aku sedih sekali Kak Levi, ayo bela aku" rengek Elea dengan tampang polosnya.


Levi terbelalak mendengar ucapan Elea. Dia lalu menatap ayahnya dengan tatapan tajam.


"Ayah berani menbentak istrinya Gabrielle? Sudah bosan hidup ya?


"Sayang, tadi itu Ayah benar-benar tidak tahu kalau dia istrinya Gabrielle" jawab Samuel gusar.


"Tidak tahu? Bagaimana mungkin Ayah tidak tahu kalau Elea saja datang sambil membawa tiga black card di tangannya. Memangnya bola mata Ayah pergi kemana tadi!" omel Levi.


"Mungkin bola matanya tertinggal di atas piring, Kak. Saat aku datang Paman itu sedang makan" celetuk Elea yang sukses membuat Levi tertawa sambil menahan tangis.


"Hahahaha Elea, kau lucu sekali."


"Terima kasih untuk pujiannya Kak."


"Yaakkkkk, siapa juga yang sedang memujimu hah!" amuk Levi sambil meremas rambut.


Samuel dan Lolita diam mendengarkan perdebatan aneh antara putri mereka dengan gadis kecil yang ternyata adalah menantu Keluarga Ma. Sungguh, mereka berdua di dera kekhawatiran yang cukup besar mengingat kalau tadi Samuel sudah membentak gadis tersebut, bahkan hampir membuatnya menangis.


"Kau darimana, Elea?" tanya Levi setelah emosinya kembali normal.


"Bukan, monyet."


"Hehe" Elea terkekeh. "Aku tadi dari rumah sakit meminta kartu-kartu ini sebagai hadiah untuk menyambut sekolahku, Kak. Setelah itu aku langsung datang kemari untuk pamer padamu."


"Lalu?


Dada Levi mulai bergerak tak beraturan. Kurang ajar, gadis ini sengaja datang hanya untuk memanas-manasinya saja. Sangat tidak berakhlak.


"Lalu setelah pamer aku akan pulang ke rumah."


"ELEAAAAAAAAA!!!!!


Ini tidak bisa di biarkan. Levi benar-benar sangat kesal karena kalah telak dari Elea.


"Kau, kau, berapa banyak kartu hitam yang kau punya hah? Berapa?" tanya Levi dengan nafas menderu.


"Em, kalau tidak salah ada enam, Kak. Tapi aku lupa dimana aku menyimpan tiga kartu yang lain. Ya sudahlah, nanti aku tinggal memintanya lagi dari Ayah Greg dan Ibu Liona, juga pada Kak Iel. Owh astaga, aku lupa meminta kartu hitam dari Grandma Clarissa. Woaahhh, aku benar-benar sangat kaya sekarang, Kak. Hebat!" jerit Elea kegirangan.


Samuel, Lolita, dan Levi ternganga mendengar banyaknya black card yang di miliki oleh Elea. Sekaya-kayanya mereka, paling banyak mereka hanya mempunyai dua buah kartu hitam. Sedangkan Elea, gadis ini bisa dengan mudah memiliki kartu tersebut, bahkan tidak merasa khawatir saat tidak bisa mengingat dimana meletakkan ketiga kartu hitam yang lainnya. Sungguh definisi Sultan yang sesungguhnya.


"Kak Levi, kapan kau sembuh? Aku rindu pergi belanja denganmu" tanya Elea sambil menarik tangan Levi yang sedang menatap langit-langit rumah.

__ADS_1


"Elea, untuk apa kau menyimpan kartu hitam sebanyak itu? Lebih baik kau berikan saja padaku" bujuk Levi dengan di barengi niat jahat.


"Memangnya Kak Levi tidak cukup hanya menjadi pelakor dalam rumah tanggaku dan Kak Iel? Ingin menjadi pelakor dalam rumah tangga Ayah Bryan dan Ayah Greg juga?" tanya Elea sarkas.


"Ya Tuhan Elea. Kau.... Aaaaaaa....!


Levi menjerit frustasi. Dia mengentak-hentakkan kaki ke lantai seperti orang gila.


"Karena aku sudah selesai pamer sekarang aku pamit pulang dulu ya Kak, Paman, Bibi. Daahh..."


Elea melenggang begitu saja setelah puas menyiksa kejiwaan Levi. Dia merasa sangat senang bisa membuat nyonya pelakor itu menjerit frustasi.


"Paman, tolong antarkan aku ke hotel tempat Grandma menginap ya. Aku ingin meminta kartu hitam darinya" ucap Elea setelah berada di dalam mobil.


"Baik nyonya" jawab si penjaga takjub.


Sementara itu di dalam rumahnya Levi, ada tiga orang yang sedang berdiri dengan tampang bodoh setelah kepergian Elea.


"Levita, apa benar gadis itu istrinya Gabrielle? Kenapa Ayah sedikit tidak percaya ya" tanya Samuel yang masih syok dengan kelakuan gadis kecil bernama Elea.


"Iya benar, Ibu juga tidak percaya. Tidak mungkin kan seorang Gabrielle menikahi gadis sebodoh Elea?" imbuh Lolita ikut menimpali.


"Percaya tidak percaya Elea adalah istrinya Gabrielle. Jantung kalian baik-baik saja kan?" ucap Levi memastikan kalau orangtuanya tidak terkena serangan jantung melihat kelakuan nyeleneh Elea.


"Ayah baik-baik saja, kau sendiri bagaimana?.


"Aku sudah berulang kali mati gara-gara bocah itu, Ayah. Hikssss... Ayah, berikan aku black card yang banyak seperti Elea. Rasanya aku seperti ingin muntah darah melihat dia datang membawa kartu Sultan itu dan memamerkannya padaku" rengek Levi dengan raut wajah penuh penderitaan.


Samuel dan Lolita terperangah.


"Levita, kau baik-baik saja kan, Nak?" tanya Lolita.


"Kejiwaanku rusak gara-gara kartu hitam itu, Bu. Tolong aku" jawab Levi.


"Haissss, dasar gila!" umpat Samuel kemudian pergi meninggalkan istri dan anaknya yang sedang saling memeluk.


😝😝😝😝😝😝


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2