Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Akhir Yang Buruk


__ADS_3

Hoeekk.. Hoeeekkkk


Reinhard memuntahkan semua isi perutnya begitu mobil yang di kemudikan Ares berhenti. Seperti kesetanan, Gabrielle meminta Ares untuk sesegera mungkin tiba di tempat ini. Reinhard yang notabennya adalah seorang dokter yang hampir tidak pernah membuat ulah, jelas saja tidak siap dengan tingkah ugal-ugalan Ares. Dia bahkan hampir mati ketakutan saat Ares menyalip truk-truk besar hanya demi menuruti keinginan Tuan Muda-nya yang menurut Reinhard sangatlah gila.


"Shiiittt, beraninya bajingan itu memukul istriku!" teriak Gabrielle kemudian mengeluarkan senjata miliknya dari balik jas.


Dengan di kuasai amarah yang sangat besar, Gabrielle keluar dari dalam mobil kemudian berlari kearah Jack-Gal yang tengah mengacungkan senjata kearah Levi. Rahang Gabrielle mengetat begitu dia melihat kondisi dua wanita yang sama-sama terkapar bersimbah darah di tanah.


Dooorrrrrrr


"Aarrgggghhhhhhhhh.....!."


Pistol di tangan Jackson terlepas saat ada seseorang yang menembak bahunya. Dia menoleh, terkejut melihat kemunculan Gabrielle yang sedang berjalan mendekat sambil mengacungkan senjata.


"B*ngsat, beraninya kau menyentuh gadisku, Jackson! Aku tidak akan membiarkanmu menghirup udara lagi keparat. Bajingan kau!" umpat Gabrielle murka.


Sambil memegangi bahunya yang terluka, Jackson menertawakan gertakan Gabrielle. Dia dengan sengaja menginjak punggung Elea yang sudah tidak sadarkan diri. "Ckckckck, gadismu kau bilang? Hahahaha, Tuan Muda, sepertinya kau salah orang. Sejak dulu Eleanor sudah di ciptakan Tuhan hanya untukku. Jadi lebih baik kau jangan menghayal untuk bisa memilikinya. Gadisku, cih...!."


Mata Gabrielle memerah terbakar emosi saat Jack dengan kasarnya menginjak punggung Elea kemudian menendang perutnya hingga terguling ke samping. Seperti orang kesetanan, Gabrielle melesatkan beberapa tembakan kearah Jack-Gal. Sebenarnya Gabrielle bisa saja langsung meledakkan kepala Jack, tapi dia tidak bisa melakukan hal itu karena fokusnya pecah saat mendengar lenguhan pelan dari mulut istrinya.


Doorrrrr


"Berani menyentuh gadisku, maka bersiaplah untuk mati kau bajingan. Aku tidak peduli meski kau mendapat perlindungan dari orang-orang di pemerintahan. Menyentuh orang-orangku sama artinya dengan mengusikku. Dan ya, anggap kematianmu kali ini adalah bentuk penebusan dosa atas apa yang pernah kau lakukan pada Elea tujuh tahun lalu!."


Darah segar nampak keluar dari mulutnya Jack setelah Gabrielle menembak bagian perutnya. Tubuhnya mulai oleng, dia lalu melangkah mundur ke tepi jurang sambil menatap bengis kearah pria yang masih mengacungkan senjata kearahnya.


"Gabrielle, kau akan menyesal karena sudah menghalangi tujuanku. Dan kau harus ingat, aku Jack-Gal tidak akan mati semudah itu. Sekuat apapun kau melindungi Eleanor, dia akan tetap kembali padaku. Kali ini mungkin aku kalah, tapi ingat, masih ada hari lain untuk aku kembali datang membalas dendam!" ucap Jack sambil menatap puluhan anak buah Gabrielle yang mulai berdatangan.


Mata Gabrielle membulat lebar saat Jack dengan gilanya melompat ke dasar jurang. Untuk beberapa saat dia seperti hilang pikiran karena tak menyangka kalau bajingan itu akan nekad melakukan hal seperti ini.


"Cepat turun ke bawah dan kejar bajingan itu. Jangan sampai lolos, kalaupun dia mati, kalian harus mendapatkan jasadnya. Sekarang!" teriak Ares memberi intruksi pada anak buahnya.

__ADS_1


"Baik Tuan Ares!."


Ares beralih melihat kearah Nyonya-nya yang terbaring di tanah. Dia lalu menatap panik Tuan Muda-nya yang masih berdiri tercengang setelah melihat kenekatan Jack.


"Tuan Muda, sebaiknya kita segera membawa Nyonya Elea dan Nona Levi ke rumah sakit. Luka-luka di tubuh mereka cukup parah, dan sepertinya Nona Levi juga tertembak!."


Gabrielle langsung tersadar begitu mendengar ucapan Ares. Dia melempar senjatanya asal kemudian menghambur kearah istrinya. Dengan tangan gemetar Gabrielle mengangkat kepala Elea kemudian memangkunya. Matanya langsung berkaca-kaca melihat banyaknya luka di tubuh istri kesayangannya ini.


"Sayang, hei.... Maafkan aku datang terlambat. Maafkan aku Elea" gumam Gabrielle dengan suara serak menahan tangis.


"Tuan Muda.... " sela Ares yang sedang menekan luka bekas tembak di tubuh Levi. "Dia kehilangan banyak darah, butuh pertolongan secepatnya."


"Ares, biar aku saja yang membawa Levi ke rumah sakit, kau bereskan saja masalah yang ada di sini. Dan Gabrielle, aku yakin Elea pingsan bukan karena di pukul bajingan itu. Sekarang kita sebaiknya segera pergi dari sini dan mencarikan tempat yang nyaman untuknya. Aku takut Elea tidak mampu menerima kejadian ini. Kejiwaannya pasti akan kembali terguncang!" ucap Reinhard yang baru saja muncul.


Tanpa ba-bi-bu lagi Gabrielle segera mengangkat tubuh Elea kemudian membawanya masuk ke dalam mobil. Pikirannya kacau melihat wajah istrinya yang sangat pucat seperti tidak ada darah yang mengalir di sana.


"Elea, buka matamu sayang. Aku sudah di sini, cepatlah sadar. Sayang, tolong buka matamu, aku mohon" ratap Gabrielle sembari membersihkan darah yang mengotori wajah cantik istrinya.


"Tuan Muda, bagaimana dengan dengan Tuan Bryan?" tanya Ares sebelum mobil bergerak pergi.


"Minta anak buahmu untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Dan juga, umumkan pada media kalau bajingan itu sudah mencelakai anggota keluargaku. Aku ingin lihat siapa saja yang masih berani unjuk gigi untuk melindunginya" jawab Gabrielle tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Eela. "Ares, aku ingin jasad bajingan itu!."


Ares mengangguk paham akan keinginan Tuan Muda-nya. Dia lalu memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengemudikan mobil menuju rumah sakit. Sementara dia sendiri akan tetap berada di tempat itu untuk mengawasi anak buahnya yang lain sekaligus membereskan kekacauan yang terjadi di sana.


"Jack-Gal benar-benar sudah gila. Dia membunuh semua anak buahku. Bahkan dia tidak segan menganiaya Nyonya Elea dan Nona Levi. Sakit jiwa dia!" umpat Ares sambil menatap kearah jurang yang sangat dalam.


Sementara itu di bawah jurang, Jack yang masih hidup berusaha untuk bersembunyi dari kejaran anak buahnya Gabrielle. Dia merobek baju yang di pakainya kemudian mengikatkannya di bagian perut untuk menahan darah yang terus keluar.


"Brengsek, awas kau Gabrielle. Lihat saja, setelah aku sembuh, aku akan membalas apa yang telah kau lakukan padaku hari ini. Dan Eleanor, aku pasti akan merebutnya dari tanganmu!" geram Jack lirih sambil memperhatikan belasan penjaga yang sedang mencarinya.


Dengan keahlian yang dia miliki, Jack tidak bisa di temukan oleh anak buahnya Gabrielle. Dia baru keluar dari tempat persembunyiannya setelah berjam-jam berada di sana. Setelah memastikan kalau anak buahnya Gabrielle sudah pergi, Jack segera menghubungi Fendry. Beruntung ponsel miliknya tidak hilang saat dia melompat ke jurang ini.

__ADS_1


"Halo Jack, kau dimana sekarang?."


"Aku di dasar jurang. Cepat datang dan tolong aku, aku tertembak" jawab Jack sambil menekan luka di perutnya.


"Apaaaa??? Baiklah, aku akan segera turun menyusulmu!."


Jack memutuskan panggilan kemudian duduk di tanah saat pandangannya mulai berkunang-kunang. Mendapat tiga tembakan rupanya cukup membuatnya kehilangan banyak darah. Sambil menunggu Fendry datang menyelamatkannya, Jack mengirimkan pesan ancaman pada orang-orang yang mengatakan akan melindunginya di negara ini.


Di atas jurang, Fendry yang baru saja tiba segera mengulur tali untuk melakukan penyelamatan pada Jackson. Saat Fendry baru akan turun, tiba-tiba ada seseorang yang bertanya padanya. Tubuh Fendry langsung kaku begitu dia melihat siapa yang sedang berdiri di belakangnya.


"Mau kemana, hem?" tanya Liona dingin sambil mengelus kepala Lan.


Fendry seakan tak memiliki tulang saat binatang buas yang berada di depannya mengaum. Sungguh, dia tidak pernah menyangka kalau Keluarga Ma memiliki hewan peliharaan yang sangat mengerikan. Nyalinya langsung menciut saat lidah binatang itu mulai menjilati kakinya.


Sebenarnya, tanpa di ketahui oleh siapapun Liona dan Greg mengawasi jalannya kejadian ini. Mulai dari awal Jackson menemui Elea di taman, sampai dimana akhrinya dia melompat masuk ke dalam jurang, pasangan suami istri ini melihatnya. Greg dan Liona bukan tidak mau membantu Gabrielle menolong Elea, mereka hanya ingin melihat se bertanggungjawab apa Gabrielle dalam memimpin rumah tangganya. Dan terbukti, putranya masih belum bisa menjadi suami yang siaga.


"Bagaimana Hon, apa kita perlu melepaskannya?" tanya Greg datar.


"Ya, kita memang harus melepaskannya Greg. Tapi dalam bentuk lain" jawab Liona kemudian menepuk tangan.


Mungkin ini adalah akhir yang sangat buruk untuk Fendry saat dia melihat beberapa orang yang memiliki wajah sama sepertinya muncul entah darimana. Sekarang dia paham, berurusan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan nama Keluarga Ma bukanlah hal yang mudah. Sekali kita masuk, maka nafas kita akan langsung di tandai oleh mereka. Dan kini dia baru tahu apa artinya penyesalan.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2